Queen January

Queen January
makin dekat(part 84)



Pagi harinya aldi sudah bangun sementara istri nya revia masih tidak mau bangun, lantaran sangat kewalahan menghadapi gairah aldi.


Revia memilih berbaring ditempat tidur dan enggan ke mana-mana.


*


*


*


"Sayang".


Aldi mengecup kepala revia, ia baru saja mandi dan membangunkan sang istri terlebih dahulu.


" hmmm".


Revia enggan membuka matanya.


"Mandi gih biar segar. Habis itu kita sarapan. Kamu mau makan apa hari ini? ".


Aldi terus mengelus kepala revia.


" gamau kamu duluan aja sarapan ".


Gumam revia.


" kenapa sayang? Hmm? Sakit ya? ".


Aldi menatap istri nya itu.


" ya kamu sih ihhhh, aku gini kan gara-gara kamu".


Revia membuka matanya.


"Hehehe mau lagi".


Aldi menaikkan alis nya.


" GA!!!! ".


ucap revia dengan kesal.


Ini aja sakit anjir, malah mikir mau nambah dasar cowo.


Batin revia.


" oke, oke im so sorry. Sekarang kamu mandi ya, aku gendong. Terus kita harus prepare kan buat kerumah aku".


Ucap aldi.


"Prepare? ".


Ucap revia tak mengerti.


" iya aku tadi udah ngomong sama mama sama kak davie, kalau kita bakal tinggal dirumah aku. Kan kamu istri aku sekarang sayang".


Aldi memberi penjelasan.


"Jangan sekarang aku capek".


Rengek revia.


" oke yang penting sekarang kamu mandi dulu ayok".


Tanpa basa basi aldi langsung menggendong istri nya itu kekamar mandi dan membiarkan revia membersihkan diri nya, sementara itu aldi keluar dan melihat kakak ipar nya.


"Kak davie? Kok disini? Ga nemenin kak clara? ".


Aldi menggoda kakak ipar nya itu.


" gak istri gua udah gede ngapain ditemenin, emang nya lo! Selalu nempel sama adek gua".


Sinis davie.


"Iya dong kan istri aku, kalau ga nempel sama istri masa nempel sama janda sebelah kan ga lucu".


Canda aldi.


" coba saja kalau kau berani".


Ucap davie dengan tegas.


"Wkwkwk canda kk ipar, gua sekarang adek lo juga jangan galak-galak gitu lah".


Mereka terus mengobrol dan sekarang sarapan pun telah siap dihidangkan para maid dirumah itu,clara pun sudah datang.


" eh revia mana? Kok ga turun? ".


Ucap clara.


" iya mana adek gua? ".


Selidik davie.


" hmmm bentar ya kak aku panggil istri aku dulu".


Ucap aldi.


Aldi segera menuju kamar dan melihat revia sudah tampil cantik dengan dress selutut nya, ia membiarkan rambut nya yang lurus tanpa diikat.


"Sayang udah selesai? Ayo turun".


Aldi merangkul revia.


" sayang tunggu, tapi aku susah jalan nya".


Sebenarnya revia jujur mengatakan ini tapi mau bagaimana lagi.


"Ya aku faham, biar aku gendong kamu ya".


Aldi menggendong revia dan turun ke bawah untuk sarapan bersama, davie dan clara yang memperhatikan itu pun bingung.


" kenapa dek? Kok digendong? ".


Davie menghampiri adiknya itu.


" aku gapapa kak".


Ucap revia .


Aldi menurunkan revia dan revia pun duduk dikursi disebelah clara.


"Lo nyakitin adek gua!!!! ".


Ucap davie.


" ya namanya juga malam pertama ".


Aldi menaikkan alis nya.


Bucin banget sih mereka. Gua aja tadi malam jangan kan malam pertama, serasa dialam kubur. Batin davie.


" nah contoh adik kamu davie , lihat mereka sosweet banget, kamu juga harus gitu perhatian sama istri kamu kayak aldi".


Ucap mama revia yang baru datang.


"I-ia.mah ".


Ucap davie.


" wah sebentar lagi mama bakal punya cucu yang lucu dong dari kalian".


Sambung mama revia.


Dan itu sukses membuat davie tersedak, lantaran ia sedang meminum coffee nya.


"Uhuk-uhuk".


Davie batuk-batuk.


" pelan-pelan kak minum nya".


Revia mengingat kan kakak nya itu.


"Yasudah ayo semua kita makan".


Ucap mama revia.


" sayang kamu mau aku suapi tidak? ".


Aldi menatap istri nya.


" aku bisa sendiri sayang".


Ucap revia.


"Gapapa aku mau nyuapin kamu".


Aldi kekeh dan menyuapi revia makan, ia benar-benar tidak mau lepas dari istri nya itu. Selesai makan revia hendak kembali ke kamar tapi ditahan oleh clara.


