
Hari ini aldi dan revia tak saling bicara mereka menyendiri dan aldi tentu mencari tahu siapa lian. Memang benar mereka dekat waktu kecil dalam waktu yang singkat hanya beberapa hari. Itulah info yang aldi dapatkan.
"Ga aku ga Terima ini setelah apa yang kita lewati re, aku tau janji itu penting. Tapi apa aku ga penting buat kamu... Apa aku tersingkir kan begitu saja karna dia? Cinta ku selama ini gaada artinya buat kamu".
Aldi terus merutuki diri nya.
Sementara lian terus mendekati revia dan revia sendiri bingung dengan perasaan nya entah dia harus bagaimana sekarang.
Amanda datang menghampiri revia yang tengah duduk dan lingkungan seperti itu.
" re kantin yok kan jamkos nih kuy lah".
"Emmm".
Re berfikir sejenak.
" oke lets go".
Akhirnya re ke kantin saat lian ingin ikut amanda memberi kan tanda agar dia tidak ikut artinya amanda ingin bicara berdua dengan revia.
*di kantin.
Mereka memesan jus dan cemilan.
"Re ? Jadi lo sama aldi gimana? ".
Amanda menatap revia serius.
" yaa gatau lah manda gua bingung... Menurut lo gua harus gimana".
"Lo harus denger penjelasan aldi dulu re kalau lo pengen hubungan lo sama aldi baik" aja ya kalian harus ngomong berdua... Tanpa lian ngerti kan".
"Yaa tapi lo tau kann gara-gara waktu kecil ituu lian nganggep nya serius".
" re... Masa kecil itu kita gatau yang namanya cinta dan kenal beberapa hari itu ga bisa di katakan elo tuh jatuh cinta sama dia. Atau pun sebaliknya ".
Amanda mencoba berfikir jernih.
Amanda melanjutkan kata-katanya.
"Lo inget ga pas lo tinggal sama ibu lo di desa itu... Aldi rela kan konyol banget buat nemuin lo. Balikin ingatan lo bahkan berusaha untuk ngelindungin lo inget semua hal yang kalian jalani".
" huftt".
Revia menghela nafas berat. Kata"kata Amanda ada benar nya itulah yang di fikir kan revia.
"Lo bisa lewati ini re masa masalah gini aja nyerah... Ga romantis banget".
Amanda menyemangati revia.
" iya deh mandi, makasih ya lo selalu kasih saran buat masalah gua".
Revia tersenyum.
"Yaelah kek sama siapa aja , aku ini sahabat kamu jadi wajar lah".
saat mereka tengah bicara daffa mendatangi mereka.
" hey ga ngajak- ngajak ya kalau keluar".
daffa mencolek pipi Amanda.
"gausah genit ya "
Amanda menatap daffa sinis.
"yaelah sayang jangan galak-galak napa ntar aku tambah sayang loh".
daffa tersenyum.
" stop it daffa".
Amanda berkata tegas.
"iya deh iya, eh btw si aldi tuh kasian re bengong terus dari tadi kek kesambet".
daffa menatap revia.
" nahh makanya kita harus bikin mereka baikkan gimana? ".
Amanda memberi ide.
" ya trus si cunguk tuh si lian gimana? ".
" lebih mentingin sahabat apa orang lain".
Amanda menjitak kepala daffa.
"aduh baby! sakit huh".
daffa menggerutu.
setelah pulang sekolah Amanda daffa serta revia berdiri di parkiran tepat nya di dekat mobil aldi dan mereka menunggu sang empu yang punya mobil.
" duh manda gua malu kek gini".
revia menatap Amanda dan daffa bergantian.
"malu kenapa? kan pakai baju".
" ihh bukan, kan malu kalau harus pulang bareng aldi".
"ckckck udah deh ikutin aja alur nya".
akhirnya mereka melihat aldi keluar kelas Amanda dan daffa langsung menghampiri mereka. aldi awalnya heran karna mereka sebelum nya menjauhi aldi karna kesalahan nya itu.
" eh al lo anterin re pulang yah gua sama Amanda mau jalan bareng".
daffa mengedipkan matanya ke arah Amanda.
"eh tunggu kalian ga marah lagi sama gua? ".
aldi tersenyum.
" engga kok asal lo jangan gitu lagi udah sana cepet. moga cepet akur lagi ya fighting baby".
Amanda menggoda aldi. ia langsung pergi dengan daffa.
revia jadi salting di tinggal sendiri oleh 2 sahabat nya.
aduh, gua harus gimana kok deg deg an gini sih. huhhh kan ga lucu kek orang baru kenal gitu gugup segala nih gua.
revia mengumpulkan keberanian nya.
"Hai".
aldi berdiri didepan revia.
" emm Hai".
revia gugup.
"hahaha kok jadi gugup gitu si hayo kenapa? "
aldi menggoda revia .
"eh? engga ko siapa yang gugup".
revia mencoba memasang wajah sok jutek.
" udah sana masuk mobil. kita makan siang dulu".
aldi mengusap kepala revia dan membukakan pintu mobil untuk nya.
bagus deh si lian belum keluar jadi dia ga ganggu gua sama re.
mereka sampai di cafe dan memesan coklat dingin juga cake coklat kesukaan revia.
"emm re? ".
aldi gugup ingin menjelaskan semuanya pada revia.
" iya? ".
revia menatap aldi sambil meminum coklat dinginnya.
" maafin aku".
hanya kata itu yang terucap dari mulut aldi.
"hmmm".
revia berfikir sejenak ia telah mengerti ini hanya salah faham.
" plisss, aku tau aku salah karna datang ke tempat itu aku salah. maafin aku re ".
aldi menggenggam tangan revia.
" iya maafin aku juga karna ga dengerin penjelasan kamu".
re tersenyum.
aldi langsung memeluk revia dan berteriak kegirangan.
"omg! horeyyyy makasih re makasih".
aldi sangat senang.
" dihhh kek habis nembak cewe aja kamu tuh".
"iyalah, aku takut re kehilangan kamu dan aku mau minta satu hal sama kamu".
aldi tidak ingin ada yang memisahkan mereka lagi.
" katakan".
ucap revia.
" gini re, kalau nanti kedepan nya kamu atau aku yang salah atau kita punya masalah. jangan berfikir untuk mengakhiri semuanya. kamu boleh sendiri dulu karna semua emang butuh waktu tapi perpisahan itu bukan jalan nya".
aldi benar- benar serius kali ini.
"okey !aku akan coba".
re tersenyum.
" ga ,bukan hanya kamu. tapi....kita yang akan coba dan kita akan jalani ini semua. dari awal kita udah jalanin ini dan pasti kita bisa ".