
Hari ini lian melihat revia turun dari mobil aldi,itu artinya mereka sudah baikkan,aldi menggenggam tangan revia dengan possessif nya.
"Sudah sarapan?".
Aldi melirik revia.
"Udah kok tadi sama opa".
Aldi mengangguk dan mereka masuk kelas ,melewati lian yang mematung melihat itu.
Lian maafkan aku ,kuharap kau paham dimana posisi ku,dan posisi mu.kita sudah berada di dunia yang berbeda.meninggalkan pasangan tanpa alasan yang jelas itu tidak baik bukan.revia.
Lian menyusul revia kedalam kelas dan berhadapan langsung dengan aldi.
"Revia ,aku mau bicara".
Lian berdiri tepat di depan meja revia dan aldi.
"Ckckck tidak tau malu sekali anda tuan muda .apa kau tidak punya selera selain tunangan orang lain".
Aldi menatap kenzo sinis.
"Aku tidak ada urusan dengan mu aku hanya ingin revia ku".
Lian tidak mau kalah.
"Tutup mulut mu!!!!!".
Sudut bibir lian berdarah karna pukulan aldi yang tiba-tiba.
"Aldi!!!".
Revia menahan aldi yang hendak memukul lian lagi.
"Lepaskan aku re!aku ingin memberikan pelajaran pada pecundang ini".
Tatapan mata aldi terlihat tidak persahabat.
Semua siswa berbisik-bisik melihat hal itu ,daffa dan amanda yang baru datang pun menghampiri mereka.
"Aldi ada apa ini".
Amanda menatap lian yang masih berdiri dengan kesal nya.
Lian segera menarik revia pergi dengan paksaan nya hal itu berhasil membuat aldi benar-benar di puncak kemarahan nya.
"Bangs*d!!!!!".
Aldi yang ingin menyusul di tahan oleh daffa .siapa lagi yang berani menahan aldi karna siswa disana tau bagaimana aldi jika sudah marah.
"Aldi biarkan mereka dulu lo jangan emosi gini".
"Tutup mulut lo ! Re itu tunangan gua kok lo belain cowo itu!lo sahabat gua atau dia!!!".
"Ya oke gua tau lo marah tapi mending kita ikutin diam-diam sebenarnya mau apa dia".
Merekaa bertiga mengikuti lian yang membawa revia ketaman belakang sekolah ,revia menarik tangan nya dari lian.
"Lian ,aku mohon jangan kayak gini kamu ngapain sih !".
"Kenapa?kenapa aku ga bisa milikin apa yang seharusnya jadi milik aku!!".
"Tapi itu cerita kita waktu kecil ga ada hubungan nya sama sekarang".
"Hah?apa?otak kamu udah di cuci sama aldi?ya pantes dia tunangan kamu .mungkin bagi kamu itu hanya kenangan biasa tapi aku?ga mudah re buat aku lupain semua. Kamu enak punya teman.aku dari kecil sendiri!!!Sekarang orang mendekati aku karna harta aja!aku gamau cewe lain aku mau nya kamu!".
"Kita bisa berteman kan ,lalu apa lagi".
"Ga re, aku mau janji kamu itu kamu tepati atau aku yang akan ingkar janji".
"Lian apa maksud mu?".
Revia menatap lian serius.
"Promise? Apa itu kenapa kita ga pernah tau!".
Amanda sangat penasaran dengan percakapan mereka.
"Ya aku berjanji akan sembuh dari sakit ku ,tapi jika teman kecil ku saja tidak menepati janji maka aku akan kembali ke posisi awall dimana kita memulai dan akan berakhir di sana".
Lian menunduk lesu.
"Tapi ... Janji itu akan menyakiti aldi.bagaimana mungkin aku bisa memutuskan hal serumit ini".
"Janji apa hah!!!".
aldi datang dan mengangkat krah baju lian.
"Janji pernikahan!kenapa?kaget???".
Aldi yang akan memukul lian tapi di tepis oleh lian dengan cepat.
"Jangan bicara omong kosong!!!".
"Kalau ga percaya cari tau saja anda adalah orang yang tidak ketinggalan informasi kan tuan Aldi".
Lian tersenyum devil.
