
Pagi hari aku terbangun dan aku lihat di ujung kaki ku ada aldi yang masih berada di alam mimpi nya.
Apa semalam aku ketiduran di sini kenapa kk tidak membangun kan ku sih, sebaik nya aku tidak membangun kan aldi. Revia
Hufttt
Aku berjalan keluar dan duduk di taman di depan rumah. Aku memikirkan bagaimana aku bisa terdampar ke sini dan menghabiskan waktu belasan tahun. Trauma? Itu yang aku rasakan. Aku tidak ingin kehilangan orang-orang terdekat ku. Menyedihkan sekali rasanya terpisah dari mama papa kk dn semua sahabat ku.
Karena siapa?? Karna wanita biadab itu dia usia nya setahun di bawah ku. Saat kecil aku selalu berbagi mainan dengannya karna aku fikir dia anak tante ku adik dari ayah ku, jadi dia akan baik kepada ku . Tapi ternyata dia begitu haus tahta. Ibu nya menginginkan agar anak perempuan nya itu bisa menggantikan ku. Karna papa bilang saat besar nanti aku akan meneruskan perusahaan nya di bantu kk. Dia merebut waktu kk ku mama dan papa. Aku tidak akan memaafkan mu selly.
Perlahan bulir bening itu menetes di mataku.
Aku ga bisa pura-pura tegar. Aku rindu mama aku rindu suasana dulu kenapa hidup ini ga adil padaku. Kenapa harus aku yang menderita di sini. Aku tidak pernah menjahati orang lain. Masa kecil ku hancur karna wanita itu. Lihat saja kau mungkin berfikir aku revia yang dulu selalu menangis saat kau tindas. Sekarang aku adalah orang yang sama dengan ambisi yang berbeda.
Aldi pov
Aku terbangun dan tidak menemukan revia di dekat ku.
"biii mana revia"?. Aku bertanya pada pelayan yang ada.
"anu tuan nona revia di taman depan". Ucap seorang wanita paruh baya itu padaku.
Aldi menatap revia yang menangis dan terus mengamati nya.
Kenapa rasanya sakit melihat dia menangis seperti itu. Apa yang membuat nya meneteskan air mata. Aldi
Aldi melangkah mendekati revia yang sedang duduk di kursi taman dan memeluk nya dari belakang secara perlahan.
"re kenapa". Revia buru buru menghapus air matanya.
"hmm". Revia menggeleng dan mencoba tersenyum.
"hey lihat aku,kenapa hmm? Ada masalah? Atau apa yang membuat mu sedih".
Aldi menangkup wajahku dan sudah berjongkok di depan ku dengan tangannya yang terus mengelus pipiku.
"aku kangen sama mama sama papa juga".
Aku tidak boleh cengeng begini. Revia.
Aldi memeluk wanita kesayangan nya itu.
"tenanglah aku pasti akan membawa kamu kembali dan aku tak akan membiarkan wanita itu menyakiti mu lagi. Percaya lah padaku semua baik-baik saja, apapun yang terjadi aku dan juga kk davie selalu di sini buat kamu ya. Maafin aku yang telat nemuin kamu. Tapi re aku bangga kamu tumbuh mandiri seperti ini".
Aldi terus memeluk revia dan mengelus kepala nya.
Awas saja kalian. Aku akan membuat kalian sengsara. Sekarang aku sedang dalam proses mengembalikan semua kepada revia. Mulai dari rumah perusahaan dan aset papa nya harus kembali atas nama nya. Dan kau selly tidak akan membawa apa-apa selain rasa malu lihat saja nanti. Aldi.
Aldi berjongkok lagi di depan revia dan memperhatikan wajah revia.
"re sekarang berjanjilah untuk tidak sedih lagi".aldi menggenggam tangan re dan mencium nya.
Re hanya mengangguk dan tersenyum kembali.
"nah begitu kan manis ". Aldi senang melihat gadis nya itu.
" hehehe iya deh".
Tanpa di sadari kk davie melihat itu dari balkon kamar nya.
Semoga aldi bisa jadi yang terbaik buat re. Kalian udah terikat sejak kecil. Aku berharap aldi bisa nembuat re tersenyum seperti itu lagi saat dia tau kalau papa udah ga ada,karna terus memikirkan re kesehatan papa jadi terus menurun dan akhirnya papa meninggalkan aku, re dan juga mama. Davie.
"selamat pagi tuan muda dan nona revia". Vino baru saja datang dan menyapa tuan nya.
"emm pagi". Aldi masih dengan posisi nya dan menatap vino.
"tuan apa perlu saya datang saat acara kemah anda nanti".vino berdiri di tempat nya.
"tentu kau tau kan apa tugas mu seperti yang aku katakan". Aldi masih asik memainkan tangan revia dengan menempel kan tangan itu pada pipi nya.
"baik tuan". Vino menunduk dan kembali masuk ke ruang kerja nya.
"bie kalau kamu kelamaan di sini gimana sama kantor kamu".aku menatap aldi.
"gpp aku udah serahkan pada orang kepercayaan ku, lagi pula bunda akan datang ke kantor untum mengawasi. Aku dan vino tetap tau apa saja yang terjadi di kantor ku jangan khwatir".
"hmm begitu, aku mandi dulu ya setelah itu kita sarapan hm".
Aldi tersenyum.
"baiklah, jangan menangis lagi oke". Aldi mengecup pipi ku.
Entah kenapa jantung ku berdetak lebih kencang dan pipi ku rasanya memanas.
