
revia menyusul aldi yang ternyata ke toilet. revia merasa bersalah padahal maksud nya bukan kayak gitu.
aldi keluar dan melihat revia .
"emm aldi aku minta maaf".
revia memeluk aldi.
"kamu sengaja kan".
"ga gitu aku kan cuma becanda".
"em yaudah gapapa aku ga marah kok".
aldi tersenyum.
"beneran?".
revia girang.
"iya emang aku bisa marah sama kamu?".
aldi merangkul revia dan bergabung dengan teman-teman nya.
"ckckck udah mesra aja nih".
daffa melihat revia dan aldi.
"ya dong emang nya elo ribut mulu".
aldi meledek daffa.
"ehh dia aja yang ga bisa akur sama aku".
amanda ga terima.
"udah-udah jangan berantem,udah jam berapa nih. pulang yuk aku juga mau ngobatin luka gavin nih".
revia menatap teman-teman nya.
"yaudah yuk balik ah kenyang gw".
amanda mengambil tas nya .
"aldi?aku langsung pulang ya".
revia tersenyum.
"iya kalau ada apa-apa kabarin aku oke".
aldi tau bagaimana suasana di rumah revia Sekarang.
"pasti ,yaudah bye".
revia mengecup pipi aldi amanda dan daffa .
"cepat sembuh lu gavin".
amanda melambaikan tangan.
Sekarang revia dan gavin telah memasuki gerbang rumah nya . gavin yang kelihatan mengantuk karna kelelahan .
"kak ngantukk!!!".
gavin memeluk revia saat masuk rumah.
"yaudah tidur aja ".
revia mengambil obat untuk gavin.
"tapi kakak jangan jauh-jauh ya ".
gavin mengucek mata nya.
"iya sayang udah masuk kamar".
gavin berbaring dan tersenyum.
revia mengobati luka gavin sementara gavin tetap menutup mata karna rasa ngantuk yang melanda. gavin terlihat tidak tenang dalam tidur nya,ia terus menyeringit karna luka nya yang sedang di obati.
"huft baju nya belum di ganti udah tidur aja".
revia membuka lemari baju gavin dan mengambil kaos putih untuk gavin.
"permisi kak".
Michelle melihat revia dan gavin yang tertidur.
"ada apa?".
revia menatap anak itu.
"gavin kenapa?".
dia melihat wajah gavin yang kecet.
"ga kenapa-napa kalau ga ada keperluan tutup pintu nya aku mau gantiin baju gavin".
revia terlihat tidak suka dengan keberadaan dia.
"biar Michelle aja ,kan kamu juga belum ganti baju".
Michelle terlihat tertarik pada gavin.
"dia adik aku terserah aku dong.lagian aku ga minta tolong gausah sok baik".
revia melihat penampilan Michelle dengan pakaian yang ketat itu. revia tersen sinis.
"keluar!".
revia membanting pintu dan mengunci nya.
hal itu membuat gavin terbangun.
"hmgghhh kakk!!!".
revia mendekati gavin.
"ada apa?".
gavin mengucek matanya.
"itu tuh calon sodara gua tuh. dia bilang apa?mau gantiin baju kamu ishh yang bener aja".
"whatt!!". gavin kaget mendengar nya. meskipun dia ramah ia tak mau sembarang orang menyentuh nya dan ia jijik dengan cewe kecentilan .
"ya kan aku mau gantiin baju kamu,tiba-tiba aja tuh dia masuk".
"huft untung ga kakak izinin".
"ya engga lah emang mau ?baju kamu di gantiin sama dia ?".
"ishh gamauk".
gavin menggeleng cepat.
"yaudah nih ganti baju".
revia memberikan baju gavin.
"nanggung atuh aaaa kakak aja yang gantiin tega bener dah jadi kakak".
gavin cemberut.
"aku juga mau ganti baju,aku ke kamar dulu daaaa".
"eh kak tunggu".
gavin menahan revia.
"apa lagi".
"nanti temen-temen aku ke sini mau buat tugas kelompok gapapa kan?".
"yaelah itu aja pake minta izin dodol banget lo jadi adek".
"hehehe kakak temenin aku ya ".
"ih gamau ,wlek".
revia pergi kekamar nya dan mengganti baju.
revia memakai baju warna hitam dan celana panjang warna hitam . tubuh nya yang ideal terlihat cocok dengan pakaian itu.
"re !kakak pulang kamu dimana".
davie menaiki tangga.
"eh kak davie".
Michelle tersenyum.
"hm. mana revia".
davie menatap gadis itu.
"di kamar kak".
"yaudah vino kamu istirahat aja aku mau ke kamar revia".
vino mengangguk dan pergi.
"itu sekretaris kakak".
Michelle bertanya dan masih bisa di dengar vino.
"iya kenapa emang nya".
"kok revia manggil dia kakak sih ,kan cuman sekretaris biasa kedudukan nya beda sama kakak".
degg
vino terlihat terhenti saat menuruni tangga seperti nya ia tersinggung. revia yang baru saja membuka pintu kamar mendengar hal itu.
"ehem!lo gausah ngatur kak vino dan kak davie itu kakak gue gausah ikut campur!!!".
revia kesal melihat cewe ini.
"gapapa nona yang dikatakan nya itu benar saya hanya sekretaris tuan davie tidak seharusnya....".
"vino, lo itu lebih dari sekretaris gua. ga ada yang bisa gantiin lo jangan patah semangat oleh perkataan orang. ingat selagi bukan gue dan revia yang bicara lo gausah dengerin".
davie tidak suka melihat Michelle.
"awas lo sekali lagi ikut campur gua ga akan tinggal diam".
revia menuruni tangga dan memegang tangan vino.
"ouh ya aku mau minta tolong sama kak vino nih".
revia duduk di soffa dan davie mengikuti .
"soal apa?".
vino menatap revia.
"kan gini tadi gavin tuh di pukulin di sekolah. jadi aku mau mereka yang mukulin itu dapet hukuman yang setimpal".
"gampang kalau soal itu ,udah tugas kakak re".
vino tersenyum.
"sekarang gavin mana re".
davie melihat sekeliling.
"dia di kamar ganti baju,yaudah aku mau bilangin bibi buat nyiapin makanan soal nya nanti temen-temen gavin belajar di sini, daaah kak".
revia mengecup pipi vino dan davie.
mereka tersenyum melihat tingkah revia.