"Cukup!!!kenapa kalian selalu saja ribut di depan ku!aku cape liat kalian kayak gini terus! Aku bukan barang yang seenaknya kalian rebutin".
Revia pergi dan di susul amanda.
"Re tenangin diri lo".
Amanda merangkul revia.
"Gua benar-benar gatau harus gimana manda ".
"Sebenarnya ada apa antara lo dan lian?".
Revia menceritakan semua dan menahan air mata nya.
"Kalau gua di posisi lo gua juga bingung , benar kata lian kenangan itu berarti apa lagi surat dari lo yang bikin dia bertekad membeli baju yang lo inginkan.mungkin dulu dia ga bisa tapi demi lo Sekarang sama toko nya sekalian pun bahkan dia sanggup".
amanda memahami dilema yang dialami revia.
"Gua ga tau dulu tuh saat liat dia sakit gua benar-benar sedih gua pengen dia sehat udah itu doang .gua sendiri bingung sama perasaan gua manda".
"Udah cuci muka lo jangan nangis lagi"
Manda menemani revia ke wc .revia mencuci wajah nya dan menatap bayangan diri nya di cermin .
"Manda kita cabut yuk.lo bawa mobil?".
"Bawa ,skuy lah ga mood belajar gua kalau liat lo gini ".
Mereka menuju parkiran aldi dan daffa yang melihat itu menyusul mereka namun mobil amanda sudah melaju keluar sekolah.
"Duhh cewe gua kenapa ikut-ikutan sih".
Daffa menatap kepergian mobil amanda.
"Susulin yuk".
Aldi menarik daffa.
"Jangan!lo bakal bikin dia makin emosi,cewe tu butuh ruang nya sendiri dulu ,jangan di desakkin mulu ntar kehilangan dia baru tau rasa".
Daffa menerima jitakkan dari aldi.
"Kalau ngomong pake mulut jangan make pantat,gaenak banget bunyi nya".
Lian langsung menyusul revia di tengah perdebatan aldi dan daffa .
"Dihh asu luh ini namanya mulut broh ".
"Itu mobil?lian?".
Aldi menarik daffa kedalam mobil dan menyusul lian.
"Ehh mobil gua gimana?".
"Udah tinggal aja kasih aja sama satpam".
"Ngomong seenak jidat lu aja itu mobil kesukaan gua".
Daffa melihat chat dari manda.
"Aaaa my wife ngirim chat".
"Apa kata nya".
Aldi mulai kepo.
"Dia bilang maaf karna ninggalin karna mau nemenin revia".
Daffa senyum-senyum.
"Tanyain mereka dimana jangan senyum-senyum doangg".
"Dihh kok jadi kerumah dia sih ,kirain nyusul revia dia".
"Ehem !kenapa mau masuk?".
Lian dengan ligat turun dari mobil dan gerbang dibukakan oleh satpam.
"Ogah!!!".
Aldi membuka kaca mobil nya.
"Yakin?padahal di dalam ada foto revia ahh mending mandangin masa depan".
Lian yakin aldi akan terpancing karna ia sangat cemburuan .
"****!!!".
Aldi masuk dengan daffa mengikuti lian.
"Kenapa jadi silahturahmi gini".
Daffa menatap aldi.
"Diam lo".
Mereka mengikuti lian sampai dikamarnya aldi dan daffa memutar bola matanya disana tertulis nama lian&revia dan terdapat foto mereka berdua sewaktu kecil.foto revia lebih banyak disana.
"Copot ga!!!".
aldi tidak rela jika lian menatap wajah revia setiap hari.
"Ini kamar saya anda tidak punya hak!oh ini baju sama tas revia kemarin".
Lian sengaja memanas-manasi aldi.
"Baju?itu kan baju sekolahan revia".
Daffa menganga membayangkan hal negatif yang terjadi.
"Liann!!!!!!!!!!".
Aldi sangat emosi melihat itu.
"Hahaha sayang sekali tuan Aldi ternyata dia lebih menyukai diriku"
Aldi segera keluar dari sana bersama daffa mereka memilih ke bar dan minum -minum.ralat hanya aldi ya kondisi nya sangat buruk .
"Aldi udah lo kenapa kepancing sama lian sih,revia kan gasuka lo minum-minum gini".
