Queen January

Queen January
Kembali nya nona muda (part 23)



Rumah megah dengan para koki, pelayan dan penjaga tengah bersiap mereka telah berbaris rapi dan para penjaga yang telah bersiap dan sigap menahan wartawan yang ingin meliput keluarga besar ini.


Ravindra house tertulis besar tulisan itu dan mobil mulai memasuki gerbang. Mobil vino yang di dalam nya ada aku, kk davie dan aldi. Dan di belakang nya mobil pengawal masuk beriringan. Mobil pun terhenti para pengawal dengan rapi turun dari mobil. Aku melihat sekeliling terlihat mata penasaran tertuju pada mobil yang aku duduki.


Aku menunduk perasaan apa ini gundah dan aku sangat tidak suka diliput wartawan.


Wartawan mana yang tidak mau melliput keluarga besar Wijaya, ravindra ada di 1 tempat yang sama keluarga yang memegang kekuasaaan di negeri ini dan terlebih pasti ada sahabat ku itu mereka juga keluarga terhormat dan berpengaruh di sini.


Tapi di balik itu ada rasa kekeluargaan di antara kami yang membuat mereka hadir di sini meluangkan setiap detik berharga nya.


"re sebaik nya kita turun". Kakdavie mengelus kepala ku.


"emm b-baik ".


Tap


Aku sudah menurun kan kaki ku dan mulai melangkah para pengawal dengan sigap mengiringi aku, aldi dan kk davie agar tidak diliput. Siapa yang tidak mau meliput pengusaha tampan seperti mereka dan rasa penasaran terhadap putri ravindra yang di kabarkan tewas sekarang kembali.


Selly berani juga kau ternyata menampakkan wajah di sini punya nyawa berlebih rupanya kau sekarang, tapi sekarang bukan waktu untuk mengahabisi hama menjanjikan seperti mu. revia.


aku kk davie dan aldi masuk ruangan besar megah dengan segala kemewahan nya di sana ada bunda aldi dan orang tua dari sahabat ku. Di sana tentu tidak ada adik papa yg telah membuat ku seperti ini.


Sakit


Melihat rumah yang selama ini aku tingga kan banyak kasih sayang yg aku dapat sebelum semua terjadi.


"re itu mama". Kak davie membisikkan itu dan tentu aku sudah tau wajah mama yang aku rindu kan.


Aku mengangkat wajahku melihat semua orang yang menatap ku mereka pasti menemukan kemiripan wajah ku dengan papa dan mama.


"hiks... ".


Wanita nan elegan itu kini terisak menangis melihat aku anak nya yang dulu masih kecil, cengeng dan suma bermanja pada nya setelah di anggap nya tiada sekarang kembali ada di depan nya.


Adik mama yaitu om andika menangis melihat ku. Karna ini benar-benar aku revia ravindra stevani. Dia menyayangiku aku memanggil nya daddy.


"kemarilah".


Mama merentangkan tangannya dan aku sudah tak dapat membendung air mata ku aku berlari ke pelukkan mama. Seperti kebiasaan aku waktu kecil.


"hiks... Mama".


Aku memeluk nya erat.


"revia kamu benar-benar kembali sayang ". Mama makin terisak mendekap ku dan dia menempelkan wajah ku pada nya dia mencium dan memeluk ku terlihat kerinduan dan luka nya selama ini karna kehilangan putri nya.


Cukup lama aku memeluk mama yanv masih menangis.


" papa mana? ". Pertanyaan ku membuat mama kembali terisak.


" dia benar-benar re sahabat kita". Begitulah percakapan sahabat ku. Dan orang-orang yanv menatap ku haru yang aku pedulikan sekarang adalah mama dan papa.


Aku merasakan tubuh mama melemah dan dia tak sadarkan diri.


"re jangan sedih ya, mama cuman syok aja mungkin karna semua ini ". Kk davie mengangkat mama dan aku mengikuti dari belakang.


Aku memegang tangan mama yang tak sadarkan diri.


" sssstt jangan sedih kamu harus kuat oke". Kk davie memeluk ku.


"tapi papa mana kk". Tentu saja pertanyaan besar bagi ku bagaimana bisa papa tidak ada di sini. Bahkan dulu aku demam saja dia meninggalkan bisnis nya dan langsung pulang untukku. Tidak mungkin sekarang dia tidak pulang itu yang ada di benakku.


"emm re daddy di sini, masib ingatkan? ". Dia bukan papa tapi dia om andika. Tapi tentu saja aku menyayangi nya.


" dad". Aku memeluk nya dan dia mencium kepala ku.


"princes daddy udah besar ternyata pasti udah berat ya". Dia terkekeh karna dulu


Aku sering minta gendong pada nya.


"dad jawab pertanyaan re,papa mana".


Aku merenggangkan pelukan ku dan kk ikut menatap om andika.


"nanti daddy kasih tau tunggu semua nya tenang ya re faham kan".


Dia mengelus pipi ku.


Sebenarnya aku ingin memeluk papa sekarang tapi benar juga kata om andika aku harus menunggu semua tenang toh aku baru kembali.


seorang dokter masuk dan memeriksa mama


Dia seperti nya dokter pribadi keluarga ini dan dia memeriksa mama.


"bagaimana keadaan mama saya. " kk davie memegang tangan mama khawatir.


" tidak ada yang perlu dikhawatirkan tuan. Nyonya baik-baik saja hanya kecapean ".


" baiklah terimakasih ".


" kalau begitu saya permisi tuan dan nona". Dokter itu keluar di antar pengawal.


"kalau gitu biarin mama istirahat dulu ya re". Om andika menatap ku mengisyaratkan pada ku untuk keluar.


"emm baiklah". Aku keluar dan duduk di sofa aku langsung di peluk bunda aldi.


"bunda". Aku menatap nya karna dia telah pernah berjumpa dengan ku sebelum nya.


"re jangan sedih ya ". Bunda mengelus pipi ku.


Aku senang suasana seperti itu mereka hadir dan menenangkan ku.


" engga kok bun kan sekarang re udah ketemu bunda nanti juga ketemu papa". Aku tersenyum sementara bunda menatap ku sendu.


Kenapa pertanyaan ku tidak mendapatkan jawaban ada apa sebenarnya apa papa tidak menyayangiku lagi tidak mungkin. Revia