
Pagi hari aldi bangun dan dia turun ke kamar bawah untuk mandi dan berpakaian rapi. Aldi memanggil orang kepercayaan nya yaitu vino.
Setelah ayah nya tiada sekarang aldi lahh yang menggantikan posisi ayah nya mulai dari bisnis dan pengusaha jadi banyak wanita yang mengejar nya hanya karna harta nya yang melimpah itu.
"apa tuan muda memanggil saya. "
Seseorang berpakaian lengkap itu berdiri di depan aldi.
" bagaimana dengan informasi yang kuminta tentang revia selama dia di culik oleh wanita licik itu. Tentang keseharian nya dan detail nya".
"ini tuan informasi detail nya tentang nona revia yang saya dapat kan.
Dia menyerahkan amplop coklat itu pada aldi.
"baiklah, kerja mu bagus pergi lah. '
Aldi terduduk di sofa dan melihat mulai dari foto dan keseharian revia"
Cih
Merepotkan sekali keseharian nya dilakukan sendiri tanpa ada pelayan huft untung ibu nya baik padanya.
Aku terbangun dari tidurku dan tidak menemukan aldi di tempat nya semalam.
"huftt di luar masih gelap, aku rasanya mau makan sesuatu".
Aku turun dari tangga dan ada seorang pengawal laki laki tak jauh dari tangga itu.
"nona anda mau kemana? Kalau ada yang anda butuh kan beritahu saja saya dan pelayan lain yang ada di sini".
Aku tersenyum dan menggeleng
"tidak aku mau mengambil nya sendiri lagi pula aku hanya pengen makan buah saja".
Aku memeriksa kulkas dan menemukan beberapa buah kesukaan ku lalu aku mulai mengupasnya.
"nona biar pelayan saja yang melakukan nya nanti tuan aldi bisa marah pada saya".
"tidak apa aku sudah biasa melakukan ini sendiri".
Tiba tiba kepala ku pusing dan lemas dan pisau itu mengenai tangan ku.
"awwhh"
"astaga! Nona anda terluka".
Pengawal itu berlari mengambil kotak p3k
Vino yang baru turun dari ruangan aldi melihat tangan ku yang sedang di obati bibi karna pelayan laki laki tadi sepertinya tidak mau mendekati ku lantaran takut dengan aldi.
"nona apa yang kau lakukan dengan pisau itu apa para pelayan disini tidak becus untummu sampai tangan mu terluka seperti itu".
Vino melirik tajam pada para pelayan yang tertunduk.
"tidak ini kesalahan ku lagian ini luka kecil jangan terlalu di permasalahkan ya".
"huftt berhati hatilah nona". Vino keluar dan memberi tatapan tak suka nya pada pelayan yang di anggap nya tidak becus.
Aldi sedari tadi mengamati itu dan aku tidak menyadari.
"siapa yang membiarkan mu mengerjakan sesuatu sendirian hah sudah ku bilang kau tidak boleh kenapa napa sayang". Dia terlihat kesal.
"aku tidak apa apa jangan berlebihan ".
" berikan tangan mu, dan kalian pergilah sebelum aku berubah fikiran. Aldi melirik pelayan nya dan mereka kembali ke tempat nya masing masing.
"tidak mau "
" revia stevani berikan tangan mu atau akan ku hukum mereka semua. "
Dia mengambil tangan ku yanv aku sembunyikan.
" isssh aku tidak apa apa kenapa berlebihan sekali".
Dia mencium telunjuk ku yang terluka.
Dan memelukku.
"aku tidak berlebihan aku tidak mau kau kenapa napa, sudah cukup aku tersiksa karna kau meninggalkan ku. Aku tidak mau melihat mu terluka ".
" iyaa aldi aku hanya pusing tadi sudah tidak apa apa kok".
Dia mengecup dahi ku
"dasar keras kepala sekarang mandi lah kau bau". Dia tertawa.
"ihh kau menyebalkan tapi kau tetap memelukku bukan".
"hahaha iyaa iyaa mandi sana sayang".
Aku berlari kekamar dan mandi aku melihat lemari kamar ku sudah di penuhi baju
"pintar juga dia *** ukuran tubuh ku ruapanya".
Aku bergumam dan mengambil seragam sekolahku.
Aku mengikat rambut lurusku dan memasang pita di sekeliling rambut ku seperti bando.
Setelah puas berkutat di depan cermin aku turun.
"aldi" aku memanggil nya.
"berhenti memanggil ku seperti itu panggil aku sayang, bie, atau honey".dia terlihat sebal.
