PATHETIC: A Murder In The Rain

PATHETIC: A Murder In The Rain
Chp 1 : Penemuan jasad



Black Mountain, 25 Oktober 2015


Seorang gadis cantik berdiri didepan cermin, dengan sisir yang berada digenggamannya, ia mulai menyisir rambut pirangnya dengan hati-hati. Mata biru tua miliknya itu terlihat bersemangat, ini satu hari setelah perayaan ulang tahunnya yang ke-14 tahun, di hari istimewa itu ia mendapat banyak sekali hadiah, salah satunya adalah seorang Adik perempuan yang sangat lucu. Gadis itu tersenyum, menimbulkan perasaan mendebarkan bagi siapapun yang melihat parasnya.


"Rin.... Ayo turun, sarapan sudah siap."


Rin, itulah nama dari gadis itu, gadis cantik yang bernama lengkap Rinoa Beverly, putri sulung dari seorang pedagang bernama Derrick Beverly dan seorang wanita cantik, Rosalie Beverly. Rin mewarisi rambut pirangnya dari sang Ayah, sedangkan mata biru tua bak Kristal Chalcanthite ini ia dapatkan dari Ibunya, sungguh perpaduan yang sempurna bagi bocah kecil seperti Rin.


Merasa namanya dipanggil, Rin bergegas turun dan menemui si asal suara. Tepat dimeja makan yang cukup besar itu, terlihat seorang pria dengan rambut blonde sedang membaca koran sembari menikmati kopi buatan istrinya. Rin mendekat dan mendaratkan bokongnya disalah satu kursi, menopang pipi sembari menunggu jatah sarapannya diberikan. Tak lama kemudian, seorang wanita yang memiliki warna mata yang sama dengan gadis itu pun datang dengan dua piring nasi goreng ditangannya, pupilnya membesar tatkala menyantap makanan yang disajikan untuknya, sungguh enak, mungkin itulah kalimat untuk mengungkapkan ekspresinya sekarang.


Rin sangat menyukai setiap makanan yang dimasak oleh Rosalie, bahkan ia tetap memasak dengan baik walau ia kelelahan, itu terlihat dari raut wajahnya yang sendu, ya itu wajar bagi seorang Ibu yang baru saja melahirkan bayi, Ran sering terbangun dan menangis dimalam hari, itu pasti membuat Rosalie sulit untuk tidur dengan nyenyak.


Mereka adalah keluarga yang harmonis dilihat dari segi manapun, terlihat sekali bahwa Derrick sangat menyayangi keluarganya itu. Sarapan telah selesai, segelas susu pun telah habis, kini Rin mendekat pada sang Ayah yang sedang duduk didepan televisi, mendengar berita menghebohkan yang tengah terjadi didaerah kecil yang mereka tinggali.


Berita heboh yang bahkan mampu menggegerkan seisi Black Mountain. Ya, Black Mountain adalah daerah yang cukup luas dan sejuk di penghujung Kota Rumanov, daerah yang diakhiri dengan gunung tinggi non aktif menjulang yang dibawahnya ditumbuhi pepohonan besar dan hutan yang cukup luas.


Berita penemuan tulang belulang manusia ditengah hutan dekat pegunungan itu mengundang kengerian tersendiri bagi penduduk disana, tak terkecuali keluarga Beverly, itu adalah pertama kalinya kejadian mengerikan terjadi didaerah itu, tidak diketahui tulang-tulang itu milik siapa, namun berita itu mengatakan bahwa tulang itu bukan hanya milik satu orang saja.


"Ini kejadian yang cukup mengejutkan," ujar Derrick yang masih melototi layar kaca televisi itu.


Rosalie menggendong bayi kecilnya dan duduk disamping Rin, ia mengusap puncak kepala gadis itu sambil memandangi televisi mengikuti jejak suaminya.


Berita kali ini cukup menghebohkan, lantaran hal itu jarang terjadi disini, itu adalah kasus pembunuhan, mereka yang menemukan tulang itu mengatakan itu telah dimutilasi, dan lagi tulang-tulang itu bukan hanya milik satu orang, apa benar ada seorang pembunuh berantai yang bersembunyi di Black Mountain?


Black Mountain, 25 Maret 2016


Disebuah bilik kamar yang cukup besar, dengan dekorasi yang cantik dan berwarna biru muda, serta beberapa tangkai Bunga Lily menghiasi meja belajar disana, diatas ranjang yang empuk itu, Rin terlihat tengah tertawa bersama dengan Adik perempuannya yang sangat lucu, Ran.


Tidak terasa, Ran sudah tumbuh besar, ia bertambah gendut dan lucu, bahkan Rin sering mencubit pipinya geram karena Ran terlalu menggemaskan.


