Queen January

Queen January
nostalgia(part 71)



sekarang revia tertidur di pangkuan lian sudah sekitar 2 jam ia tertidur,lian dengan setia memandang wajah revia dan memainkan anak rambut nya.


"kau tau?aku dulu pria yang menyedihkan ,berpenykitan . hanya kau yang menerima ku dengan tulus".


lian bergumam sendiri.


lian memperhatikan jemari revia di sana terdapat sebuah cincin ,lian memperhatikan nya ,dann yapss di sana terukir indah nama aldi .


"aldi? jadi mereka sudah bertunangan?apa yang terjadi jika aku telat datang ,aishh tidak aku tentu tidak akan membiarkan itu".


revia terbangun mendengar gumaman lian.


"hoamzzz,lian?".


"apa.,hm?".


lian menatap revia dengan senyum di bibir nya.


"aku mau pulang yah?mau ganti baju".


revia duduk dan merapikan rambut nya.


"eumm pulang?padahal aku udah nyiapin baju kamu ,soal nya aku mau ajak kamu jalan-jalan di danau deket sini".


"yaudah mana baju nya?".


"tuhh".


vano menunujuk soffa di sana sudah ada baju ,ukuran nya memang sesuai dengan revia.


"yaudah sana keluar!!".


revia memelototi lian.


"aishh tega sekali kau mengusir suami mu ini".


"liannn aku tidak akan pernah ganti baju di depan mu sampai kapan pun wlek".


revia mengejek lian.


"hati-hati nona ravindra ,omongan mu itu buktikan lah,jika aku menikahi mu setiap hari akan kupakaikan baju mu".


lian mengedipkan matanya dan keluar menutup pintu kamar.


"apa-apan dia dasarrrr mesum".


revia masuk kamar mandi ia mencuci wajah terlebih dahulu dan segera mengganti baju nya ,dress selutut berwarna biru itu sangat pas dengan nya.


revia memoleskan sedikit bedak dan lipstik yang ia bawa dalam tas nya dan ia keluar menemui lian.


"sudah siap?".


lian yang sedang duduk di soffa pun menoleh.


"yaa udah nih".


mereka menuju mobil dan ke danau yamg tidak jauh,dari rumah lian tadi di sana banyak remaja seperti mereka . revia turun dan berjalan di sekitar danau.


"huft".


revia menghembuskan nafas nya ia merasa tenang di tempat indah seperti ini.


tiba-tiba dari belakang seorang pria menarik tangan revia ,ia jadi kehilangan keseimbangan dan memeluk dia yaaa dia aldi.


"a-aldi?".


"ngapain kamu sama dia!!!".


aldi membenarkan posisi revia.


"aldi dengar dia itu.....".


"pulang!".


aldi menggenggam tangan revia.


"eh apaan maksud lo!lepasin tangan revia!".


Lian marah melihat sikap aldi.


"diaaam!!!!lo boleh milih cewe di negara ini banyak!!! tapi jangan cewe gua!kenapa sih hah! lo ganteng dan mapan tapi doyan cewe orang!sampah!".


aldi membawa revia ke mobil nya dan memaksa revia masuk.


lian mematung mendengar kan ucapan aldi tapi ia tidak mau menyerah hanya karna perkataan aldi.


"cewe lu? tapi maaf aldi ia sudah mengambil hati gua ini semenjak waktu itu dia datang ,princess kecil gua ,lo yang merebut nya!".


lian membiarkan aldi seperti itu sampai ia tau segalanya.


sekarang aldi membawa mobil dengan kecepatan tinggi ia tidak memikirkan revia yang sedang ada bersamanya.


"aldi? pelanin mobil nya!!!".


"diammmmm".


aldi benar-benar marah karna sebelum nya revia tidak pernah bersamaan dengan pria lain,tapi ini apa semua yang ia lihat membuat darah nya mendidih.


revia tidak tau harus berbuat apa melihat kemarahan aldi.


"aldi!lian itu teman masa kecil ku jadi....".


"aku adalah teman masa kecil mu! dan sekarang tetap teman mu !dan sampai kapan pun hanya boleh aku!.....dan hanya aku!!....laki-laki yang berada di samping mu!!!hanya aku!!".


aldi semakin tidak tau aturan membawa mobil.


revia seketika meneteskan air mata karna ia takut melihat aldi saat ini.


aldi hampir menabrak mobil yang ada didepannya dan akhir nya aldi berhenti dan mendengar isakkan revia.


