Queen January

Queen January
Tim( part 15)



Pagi hari semua siswa telah bangun dan membersihkan diri masing-masing. Kini mereka tengah mendengar kan arahan dari guru sebelum menjelajahi hutan dengan tim masing-masing.


"selamat pagi ananda semua, hari ini kita akan menjelajahi hutan ini dengan masing-masing tim akan di berikan peta petunjuk. Di sinilah nanti di lihat ke kompakkan kalian. Menjaga tim nya jangan sampai ada yang kenapa-napa nanti nya, mengerti! ".


" mengerti buk". Semua siswa sudah menyiap kan kamera dan barang bawaan mereka untuk menjelajah nantik.


"baiklah ketua tim silahkan ambil peta pada pembina acara dan yang belum sarapan silahkan sarapan terlebih dahulu, silahkan bubar".


"siap buk". Semua siswa bubar.


Indra yang tengah sibuk dengan tim nya sesekali memperhatikan revia.


"eh bro gue ke sana bntar ya nanti gue balik". Indra berbiacara pada seorang teman nya saat ingin kembali ke tenda".


"jangan lama-lama tim kita harus nyiapin barang-barang nih".


"okee-oke". Indra berjalan ke arah revia yang tengah duduk di rerumputan dengan laras.


"hai cantik ". Indra menyapa revia dan ikut duduk.


" eh indra hay juga". Revia tersenyum pada indra dan aldi muncul dengan raffa yang baru balik sehabis meminta peta pada pembina acara.


"ngapain lo deket-deket revia sana ke tim lo, gue mw musyawarah sama tim gue". Aldi yang sudah kesal pagi ini melihat indra dengan revia.


"ya musyawarah aja kan gue cuman mw ngobrol bentar sama revia".


"eh udah-udah jangan pada ribut mending kita sarapan dulu". Laras menengahi dua makhluk itu dan membuat minuman beserta cemilan nya.


"nih buat kalian". Laras memberikan minuman itu pada aldi, raffa dan indra.


"makasi laras". Raffa senyum-senyum lada laras.


"lo lagi biasa aja makasi nya fakboy banget jadi orang namplok sana sini ". Aldi menatap raffa sinis.


" yaelah salah mulu yaudah gue deket revia aja ah biar ga salah2 mulu". Raffa duduk di sebelah revia dan menyenderkan kepala nya pada pundak revia.


"rafffaaa ferdiaannnn!! ". Aldi jadi emosi melihat revia diam saja saat raffa seperti itu.


" gue mw cari angin dulu". Aldi pergi meninggalkan mereka yang sedang berkumpul.


"lo si raffa ngambek kan tuh aldi nya". Aku menatap raffa yang sudah mengubah posisi nya seperti semula.


"ya habis tu orang sensian banget ". Rafaa hanya senyum-senyum dengan wajah tanpa dosa nya.


" hahaha lagian dia kenapa si kan dia bukan siapa-siapa lo re kok sensitif banget ". Indra iseng bertanya seperti itu.


" a anu gue nyusul dia dulu ya kan kita mw menjelajah. Daaa guys". Revia mengikuti aldi yang mengarah ke air terjun.


Duhh dia ngambek lagi gimana ya. Aha gue ada ide. Revia.


"auu aduhh". Revia pura-pura kesakitan sambil memegang kepala nya.


Dan benar saja aldi langsung menoleh dan mendekati revia dengan wajah khawatir.


"re kamu kenapa? Mana yang sakit? ". Aldi menggenggam tangan revia dan mengelus-elus nya.


Revia menggeleng dan tersenyum.


" maafin aku ". Dia menatap aldi.


" huft jadi kamu pura-pura". Aldi melepaskan tangan revia dan menatap lain arah.


"aldi maffin aku lagian kenapa si cemburu sama raffa ". Revia menatap aldi.


Aldi terdiam dan menatap revia sambil menghela nafas.


Hufttt


" aku ga cemburu sama raffa tapi semalem km ngapain sama cowo itu! re aku tau kamu udah lama di sini. aku emang bodoh aku ga cepet nemuin kamu. Aku juga gatau kamu bener bener re yang dulu atau ga. Entah kamu suka sama aku atau ga tapi... Aku... Aku re tiap lihat kamu aku gatau kenapa aku grogi banget. Tiap aku lihat kamu sama orang lain perasaan aku tu pengen hancurin orang itu aku gatau kenapa re, rasanya sakit. Mungkin aneh bagi kamu karna aku dan kamu udah lama ga ketemu! Aku gatau ini namanya apa entah perasaan aneh apa ini!! Aku tau awal nya aku ke sini karna kamu sahabat kecil aku tapi aku cemburu liat kamu sama dia re!! . Aldi berbicara dengan nada tinggi seakan meluap kan segala nya.


"aldi? ". Revia menatap mata aldi yang mulai berkaca-kaca. Revia memeluk aldi erat.


" aku minta maaf". Hanya kata kata lirih itu ya yg keluar dari mulur revia.


Cih, kenapa kalian itu tidak menyatakan perasaan kalian saja ini malah bilang cemburu dan yang satu nya hanya minta maaf sampai kapan kalian menyimpan perasaan yang tidak pasti begitu huh bikin pusing saja. Vino.


Vino yang mengikuti aldi ke perkemahan juga mengintip tuan muda nya yang sedang labil dalam jatuh cinta itu.


*Aku harus buat mereka bersatu walau ini sedikit berbahaya tapi tidak apalah. **Vino.


"sekarang*** kita kembali ke tempat kemah ya ". Revia merenggangkan pelukan nya.


" hmm baik ". Aldi masih cemberut.


" jangan sedih gitu aldi". Revia mencium pipi aldi dan tersenyum.


"hmm re revia". Entah kenapa aldi jadi tertegun dan jantung nya makin berdetak makin kencang tak seperti biasanya.


"hahahahaa aldi aldi ayok ih". Revia menarik tangan aldi ke tempat kemah sementara sekretaris gaib itu tengah menyiapkan rencana dengan meminta izin pada davie ravindra stevan. Kalau tidak dia bisa di habisin aldi nantik kalau rencana nya suatu saat terbongkar.


Senyuman mulai terukir di bibir aldi entah kenapa. Dulu dia sering gonta ganti cewe tapi biasa saja tidak ada yang bisa membuat jantung nya berpacu seperti itu..