Queen January

Queen January
kei dan ibu(part 31)



hari ini aku bangun pukul 05.00. entah kenapa mata ku tak bisa tidur saat ingin ke kamar mandi aku menyenggol foto papa,hingga pecah.


"ahh ya ampun". revia memungut serpihan kaca itu dan mengambil foto nya.


"kenapa tiba-tiba kangen banget ya".


huft pah aku merasa kalau papa masih hidup . kenapa re masih ga percaya kalau papa udah pergi. revia.


revia meletakkan foto itu dan mencuci wajah nya.badan nya terasa panas.


"huft apakah aku demam kenapa lemas sekali".


revia membiarkan rambut nya tergerai dan memakai hoodie .revia turun ke lantai bawah ,para pelayan sudah mulai membersihkan dan juru masak alias chef nya sedang mengatur menu sarapan.


di sini rame tapu seperti ada yan kurang .huft aku ngapain ya enak nya.revia.


"nona mau kemana".salah satu kepala pelayan bertanya pada revia yang sudah berada di pintu keluar.


"emm a-aku tidak tau".jawab revia asal.


"nona jangan becanda jika mau sesuatu katakan saja pada pelayan di sini".


"apa aku tidak boleh keluar".


"jika di temaani pengawal boleh nona,tapi tidak maka itu akan membuat tuan davie dan nyonya putri memarahi saya . apa lagi kalau tuan ravindra ".


pelayan itu sedikit berbisik menyebutkan nama papa revia.


"apa?kenapa dengan papa ?".revia menatap pelayan itu.


"t-tidak ada nona ".


"kalau saja dia masih hidup aku pasti orang yang paling beruntung".revia melangkahkan kaki ke arah koki.


"bolehkah aku minta ice cream?".


"tapu nona ini masih pagi ,tidak baik untuk kesehatan anda".koki itu menunduk.


vino ternyata menginap di sini mereka sudah kembali dan revia tidak sadar,vino mengawasi nya dari tadi.


"ehem".vino mendekati revia.


"emm vino???kapan kau kembali".revia memeluk vino .


"n-nona jangan seperti ini".


mulai lagi dia akan selalu menjadi orang pertama yang menbuat ku kehilangan jati diri ku .aku jadi ketularan bawel kalau dekat dengan dia.vino.


"kenapa aku tidak boleh memelukmu".revia melepaskan pelukkan nya dan para pelayan hanya menyaksikan kemanjaan nona nya itu.mereka sama sekali tidak berani menganggu vino.


"baiklah jika di rumah kau adalah adikku tapi kalau di luar kau tetap nona revia okey".vino mengelus kepala revia.


aku tidak bisa terlaku dingin padanya . dia seperti adikku sendiri.vino.


"baiklah".tiba-tiba revia merasa pusing.


"kenapa?apa ada yang sakit".vino membawa revia duduk di sofa .


"t-tidak mana kk davie?".revia merasakan nafas nya sesak.


ada apa ini apa asma ku kambuh lagi. tapi kan tidak kecapean. apa gara-gara ga jaga makanan ya. bisa gawat kalau kk davie tau. bisa makan sayur doang dong aku.revia.


"tuan davie ada di kamar dia sudah bangun dan duduk di balkon".vino terlihat khawatir pada revia.


"a-aku mau ke kamar saja".revia melangkah dan kepala nya makin berat.


"re jangan di paksain kamu kenapa?jangan nyembunyiin kalau ada yang sakit atau akan buruk akibat nya".vino menegaskan pada revia.


"ada apa vino".davie ravindra melihat adik nya.


"kk udah pulang re kangen".revia mencoba untuk baik-baik saja dan memeluk kk nya.


"ouh princess kk. kk juga kangen. eh kenapa bangun di jam seperti ini apa adik nya kk ini,mimpi buruk?".davie melihat wajah revia yang pucat dan nafas nya ga teratur.


"a aku... mau ke kamar".


"apa anda sedang asma wahai nona revia".vino memegang pundak revia yang akan melangkah ke kamar.


"apa?vino cepat hubungi dokter. dan revia jangan membantab kk".


davie langsung menggendong adik nya itu dan benar saja ,davie merasakkan badan revia panas .


"kk kei kapan sampai nya ke sini sama ibu".revia malah memikirkan hal lain.


"revia ravindra stevani aku mohon fikirkan saja dulu kesehatan mu mereka akan sampai nanti sore .apa kau mau kei melihat kk nya sakit . dia akan sedih bukan".


davie membaringkan adik nya itu di kasur dan melepas hoodie yang di Pakai revia. sekarang revia mengenakkan kaos putih dan celana jeans.


"re gapapa kk . re seneng banget kei mau kesini".revia merasakan sakit pada dada nya.


davie mengelus kepala adik nya itu dan mengecup nya.