Aldi tidak tau melampiaskan emosi nya harus bagaimana hingga memilih cara seperti ini.
Sementara revia sibuk melemparkan bebatuan kedanau,setelah lelah ia diberikan minuman oleh amanda.
"Udahlah re jangan ga mood gini"
"Gua gatau manda harus gimana,gua bingung".
" yaudah gini aja lo jelasin ke aldi baik-baik dan pasti dia izinin lo berteman sama lian,dan jelaskan juga pada lian kalau lo sama dia hanya bisa sebatas teman".
"Tapi lian akan mencelakai dirinya manda,dia laki-laki yang rapuh . gua gamau sampai dia kenapa-napa dan gamau nyakitin aldi juga".
"Pilih an yang rumit".
"Kira-kira daffa sama aldi kemana?".
Revia menatap amanda.
"Mungkin masih bertengkar".
Manda menebak-nebak.
"Lo coba telfon daffa deh".
Amanda mengangguk dan menghubungi daffa .ia duduk bersebelahan dengan revia.
******
Daffa mengangkat telfon dari amanda.
"Kok suara musik nya kenceng gitu".
Revia heran.
"Daffa ,kamu dimana?".
Amanda mengajukkan pertanyaan yang membuat daffa panik.
"A-aku diii anu".
"Anu apaan?lo dimana!!".
Amanda menekan tombol video call daffa tidak tau harus bagaimana ia menolak panggilan video nya.
"Lah kok dimatiin ".
"Kita cari mereka ,perasaan gua mereka dii.....".
Amanda berfikir.
"Bar!!".
Amanda serentak dengan revia.
Daffa mematikan telfon dan merasa sudah selamat dari amanda .
"Huftt,untung aja".
"Argghh".
Kepala aldi sudah tidak bisa ia tegakkan dengan benar .
"Aldi ayo kita pulang".
Daffa menarik-narik tangan aldi.
"Ngga!!!".
Aldi berjalan ke arah cewe-cewe penghibur itu dan tentu cewe itu dengan genitnya memeluk dan menciumi pipi aldi.
"****!!!jangan sampai kedua wanita itu melihat gua dann aldi Disini,bisa dimutilasi gua".
Daffa tidak mau minum karna tak ingin hal buruk terjadi.
Salah satu wanita itu dengan berani menindih aldi di soffa dan mengelus-ngelus pipi nya. Aldi yang sedang mabuk pun mampu dikendalikan nya dan semua disaksikan oleh kedua mata revia dan amanda.
"Pergi!!!"
Revia menarik cewe itu.
"Berdiri lo".
Revia menarik aldi.
"Hmm re".
Aldo tersenyum seperti orang ga waras.
"Lo bawa temen lo ini pulang dan jangan temui gua dan amanda lagi!!".
Revia mendorong aldi pada daffa.
"Re ayo kita pergi".
Manda mengangguk dan pergi dari sana.
"Bencana".
Daffa berkeringat dinging memikirkan apa yang selanjutnya akan terjadi.dengan kesal daffa membawa aldi kerumah nya dan meninggalkan nya dengan pengawalnya daffa berusaha menghubungi amanda.
Amanda dan revia sampai dirumah oppa revia.
Mereka mencelupkan kaki kekolam renang dan sibuk dengan fikiran masing-masing.
"Manda?lo jangan marah sama daffa ini semua karna aldi,coba ga ada daffa gimana jadinya".
Revia tak menyangka aldi berfikir ke bar untuk melampiaskan semua.
"Entahlah re gua ga mood sama dia baru aja percaya udah kayak gitu".
Liat aja Aldi,aku ga pernah main-main dan jika kamu menganggap aku hanya main-main melarang mu ke bar,maka besok kau akan lihat sikap ku yang berbeda kepadamu.
Revia mengirimkan sebuah foto yang ia ambil di bar saat kejadian tadi pada aldi.
Dengan kata-kata sakit hati nya.
Jika kita berasal dari keluarga terhormat,maka jagalah kehormatan itu.aku tau kau cukup uang untuk membeli minuman bahkan bar itu,tapi kau tidak akan mampu membeli kepercayaan ku yang sudah kau hancurkan!kau fikir aku ini apa? Mainan mu. Sehingga kau tak menghargai laranganku.