
sekarang revia berada di sekolah guru sedang menerangkan pelajaran namun tatapan revia kosong . ada sesuatu yang mengganjal hati nya.
mama nikah lagi trus aku bakal punya saudara tiri, papa tiri dia bakal sayang sama aku ga ya, sama kayak papa sayang aku. revia.
"revia ravindra stevani !kamu kenapa?".
seorang guru menegur revia.
"emh engga bu saya baik-baik aja".
"perhatikan saya jangan melamun".
"baik bu".
aldi dan teman-teman revia heran kenapa revia jadi murung seperti itu.
jam istirahat pun datang sekarang revia enggan keluar kelas.
"huftt ".
"re kamu kenapa".
aldi mengusap pipi wanita kesayangan nya itu.
"gapapa aku cuman lagi kurang mood aja".
"hei aku tau kamu mikirin sesuatu!kamu kenapa?".
"gapapa".
revia sibuk dengan fikiran nya sendiri.
amanda dan daffa menghampiri revia.
"daripada bosen gini kita keluar aja yuk".
"kemana".
jawab revia yang nampak lesu.
"kita kedepan aja kan di depan ada yang jualan bakso tuh".
"kenapa ga ke kantin aja lebih sehat".
protes aldi.
"kan ga ada salah nya nyoba".
jawab amanda.
sementara revia langsung berdiri dan meninggal kan sahabat nya.sontak amanda daffa dan aldi mengejar revia .sementara itu revia sedang berada di taman belakang sekolah.
"duh revia kemana ya".
daffa memperhatikan sekitar nya.
hm andai waktu bisa diputar , aku mau papa kembali . kenapa aku rasa papa masih di sini, aku ga liat pemakaman papa,apa iya papa udah meninggal. revia.
aldi melihat revia duduk sendiri di bangku taman ia langsung berlari menghampiri revia diikuti amanda dan daffa.
"re aku ga suka deh kamu nyembunyiin sesuatu gini".
amanda duduk di sebelah revia.
"emm tunggu".
revia menelfon kakak nya saat itu juga.
kenapa revia jadi aneh gini sih.
daffa.
"hallo re kenapa?".
terdengar suara davie di sana.
"kakak sibuk?".
"10 menit lagi ada rapat!bilang kamu mau ngomong apa?".
davie tau kalau revia menelfon seperti ini ada sesuatu.
"emm kakak yakin papa meninggal?".
tanya revia.
"yakin re kenapa emang".
"kakak liat jenazah papa?".
"liat".
"wajah nya?".
revia terus bertanya.
"yaa emmm wajah si .... ,engga".
"kenapa bisa gitu".
"yang kakak tau papa sakit dan udah parah jadi langsung di kremasi pihak rumah sakit. dan kakak cuman liat proses pemakaman nya".
"emm huft yaudah kak makasih".
"kamu kenapa sih re kakak yakin itu papa karna di rumah sakit kakak selalu nemenin papa".
"iyaudah deh gpp".
"re kamu !jadi mikirin soal papa kamu?".
tanya amanda.
"iyah aku huftt entahlah".
revia mengusap wajah nya .
"stttt tenang yah".
aldi memeluk revia.
"jangan mikirin macem-macem re , biarin papa kamu tenang di sana".
"yaudah yuk kita beli bakso".
amanda masih saja mengingat itu.
"yaudah yuk".
aldi berjalan sambil merangkul revia .
mereka berada di luar gerbang revia masih bengong memperhatikan jalanan.tiba-tiba revia melihat sesuatu yang selama ini iya rindukan sontak revia berlari menyebrangi jalanan tanpa memperhatikan mobil yang akan datang ke arah nya.
"re!!!!!!".
aldi berhasil menarik revia ke tepi jalan.
"kamu kenapa sih!!!".
aldi benar-benar khawatir.
"papah!!!".
revia menangis dan melihat orang tersebut hilang .
"udah kita pulang sekarang!".
aldi membawa revia ke mobil.
"nih ".
aldi memberikkan minuman ,ia tetap membuka pintu mobil nya dan berdiri di dekat revia.
"aku yakin tadi itu papa".
revia masih ingin melihat lagi.
"huft re tenang yah jangan kayak gini".
aldi mencium pipi revia.
aku harus tau sesuatu tentang papa, pasti yang tadi itu papa. revia.
aldi menutup pintu mobil tempat revia duduk dan berpamitan dengan amanda dan daffa.
"eits gua ikut gua gamau sahabat gua kek gitu".
amanda berjalan ke mobil nya dan tentu saja daffa juga ikut mengambil mobil nya.
sekarang mereka mencari cafe di sekitar tempat itu. setelah menemukan mereka turun dan memesan makanan aneka coklat.
"re lo cerita sama gue apa yang lo fikirin gua pasti bantu deh".
amanda meyakinkan revia.
"gue ngerasa papa itu ada di sini mand, dan kak davie kan ga liat yang di makamin itu papah.
"re gua ngerti apa yang lo rasain , kalau menurut lo papa lo masih ada kira-kira kita bisa tanya ke siapa".
amanda tidak mau revia uring-uringan seperti ini.
"sekretaris papa km ,ya gimana dengan dia".
daffa memberi ide.
"apa hubungan nya ".
amanda menatap daffa sinis.
"ya kan sekretaris adalah orang yang paling deket sama bos gitu pasti dia tau dikit lah".
jawab daffa.
"sekretaris om ravindra itu ya ayah nya vino lah paling juga sekarang dia udah pensiun".
aldi memikirkan sesuatu.
papa? aku harus cari tau papa masih hidup atau engga. kalau iya aku akan cari cara biar papa kembali. papa kan paling khawatir tentang aku. tapi waktu itu aku sakit papa ga muncul ,emm atau mungkin ada orang yang mengawasi trus bilang gua baik-baik aja.
revia.
"re jangan bengong lagi".
amanda memegang bahu revia.
"emm gini nanti aku mau cari tau tentang ayah nya vino trus aku mau nanya tentang papa ".
" lagian kalau papa kamu masih hidup kenapa dia ga nemuin kamu".
"entahlah".
" udah jangan mikirin itu dulu kalau emang ada informasi nanti kita akan cari tau".
aldi menenangkan revia .