Queen January

Queen January
Sahabat ku (24)



Aku kini tengah berada di balkon kamar. Kata bunda aku harus bicara dengan sahabat ku sementara mama istirahat. Ya sudah lama sekali aku tidak bersama sahabat ku. Tapi ada seseorang yang sangat aku rindukan yaitu papa.


Tok tok tok


Terdengar suara beberapa orang mengetuk pintu kamar ku. Aku tau itu pasti amanda meysilla,aldi keano sanjaya dari keluarga wijaya. Dan juga dafa mahardika pradana.


Pintu terbuka dan terlihat lah 3 orang berwajah kebaratan itu.


"re kami boleh masuk". Aldi berbicara mewakili mereka.


"boleh masuk lah".


Aku duduk di sofa yang ada di kamar ku yang berwarna pink dengan hitam karna aku suka minimouse jadi papa menyuruh orang merancang ini sesuai keinginan ku.


"hm re kamu baik-baik aja kan". Aldi duduk di sebelah ku dan dafa juga amanda duduk di sofa di depan ku.


"aku baik - baik aja kok".


Melihat mereka aku jadi kangen pada laras dan juga raffa. Revia.


"em hei kamu masih ingat mereka ".


Aldi menatap 2 orang di depan ku dan aku menjawab dengan anggukkan.


" i miss you princess". Daffa mengeluarkan tangan nya dan memelukku.


"aku juga sangat merindukan suasana kita seperti dulu".


Aku merenggangkan pelukkan dan menatap amanda.


"aku juga merindu kan kamu". Aku memeluk amanda yang sudah merentangkan tangan nya.


"aku lebih merindukan kamu aku khwatir banget sama kamu ".


Ya amanda sejak kecil sangat dekat dengan ku. Kami tidak terima jika salah 1 dari kami kenapa-napa. Terlebih dafa dan aldi.


"aku gpp kok". Aku melepas peluk kan dan tersenyum.


"tenang aja kita akan sama-sama jaga persahabatan kita dan aku ga akan biarin hal serupa terjadi lagi".


Dafa ya aku denger dari aldi dia pria dingin tidak mau berbicara dengan orang asing tpi banyak wanita tergila-gila padanya ada juga karna harta nya dan juga karna ketampanan nya. Wajah nya seperti orang korea mungkin karena keturunan keluarga nya.


" aku ga di peluk nih ". Aldi merentangkan tangan nya dan memelukku.


" makasih ya kamu udah bawa aku ke sini". Aku jadi sedih mengingat semuanya.


"ssst ga boleh nangis, aku udab janji kan bakal jaga kamu. aku kan sayang kamu ". Aldi terkekeh melihat ku.


" ehemm ehemm ". Daffa menatap aldi memberi kode tak suka nya.


" kenapa lu". Aldi merenggangkan pelukan nya.


"ga suka aja lu peluk-peluk re gitu. Itu punya gue". Daffa mengedipkan mata nya padaku. Dia sengaja memancing aldi.


"dafaaaa mahardikaaaa". Aldi menendang sofa yang di duduki daffa.


"eh udah - udah stop jangan kek anak kecil kita itu sahabat ga boleh cemburuan harus saling jaga". Amanda melerai mereka berdua.


"elu sih". Daffa menatap kesal aldi.


"oh ya nanti kita bakal sekolah di tempat yang sama? ". Revia menatap sahabat nya itu.


" tentu saja sekolah ter populer di sini karna itu milik keluarga kita ". Daffa tersenyum.


" tapi jangan bilang tentang identitas ku ya. " revia menatap sahabat nya.


" loh kenapa re? Kalau mereka gatau nanti mereka bully kamu.


"emm aku ingin lihat perlakuan orang di sana aku ga suka orang baik sama aku karna hanya status keluarga ". Aku memberi penjelasan pada aldi.


" tapi re itu bakal bikin orang - orang itu macem - macem sama kamu aku ga suka".


Aldi kesal begitu pun dafa.


"bener kalau smaa kita mereka pasti tau karna sering diliput wartawan lah dan mereka pasti tau keluarga besar di kota ini hanya kita". Dafa menyetujui ucapan aldi.