Hari ini adalah akhir pekan, karena sekolah libur, Rin selalu menghabiskan waktunya untuk bermain bersama dengan Adik kesayangannya itu, Rosalie mungkin tengah sibuk membuatkan makan siang dan membenahi pekerjaan rumah yang lain. Rin menjulurkan tangannya, meraih setangkai Bunga Lily dan memberikannya pada Ran, terlihat Ran hanya tertawa sembari memainkan setangkai Bunga Lily itu, mungkin Ran menyukai itu. Bunga Lily adalah bunga yang seringkali dibawakan Derrick untuk Rosalie ketika pulang kerumah, sebagai pedagang, Derrick seringkali bepergian keluar kota beberapa hari untuk mengurus pekerjaannya.


Rin membawa Adiknya untuk duduk dipangkuannya, sementara Rosalie duduk disamping mereka dan mengubah saluran televisi. Sebuah acara berita kini menarik perhatian Rosalie, lantaran berita yang kembali menghebohkan Black Mountain, penemuan jasad yang membusuk ditengah hutan, itu bahkan membuat Rosalie terkejut sekaligus takut.


"Apa itu adalah jasad orang yang hilang tiga hari yang lalu?" gumam Rosalie dengan mata yang tak berhenti menatap layar televisi.


Rin hanya diam dengan sesekali menatap televisi dan sesekali menatap Ibunya, tangannya memukul-mukul ringan bokong Adiknya yang tengah tertidur pulas didalam dekapannya.


"Ini mengerikan." ujar Rosalie lagi.


"Ada apa, bu?" tanya Rin dengan polosnya.


"Kejadian akhir-akhir ini membuat Ibu cemas, tiga hari yang lalu disaat hujan turun sangat deras itu ada berita mengenai kasus orang hilang, lalu hari ini ada kasus penemuan mayat, Ibu jadi khawatir dengan Ayahmu" ujar Rosalie panjang lebar.


Rosalie memeluk kedua putrinya dengan raut wajah yang cemas, Derrick masih dalam perjalanan bisnis, berita itu tentu membuat hatinya gundah dan khawatir, terlebih ini adalah berita sungguhan yang terjadi ditempat mereka tinggal.


"Ibu, Ayah pasti pulang dengan selamat," ujar Rin berusaha menenangkan hati Ibunya.


Rosalie hanya tersenyum lalu mengecup pelan dahi putri sulungnya itu, perasaan gundahnya kini mulai mereda namun tak dipungkiri bahwa perasaan itu tetap ada.


Hari-hari berlalu dengan sangat cepat, Rosalie lega karena Derrick ternyata baik-baik saja, komunikasi berjalan dengan baik, bahkan saat ini Derrick sedang menjalani project besarnya yang mengharuskan ia menetap lebih lama dipusat kota, itu tidak masalah bagi Rosalie selama komunikasi tetap terjalin, mereka masih bisa saling menyapa dan melepas rindu lewat panggilan telepon maupun panggilan video.


*


Kini Black Mountain tak sedamai dulu, daerah yang dulunya nyaman itu kini dihantui dengan bayangan seorang pembunuh berantai. Disekolah pun Rin bahkan sering mendengar tentang pembunuhan itu, bahkan anak seusianya yang seharusnya hanya perlu belajar dan bermain pun harus dipusingkan dengan berita-berita itu. Kasus itu memang sangat mengerikan, itu terjadi berulang kali, disaat hujan turun mengguyur daerah ini, dipastikan ada seseorang yang hilang, tiga hari atau bahkan satu minggu setelahnya, akan ada penemuan jasad yang terkubur dan membusuk di area hutan dekat pegunungan, bahkan ada beberapa diantara jasad itu yang telah dimakan oleh hewan buas disana. Bulu kuduk selalu berdiri saat membicarakan tentang keganasan ulah pelaku pembunuhan yang belum diketahui identitasnya itu.


Dulu, pada saat hujan turun, ada banyak yang terjadi disini, seseorang merasakan sakit, seseorang menjadi senang, seseorang mendapat ketenangan, seseorang lainnya bahkan ada yang tak peduli. Namun sekarang, semua orang hanya akan merasakan ketakutan, bahkan bila hujan itu belum turun sama sekali, walaupun tidak setiap hujan peristiwa penculikan dan pembunuhan itu terjadi, namun tetap saja itu menjadi bayang-bayang kengerian bagi setiap orang, banyak yang kebingungan dengan teror ini, seakan ada sesuatu antara hujan dan si pembunuh.


Apa ini semacam sekte gelap? Tak khayal sebagian orang bahkan para polisi terpikirkan hal itu, namun tentu tak ada bukti semacam itu dikota ini. Tak ada kejelasan tentang siapa pelaku dan motifnya, ketika ditelusuri, semua korban bahkan tak ada hubungan terkait dengan satu dan yang lainnya.


Yang semula menyukai hujan kini tidak lagi seperti itu, yang semula tertawa lebar sambil menari dibawah derasnya hujan, kini beralih sembunyi dan menutup rapat-rapat pintu dan jendela mereka.