"re bilang apa yang kamu rasain mana yang sakit".davie panik melihat nafas revia makin sesak.


be berapa saat kemudian dokter nya datang.


"cepat lahhh!!!!apa kau akan menunggu sampau adikku kenapa-napa".


"baik tuan davie".vino datang bersama dokter nya.


dokter itu memeriksa revia dan davie mondar mandir melihat adik nya itu.


"tuan davie adik anda ini menderita asma ringan ini akan kambuh kalau dia kecapean atau makan -makanan sembarangan. anda harus memperhatikan pola makan nya juga ".


"tapi sekarang aku harus bagaimana apa kau tidak bisa menyembuhkan nya sekarang!!!!!".


"saya sudah siap kan obat itu akan mengurangi sesak nafas nya dan hari ini dia tidak boleh kecapean. kalau begitu saya permisi".


vino keluar mengantar dokter itu. dan nyonya putri mama revia melihat ada dokter tentu dia khawatir dan langsung ke kamar revia.


"re". davie mendudukan re dan memeluk nya.


"hmmghhh".revia hanya merasakan sesak dan pusing.


"kamu makan dulu ya terus minum obat".davie mengelus kepala revia .


mama revia melihat putri nya.


"davie kenapa dengan re".


"re lagi ga sehat mah".davie tetap saja memeluk adik nya .terlihat sekali dia sangat menyayangi adik nya.


"sini re biar sama mama kamu suruh pelayan nyiapin makanan buat re ya".


"ga mah davie mau sama re. aku mohon".davie menyenderkan kepala adik nya pada dada bidang nya .


"oke mama akan bawain makanan buat re ".


nyonya putri mengecup pipi anak nya dan memerintahkan pelayan membuatkan sup dan bubur juga buah-buahan untuk re. tidam butuh waktu lama semua sudah siap dan diantarkan kekamar re.


"re makan dulu ya".mama revia datang dengan pelayan.


"r-re ga laper mah".revia terlihat sangat lemah.


"ga ada penolakkan revia .kk gamau kammu kenapa-napa".davie menyenderkan adik nya pada bantal .


"iya syg re harus makan ya".mama revia mengelus pipi putri nya itu.


bibir revia sangat pucat .


"p-papah".revia memanggil-manggil papa nya.


"sayang kk ada di sini kamu makan dulu ya".davie mulai menyiapi revia.


"re mau papahhh".revia menutup mulut nya.


"nak jangan sepertinya ini kamu makan ya ".


setelah davie berusaha keras membujuk revia makan . sekarang revia telah tidur setelah minum obat .


"hallo selamat pagi".


shittttt!!!!!kenapa aku tidak tau .siapa orang yang berani menganggu adikku!cari matiii kau.davie.


"siapa yang menganggu adikku".


"apa nyonya putri tidak memberi tahukan anda".


kepala sekolah itu menceritakan apa yang terjadi dan meminta maaf atas kejadian itu.


"sekarang adikku tidak bisa kesekolah karna dia sedang sakit".aku hanya mau bilang itu .selamat pagi". davie mematikkan telfon nya.


davie mendekati adik nya dan melihat tangan nya.


"kenapa.tidak memberi tahuku biar ku patah kan tangan manusia itu . dan gadis yang mengatakkan adikku centil. berani sekali mulut nya itu mengeluarkan kata-kata seperti itu. aku tidak terima".


davie mengecup pipi adik nya dan memerintahkan pelayan agar mengawasi revia supaya tidak terjadi apa-apa.


"tuan anda mau kemana".vini melihat davie keluar.


"aku mau kesekolah revia".


"kenapa repot-repot telfon saja kepala sekolah nya jika ada hal lain".


"aku ingin membunuh orang rasanya".


davie masuk mobil dan diikuti vino .mereka berdua datang kesekolah tentu pemandangan langka. bahkan pihak sekolah takut jika . biasanya tuan davie hanya mengutus pengawal jika ada masalah serius. tapi kali ini dia sampai datang ke sini.


"se -selamat pagi tuan davie".satpam menyapa dengan gugup.


Sekarang davie dan vino ada di ruang kepala sekolah.


"panggil murid itu sekarang".


"mereka sedang belajar tuan,t-tapi baiklah".


"baiklah biar aku yang menemui mereka ".davie menyusuri kelas.


"tuan anda tidak perlu lakukan ini".vino merasa davie tidak perlu repot-repot dia merasa diri nya tidak berguna.


"kau yang akan melakukan nya ".


-


-


-


vino tau maksud dari davie sekarang. dia sangat menyayangi revia. vino mengetahui arti sayang davie pada revia artinya tidak ada yang boleh menyakiti revia sekecil apapun.


padahal ada rapat penting sekarang dan tiap detik tuan davie adalah uang yang tak ternilai banyak nya.


sementara di kelas revia.


