Queen January

Queen January
kembali nya ingatan revia(episode 6)



pagi sekali tuan muda itu sudah membangun kan ku.


"ada apa tuan muda memanggil saya? "


aldi masih mondar mandir di depan kaca.


"vino, kita sekarang menjemput revia dan kau urus ibu nya jangan kasar karna dia telah menjaga princes ku dengan baik. cukup jelaskan revia itu berasal dari mana sebenarnya dan bawa bukti bukti yang kau kumpulkan".


" baik tuan muda".


"kau tidak akan membuat ku kecewa bukan".aldi menatap vino dingin.


" tidak tuan muda akan saya pastikan semua berjalan lancar".


vino menunduk ketika aldi masuk mobil dan ke rumah revia.


sementara di sisi lain orang yang akan di jemput masih menempel pada kasur nya itu.


"hmm" aku menggeliat dan merasakan berat di tubuh ku.


"re sayang". aku membuka mata ku perlahan dan mengumpulkan nyawa ku.


" hoammzzz aaaaaa aldiii". aku berteriak saat tau dia sudah ada di tempat tidur ku dan memelukku.


"re jangan berisik masih pagi tau". dia malah memelukku dan membenamkan kepala nya.


" aaaa aldi lepasin lo mau apa ke rumah gue dan gimana lo bisa masuk hah!".


"hehehe bisa dong. aku sudah bilang kan tidur cepat atau aku akan mendatangi mu"


"ibuuuuuu" aku tidak Terima dengan kedatangan nya.


"ada apa syg".ibu masuk kamar ku.


" ibu kenapa dia bisa masuk kamar re". aku merengek agar ibu membela ku.


"sayang dia kan sahabat kamu, ibu sudah tau semua nya. re harus berusaha mengingat semua ya". ibu mengelus kepala ku.


" aaa ibu re gamauu".aku memeluk ibu erat.


re kamu masih aja kayak dulu. kamu ga bisa akrab sama orang asing tapi aku ini bukan orang asing. aku masa depan kamu re. aldi.


"re dengar ibu. kalau re ingat siapa dia dan bagaimana re bisa sampai di sini. re bisa ketemu keluarga kamu lagi dan tetep bisa ketemu ibu dan Keisha".


entah kenapa kata kata ibu membuat hatiku sakit.


" re mau sama ibuu, re gamau ikut dia". bulir bening dari mata ku mulai berjatuhan dan aku memeluk ibu erat.


bagaimana dia bisa lupa semuanya nona anda benar benar harus ingat semua secepat nya agar saya tidak di amuk terus oleh tuan muda. vino.


"re kamu ikut aku sebentar kok . aku gak akan misahin kamu dari ibu kami re. kecuali itu keputusan kamu untuk ikut sama aku. tapi ini sebentar doang aku janji".


aku menatap aldi.


" hmm janji ga akan lama"?.


ya ampun re gue pengen sama lo secepat nya tapi gue harus sabar.


"iya re janji". kamu mandi ya aku tunggu di luar.


setelah minta izin pada ibu nya dan menunggu re dan sekarang aku di rumah bersama re dan dokter.


"kenapa ada dokter?, aku ga akan di suntik kan?. aku bersembunyi di belakang aldi.


" engga re aku janji dia ga akan apa apain kamu. duduk sini".


dia menepuk sofa di sebelah nya dan aku duduk dengan nya.


"saya akan membantu nona untuk mengembalikan ingatan nona secara perlahan jadi jangan takut dan rileks saja. "


aku menatap aldi dan dokter itu mulai mengarahkan ku agar mengikuti dan mengingat kejadian masa kecil ku.


setelah beberapa lama bayangan masa kecil ku bermunculan dan membuat kepala ku sakit.


"awwwhhhh "


kepala ku sakit dan semua menjadi buram.


"re km kenapa". aldi menarik ku kedalam pelukan nya.


" nona jangan di paksakan pelan pelan saja mengingat nya".


kenapa kepala ku sakit sekali.


semua sudah ku ingat dan saat ingatan tentang tante yang mau mencelakai ku itu kembali terngiang di kepala ku dan aku mulai tak sadar kan diri.


"apa yang kau lakukan kenapa dia jadi pingsan begini". aldi memaki dokter di depan nya.


" maaf tuan sepertinya masih ada trauma pada ingatan masa lalu nya dan jadi seperti ini, tapi dia akan baik baik saja. mungkin ingatan nya akan kembali".


vino mulai waspada dengan dokter itu .


"awas saja kalau sampai dia kenapa napa. kau tunggu dia sampai sadar. vino! siapkan kamar tamu untuk dokter ini "


"baik tuan muda bagaimana dengan nona revia".


aku menggendong re ke kamar dan diikuti bunda yang baru datang.