"hehehe iya deh bie". Aku merasa belum terbiasa memanggil nya seperti itu.
"gitu dong".dia senyum.
"cepet dong yang ga bisa di ganti itu kamu". Dia mencubit pipi ku.
"aaa sakit".aku cemberut.
"maaf syg sarapan dulu gih". Aku sarapan dan mengambil tas yang di berikan aldi dan sekarang aku duduk di mobil nya.
"sayang mulai sekarang km tanggung jawab aku". Dia melirikku.
"maksud kamu? "
" yaa sebagai calon suami yang baik semua kebutuhan kamu dan keamanan kamu itu tanggung jawab aku".
"hahahaha ihh calon suami apaan aku masih mau sekolah kuliah dan masih banyak hal yang mau aku lakukan bie". Aku tertawa mendengar kata kata aldi.
"dan semua hal itu akan kamu lalui dengan aku".
Mobil aldi memasuki parkiran sekolah dan aku melihat rafa dan teman teman nya duduk di parkiran. Aku keluar dari mobil aldi.
"re" dia memanggil ku dan aku terhenti dan aldi menggenggam tangan ku.
"ada apa raf? " aku tersenyum dann aldi memandang rafa sinis.
" kenapa lo pegang pegang tangan revia"dia misahin tangan aldi dan menarikku.
"biadab sudah bosan hidup kau rupanya haa". Aldi emosi melihat rafa seenak nya menarikku.
Aku membisikan sesuatu pada rafa.
"raf nanti gue nyusul lo ya gue gamau lo ribut sama aldi nanti gue jelasin tentang dia". Biar bagaimana pun rafa itu sahabat ku dan dia berhak tau.
Sampai dikelas aldi menyuruh laras pindah dann dia ingin duduk di dekat ku.
"eh lo nama lo siapa ".
"gue laras kenapa".
"pindah gue mau duduk sama revia".
Aku mengerutkan keningku dan melihat laras murung.
"aldi kamu ga boleh gitu sama laras".aku memegang pundak laras.
"aku mau duduk sama dia ".
Aldi sepertinya kesal dan dia kembali ke bangku nya dan dia duduk sendiri.
Sekarang jam istirahat dan aku kesal dengan aldi. Bukan pada dia tapi pada kk kelas yang seenak nga menggandeng dia dan skarang aku di taman dengan rafa.
" re sekarang crita semua nya gimana kamu bisa bareng sama aldi tadi dan kata ibu kamu. Kamu nginap di rumah aldi.
Aku menceritakan detail nya semua pada rafa dan tentang keluarga ku yang sebenarnya.
"sabar ya re". Dia memelukku.
"iya raf ga apa apa kok".
"lo kangen sama mama papa lo ga pasti kasian mereka ngira lo udah ga ada ".
" Ya kangen banget tapi sekarang gue gatau situasi nya gue masih takut sama tante gue itu".
"kan lo punya kk cowo gue yakin dia kangen banget sama adek kayak lo nih dan dia pasti lindungin lo".
Aldi melihat itu dan menarik krah baju rafa.
"gue udah peringatin lo kenapa sekarang lo malah meluk revia!!! "
" kenapa hah emang lo siapa? Cuman sahabat kan gausah ngegas".
Aldi geram dengan rafa
Dan memukuli rafa.
"aldiiiii". Aku menghalangi aldi dan pukulan aldi malah mengenai pipi ku.
"awwhh". Pipi ku rasanya panas.
rafa mendorong aldi dan memaki maki nya.
"lo boleh mukul gue tapi jangan mukul re dasar ga ada otak lo. Gue tau gimana kedekatan lo sama re ga seharus nya lo gitu".
"reeee".aldi memanggil ku yang sudah tidak ada di sana aku muak melihat mereka bertengkar. Aku mengunci diri di wc.
*Gue mau punya teman dan kalian akur semua karna gue sayang sama sahabat sahabat gue kalian malah bertengkar seperti itu gue kecewa sama kalian.
**Bel masuk berbunyi dan aku masih di wc***.
"huft pipi gue berbekas lagi".
Aku melangkah masuk kelas dan beruntung guru belum masuk dan aldi menatap ku dan aku tidak peduli.
"revia pipi lo kenapa".laras memperhatikan wajah ku.
"ngga apa apa ras".
Aldi mendekat ke meja ku.
"re gue minta maaf".
"lo ga liat guru mau masuk mending duduk dan belajar dengan bener.
Guru pun masuk dan entah kenapa aldi berhasil duduk di belakang ku.
Pulang sekolah ada seseorang yang menarikku langsung ke mobil nya aldi pun panik melihat itu.