"where revia?".daffa melihat kursi di sebelah amanda masih kosong.


"iya kok dia ga dateng apa tangan nya makin parah. atau kk davie tau".


amanda khawatir.


"kalau kk davie tau bisa gawat lah ".


aldi bisa membayang kan . amukkan pengawal revia saja menyeramkan apa lagi vino dan davie. mereka tampan dan juga menakutkan kalau marah.


"permisi".


vino mengetuk salah 1 kelas dan tentu murid disana kaget senang dan takut melihat vino dan davie.


"apa ini kelas jesikka putri".vino bertanya pada orang di kelas itu.


"iya saya kenapa".cewe yang kemarin menggertak revia datang dengan ketakutan.


"ouh jadi kau yang berani-berani menggertak nona ku hah!!!!.vino bicara dengan nada tinggi.


"a-aku tidak tau kalau dia itu adik tuan davie".gadis itu menunduk.


"aku tau kau adalah gadis yang suka pamer dan berlagak seakan sekolah ini punya nenek moyang mu! punya nyali besar kau berani mengatai revia seperti kemarin hah!!!!".vino menendang meja yang ada di kelas itu.


"a-aku minta maaf".gadis itu menunduk selama ini dia selalu melabrak cewe yang mendekati aldu. entah apa urusannya.


"ini peringatan buat mu. untung kau tidak menyentuh nya atau akan kuhilang kan kau dari dunia ini!!!!!!jangan menyentuh atau mengatai nya dan kau tidak berhak berada di dekat revia ravindra stevani!!!!.


banyak siswa yang memperhatikan walau mereka pura-pura tidak melihatnya.siswa di sana jadi teringat kembali siapa keluarga revia ravindra. amanda meysilla. aldi keano sanjaya dan daffa mahardika pradana .


selly datang mencari muka dan dia fikir dia masih istimewa bagi davie.


"kk davie sudahlah lagian kan revia gpp".


"diaammm!!!!!".davie membentak selly.


"siapapun yang berani menyakiti nona revia akan kuhabisi ingat itu . untung kau wanita jika tidakkkkk!!!!arghhhh sudah kuhabisi,termasuk kauu selly kau bukan anggota keluarga ravindra cihh pergi saja kau jauh-jauh.


**praagggg


"vino** memecahkan jendela kaca yang ada di sana karna emosi nya sudah d ubun-ubun.


kata-kata itu membuat selly malu dan siswa menertawakan nya.


vino dan davie berjalan meninggal kan kelas itu dan vini melihat 1 lagi manusia yang harus di atasi.


"kemari kau!".vino memanggil cowo itu.


"a-ada apa".


"aku tau kau anak siapa. dan beruntung kau tidak sengaja melukai revia . jika saja itu sengaja mungkin sekarang kau akan kehilangan tangan mu. dan kuingat kan padamu jangan pernah berniat melukai nona revia apa lagi sampau berbuat kau akan tau akibat nya".


vino berjalan ke parkiran mengikuti tuan nya.


dasar murid aneh jika aku jadi kalian aku tidak akan menyentuh revia sedikitpun . bodoh sekali mau mendekati mautnya. vino.


aldi daffa dan amanda melihat davie pun menyusul keparkiran.


"kk davie tunggu".amanda dan aldi juga daffa mendekat.


"ada apa nona dan tuan jika mau tau keadaan revia datang saja ke rumah . kulihat sangat buruk".vino mulai lelah menghadapi siswa d sini lebih baik di kantor. meski sulit tapi itu pekerjaan serius.


"vino jangan begitu".davie berdiri didekat mobil nya.


"what happen?".daffa bingung.


"revia .emm asma nya kambuh nanti sore datang saja sekalian kalian akan bertemh keluarga yang selama ini merawat revia.


"apaaa!!!!".aldi kaget mendengar revia yang sakit.


"aku pergi dulu".davie dan vino meninggalkan sekolah itu.


"gue mau jenguk rec sekarang aja".aldi mengeluarkan kunci mobil".


"i agree gue ikut". daffa tidak memikirkan pelajaran lagi.


"kita bolos nih?".amanda terlihat senang karna dia bisa cepat-cepat bertemu revia.


"ya why not . gue khawatir sama revia".


mereka ber 4 berhenti di sebuah mall membeli beberapa makanan untuk revia dan langsung ke kediaman ravindra.


di sisi lain ada kei dan ibu nya yang dalam perjalanan dengan pengawal ke rumah revia. sesuai janji davie.


"bu apa kk revia masih ingat kita".


"tentu saja sayang ".


"kei kangen sama kk".


"sebentar lagi kamu akan melihatnya".


-


-


-