
1 bulan kemudian.
Hari ini adalah pernikahan davie&clara, dan juga Revia& aldi.
dua pasangan pengantin itu kini sedang bersiap - siap. Revia dan clara mengenakan gaun yang sangat anggun dan cocok ditubuh mereka. Para tamu penting pun berdatangan menyaksikan pernikahan dirumah keluarga ravindra ini.
"Wahh sahabat gue cantik banget spek bidadari".
Amanda sedang menemani revia yang sedang dirias.
" bisa aja lo mann".
Revia tersenyum.
"jadi pengen nikah".Ucap Amanda senang.
Kok aku deg-deg an banget ya?
Batin revia.
visual revia.
clara.
" ayo nak, kalian sudah selesai? semua orang menunggu ".
ucap mama revia.
" iya ma udah kok".
"wah clara kamu cantik sekali".
mama revia memperhatikan penampilan clara, yang berada tepat disebelah revia.
" terimakasih tante".
ucap clara sopan.
"jangan panggil tante dong, panggil mama aja, kamu kan sekarang termasuk keluarga kita, iya kan re? ".
" iya kak clara jangan canggung, aku happy deh punya kakak seperti kak clara ".
revia memeluk kakak ipar nya itu.
" kakak juga ".
clara tersenyum.
" sudah ayo bersiap-siap kita akan keluar ".
ucap mama revia.
acara pernikahan pun berlangsung dengan khidmat dan meriah semua orang bahagia melihat pernikahan mereka kecuali seseorang.
Acara pernikahan telah selesai dan tentu saja lian yang hadir saat itupun sakit hati melihat revia dalam balutan gaun pengantin dan bukan untuk nya tapi untuk aldi.
lian mendekati revia dan aldi, tentu saja aldi menunjukkan wajah tidak suka pada lian.
" congratulations ya revia".
lian mengulurkan tangannya dan dibalas oleh revia.
"terimakasih lian ".
revia tersenyum.
" udah jangan lama lama megang tangan istri gua".
aldi memegang tangan revia.
Sesakit ini kah mencintai mu. Dari kecil aku menyimpan perasaan ini, dan sekarang aku harus melihat semua ini terjadi.
Addi kenzo Julian.
"baiklah aku harus pergi, aku masih banyak urusan, see you".
lian pergi begitu saja meninggal kan acara tersebut.
Aldi menatap sinis kepergian lian.
Di kamar revia.
Daffa dan Amanda masih mengikuti kemana revia pergi dan sekarang mereka ber-4 sedang mengobrol santai dikamar sahabat nya.
" re? Lo liat ga? Gimana ekspresi lian tadi? Pasti sakit hati banget".
Ucap Amanda.
"Ya ya aku lihat, dan aku harap dia menemukan pasangan yang baik dan cocok untuk nya".
Ucap revia tulus.
" udahlah kenapa jadi bahas lian".
Ucap aldi merangkul istri nya.
"Kenapa kamu cemburu? Kan kita udah nikah masih cemburu aja? ".
Revia menoleh pada aldi.
" cemburu lah kan kamu istri aku. Aku ga rela di dalam fikiran kamu ada tempat untuk orang lain".
Aldi rebahan, dan kepalanya di atas paha revia.
"Woiii masih ada kita, ga sabaran banget berdua! ".
Ucap daffa.
" makanya nikah bro, arrghh gua seneng banget akhir nya nikah sama cewe yang benar-benar gua cintai".
Ucap aldi.
"Aaaaa daffa makanya kamu ihhh aku juga mau nikah tauk".
Rengek Amanda.
" iya sayang kan kita harus beli perlengkapan, dan gaun kamu. Nikah itu satu kali seumur hidup , kamu ga mau mempersiapkan nya dengan baik? ".
Tanya daffa.
" yaudah nanti lo temenin gua ya re. Gua kan nemenin lo juga . Sekarang gantian yaaaa".
Amanda memegang tangan revia.
"Iya Amanda, apasih yang engga buat lo".
Ucap revia.
" sae lu, kalau istri gua bantuin lo berdua, kapan sama gua nya? Ga ngerti pengantin baru lo! ".
Ucap aldi kesal.
" jangan serakah, lo udah nikah revia bakal sama lo terus. Busetdah protes mulu lo".
Daffa melempar aldi dengan bantal.
Aldi merengek pada revia.