Ya mereka ber empat adalah anak daei keluarga besar yang terpandang dan terkenal kekompakkan nya yang membuat orang - orang iri. Terlebih mereka memiliki pulau pribadi, perusahaan, pusat perbelanjaan, sekolah hingga kampus dll.


"tapi aku setuju sama re kita liat aja dulu selama mereka baik gpp. Tapi kalau kurang ajar siap-siap aja. Aku ga akan tinggal diam". Amanda menegaskan ucapan nya.


Sebenarnya tujuan ku menyembunyikan identitas ingin melihat kalian. Apakah aldi selama ini punya pacar dan apa pandangan mereka tentang keluarga ku dan sahabat ku jika dia tau aku dari keluarga ravindra pasti aku tidak mendapatkan apa jawaban yang ku mau. Siapa juga yang mau macam-macam karna vino pasti turun tangan. Revia


"tapi sebelum itu aku mau mendengar kabar tentang papa ". Aku menatap sahabat ku.


" baiklah kami mengerti kita ke taman yuk aku kangen sama makanan sini". Amanda berdiri dan revia mengikuti nya begitu pum aldi dan daffa.


Revia berjalan di ruang yang besar itu dan menyusuri tangga putih bercorak keemasan itu.


"amanda kamu inget mie pangsit yang kita makan waktu kecil itu ga".


Aku dan amanda berpegangan tangan.


"tentu kamu sangat suka itu kan. Kamu kayak om ravindra selera beda banget tapi aku juga suka itu mau makan itu sekarang?".


Amanda tersenyum .


"mau aku malah suka kalau pedes gimana? ".


Aku. Menatap aldi Dan Daffa.


Aldi menggeleng melihat ide ku dan amanda.


Aku keluar dan penjaga dirumah itu menunduk hormat.


" selamat siang nona muda". Aku. Mengangguk dan tersenyum.


"kita cari makanan itu dimana". Amanda tentu tidak tau krna selama ini berada di luar negeri.


"nona nona dan tuan-tuan mau kemana ". Terlihat vino datang dari belakang.


" ini nih revia sama amanda mau makan apatuh pangsit kata nya ". Aldi dan daffa memang suka makanan cafe mereka mau. Pasti karna ini kemauan ku dan amanda.


" em biar pelayan saja yang mencarikan apapun kebutuhan anda nona revia ".


"bener tuh ".


Amanda selalu kompak dengan ku.


" bukan kah anda tidak ingin wartawan meliput anda sehari ini saja tetap lah di dalam dan saya pasti kan apapun kebutuhan nona akan terpenuhi". Vino menatap ku.


"kenapa si susah banget mau keluar aja".


"begini saja saya minta koki rumah ini membuat masakan itu untuk anda sekalian mencicipi resep rumah ini bagaimana? ".


Vino Memberikan ide.


" bener juga lagian di belakang ada taman kecil kan kita kesana aja re sekalian Liat-liat ".


" emm baiklah ".


Aku dan sahabat ku memutuskan kesana karna ingin melihat suasana luar. Bosan juga di rumah sebesar itu.


Selesai makan aku amanda dan juga daffa, aldi ingin mandi dan kamar mereka tentu saja ads di sini di depan kamar mereka tertulis nama mereka masing-masing. Begitu pum di rumah mereka juga ada kamarku.


aku melewati ruangan dimana para orangtua berkumpul.


"bagaimana kita akan menjelaskan itu pada revia". Terdengar suara bunda seperti nya bunda sudah siuman.


Aldi seperti ingin melarangku menguping tapi aku menahan nya.


"aku tau ini sulit tapi sampai kapan revia akan diam dia pasti ingin tahu dimana papa nya ".


" tapi dia pasti tidak akan terima aku tidak ingin melihat adik ku hancur". Kk davie mulai bicara.


"kita harus memberi tahu ini re pasti mengerti ". Nyonya meysilla dia adalah mami nya amanda dia juga hadir di sini.


" benar kita beri tahu baik - baik meski. Kabar ini buruk dia pasti tidak mau di bohongi. Dia pasti ingin melihat papa nya. Tapi itu tidak akan terjadi ".


