
Subuh sekali aku sudah bangun dan melihat aldi masih tertidur dan tentu saja bayi ini memelukku. Aku mengambil hp ku dan mulai menelfon seseorang.
"hallo". Revia memelankan suaranya karna tidak ingin aldi terbangun.
"halo selamat pagi nona revia, ada yang bisa saya bantu". Jawaban lugas dan formal nya mulai terdengar di seberang sana.
"sekretaris vino kau akan kesini kan? Aku minta tolong belikan buah dan bubur ya".
"baiklah nona akan saya belikan, sampai jumpa nanti".
Vino memutuskan panggilan.
Vino turun dari mobil dan memasuki pusat perbelanjaan dia mulai membeli buah coklat dan bubur karna dia sudah tau makanan kesukaan aldi jadi dia membelikan hal lain meski tidak di suruh revia.
Ah ada toko kue di sana, tuan aldi kan suka kue coklat. Vino.
"mbak tolong pesan kue nya 1 box ya ". Vino mulai memesan.
" baik tuan tunggu sebentar ya".
Vino menunggu dan melihat seorang wanita yang membuat darah nya mendidih sepagi ini. Tapi dia tetap terlihat santai dan menguasai diri.
Siapa lagi wanita itu kalau bukan selly. Wanita yang ingin menggantikan kedudukan revia dan menguasai harta nya. Dia dan ibu nya seperti iblis.
Bagaimana wanita ini bisa ada di sekitar sini dia tidak boleh bertemu nona, aku akan menghabcurkan mu di waktu yang tepat. Vino.
"maaf tuan ini pesanan nya". Suara pelayan itu mengehentikan lamunan vino.
"eh iya mbak ini uang nya ". Vino buru-buru membalikan tubub nya sebelum selly melihat nya.
" halloo sekretaris vino".selly menyentuh pundak vino dan dengan ekspresi genit nya.
Vino sangat membenci wanita rendahan seperti dia.
"kau disini berarti ada aldi juga ya dimana calon tunangan ku itu". Selly di kawal orang siapa lagi kalau bukan pengawal yang seharus nya untuk revia.
"sebaik nya menyinggkir dari penglihatan saya dan bersiap-siaaplah nona karna princes tuan davie ravindra stevan telah kembali, siap kan mental anda untuk menjadi sampah". Vino menyeringai licik melihat ekspresi selly yang melongo.
"hahahaha sekretaris vino jangan bermimpi di pagi hari atau kau stres karna kehilangan nona kesayangan mu itu". Selly mencoba se tenang mungkin.
"lucu sekali saya harap bukan anda yang stres nanti nya ya kehilangan segala nya". Vino pergi meninggalkan selly karna tidak mau buang waktu dengan wanita tidak berguna itu.
"hallo". Vino sampai di mobil dan telah memasukkan barang-barang nya. Dia menelfon seseorang.
"hallo tuan vino ada apa". Seorang pengacara di seberang sana mulai bersuara.
"pengacara hans,sudah kau pindahkan aset semua atas nama nona revia?aku akan membekukan kartu kredit wanita itu dan pusat perbelanjaan milik keluarga ravindra tidak akan menerima kedatangan nya lagi".
"sudah tuan, tenang saja saya sedang mengurus semua dan saya pastikan mereka mendapatkan hukuman setimpal".
"baiklah awas saja kau, jika kau gagal akan ku patah kan tulang-tulang mu".
Begitulah vino kalau sudah emosi.
Disisi lain revia masih setia menatap wajah yang terlelap itu. Sinar matahari mulai mengusik ketenangan aldi stevano.
"aghhh hmmm". Aldi bangun dan melihat sekitar nya. "revia". Suara aldi terdengar lemas sangat jelas kalau dia sedang sakit.
"sudah bangun? "revia mengelus pipi aldi yang masih setia memeluk nya itu.
" aldi ini sudah siang jangan dipeluk terus sekarang kamu mandi habis itu kita sarapan ya".
"gamau". Aldi menjawab cepat dan meneggelamkan kepala nya ke perut revia.
"iih sayang mandi dulu ya nanti aku suapin makan nya ok".revia berusaha selembut mungkin membujuk aldi.
Aldi malah menunujuk pipi nya. "cium".
"gamau"
Ni orang di kasih hati malah minta jantung. Revia.
"yaudah aku gamau lepasin kamu".
Aldi makin erat nemeluk revia.
Revia turun dan sekretaris vino sudah databg dan pelayan rumah ini mulai bekerja menyiap kan semua nya.
"morning nona". Vino menyapa revia yang baru muncul.
"morning too". Revia duduk di meja makan dan tak lama kemudian aldi menuruni anak tangga dan melihat vino.
"alsi sini makan dulu". Aku senyum melihat aldi yang mulai duduk di meja makan.
"iya syg, vino apa kau mau bergabung dengan kami?". Aldi melirik dan vino sangat faham itu.
"tidak tuan saya sudah sarapan saya akan langsung menyiapkan beberapa berkas". Vino menaiki tangga dan masuk ruang kerja nya.
*Siapa juga yang mau bergabung dengan kalian. Aku tidak mau jadi nyamuk saja. **Vino.
Sementara*** itu revia dan aldi tengah asik bercengkrama.
"nih makan dulu aaaa". Revia menyuapi aldi dan aldi sangat senang dan malah makin manja.
"emm pait re". Aldi menyipit kan mata nya.
"makan dikit aja aldi biar cepet sembuh, oh ya kak davie mana kok ak ga liat dia ".
Aku menatap aldi.
" emm kk davie balik ke perusahaan di luar kota re ada hal yg harus dia urus".
"ohhh gitu ".
Setelah menyuapi aldi sekarang revia tengah menyiapkan baju untuk di bawa kemah.
" re kok banyak banget baju nya emang kamu mau tinggal di sana". Aldi menatap sahabat yang dia cinta itu membongkar lemari.
"kan nanti dipilih bie".revia asik memilih baju nya.
"udah biar bibi aja nanti re ".
" iya iya bie tapi aku mau milih sendiri".
"sini duduk aku mau ngomong ". Aldi menarik revia ke balkon kamar dan aldi melihat revia.
" emm ada apa aldi".
"aku khawatir sama kamu, kalau kemah nanti kamu bakal liat yang aneh-aneh di hutan ".
Aldi menunduk
" kalau ada yang aneh itu pasti kamu hahahaha".
"berjanji lah kamu ga boleh jauh jauh dari aku dan kamu jangan pergi ninggalin aku". Aldi fokus menetap bola mata revia.
"iya aldi aku janji".revia tersenyum.
Aldi maju mendekati revia dan tubuh revia tersandar di dinding.
"eh hmm aldi km km... Mw apa". Revia gugup dan hembusan nafas aldi bisa ia rasakan.
"hmmm". Aldi mengelus pipi revia dan makin mendekat kan wajah nya.
Revia memejamkan mata nya.
"buahahahahahhaa re re kamu mikir aku bakal ngapain si hahahahaha". Tawa aldi pecah melihat tingkah gugup sahabat nya itu.
"ihhh aldiiiii". Wajaah revia jadi blush bak kepiting rebus.
"hahahaha sana istirahat aku keluar dulu kamu ga boleh cape kan besok kemah atau kamu mau di cium dulu ". Aldi tambah menggoda revia.
" ihhh gamau keluar sana ak mau tidurr". Revia mengusir aldi dan dia senyum senyum sendiri.
"huft aldi aldi membuat jantung ku hampir copot saja". Revia merebahkan tubuhnya dan mulai tidur.
-
-
-