" re? Kita bicara sebentar boleh kan? Emm aku bingung harus ngapain, lagian aku baru dirumah ini ".


Jelas clara.


Revia tersenyum.


"Tapi sayangggg aku ikut yaa".


Rengek aldi.


" aku sebentar kok sayang gausah ikut kamu kekamar aja".


Ucap revia.


"T-tapi... ".


Aldi terlihat cemberut


" maaf ya al kakak pinjam revia nya sebentar ya".


Ucap clara.


Revia dan clara pergi ke kamar nya davie yaitu kamar nya clara sekarang, sementara davie kembali keruangan kerja nya, ya tidak ada hal spesial diantara mereka meskipun sudah menikah.


Clara menceritakan semua kepada revia tentang keadaan hubungan nya dengan davie.


"Ooo jadi begitu".


Revia mendengar kan clara bercerita.


" iya aku masih canggung gitu re ".


Ucap clara.


" ya aku dulu juga gitu, sekarang pun begitu tapi coba deh kak clara membuka hati kakak buat kak davie pasti nanti terbiasa, lagian dia suami kakak gapapa dong, apa yang kak clara rasain kak clara bagi sama kak davie, hehee maaf ya kak bukannya menggurui kakak ini saran dari aku aja".


Ucap revia.


"Iya re maaf juga harus nya kakak yang dengerin kamu, ini malah sebaliknya justru kamu yang dengerin masalah kakak".


Ucap clara.


" gapapa aku kan adek nya kakak juga jadi apa salah nya kita berbagi cerita seperti ini, bagi aku kak clara itu sudah seperti kakak sendiri, kan aku gapunya kakak cewek".


Ucap revia tulus.


"Terimakasih ya revia, kakak lega sekarang apa lagi punya adik ipar seperti kamu ini, tidak seperti cerita sinetron yang adik ipar nya jahat".


Canda clara.


" hehe iya kak".


"Oh iya kamu sama aldi mau pindah ya kerumah nya dia? ".


Tanya clara.


" ia kak kata aldi sih gitu ".


" yahhh kakak bakal kesepian dong re".


Clara murung.


"Kakak tenang saja nanti aku bakal sering mampir, kakak telfon saja nanti aku pasti datang. Dan dirumah ini ada vino yang bisa kakak jahili".


Terang revia.


" wkwkwwk kamu suka sekali ya berkelahi dengan vino".


Clara dan revia terus bercerita dan tertawa lepas mereka melupakan suami mereka yang sedang menunggu di soffa ruang tamu, dan sudah berjam-jam mereka bercerita.


"Yaampun kangen banget, mana sih istri gua".


Aldi frustasi.


" mana pintu nya dikunci kalau istri gua kenapa napa gimana".


Aldi bergumam sendiri.


"Eh ****** ga mungkin juga istri gua nyakitin istri lo".


Ucap davie.


" haaaa tapikan aku khawatir dan kangen bangett kak".


Aldi sangat bucin sekarang.


Tak lama kemudian revia keluar bersama clara dan masih tertawa.


"Sayang".


Aldi langsung memeluk revia.


" eh aldi? Kenapa? ".


Revia bingung.


" kamu lama banget sayang aku kangen".


Rengek aldi tanpa malu didepan kakak ipar nya.


"Wahh kalau kakak sering sering minjem revia nga boleh nih".


Canda clara.


" jangan kak".


Rengek aldi.


Dasar bocah, bisa bisa nya bermesraan didepan ku.


Batin Davie.


"Ekhem! Ingat umur sudah besar malah bertingkah seperti anak kecil".


Ucap vino.


" makanya nikah biar tau rasanya punya istri ".


Balas aldi dan itu berhasil membuat vino bengong dibuat nya.


Yatuhannnnn!!! Aku sangat tidak tahan dengan semua ini, tolong tunjukkan dimana jodoh ku.


Batin vino


" sayang jangan gitu sama kak vino".


Ucap revia.


"Dia duluan sayang".


Jelas aldi.


" dasar bucin, gua ini juga kakak nya ga menghargai banget jadi orang".


Ucap vino.


"Hehe maaf kakak ipar, tolong jangan berkomentar, kau tidak tau rasanya punya istri".


Ucap aldi.


" sayanggg sudah, kak vino maafin suami aku ya".


Ucap revia.


"Suami kamu ini ga salah sayang".


Ucap aldi.


Vino melihat aldi sinis.


" ga! Kakak gamau maafin dia".


Vino pura-pura ngambek.


"Maaf ya kak Vino jangan tersinggung".


Revia mendekati Vino dan memegang tangan nya.


" baiklah demi adikku, tidak masalah".


Vino memeluk revia


Aku sengaja melakukan nya, haha


bagaimana aldi kau terbakar.


Batin Vino.


"Sayanaggggggggg".


Rengek aldi.


Semua tertawa melihat aldi yang sangat kekanak-kanakan.