" anjir".
Daffa yang melihat sahabat nya ini pun semakin bersemangat mengganggu malam pertama mereka.
"Udah al jangan gitu di depan daffa, lagian kamu juga, udah tau daffa sama Amanda belum nikah, malah bikin ulah depan mereka".Revia tertawa
" ya biar mereka cepet nikah sayang ".
Aldi merubah posisi nya dann sekarang duduk.
" udah sana keluar , gua sama istri gua mau istrahat ".
Usir aldi .
" gua nginap sehari dikamar kalian boleh ga si".
Canda Amanda.
"Kagak kagak, bawa tuh calon suami lo keluar ".
Ucap aldi.
" semangat kalian, bikin ponakan yang lucu ya".
Ucap daffa.
Dan itu sukses membuat revia malu mendengar nya.
Daffa merangkul Amanda dan mereka pun keluar dari kamar sahabat nya itu.setelah puas mengganggu mereka.
"Huft akhirnya mereka pergi".
Kata aldi.
" yasudah aku mau mandi dulu ".
Revia melangkah kan kaki turun dari tempat tidur.
"Sayang aku ikut! ".
Aldi ikut berdiri.
" dasar mesum mandi saja sendiri ".
Revia dengan cepat kabur kekamar mandi.
Aldi menunggu revia tepat didepan pintu kamar mandi, ia mondar mandir lantaran istri nya tidak juga keluar.
Sementara revia didalam kamar mandi hendak keluar namun sial nya ia lupa membawa baju ganti. Tentu ia malu untuk mengatakan pada aldi.
Sampai kapan gua harus dikamar mandi
Batin revia.
" huft oke dari pada gua mati kedinginan disini, kan ga lucu".
Revia mencoba mengintip dari balik pintu kamar mandi, ia membuka sedikit dan betapa kaget nya ia melihat aldi didepan sana.
"Sayang ayo keluar kamu ngapain".
Aldi menghampiri revia.
" ihhh sanaa ambilin baju aku".
Ucap revia sementara pipi revia sudah bak kepiting rebus menahan malu.
"Gausah pakai baju sayang".
Ucap aldi dengan wajah mesum.
" aldiiii!! ".
" kenapa? Aku suami kamu loh".
Aldi terus membujuk revia.
Perasaan gua gaenak kalau kek gini
Batin revia.
Tanpa basa basi aldi mendorong pintu kamar mandi dan masuk, sementara revia hanya mengenakan handuk.
"Kenapa? Hmmm? ".
Aldi mendekati revia.
Sementara revia sangat gugup terus mundur hingga mentok ke tembok.
Dan Aldi menarik handuk Revia.
Handuk revia pun melorot kebawah.
"A-aldi pleaseee jangan sekarang"-.
" Rev, "potong Aldi. Cowok itu menatap teduh istrinya. Boleh?
Revia mengagukkan kepalanya perlahan.
Malam itu, mereka melakukan hal yang seharusnya terjadi.
Malam itu merupakan kejadian yang tak bisa dilupakan oleh Revia dan Aldi.
Sementara kakak nya davie sekarang tidur dikamar ruang tamu bukannya kamar nya dengan clara , ya bagaimana tidak.
Flashback.
" kita memang sudah menikah tapi aku belum siap untuk itu maafkan aku, aku harap kamu bisa memaklumi nya".
Ucap clara dikamar mereka.
"Tapi aku ini suami mu clara".
Tegas davie.
" maaf davie aku belum terbiasa ".
Ucap clara menundukkan kepalanya.
" baiklah aku memahami nya, sekarang
Kau tidur saja sendiri aku tidak ingin menganggu ketenangan mu, aku akan tidur dikamar tamu, anggap saja ini seperti kamar mu sendiri, dan kalau perlu apa apa kau panggil saja bibi atau bodyguard dirumah ini".
"T-tapi nanti kalau mama kamu bertanya... "?
Ucap clara.
" tenang saja aku akan tidur dikamar tamu tidak akan ada yang tau, dan nanti pagi pagi sekali aku akan kembali kesini oke? ".
Davie mengusap kepala clara.
Davie pun melangkah keluar kamar, ia tidak mau membuat clara tidak nyaman.
Apa aku terlalu berlebihan padanya? Duhh kok aku jadi merasa bersalah seperti ini.
Batin clara.