Queen January

Queen January
lian (part 70)



hari ini revia kesekolah seperti biasa dengan aldi ,amanda dan daffa . revia sudah tidak memikirkan kenzo lagi ,mereka mendengar isu bahwa hari ini ada murid baru di kelas mereka .


dikelas.


"hallo perkenalkan aku addi kenzo julian".


"huh?".


revia mendongakkan kepala nya dan tidak percaya pria itu sekarang sekolah Disini.


"baiklah kau duduk di belakang revia".


guru tersebut memberi perintah.


kenzo dengan santai duduk di belakang revia.hal yang membuat aldi jengkel adalah kenzo berada tepat di belakang kekasih nya.


kurang ajar ! mau apa dia mendekati revia ,baik lah selagi aku yang duduk di samping revia itu tidak masalah. aldi.


hari ini aku akan mendapatkan revia kembali ,liat saja kau tidak boleh melupakan lian mu ini. kenzo.


pulang sekolah.


revia akan pulang dengan aldi .namun


, kenzo menghalangi nya.karna ia ingin revia ikut denganya.


"revia ikut dengan ku".


kenzo memegang tangan nya.


"tidak.apa-apan kau".


revia kesal.


"kau tidak akan menyesal mendengar kan pembicaraan ku nanti nya ,atau aku akan mendesak pernikahan kita".


kenzo membisikkan itu di telinga revia agar aldi tidak menghalangi nya.


menyebalkan!aishhh mau apa pria ini .revia.


"aldi aku pulang dengan kenzo ya,kali ini saja opa menyuruh ku menemuinya nanti aku kabarin kamu oke?".


revia mengecup pipi aldi dan pergi dengan kenzo.


benar - benar cari masalah tu cowo liat aja kalau dia melangkah lebih jauh dari ini argghhh sialaannnn.aldi.


aldi merutuki kenzo karna membawa kekasih nya pergi begitu saja.


"hey aldi mana re?".


amanda datang dengan daffa.


"di bawa kenzo!".


jawab aldi ketus.


"ciee yang belajar ikhlas".


daffa meledek aldi.


"diam lo ******!!!".


aldi langsung meninggal kan sahabat nya itu karna mood nya sangat buruk sekarang.


kenzo membawa revia kerumah nya ya mungkin ia baru membeli rumah karna ia baru datang ke Negara ini.kenzo mendekorasi kamar nya persis seperti yang ada di rumah-rumah nya yang lain yaitu dengan kenangan nya dan revia.


"ayo masuk".


pengawal kenzo mendudukan kepala saat mereka datang.


revia masuk dan kenzo menarik revia kekamar nya.sebelum masuk revia membantah.


"mau apa kita ke kamarmu?".


"masuk saja ,ohh dan tenang aku tidak akan semenjijikkan itu akan berbuat yang bukan-bukan padamu.....aku tau siapa diri mu mana mungkin aku berani".


jawab kenzo meyakinkan.


"huh lain kali aku tidak mau ikut".


jawab revia kesal dan masuk kedalam kamar hal yang mengejut kan di sana terdapat foto revia sewaktu kecil.


"wahh tuan kenzo kau sangat mengidolakan ku sejak kecil rupa nya".


revia menatap kenzo dan melihat kamar ini dia teringat sesuatu.


"itu kursi roda siapa?".


revia heran melihat ada benda itu di samping tempat tidur.


"emm kau perhatian saja isi kamar ini lalau berfikir lah apa kau ingat sesuatu".


kenzo duduk di atas kasur nya.


"ceritakan mau apa ka membawa ku kesini atau aku pulang jangan basa basi".


revia ingin keluar namun di tahan kenzo .


"huft baik aku akan cerita".


kenzo berjalan ke balkon kamar nya dan menarik nafas nya .


flashback.


12 tahun yang lalu revia dibawa oleh papa nya ke negara x untuk menghadiri pernikahan teman bisnis nya .revia senang ikut kesana ,sampai disana papa revia ingin mengunjungi rumah salah satu teman nya .


"papa kita mau kemana?".


"ke rumah teman papa,dia punya anak seumuran kamu".


"tapi pah kapan acara pernikahan nya".


"besok sayang sabar ya".


papa revia meraih jemari kecil nya dan menuntun nya turun dari mobil dan memasuki rumah yang di penuhi pengawal, seperti rumahnya juga.


"hallo ravindra apa kabar".


teman papa nya itu memeluknya .


"hai alex aku sehat ,oh ya perkenalkan ini putri ku ,sayang perkenalkan diri mu".


"hallo... om aku revia".


revia tersenyum.


"kau beruntung, punya putri cantik dan sempurna".


tuan alex kelihatan murung.


"apa maksudmu?dimana putra mu ".


tuan ravindra penasaran.


"hm,sebentar.bibi?bawa lian ke sini".


"siap tuan".


bibi mendorong kursi roda dan di atas nya ada pria kecil yang tampak pucat.


"papa .dia kenapa?".


revia menarik baju papa nya.


"d-dia? dia sakit re".


"anak ku mengalami kelumpuhan sementara karna penyakit yang ia derita .apa lagi sejak kepergian istriku ,ia kehilangan semangat untuk sembuh,aku kasihan pada putraku ia tidak punya teman,huftt ......anak-anak yang lain takut tertular penyakit nya .padahal penyakit putra ku tidak menular seperti itu".


Tuan alex menahan air mata.


"kita bicara kan ini jangan di sini,oh ya re main sama dia dulu ya mau kan?".


papa revia menyuruh nya bermain dengan pria kecil itu.


"baik lah paa".


"ayo nona kita ke kamar tuan lian".


bibi itu membawa mereka berdua dan meninggal kan mereka dikamar agar bisa bermain.


"kau kenapa diam saja?".


revia menghampiri lian.


"untuk apa aku bicara dengan mu,kau pasti jijik dengan ku".


jawab lian ketus.


"aku tidak begitu percaya lah".


revia mengulurkan tangan nya.


"perkenalkan nama ku revia".


ia tersenyum.


lian tidak membalas nya ia hanya mejawab singkat.


"lian".


ia sangat dingin dan ia bahkan tidak menatap revia.


"kenapa?kau tidak mau menjadi temanku ya?".


tanya revia.


"untuk apa sekarang kau mengatakan itu lalu nanti kau akan pergi seperti mereka ,mereka jijik dengan ku,bahkan aku tidak punya teman".


"aku berjanji tidak akan seperti itu dan aku janji akan bermain dengan mu setiap hari".


mendengar itu lian sangat senang.


"apa kau serius?kau tidak jijik dengan ku?".


lian masih dingin dan tidak mudah percaya.


"ya aku serius sekarang kita adalah teman".


revia tulus mengatakan itu.


"apa alasan mu berteman dengan ku?".


lian sekarang menatap revia.


"lian,berteman itu tidak harus ada alasan liat papa kita.mereka berteman baik lalu kenapa kita tidak".


revia senang bertemu dengan lian.


"kau janji?tidak akan meninggal kan ku?".


lian terus bertanya.


"aku janji,papa bilang ia ke negara ini mau menghadiri pernikahan teman nya , papa mu pasti di undang kau ikut juga yah?".


"tidak ,aku malu".


"kenapa malu lian ,kan ada aku".


tiba-tiba bibi itu masuk dan mengantar kan makanan untuk mereka berdua .bibi itu mendorong kursi roda lian mendekati meja di kamar itu.


"nona revia, duduk lah di sini temani tuan lian makan dan meminum obat nya".


bibi itu telah menyediakan obat untuk lian.


"baiklah ".


revia duduk di soffa tepat di sebelah lian.


"bibi tinggal dulu".


bibi itu pergi dan tinggal lah revia dengan lian.


"ayo kita makan ".


"tidak kau saja".


"oh ya biasanya kalau aku sakit mama akan menyuapi ku".


revia mengambil piring makanan lian dan menyodorkan sesendok makanan kepadanya.


"revia aku tidak mau".


lian kekeuh menolak.ia menutup mulut nya dengan tangan.


"ayolahh kita kan teman ".


revia terus membujuk teman baru nya itu.


"baiklah -baiklah".


lian akhirnya mau makan dan meminum obat nya dan sekarang ia mengantuk karna sudah malam sekali.


"aku mau tidur".


"baiklah aku akan membantumu ".


"tidak ".


"ayolah kau ini menyebalkan".


revia dengan susah payah merangkul lian ketempat tidur dan menyelimuti nya.


"revia?".


lian menatap nya.


"apa?".


"kau akan pulang?".


"tentu saja memang kenapa?".


"huh sudahlah keluar sana ,kau meninggalkan ku juga kan".


lian menyembunyikan wajah nya yang terlihat sedih dan hampir menangis .


"tidak besok pagi-pagi aku minta papa mengantar ku kesini ,besok kau harus bangun jika tidak aku akan Pergi".


revia mengatakan itu dan keluar dan menceritakan semua pada papa nya mereka pamitan dan kembali ke apartemen.


keesokan hari nya revia datang dengan papa nya karna hari ini ada acara pernikahan. revia sudah cantik dengan dress putih nya ,revia masuk dan di sambut papa nya lian.


"om ,aku ke kamar lian ya".


revia berlari dan sampai di pintu kamar ia melihat bibi yang mematung di depan pintu.


"bibi kenapa ga masuk?".


"tuan lian mengunci pintu nya nona ia tidak mau keluar ,ia selalu seperti itu saat kehilangan teman".


"benarkah?".


revia mengetok pintu kamar lian.


"liann ini aku,keluarlah ,apa kau tidak mau berteman dengan ku?".


"revia itu kau?".


lian membuka pintu nya dengan susah payah dan revia pun masuk.


"ternyata kau sudah bangun ayo ganti baju mu kita ke acara pernikahan itu".


"aku fikir kau tidak akan datang".


lian sekarang tersenyum ,ia percaya revia adalah teman nya sekarang.


"aku kan sudah bilang aku tidak akan meninggal kan mu".


"baiklah kau tunggu aku di luar yahh ".


"baiklah ".


revia melangkah akan keluar dan lian menahan nya.


"re?".


"kenapa?".


"kau cantik".


liam tersenyum.


"memang dari lahir wlekk".


revia keluar dan mendekati papa nya.


setelah menunggu mereka berangkat ke acara itu papa lian dan revia sibuk dengan teman mereka .revia dan lian diawasi oleh bibi.


"lian ?lihat pengantin nya cantik sekali,baju nya bagus ".


"kau suka baju itu?".


"tentu saja suka".


"apakah kau mau jika sudah dewasa nanti kita akan memakai baju seperti dua pengantin itu".


lian menatap pengantin itu.


"tentu saja mau,tapi kau harus cepat sembuh dan giat bekerja agar bisa membeli kan aku gaun seperti itu, dan saat kau bisa berjalan kau bisa memberikan itu".


revia tersenyum.


"baiklah aku berjanji".


dua bocah itu tidak mengerti apa yang mereka omongkan tapi lian yang baru mendapatkan teman sangat menganggap serius hal itu. 1 minggu berlalu mereka makin akrab bahkan makan dan tertidur bersama jika sudah kelelahan bermain.


suatu hari saat sedang bermain hidung lian mengeluarkan darah .


"lian lihat apa gambar ku bagus?".


revia menatap ke arah lian dan kaget.


"liann!!!kau kenapa".


hidung nya mengeluarkan darah segar dan membuat nya tak sadar kan diri.


lian dibawa kerumah sakit dan harus melakukan operasi ,sayang nya revia tidak bisa tinggal lebih lama karna papa nya harus kembali karna bisnis yang tidak bisa di tinggalkan.


revia menangis saat dipaksa kembali .dan lian?1 minggu kemudian ia kembali dari rumah sakit dan kecewa saat mengetahui revia pergi .papa nya bingung bagaimana mengatasi lian yang tidak mau bicara.


"tuan lian ....nona revia meninggalkan surat ini".


bibi memberikan kertas pada lian.


"hai lian,kau marah pada ku ya?ya aku tau ,maafkan aku lian,tapi ingatlah kau harus sembuh .bukankah kau berjanji akan memberikan aku gaun indah seperti pengantin itu?aku akan menunggu mu mengumpulkan uang untuk itu. cepat sembuh dan jangan lupa cari aku saat kau sudah mendapatkan gaun itu,kalau kau lupa wajah ku aku meninggal kan foto ku dikamar mu dann juga kucing nama nya cio jaga dia untuk ku mengerti!".


revia.


lian tersenyum dan mengganggap itu serius ia bertahun-tahun berusaha sembuh dan mewarisi perusahaan papa nya yang ada di manaa-mana dan..... sekarang di sini dia.mencari revia dan menemukan nya.


kembali kecerita.


"jadi apa kau mengingat ku?".


kenzo menahan air matanya.


"bagaimana mungkin kau tau cerita itu?".


"aku lian re!kau melupakan ku?".


"tidakk namamu bukan lian"


revia menahan air mata nya .


"addi kenzo ju _lian".


lian adalah nama belakang ku.


"jadi kau sembuh???".


revia memeluk nya erat ia ingat bagaimana ia meninggal kan lian di saat sakit dulu.


"ya?aku bisa berjalan tidak kah kau senang?".


lian memeluk revia dan air mata nya pun jatuh.


"aku sangat senang,aku Fikir kau...kau tidak akan".


revia juga meneteskan air matanya.


"aku juga,aku fikir tidak akan melihat teman pertama ku".


lian tersenyum.


"lalu kucing yang kau berikan waktu itu".


revia ingat saat lian memperkenalkan diri sebagai kenzo ia memberi kan kucing.


"ya dia cio...kucing yang sangat kecil kau berikan waktu itu .aku menepati janji ku bukan? aku menjaganya untuk mu ".


lian kembali memeluk revia.


"aku sangat terluka saat kau tidak mengenali ku ".


lian mengelus kepala revia.


"maafkan aku,btw kau menepati janji mu?mana gaun ku".


revia tersenyum. berniat bercanda untuk mencairkan suasana.


"tentu saja ada, kau menyuruh ku mengumpulkan uang dan aku sudah membeli gaun terbaik dengan uangku".


jawab lian serius.


tiba-tiba revia ingat aldi.bagaimana aldi?bagaimana harus menjelaskan nya.