
revia bangun pagi dan turun bersama amanda ke meja makan sementara gavin ,vino,daffa dan Aldi juga kakak nya sudah di meja makan menunggu mereka.
"selamat pagi sayang".
mama revia muncul dengan om adelard juga anak nya.
"re ".
mama revia menatap anak nya.
"btw ,nama lo siapa".
revia menatap sinis cewe itu.
"emm Michelle Audrey adelard ".
cewe itu menunduk dia cantik tapi revia cuek - cuek saja melihat nya.
"ouh ".
jawaban revia membuat mama nya murung . dia tau revia ga suka.
"re kalau kamu ga suka mama ga akan...".
"siapa bilang re ga suka? re cuman belum terbiasa mah".
revia meminum susu nya dan memakan sarapan nya.
"davie ke kantor dulu sama vino ya mah".
Davie mencium pipi adik nya, jujur saja dia tidak nyaman dengan keberadaan orang baru di sekitar nya.
"kakak berangkat ya jangan ngamuk-ngamuk lagi loh".
vino membisikkan itu. revia senang karna vino sudah menganggap nya seperti adik nya.
"hati-hati ya kak vino kak davie".
"siap tuan putri".
jawab vink dan Davie serentak.
"davie kamu juga pamit sama Michelle sama om adelard dong".
mama nya mengingat kan.
"iya mah ,om dan Michelle aku pergi dulu".
"iya kak".
jawab Michelle.
"huh panas ya di sini aku berangkat duluan".
revia mengambil kunci mobil nya dan keluar ,gavin dengan cetakan ngikut begitupun sahabat nya.
"kak jangan sedih lagi dong,yuk berangkat".
gavin mengecup pipi revia.
"kamu duluan aja,kamu pake motor?kemana mobil kamu".
"hehehe tuh mobil aku,gapapa lah kak aku suka motor bisa ngebut".
gavin nyengir kuda.
"ga boleh ngebut!!!".
revia menatap tajam adiknya itu.
"ia gavin ntar kenapa-napa loh".
Michelle nimbrung dan nyambung pembicaraan mereka,sahabat revia kaget melihat kepercayaan diri nya.
"heh lo siapa gausah ngatur,gua cuman akan patuh sama kakak gua ,biar nanti lo jadi kakak gua bodo amat!!!".
gavin jadi bete melihat gadis itu.
"bisa ga kalau orang ngomong gausah ikut campur,lo baru calon sodara gua inget c a l on ,bisa jadi batal jangan anggap perkataan gua tadi pertanda gue setuju".
revia masuk mobil dan para sahabat nya pun meninggal kan Michelle merka ke sekolah dengan kendaraan masing-masing.
Jam pelajaran berlangsung mereka mengikuti pelajaran seharian.
tidak terasa bel pulang berbunyi revia dan sahabat nya berada di parkiran . mereka berbincang tentang akan kemana mereka sekarang .
"ouh iya mau kemana nih kita".
"kita nyobain makanan di caffe xxxx yuk ,banyak yang pedes gitu re"
amanda antusias dengan makanan pedas .
"ayukkkk".
"ehhh buset ntar dulu mau sakit kalian berdua makan pedes mulu".
protes daffa.
"enak tau kalian juga harus nyoba nanti haaarus".
revia tersenyum.
"re aku duluan ya ,aldi semuanya"
raffa membuka kaca mobil nya dan melambaikan tangan.
"oke hati-hati".
revia tersenyum.
bughhh...
revia mendengar ada suara perkelahian. seorang cowo jatuh dengan pakaian acak-acakan .
"re itukan gavin".
daffa langsung berlari dan mendorong orang yang memukuli gavin.
"eh apa-apaan kalian".
aldi dan revia juga amanda mendekati gavin.
"ya ampun gavin!!!!! bibir lo berdarah".
revia memeluk adiknya.
"uhuk-uhuk !gua gapapa kak".
gavin terlihat lemas .
"kok kakak -kakak belain dia sih,dia cuman siswa ga mampu!!!".
celetuk salah satu siswa di sana.
"jaga mulut lo dia ade revia. dia ade Kita juga!".
amanda mendorong siswa itu.
bughh...
aldi memukul siswa itu.
"sekali lagi lo ganggu dia awas lo. dia ga ngelawan bukan karna takut sama lo"
"yaaah dia selamat di lindungin kak revia doang coba aja ga abis dia".
triak mereka yang ada di sana.
" huuuu cupu".
teriak mereka.
" kak".
gavin menatap revia.
"apa?".
revia sangat khawatir dengan keadaan gavin.
"aku pernah janji sama kakak ga bakal bikin onar di sekolah . hal apapun itu aku harus patuh. tapi kali ini boleh kan
aku melanggar janji itu ".
revia mengangguk dan ga paham maksud gavin. lalu gavin bangkit dan menghujani cowo yang memukul nya tadi dengan pukulan.
"huhhh awas lo kali ini ga gua matiin lo".
gavin terengah-engah.
"Gavin udah masuk mobil!".
revia mencegah nya.
"aku bawa motor kak".
"masuk mobil".
revia menekankan dan membisikkan kata -kata itu.
"ayok guys kita ke caffe".
revia menyetir dan gavin menyender di pundak revia.
"kenapa kamu ga bisa jaga diri".
"karna janji aku sama kakak".
"lupain janji itu maksud aku itu ,kamu ga boleh nindas orang yang ga bersalah. tapi kalau kamu di gangguin kamu boleh bales".
revia menatap gavin.
"iya kak aku cuman gamau bikin kakak kecewa kalau aku berantem terus kata papa aku bikin pusing berantem terus. dan kakak bilang aku harus diem yaudah aku diem aja".
"dodollll".
revia kesal dengan adiknya ini.
"ya gapapa bisa di manjain kakak selama aku sakit".
gavin memeluk kakak nya.
"ihhh manja".
"aaa sakit loh ini sumvah jangan galak-galak napa kak".
gavin cemberut.
"iya deh nanti kita obatin luka kamu".
"nanti aja aku laperrr".
"yaudah ayuk turun".
revia memberhentikkan mobil nya di caffe dann memesan makanan . revia dan amanda memilih makanan pedas.
"huh ni cewe mulut nya dari apaan si".
daffa ga bisa membayangkannya betapa pedasnya cabe nan merah itu.
"gavinnn aaaa".
revia menyuapi bakso dengan ekstra cabe ke mulut gavin.
"hahhhhhh pedassssssss ".
gavin berteriak saat bakso itu menempel pada lidahnya.
berikutnya gavin mengabiskan jus nya dalam satu tegukkan.
"hahh aerrrr aerrr".
gavin mengibas-ngibaskan tangan nya .
"hahaha ga pedes kok ,lebay".
revia tertawa.
"aldi?".
aldi menatap revia dan seperti tau maksud nya.
aduhhh, gua jadi korban berikut nya nih.
aldi.
"aku kenyang re ,i....ya kenyang".
aldi tersenyum.
"harus nyoba aaaa".
revia menyuapi aldi juga dan mata aldi langsung berkaca-kaca.
"aaaaa pedes hahhh".
mereka tertawa melihat Aldi sementara revia menyesal melakukan nya dia kasian melihat aldi seperti itu.
"maafin aku yah".
revia membersihkan mulut aldi dengan tissu.
"tau ah".
aldi pergi gitu aja.
apa? dia marah sama gua
revia kaget melihat reaksi aldi.
apa gua berlebihan ya
revia.