" nona nona bukan kah ingin makan kenapa di sini".


Daffa mengusap wajah karna revia terlihat sedih mendengar kata-kata barusan.


Bruk


Revia membanting pintu dan melihat orang yang ada di sana.


Ibunda aldi, kk davie, mama, om andika, nyonya meysilla dan tuan putra. Serta keluarga daffa. Om mahardika dan nyonya aries.


"kenapa aku tidak bisa melihat papa ku". Revia sudah hilang kesabaran.


"jawab!!! ".


Orang - orang disana kaget karna tau aku di sana.


" sayang dengar dulu kami akan menjelaskan itu ya". Om andika mendekati ku.


"jawab! Dan jangan mendekati ku".


Revia seperti sudah siap dengan kabar terburuk nya.


"vino jelaskan lah seperti nya kita tidak bisa menunggu lagi".


"baik lah. Emm nona revia setelah kehilangan anda. Tuan ravindra tentu terpukul dalam waktu singkat dia mendengar kabar anda sudah tiada. Di tambah ada anak yang di anggap adalah anda di temukan menggenaskan. Tuan ravindra tidak. Bisa terima itu dia tidak memperhatikan kesehatan nya yang terus menurun. Di tambah em nona selly.... Dengan melihat dia yang seumuran dengan anda tuan ravindra menghibur hatinya dengan menyayangi nona selly tapi tidak bisa menggantikan anda akhirnya t-tuan ravindra meninggal".


Deg


"k-kau serius dengan itu". Revia terduduk di lantai dan merasa kosong dengan kehidupan nya.


"kenapa semua terjadi padaku jelaskan kenapa!! Kenapa aku harus di pisahkan dari papa aaaaaaaaaaaaa! Aku tidak ingin hidup hancurkan aku sesuka kalian ". Aku menarik rambut ku dan terisak. Sakit sekali. Aku berharap ini hanya mimpi atau ini hanya prank


" r-re dengar kan mama".


"diaaammmm". Aku memukul kepala ku berusaha mencerna semua berharap akku salah dengar namun tidak kenyataan nya dunia sangat kejam padaku.


"re ".. Amanda menangis dan merangkul ku.


" pergiiiii aku tidak ingin kalian semua di siniii kenapa harus aku yang seperti ini". Aku berlari ke kamarku dan mengunci pintu kamar.


"aaarrgghhhhhh".


Prankk. Semua benda kaca di kamar ku berjatuhan. Sebuah patung minimouse di kamar itu pun didorong revis hingga pecah.


"ree buka pintu nya". Kk davie terlihat khwatir dan orang - orang di sana aku mendengar mama menangis.


Revia terduduk di lantai kamar nya.


Kau bilang dimana ada aku pasti ada papa di sana. Papa bilang akan terus sama re. Papa jahattttt. Kenapa takdir nya seperti ini.


Revia.


-


"re cepat buka pintu nya". Sementara vino mencari kunci cadangan aku mendengar orang ribut di luar.


"aku berusaha jadi gadis baik tapi kenapa balasan nya seperti ini ". Revia bergumam dan terus terisak sementara kamar nya sudah seperti kapal pecah ruangan nan rapi itu kini tak terlihat seperti hati revia yang terus di hancur kan.


Aku masuk kamar mandi dan menguyur tubuh ku. Aku membenturkan kepala ku.


" kenapa tidak bunuh saja aku sekalian ". Aku menggenggam serpihan kaca hingga tangan ku pun terluka.


" re jangan lakukan ini kamu boleh marah sama kk. Kamu boleh pukul kk jangan siksa diri kamu ". Kk menangis ya kali itu aku mendengar dia benar-benar menangis.


Sreettt


Serpihan kaca itu menggores tangan ku, air itu pun jadi merah karna darah ku.yang aku lihat hanya gelap dan rasa sakit.


"bruk".


Penjaga rumah itu mendobrak pintu dan davie masuk. Melihat adik nya.


"reeeeee".


Ada saat nya aku lelah dan menyerah dengan semua nya hingga aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya.