
Aldi, raffa dan juga laras terus berjalan mencari revia mereka mengikuti orang - orang tadi yang setau nya di sini. Sementara itu raffa kasihan melihat laras tangan nya sedari tadi dingin karna takut dan juga kecapean seperti nya.
"di, sebaik nya kita lapor panitia aja kita ga akan nemuin re kalau kayak gini".
Raffa mulai memberikan saran pada aldi.
"ga kalian kalau mau balik - balik aja sana gue tetep mau cari re". Aldi kekeuh dengan ego nya mencari revia.
"heh men jangan egois dong kita sekarang juga gatau re itu dimana! Orang - orang tadi juga banyak.... ".
Belum selesai raffa bicara aldi sudah menyambar.
" gue ga peduli gue mau re lo tau ga si hah! Gue khawatir sama dia".
Aldi mulai emosi pada raffa.
"eh kita juga khawatir kali! Re itu sahabat gue juga. Tapi mau gimana. Sekarang aja kita gatau re dimana. Kapan nemu nya kalau ga ada bantuan. Lagian kasian laras nih kita juga cape di". Raffa berusaha memberikan pemahaman pada aldi.
Aldi jadi rusuh dan panik sendiri karna dia tidak tau orang yang membawa revia itu siapa di tambah tidak ada sinyal dan vino yang tidak ada di dekat nya.
"gue gpp kok raf, kita cari re aja kasian dia ". Laras berusaha memahami aldi dan laras juga khawatir dengan revia.
Sementara di tempat lain
Revia yang tadi nya duduk dengan laras di kaget kan dengan orang - orang yang menyeret nya. Jangan kan mau ngelawan teriak aja ga bisa. Di tambah kaki revia sakit.
*Omg! Mereka siapa help me!!!!!. **Revia.
Dan*** yang lebih mengagetkan dalang dari semua kejadian ini. Orang itu siapa? Ya siapa lagi kalau bukan makhluk halus yang membuat revia kesal yaitu sekretaris vino.
Astaga! Demi apa coba dia bawa gue kayak gini andai aja gue punya pintu doraemon gue pindahin lo ke kutub antartika. Revia.
Revia di bawa jauh dari tempat aldi. Vino sudah membuka topeng nya makanya revia tau kalau itu dia.
"lepasinn gue". Revia sebal di pegangi oleh pengawal yang di bawa oleh vino.
"maaf nona". Orang itu mundur dan revia sudah emosi dan siap meledak kan nya pada vino.
"heh lo bener-bener ya lo tau ga kaki gue sakit. Lo seenaknya aja nyuruh orang nyeret-nyeret gue. Lo kira gue karung apa hah!. Awas lo gue bilangin kak davie.
"aduin aja". Vino dengan santai nya bersandar di salah satu pohon.
"ihh lo nyebelin ya! Kenapa si lo hah gue mau balik ke tempat temen-temen ". Saat revia ingi pergi vino menahan nya.
" eits nona, tapi sayang nya anda harus di sini karena saya sudah menata ini semua".
Revia geleng-geleng kepala melihat vino yang masih sempat tersenyum di saat seperti ini.
"masih sempet - sempet nya ya lu bikin lelucon di tengah hutan gini OMG! Wahai sekretaris vino yang terhormat! apa lo di disk dari kantor sampai elo setress dan kayak gini!! udah gue nyasar masuk jurang tau ga lo hah ".
" ya taulah ". Vino senyum - senyum.
" jangan bilang ini semua rencana lo juga lo mau bunuh gue! ".
"duduk". Vino meletakkan kursi di dekat revia.
Revia dengan kesal duduk dan menatap vino seakan ingin membunuh nya.
Vino menjentikkan jari nya pada pengawal dan salah seorang dari mereka mendekat dan memeriksa kaki revia.
Maaf nona ini sudah atas izin tuan davie ravindra jika tidak saya akan di lenyap kan karna berani menyeret anda seperti ini kapan lagi saya bisa mengerjai kalian. Vino.
"awas lo ya kalau kaki gue patah ". Revia mengatakan itu lada vino.
" tenang nona kalau kaki anda patah karna dia dokter dan ahli segala nya dia akan mengobati kaki anda. Jika dia membuat kaki anda patah maka akan saya patahkan juga kaki dan tulang-tulang nya".
Tentu saja itu membuat orang yang sedang memijit revia menjadi pucat pasi.
"ckckck gilla sekarang bilang atas dasar apa lo lakuin hal kayak gini. Revia kesal dan berusaha berdamai dengan emosi nya.
Pengawal itu memijit kaki revia dan vino mulai bercerita.
"begini nona tuan aldi keano sanjaya itu nama dia? Right? ". Vino menatap revia.
" ya ampun bisa gila gue lama-lama di sini gue nanya ala di jawab nya apa".
Revia memijit kepala nya.
Vino tersenyum miring.
"jadi tuan aldi keano sanjaya dia putra dari nyonya putri dan dia tidak tahu ayah nya sejak kecil dan dia kehilangan sahabat nya pada usia 6 tahun yaitu anda nona revia ravindra stevani. Dan 2 orang sahabat nya nona amanda meysilla. Dan tuan daffa mahardika pradana mereka memutuskan hidup berjauhan walaupun berkomunikasi tapi kehilangan anda membuat mereka enggan bertemu karna banyak hal telah berubah sekali. Mereka berada di negara lain sejak saat itu tuan aldi keano sanjaya sering mabuk - mabuk, balapan, keluyuran, gonta ganti cewe tapi tidam 1 pun yang dia ajak serius. Dan saat bertemu nona saya seperti menemukan keajaiban. Seorang tuan aldi yang keras kepala bisa menangis karna anda......".
"aaawww ". Revia seketika berteriak saat kaki nya seperti di tarik.
" maaf nona cobalah berjalan seperti nya kaki anda sudah tidak apa-apa". Pengawal itu berdiri.
Revia mencoba berjalan dan ternyata bisa.
"aaaaa yey gue bisa jalann ". Revia melompat kegirangan.
" nona berhati-hatilah kalau anda tidak ingin kaki anda benar-benar patah ".
" ihh baiklah sekarang apa rencana lo gue gamau lama-lama di sini lo tau kan ini acara kemah udab mau gelap lagi".
"tenang nona acara kemah ini di adakan oleh pihak sekolah yang bisa saya atur karna itu milik keluarga ravindra. Masih banyak sekolah yang anda miliki".
"baiklah saya melakukan ini karna saya berharap ada perubahan pada tuan aldi nanti nya".
Vino menceritakan rencana nya dan revia makin kesal di buat nya.
"lo tanggung jawab ya gue gatau gimana reaksi aldi nanti".
Revia mulai berjalan memasuki hutan dengan makhluk halus itu alias vino.