Queen January

Queen January
Minta maaf part 1 (EPISODE 12)



Aldi bersama vino sekarang sedang menyusuri jalanan untuk mencari revia. Adli bener-bener merasa bersalah telah menyakiti hati revia..


Sementara revia dan rafa sekarang berada di sebuah taman kota dan rafa memarkirkan mobil nya di dekat taman.


"re". Rafa menggenggam tangan ku sambil duduk di kursi taman.


"hmm". Aku menatap wajah nya yang terluka. Ada bersalah dalam hatiku karna telah mengetahui bagaiman kejadian nya.


"apa itu sangat sakit, aku minta maaf".


Rafa menggeleng dan tersenyum.


"re kamu ga boleh benci sama aldi, aku tau kamu ga suka kata-kata nya. Tapi kamu juga harus tau kalau dia cuma salah faham.".


"iya tapi harus nya dia cari tau dulu ga langsung nuduh aku kayak gitu emang nya harga diri aku serendah itu bagi dia ".


Rafa menatap ku dan mengelus kepala ku seperti kak davie.


"re percayalah setiap kejadian itu ada hikmahnya dan kamu,harus belajar. Seperti kejadian tadi, aku jadi tau kalau aldi itu benar-benar menjaga kamu, dia gamau kamu kenapa-napa wajarkan dia marah. Kalau aku di posisi dia aku juga bakal lakuin hal yang sama. Dan kamu juga, terpisah dari keluarga kamu itu memang sulit ,tapi setidaknya kamu bisa mandiri, tanpa bibi ,dan pengawal kamu tumbuh menjadi gadis cantik seperti sekarang.


Revia terdiam mendengar kata-kata rafa dan mencerna nya.


Kata kata dia ada bener nya juga sih. Revia


"jangan sedih lagi ya, nanti juga aldi bakal faham gimana kamu yang sekarang ".


Aldi dan vino sedari tadi hanya menguping dari jauh seperti seorang mata-mata. Aldi menarik senyum di ujung bibirnya. Dia baru sadar kalau rafa itu sahabat yang baik untuk revia.


Pantas saja dia marah aku menghajar nya. Ternyata rafa memang sahabat yang baik bagi revia. tapi, dia tetep suka sama revia. itu ga bisa di terima. Aldi.


Aldi mendatangi revia dan rafa.


"rafa? Revia? ". Aldi kini berada di depan mereka.


" gue minta maaf ,sama lo karna gue udah salah faham". Aldi menunjukk rafa walaupun merasa bersalah aldi tetap menjaga sikap nya.


"ga masalah, itu cuman salah faham biasa and apa salah nya kita berteman".


"okke makasih". Aldi kini menatap revia yang


hanya diam mematung di samping rafa.


"huftt re ". Aldi jongkok di depan revia dan menggenggam tangan nya walau pun revia mengalihkan pandangan nya dan tak ingin menatap aldi.


" re aku minta maaf". Aldi meletakkan kepala nya di paha revia dia tidak peduli dengan rafa dan vino di sana.


"untuk apa? Bukan nya aku hanya wanita murahan bagi mu".


Aldi menggeleng cepat.


" ga, re!aku minta maaf aku bodoh! aku tau aku salah". Aldi mulai meneteskan air mata.


Tuan muda kenapa anda bisa setunduk dan setakut itu. kehilangan nona revia. biasanya anda tidak peduli dengan gadis yang anda sakiti bahkan hanya korban harapan palsu. Vino.


"jangan nangis ihh malu sama rafa tu". Aku melirik rafa yg diam saja memperhatikan makhluk satu ini.


"biarin aku bakal teriak-teriak sekalian biar kamu maafin aku".


Aldi tetap menenggalam kan wajah nya di pangkuan revia.


"ihh ngapain teriak malam malam giini .gila apa ya. Mau kamu nanti org dateng rame rame ke sini".


"ga peduli!!! Aaaa aku minta maaf". Aldi terus terisak.


Aldi memang jarang berdekatan dengan wanita karna dia ga gampang nyaman sama cewe. Tapi kalau udah nyaman mustahil bakal dia lepasin.


"ihh iyaa aku maafin kamu tapi jangan kayak gitu lagi aku bukan cabe-cabean ".


" aku bersumpah ga akan mengeluarkan kata kata bodoh kayak gitu lagi". Badan aldi keliahatan lemas dan air mata nya masih menetes.


"badan kamu panas, kamu demam". Aku menatap aldi dan mengangkat wajah nya. Mata nya memerah dan kelihatan lemas gtu.


"hmm". Dia menggelang dan aku menghapus air mata nya.


"rafa aku pulang dulu sama aldi ya makasih ya buat hari ini. Dan maaf untuk kejadian tadi". Aku menatap rafa.


"iya re ,gpp hati-hati ya".


"aldi syg udah dong kenapa si". Aku berusaha melembutkan perkataan ku sambil mengelus kepala nya yang berada di dada ku".


"jangan tinggalkan aku". Nafas aldi seperti bergetar.


"kamu demam ya? Aku suruh vino hubungin doktet ya". Aldi menggeleng dan memelukku makin erat.


Hufttt manja nya kumat lagi sabar sabar berasa punya bayi gede nih padahal nikah aja belom.


"yaudah sekarang tidur ya? Aku temenin ".


Aldi mengangguk. Aku membawa nya ke kamar nya dan dia tetap memelukku.


sampai di kasur aku duduk dan meletakkan kepala nya di pangkuan ku.


Aku terus mengelus kepala nya agar dia tenang.


Aku mengecup pipi nya dan melihat mata nya yang mulai mengecil.


Sepertinya dia mulai tidur.


" I love you ". Aku membisikan kata kata itu di telinga aldi Yang sudah terlelap dengan mata sembab nya.


" dasar cengeng"! Aku mengecup kedua mata nya dan mengelus ppi nya.


Aku terus memperhatikan wajah tenangnya dan tetap menepuk punggung nya seperti menidurkan bayi.


"good night".


setelah itu


Aku masuk kamar dan memainkan hp ku


.


*Gpp kali ya aku tinggal sendiri dia ga bakal teriak kayak waktu kecil .kalau lagi demam kan.


-


1


2


3*


"huaaaaaaaaaa". Aldi berteriak dan memangiil ku "reeee jahattttt jangan tinggalin akuuuu


reeeeeee".


Suara nya membuat seisi rumah ini bisa mendengar nya.


"ya ampun aldiii isshh". Aku masuk kamar nya dan dia memelukku erat padahal aku masih berdiri.


"kamu jahat ;kenapa ninggalin aku. jahatt ". Aku meraskaan tubuhnya makin panas.


" aku minta maaf aku fikir kamu gpp kalau di tinggal. Tidur lagi ya nanti ga sembuh loh".


"gamau nanti kamu ninggalin aku lagi aku gamau tidur".


"siniii aldi baring dulu". Aku menidurkan aldi dan memeluk nya.


Dia menggerakkan kepala nya di dada ku dan mencium pipi ku.


"tidur dong aldi".


"ga".


Aku meletakkan kepala nya di bantal di pangkuan ku dan mengelus2 kepala nya.


"tidur ya syg aku di sini kok aku janji ".


Lama kelamaan aldi mulai tertidur.


"hufttt dasar bayii".