
****
Lian mengetahui bahwa revia mempercayai aldi kembali dan Lian tentu tidak Terima itu. Ia mengetahui suatu kelemahan aldi dan sekarang ia akan menggunakan itu.
"Gua ga pengen kek gini tapi lo maksa gua untuk lakuin ini ".
Lian sekarang bersama orang-orang nya sedang merencanakan sesuatu.
Malam hari nya Lian menantang aldi bertemu di sebuah bangunan. Lian meminta aldi datang sendiri karna alasan nya. Lian ingin menyelesaikan kesalah fahaman di antara mereka.
Lian menunggu aldi di dalam bangunan tua itu. Lian memang datang sendiri tapi orang-orang Lian terus mengawasi di sekitar tempat itu.
" woiiii lo dimana"
Aldi berteriak di depan bangunan tua itu. Dan ia mendapat telfon,ya itu dari Lian.
Lian menyuruh aldi naik ke lantai atas dan menunjukkan sebuah ruangan. Saat aldi berada di depan pintu tersebut. Ia di dorong Lian dari belakang dan mengunci aldi di dalam nya.
Inilah rencana Lian, dia mengetahui bahwa aldi takut gelap apa lagi tempat yang minim oksigen seperti ruangan yang di sediakan Lian.
Aldi mempunyai fobia akan tempat yang sangat gelap seperti ini.
"Woiiii pengecut!!! Buka!!!! ".
Aldi tidak Terima Lian seperti ini.
" kalau lo brani hadepin gua!!! Jangan kek gini bngs*d!!! ".
Aldi terus berteriak lama kelamaan ia menyadari tempat itu sangat gelap dan pengap. Aldi mulai berkeringat dan terduduk di lantai.
" huft huftt".
Ia mulai merasakan sesak nafas.
Aldi merasakan pusing karna ia fobia berat akan tempat seperti ini.
"Gua ga perlu ngotorin tangan buat singkirkan lo aldi".
Lian tersenyum sinis.
*rumah revia.
Revia berada di rumah opa nya , ia ingin meminta aldi mengantarkan nya ke tempat mama nya. Karna revia merasa perlu bicara dengan wanita yang telah melahirkan nya dan mengakhiri kesalah fahaman di antara mereka.
Revia menelfon aldi .
" halo al".
Revia hanya mendengar suara nafas aldi yang tidak beraturan itu.
"Al kamu kenapa!!! ".
Revia terus memanggil aldi.
" reeee....... T-tolonggg...di sini gelap"
Suara aldi terdengar menggigil dan terbata-bata.
"Gelap? Maksud kamu? Kamu dimana aldi? ".
Revia tidak mendengar lagi suara aldi bahkan setelah di panggil berkali-kali.
" tunggu! Gelap? Aldi kan takut gelap... ada apa ini".
Revia langsung keluar dan mencari opa nya.
Bodyguard dan pelayan yang melihat nona nya tergesa-gesa seperti itu pun penasaran.
"Nona anda kenapa? ".
Tanya salah satu bodyguard.
" hufttt.... Opa mana ? ".
Revia mulai panik.
" ada di ruangan kerja nona".
Revia langsung masuk ke ruang kerja opa nya dan menceritakan apa yang terjadi.
"Tenang re... Ga ada apa-apa , opa akan beresin semuanya ".
Opa revia memberikan isyarat kepada orang nya untuk melacak keberadaan aldi.
Tak butuh waktu lama opa revia sekarang berada di bangunan tua ini bersama orang-orang nya. Revia yang sudah di larang ikut pun tetap kekeuh ingin ikut. Mereka menelusuri setiap bangunan tidak menemukan aldi.
" tidak ada tuan".
Lapor bodyguard itu pada kakek revia.
"Cari lagi !!! Sampai ketemu aku tidak mau tau bagaimana pun cara nya".
Revia melihat bangunan ini ada beberapa lantai.
" gelap dan pengap.... Lantai atas ".
Revia melihat ke atas di sana ada suatu ruangan berukuran kecil daripada ruangan lainnya dan itu terkunci.
" aldi! ".
Revia terus memanggil nya.
" nona, sebaiknya turun kembali dia tidak ada di sini".
"Tidak aku tidak mau".
" ayolah nona".
"Aku ingin melihat ruangan ini . Cepat buka kan setelah itu aku akan turun".
Revia sangat penasaran.
" baik sesuai perintah nona".
