
Aldi terus berjalan sambil menggendong revia. raffa di depan memandu jalan dan laras di belakang mereka. Revia mengamati wajah aldi yang berkeringat.
Kok gue jadi nyaman ya sama aldi, mungkin kah dia bakal kayak gini. Selalu berjuang buat aku. Ah tapi masa si aku kan cuma sahabat dia. Dalam waktu selama ini pasti ada wanita lain yang hadir dalam hidup nya aku ga boleh berharap terlalu jauh. Revia.
Revia terus bengong dengan pemikiran nya sendiri. Aldi menoleh ke samping dan melihat revia di pundak nya.
"re, lagi mikirin apa si".
Revia tersadar dan menggeleng. Revia memang orang yang tak banyak bicara dan suka memendam sesuatu sendiri.
"hmm ga mikirin apa-apa ".
Huftt dia kok kalem banget giliran sama raffa aja waktu itu lebih care, lahh gue di giniin. Aldi.
" aldi aku turun aja ya kamu pasti cape". Revia menatap aldi.
"gpp kok re kaki kamu kan sakit aku gamau kamu kenapa-kenapa.
"kenapa kamu khawatir banget sama aku. "
" karna aku gamau yang namanya kehilangan re".
"kehilangan? ".
" hmm iya".
Revia jadi keingat keluarga nya dulu dan sahabat -sahabat nya.
"oh ya aldi dulu tuh seingat aku waktu kecil ada cowo sama cewe yang sering main sama kita ".
" hmm ya km bener".
"sekarang mereka dimana".
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepala revia entah bagaimana hidup nya nantik sementara Aldi terus melangkah menggendong revia.
"gini deh nanti habis kemah aku bawa kamu ke kota kita ketemu semua orang dan keluarga kamu".
"iyaa aku mau". Revia sangat merindukan papa nya. "aku pengen peluk papa".
Deg
Apa yang harus gue jawab soal papa nya. Aldi.
Aldi menurun kan revia pelan - pelan dan merangkul pundak nya.
"kaki nya masih sakit ga". Aldi mengalihkan topik karna dia ga sanggup lihat revia sedih.
"duhhh ehem2 dunia berasa milik berdua hadeuhhhh susah ya jadi jomblo ". Laras yang dari tadi diam dia pun jadi panas.
" makanya cepet punya pacar ". Raffa berhenti dan melihat teman- teman nya.
" emang lo punya pacar apa hah".
Laras jadi kesal karna raffa.
"gue? Gue mah santai yang ngantri banyak ". Raffa terkekeh sendiri dengan ucapan nya.
" udah-udah jangan pada ribut ih ini masih jauh ga raff? ". Revia jadi pusing lihat mereka.
"nah itu dia guys gue ngerasa kek muterin hutan ini gitu padahal ini peta dari panitia masak salah sih".
"ya elu gimana si jangan becanda ga lucu kalau nyasar tau kasian re tuh". Laras masih greget dengan raffa.
"ehh upil gajah lu fikir gue lagi stand up comedy mana gue tau ini nyasar atau ga gue ngikut peta aja anjirt". Raffa berkacak pinggang karna tidak terima di salah kan.
Sementara itu raffa kebelet dan rusuh sendiri.
"ehh di temenin gue dong kebelet nih". Raffa membisikan nya pada aldi.
" lah kalau gue yang kenapa-napa gimana ntar lu nangis-nangis dan menyesali segala nya".
Raffa me imut-imutkan wajah nya pada aldi.
"cih jijik gue lo aja sono di makan macan juga gue ga peduli, ini hutan tau lo! kalau gue tinggal ni cewe-cewe kenapa-napa lagi".
"ishhh dasar yaudah deh jagain tas gue bay". Raffa pergi entah kemana.
"re bentar ya aku mau cari sinyal buat hubungin vino biar mereka ke sini kamu kan ga kuat jalan ".
Revia mengangguk. " iya aku di sini aja sama laras".
"okke". Aldi mengacak ponsel nya dan berusaha mencari sinyal.
Tiba-tiba di balik pepohonan yang rimbun ada beberapa orang yang tengah berbisik-bisik ingin melancarkan aksi nya.
"lo dengar sesuatu ga re". Laras duduk di samping revia.
"emm denger mungkin aja itu hewan ras kan ini hutan udah jangan takut gitu".
"ye kan gue gamau di culik jin tomang di sini secara oppa gue lagi nungguin gue".
"udah ya jangan ngehalu gila gue lama-lama denger lu oppa-oppa terus ".
Tiba-tiba ada banyak pria dari balik pohon datang berpakaian serba hitam dia membekap revia dan memegangi laras.
" aaaaaaaaaa diiiiiii ". Laras berteriakk sementara revia sudah di seret entah kemana. Seketika aldi menoleh ke belakang dan kaget. Aldi berlari sekuat tenaga dan orang itu mengarahkan senjata ke leher laras.
" woy apa-apan kalian lepasin dia".
Orang - orang itu mendorong laras pada aldi dan revia telah mereka bawa.
"reeeeeeeeee". Aldi panik sementara laras sudah kesakitan karna tangan nya di tarik gitu aja.
"lo lo gpp kan". Aldi meninggalkan laras dan mengejar revia namun nihil aldi tak menemukan apa-apa.
"damn!!! Ohh shitttt! siapa mereka, ya ampun re gue gamau lo kenapa-napa". Aldi terduduk di tanah. "arrghhhhhhhh".
Aldi panik karna tidak mendapatkan sinyal sementara revia di bawa entah kemana.
Rafa yang baru datang seketika bingung melihat laras yang kesakitan begitu.
"ehh napa lu nyet".
Raffa mengira laras bercanda. " Heh lu kenapa revia mana".
raffa melihat tangan laras yang memerah.
"ta tadi ada orang datang banyak banget gue gatau mereka siapa dia bawa re dan narik gue tapi yang duluan di seret itu re ". Laras jadi takut dan menangis.
" lah gimana bisa ada orang di hutan gini kan ini lokasi kemah gimana si".
Laras hanya mengeeleng.
"aldi". Raffa mengampiri aldi dan raffa tau bahwa teman nya itu pasti panik sekali.
"udah lu tenang aja ya kita cari re bareng-bareng jangan putus asa gini hayok". Raffa membawa aldi ke dan mereka mengambil tas masing-masing.
"gue takut". Laras tentu saja trauma di tarim gitu aja sampai tangan nya memerah gitu.
"udah jangan takut kita cari revia dulu lo jangan jauh-jauh dari gue".
Aldi hanya diam sementara raffa berusaha menyenangkan laras.
Gue bener - bener nyesel bawa lo kemah re kenapa lo selalu ninggalin gue dan kenapa kita terpisah mulu. Gue kesini buat lo sekarang lo di ambil lagi dari gue. Kenapa takdir ini ga adil buat gue. Kenapa harus kayak gini sih. Aldi.
"ayok di jangan bengong mulu ". Raffa menepuk pundak aldi dan mereka mulai mencari revia. Raffa memegang tangan laras karna tidak mau teman nya menghilang lagi.