" huftt re bangun aku ga bisa liat kamu kayak gini".


Aldi membaringkan tubuhku di kasur pink itu.


"aldi dia benar benar re!". bagaimana dia bisa ada di sini".


" hmm selama ini aldi menyuruh vino mencari tau tentang re walau rasanya itu mustahil. tapi seiring berjalan nya waktu ada perkembangan tentang dia makanya aldi sekolah di sini bun. aldi mau jaga re".


"ya ampun re sekarang udah segede ini bunda kangen banget sama dia".


aku merasakan tangan seseorang mengelus pipi ku.


Beberapa menit kemudian.


aku membuka mata ku perlahan dan melihat wanita paruh baya yang elegan di depan ku.


" hmm" aku mengelus kepala ku.


"kepala km masih sakit? ". aldi menggenggam tangan ku.


" aldi, hmm tante? "


perlahan lahan aku ingat dengan orang terdekat ku.


"kok panggil nya tante re biasa nya manggil nya bunda kan".


" hmm iyaa re kangen sama bunda".aku memeluk nya dan aldi tersenyum


"syukurlah kamu mulai mengingat nya".jangan di paksakan mengingat semua nya aku tidak mau kau kenapa kenapa".aldi jadi bawel dan khwatir.


" seperti nya aku sudah ingat semua". aku menunduk mengingat tante ku itu.


"sayang mama sama papa kamu pasti seneng denger ini. bunda kasian liat mereka kangen banget sama kamu. mereka ngira kamu udah ga ada ".


aldi masih khwatir dengan ku.


" bunda jangan bicara terlalu jauh dulu re baru pulih aku gamau dia lupain aku lagi".


"baiklah kalian bicara dulu ya kan udah lama ga ketemu. re bunda keluar ya kalau re mau apa apa bilang aja sama pelayan di sini atau sama bunda".aku tersenyum dan bunda aldi keluar sesudah mengecup dahiku.


sekarang tinggal aku dengan aldi . aku memperhatikan dekorasi kamar ini penuh dengan minimouse dan warna pink nya ga terlalu mencolok dan ada foto ku dan aldi. sekarang aku gatau gimana sedih nya aldi selama aku ga ada atau dia malah nemuin orang lain.


" bie,? mikirin apa? ".


aku tersentak dari lamunan ku dan menatap kalung yang aku pakai.


" aldi maaf kalau aku pernah buang kalung ini".


"ssstt udah jangan mikirin kalung aku kangen sama kamu". dia memeluk ku.


" apa selama ga ada aku kamu ketakutan? apa semua orang disana baik padamuu?


dia mengelus rambut ku.


"semua orang di sana baik kok". aku tersenyum dan dia menusukkan telunjuk nya ke lesung pipi ku.


" kau masih takut dengan petir hmm? dia mengacak acak rambut ku.


"aaa aldi jangan di berantakin aku ga takut hanya kaget aja".


" pake ngeles lagi kamu kalau petir kan suka banget meluk aku hahaha". dia seneng banget ingatt kejadian itu.


"kamu juga kalau tidur siang juga kalau aku peluk. trus aku tinggal kamu nangis kan wlek".


dia malah membenam kan kepala nya ke pelukkan ku.


" jangan tinggalin aku lagi makanya kamu mau aku mati karna nahan kangen ini".


aku ragu ragu dan mengelus kepala nya.


"aku ga akan ninggalin kamu aldi".


" hmm " dia makin mempererat pelukkan nya.


ya ampun aldi manja banget sii emang dari dulu si kasian juga dia aku tinggal hiks


tak lama kemudian terdengar dengkuran halus di pangkuan ku.


"aldi kamu tidur? "


aku meletakan kepala nya pelan pelan di bantal dan dia tetap memelukku dia seperti bayi. yang bisa ngerasain kalau ibu nya pergi.


"hmm dia nangis ya ampun". aku mengusap ujung mata nya dan melihat wajah tenang nya yang tertidur.


" kamu ga berubah ya kamu gampang banget tidur kalau udah di peluk tapi mau nya cuman di peluk bunda atau aku".


entah kenapa bunda bilang kalau aldi udah betah sama seseorang pasti dia gamau orang itu pergi. apa lagi kalau tidur siang kalau udah ketiduran di pelukan aku. aku ga akan ninggalin dia karna bisa bisa dia mewek. tapi masa si aldi masih kayak gitu sekarang.


perlahan lahan aku tertidur di sebelah aldi seperti waktu kecil kalau sudah kelelahan bermain .