"huft re?".


aldi berusaha untuk tidak marah tapi mau bagaimana ia sangatlah cemburu.


"hiks...turunkan aku di sini!!".


revia ingin keluar dan aldi segera memeluk revia dengan erat.


"maaf ".


aldi membenamkan kepala nya pada pundak revia.


"kamu ga ngerti aku cemburu!kamu ngapain sama dia!apa yang kamu harapin dari dia,dulu kita ga gini re!kenapa kedatangan dia mengganggu kita?".


aldi menatap kedua mata revia.


"ada sesuatu yang ga bisa aku jelaskan aldi".


revia tidak berani menatap aldi.


"apa!dan kenapa selama ini apa masih ada sesuatu yang tidak aku ketahui?".


aldi memegang kedua pipi revia.


"dengar re aku kenal kamu bukan sebulan dua bulan ,tapi dari kecil,aku harap kamu menghargai aku .kita udah tunangan jangan main-main kayak gini ,kalau aku salah bilang jangan selingkuhin aku ,dan jangan pernah berfikir meninggal kan aku".


aldi menahan tangis nya.


bagaimana aku akan menjelaskan,aldi sangat menyayangi ku,aku tau itu.tapi lian ?bagaimana ini .revia.


"aldi?".


revia menatap pria itu.


"apa hmm".


aldi menggenggam jemari revia.


"bagaimana kalau kita ga bersatu".


"ssst jangan katakan itu!apa otak mu dicuci oleh nya?".


aldi mendekat kan wajah nya pada revia.


"t-tidak".


revia dapat merasakan nafas aldi.


"sudah berani memikirkan pria lain di d depan ku rupanya".


aldi mengelus bibir revia.


"hmm aldi".


aldi ******* bibir revia ,makin ia teringat kebersamaan lian dan revia ,makin ia memperdalam ciuman mereka.


"emmmmhh".


revia mendorong aldi karna ia kehabisan nafas.


"jangan membuat ku cemburu aku bisa saja besok menikahi mu".


aldi memeluk revia dan mengelus kepalanya dengan sayang.


"tas ku tertinggal di rumah lian bagaimana?".


"beli yang baru jangan harap aku akan mengizinkan mu kesana !oh jadi dari pulang sekolah tadi kau dengan nya".


aldi benar-benar mengutuk lian.


"aldi maaf".


ya tuhan dilema apa ini ,aku harus bagaimana ,aku tidak mungkin menyakiti aldi,tidak-tidak revia.


"aldi?".


revia menggenggam tangan aldi.


"hmm?".


aldi menatap revia dengan tatap sedih.


"maafin aku,jangan sedih kayak gitu .maaf ya".


revia mengelus pipi Aldi. tentu saja aldi senang karna ia suka sikap manis revia seperti itu.


"jangan lakuin itu lagi oke?Sekarang kita ke caffe kita makan yah".


"baiklah".


revia menyenderkan kepalanya pada aldi.


ia selalu begitu kalau melakukan kesalahan.


apa yang sudah aku lakukan ,lian? itu janji waktu kecil tapi perasaan ku ,aku bingung tapi aldi adalah tunangan ku .


"kenapa jadi manja sekali huh?".


"tidak boleh?".


revia kembali duduk dengan benar.


"eh tidak begitu hanya senang saja".


aldi tersenyum.


mereka sampai di caffe dan memesan makanan untuk berdua.


revia memperhatikan cincin di tangan aldi dan ditangan nya.


" aku jadi teringat sesuatu".


revia mengangkat tangannya memperlihatkan cincin itu.


"ya kamu harus ingat alasan kenapa kita sampai di titik ini ga mudah, Kita terpisah,mencari kamu,dan ini adalah bukti keberhasilan kita melewati rintangan nya".


"iya maaf aku benar-benar merasa bersalah".


"bersalah ?benar kenapa kau tidur di pangkuan nya itu itu sangat menganggu penglihatan ku".


"hah?kau tau semua?b-bagaimana bisa?".


"makanya jangan hanya menganggumi cowo lain, dam lupa kemampuan suami sendiri".


aldi memyentil jidat revia.


"aaa aldi sakittt".


aldi terkekeh dan mengelus kepala revia.