Bodyguard itu mendobrak pintu ini. Sangat keras karna ruangan ny seperti kecil dannnn..... Akhirnya pintu nya terbuka.
"Nona!!! Tuan muda di sini".
Revia langsung masuk dan melihat aldi tergeletak di lantai.
"Aldiii".
Revia meletakkan kepala aldi di pangkuannya.
" suhu tubuh nya sangat dingin, bantu aku membawa nya".
perintah revia.
Aldi di bawa ke rumah kakek revia dan di tangani oleh dokter keluarga nya karna kakek revia berfikir jika di bawa ke rumah sakit maka orang yang mencelakai aldi akan tahu, kakek revia ingin mengungkap orang nya terlebih dahulu.
Aldi sekarang tertidur lelap dan berkeringat raut wajah pucat nya menandakan dia tidak baik-baik saja.
Sekarang revia hanya berdua dengan aldi yang terbaring.
"Al, buka mata kamu".
Revia memainkan jemari nya di pipi aldi.
" betah banget si bobo nya ga kangen sama aku apa".
Revia terus mengoceh.
Malam semakin larut aldi terlihat mengigau dalam tidur nya.
"Emmmhhh.... T-tolonggg".
Suara aldi terdengar lemah.
revia terbangun mendengar suara aldi.
" al, sadar Al".
Revia memegang tangan aldi dengan erat.
"T-tolonggg".
aldi terus mengigau.
ia terlihat tidak tenang.
Revia berbaring di sebelah aldi dan memeluk nya, revia mengelus kepala aldi dengan sayang.
" ssstt, tidur yahh ".
Aldi tiba-tiba terbangun dan panik.
" t-tolonggggg huftttt... Huft.. ".
Nafas nya tidak beraturan aldi langsung duduk dan ketakutan.
" hey... Al? Kenapa? Lihat aku".
Revia memeluk aldi dan menenangkan nya.
"Ree ".
Aldi memeluk revia dengan erat tubuh nya kembali terasa dingin.
" udah tenang yah gapapa, semua baik-baik aja oke".
"Tadi... Tadi gelap re, pengap banget aku takut ".
" sssttt gapapa sayang ".
Re mengucapkan kata-kata itu.
" apa? Bilang apa? ".
Aldi bertanya tapi tetap dalam pelukkan revia.
" sayang. Kenapa? ".
Revia tersenyum.
" panggil nya gitu terus ya, aku suka".
"Iya sekarang kamu tidur ya ".
" takut ".
Aldi kekeuh tidak mau tidur.
" ayolah al, besok kamu gausah sekolah ya".
Revia menyarankan.
"Sekolah aja, kan kamu sekolah, aku gamau kamu di deketin Lian".
Aldi memasang wajah cemberut nya.
" yaudah sekarang tidur dulu ayok".
Revia turun dari tempat tidur dan menyelimuti aldi.
"Tapi.... ".
" aku di sini sampai kamu tidur ".
Revia mengusap kepala aldi dan memainkan rambut nya. Perlahan-lahan aldi mulai terlelap.
Revia mengecup kedua pipi aldi dan membenarkan posisi kepala nya.
" selamat tidur baby".
Revia keluar kamar dan kembali ke kamar nya.
Pagi hari revia bersiap ke sekolah begitu pun aldi dia kekeuh ingin sekolah sekarang mereka sudah berada di area sekolah. Amanda dan daffa sudah menunggu mereka.
"Hey sini".
Aldi dan revia pun menghampiri.
" kantin yuk ".
Amanda langsung berjalan ke kantin.
" mau pesen apa nih".
Sesampainya di kantin mereka duduk berhadapan. Dengan pasangan masing-masing tentunya.
"Aku nasi goreng aja sama jus mangga".
Revia menatap aldi yang bengong.
" Al mau pesen apa? ".
" kenapa panggilan nya berubah".
"Al cemberut".
Aldi sekarang senang karna revia memanjakan nya dan tidak memikirkan Lian.
" iya sayang pesen apa? ".
Revia mencubit pipi aldi.
" hehehe mau sama kek kamu aja ".
" ehem, yaelah baikkan nih".
Amanda tersenyum.
" romeo dan juliet lagi akur".
Daffa cekikikan melihat kebucinan mereka.
Revia menyuapi aldi dan ia sangat bersemangat melahap nasi goreng nya.
Lian melihat itu semua ia sangat kesal, ia datang menghampiri revia dan ikut bergabung.
" hy re".
Lian tersenyum.