"hahaha kenapa? Kau suka aku cium seperti itu?". Kata kata aldi menyadarkan ku.
"ihhh aldi ". Revia menutupi wajah nya yang blush begitu dan berlari ke kamar,
langsung mandi.
Rafa datang ke kediaman aldi.
" permisi". Rafa di sambut penjaga gerbang.
"kamu siapa? Dan ada perlu apa?".satpam menatap rafa dari luar mobil nya.
"saya sahabat revia, apa saya boleh masuk".
Rafa menatap satpam di depan nya.
"ohh baik, masuklah".
Rafa masuk dan bertanya pada bibi dia langsung manaiki tangga setelah tau keberadaan revia di kamar nya.
"ga di kunci ". Rafa masuk dan melihat revia yang sedang tertidur, rafa berniat membangun kan sahabat nya itu untuk mengerjakan tugas bersama, seperti hari-hari sebelum revia ditemukan aldi. .
Rafa yang berjalan terlalu hati-hati tiba-tiba jatuh ke atas revia untung dia bisa menahan tubuh nya agar tidak mengenai revia. Dan remaja putri itu masih terlelap
Ya ampun ****** banget gue untung gue ga nimpa revia. Bisa-bisa dia teriak-teriak dia atau mimpi ketiban kebo. Eh tapi kan gue ga gendut.
Aldi pov
Aldi yang baru datang dengan vino. Aldi melihat pintu kamar re terbuka. Dan bibi bilang ada rafa aldi langsung masuk dan melihat pemandangan yang membuat amarah meledak. Aldi tidak melihat rafa yang jatuh dan tidak sengaja jatuh kesana. Aldi mengira rafa ingin macam macam pada gadis kesayangan nya.
"brengsekkkkk!!! Aldi berteriak sampai bibi di bawah pun mendengarnya dan revia terbangun melihat aldi yang sudah memukul rafa di kamarnya.
"hei apa-apan kalian". Revia panik melihat aldi semarah itu.
"kau fikir kau siapa berani-berani nya kau bertindak bodoh seperti itu.... Apa kau bosan hiduppp". Aldi memukuli pipi rafa yang belum sempat menjelaskan.
"aldi lepaskan diaa". Revia turun dan berlari menghalangi aldi.
"uhuk uhuk". Rafa terbatuk-batuk. Dia bukan nya tidak melawan tapi dia mengerti kalau aldi salah faham padanya sekarang.
"revia! menyingkir dari hadapan ku kau tau diaa berani-berani nya masuk kamar mu dan tidak sopan padamu". Nafas aldi memburu dan dia seperti ingin membunuh rafa.
Vino berdiri di depan pintu dan melihat kejadian itu.
"tuan kendalikan emosi anda".
Aldi makin marah pada vino.
"apa! Kau bilang kendalikan!! Bagaimana aku bisa menahan emosi ku untuk cowo brengsek ini!!! Kau membela nya!!!.
"tidak tuan saya takut, nanti nona revia kenapa - napa seperti perkelahian anda di sekolah sebaik nya kita periksa cctv kamar nona".
"aku melihat nya sendiri! Tidak perlu melihat cctv".
Aldi tidak bisa mengendalikan amarah nya pada rafa untuk kali ini.
Sementara itu revia melihat bibir sahabat nya itu berdarah.
"rafa apa kau baik-baik saja? Mau ku obati?".
Rafa mengangguk dan revia merangkul nya ke sofa lantai bawah.
Entah kenapa aku tidak percaya kalau rafa seperti itu jika dia mau kenapa tidak dari dulu kan. Toh rafa selama ini sopan dia mengerti aku. Aku tau kenapa rafa tidak ingin melakukan hal kurang ajar seperti itu, karna dia pernah kehilangan adik perempuan nya yang berbeda satu tahun di bawah nya. Revia.
"kenapa kau membelanya". Kata - kata itu terlontar dari mulut aldi pada revia.
"apa kau sering melakukan hal seperti itu bersamanya ". Entah kenapa kata-kata itu keluar dari mulut aldi.
Plaakkk
Revia yang tadi fokus mengobati rafa kini berdiri di depan aldi dan tangannya baru saja menampar aldi. Untuk pertama kali nya aldi merasakan sakit bukan pada pipi nya.
" hah kau menampar ku". Aldi terpaku di tempat nya.
"apa kau menganggap ku serendah itu?! Lalu untuk apa kau datang menemui ku hah! Kenapa sekalian tidak kau biarkan aku mati!. Kalau kau mengenal ku baik-baik kau tidak akan mengatakan hal sepicik itu!!! Aku membenci mu".
Revia menarik rafa keluar dan pergi entah kemana.
"tuan apakah kau baik-baik saja".vino baru saja kembali memeriksa cctv.
"bagaimana?".
Vino menceritakan semua bahwa rafa tidak sengaja jatuh di tempat tidur revia pada saat bangun aldi sudab menarik nya dan menghunani rafa dengan pukulan.
Aldi ammbruk di tempat nya.
"apa aku sepicik itu. Sampai aku merendahkan wanita yang aku cintai. Dan dia membenciku! Kau tau dia membenci ku".
Vino hanya terdiam karna dia tau situasi hati tuannya sangat buruk sekarang.
Rasanya lebih baik kau tampar aku sepuasmu dari pada kau mengatakan kalau kau membenci kuu revia. Kenapa aku membuat dia membenci ku. Aldi.