"Ngapain lo! Ngerusak mood gua aja".
Aldi kesal.
" sayang ga boleh cemberut gitu udah selesai kan makan nya ayuk ke kelas? ".
Aldi senang revia memanggil nya dengan sebutan " sayang".
Di depan Lian.
"Eh re tunggu dong".
Lian terus mengikuti.
" apa lagi sih Lian".
"Kok kamu jadi sama aldi sih ga bisa gitu dong".
" kok jadi kamu yang ngatur sih ".
Revia menatap sinis.
" ayok sayang ke kelas aja gausah ladenin dia".
Aldi merangkul revia dan masuk kelas.
Jam pelajaran hari ini guru hanya masuk pada jam pagi dan siang nya jam kosong.
"Hoamzzz".
Aldi mengantuk.
"Sayanggg".
Aldi merengek pada revia.
" kenapa? ".
" ngantukkkk".
Aldi meletakkan kepala nya ke meja.
"Makanya semalem tidur, bandel si".
Revia mencubit pipi aldi.
" aaa kan takut ".
Aldi cemberut.
Aldi meletakkan tangan revia ke kepala nya.
Revia mengerti dan ia mengelus kepala aldi, dia benar-benar tertidur.
Lian yang menonton itu dari tadi benar-benar tidak Terima.
ck apaan si kek gitu... harus nya gua yang di samping revia sekarang bukan si aldi.
lian.
Bel pulang pun berbunyi aldi masih lelap dalam mimpi nya.
" eh re ayuk pulang".
Amanda melihat aldi yang tertidur.
"Yaelah beruang nya lagi bobo".
Amanda berniat mengusik tidur aldi.
tapi revia menahan nya.
" eh manda jangan! Kasian pacar gua ".
Revia menahan Amanda.
" wkwkw, iya-iya deh, selamat pacaran gua mau jalan-jalan dulu sama daffa daaah".
Amanda pergi dengan daffa.
mereka terlihat makin akrab sekarang.
"Re pulang yuk"
Lian datang.
berniat membawa revia menjauh dari aldi.
" pulang aja duluan ".
Revia mengelus pipi aldi.ia masih sibuk memperhatikan wajah kekasih nya yang sedang terlelap.
" re! Kamu kenapa jadi gini sih".
Lian kesal.
" kamu harus nya bisa jawab pertanyaan itu sendiri.
mata revia tidak berpindah, ia hanya memandangi aldi dan tidak menoleh pada lian sedikit pun.
"Al.... Bangun hey".
Revia mencubit pipi aldi dan mengelus nya.
" emmm ngantukkk".
Aldi merengek dan masih menutup matanya.
"Ia tidur nya di mobil aja yuk".
Re menarik aldi yang belum sepenuhnya bangun.
"Aaa yaampun re ".
Jalan aldi sempoyongan karna ia masih ingin tidur.
Sesampainya di mobil aldi membuka matanya.
" kenapa buru-buru siii sayang".
Aldi menatap revia.
"Gapapa males aja liat Lian, emmm sekarang aku yang nyetir ya,kamu tidur aja".
Revia tersenyum.
" mmm Iya".
Aldi menyenderkan kepalanya pada pundak revia.
"Aldiii abis makan apa sii jadi manja gini".
" abis kecantol cinta nya kamuuu".
Aldi memeluk revia yang sedang menyetir
entah kenapa ia jadi seperti ini.
" ihhh buayaaa, doyan nya gombal".
"Ga gombal sayang. beneran deh".
" wkwkwkw iya deh iya ".
Revia tersenyum.
" re kita nikah yukk".
Aldi mulai ngelantur.
"Kapan? ".
" besok juga boleh".
Aldi tersenyum.
"Masa besok ada-ada aja".
" serius sayanggg mau nya nikahhh gamau jauh dari kamu".
Aldi seperti bocah kecil yang menempel pada ibu nya.
"Kita masih sekolah aldi".
" gapapa aku ga akan macem-macem re cuman mau sama kamu terus yahhh plisss".
Aldi memohon-mohon.
"Trus kita nikah muda gitu".
" gapapa sayang ayukkkk, aku gamau kamu di ambil orang ".
Aldi memasang wajah imut nya.
" kamu coba aja ngomong sama kak davie , kalau diizinin aku mau".
Revia tersenyum.
"Oke yeyyy nikahhh".
Aldi girang sekali membayangkan akan menikahi wanita kesayangan nya.