Om Jin!

Om Jin!
om jin!7(versi revisi)



🧞‍♂️


Aku menutup mulutku dengan buku,aku keceplosan bertanya karena dari tadi om jin menjawab pertanyaanku dengan jelas dan lancar tanpa ada yang dia sembunyikan dan tanpa ada hinaan terhadapku.Om jin yang mendengar pertanyaanku barusan diam,apa dia marah sebab aku menyinggung masa lalu tidak mengenakkannya?


"Rasa penasaran bisa membuatmu pintar atau sebaliknya.Bisa juga membuatmu mendapatkan berkah atau bencana"ucap om jin.


Aku merinding mendengar kata-katanya dan menyembunyikan wajahku dengan buku.Om jin jadi terlihat menakutkan dan atmosfer di sekitarnya terlihat suram.


Om jin terdengar menarik nafas panjanh,lalu kembali berkata."Lupakan.Aku hanya masih tidak suka dengan peristiwa itu.Ini bukan salahmu dan bersikaplah seperti biasa.Tidak perlu takut seperti itu lagi,aku tidak tersinggung"


Aku menelan ludah,syukurlah kalau om jin masih bisa menahan diri.Walau ku tahu kalau ucapannya tidak sesuai dengan isi hatinya yang terlihat jelas dari kabut tipis yang selalu ada di sekitarnya berwarna kelabu dan dingin.Kalau dia pamanku,pasti aku sudah diterkamnya jika membahas masa lalunya.


"Sorry om jin,aku keceplosan"kataku.


"Hmm"


"Nala...."Ada yang memanggilku dari luar.


Aku buru-buru mengambil buku yang satunya lagi karena merasa suara itu adalah Rizal dan membuka pintu.


"Ini bukumu"aku memberikan buku itu padanya,lalu dengan sengaja aku menjatuhkan bukunya yang mendarat tepat ke kaki Rizal.


"Maaf-maaf"aku meminta maaf dan menunduk pura-pura bersalah.


Yes kakinya merah!


Rizal meringis lalu mengambil bukunya sambil mengelus kakinya yang memerah akibat tertimpa buku.Rizal bilang tidak apa-apa padaku lalu pergi masuk kekamarnya.


Rasakan!makannya jangan baik pas butuhnya doang!


Saat aku kembali kedalam kamar,aku menutup mulutku dan tertawa puas.Melihat tingkah tidak patutku,om jin kembali menceramahiku seperti beberapa hari lalu.


"Mencelakakan sesama karena membalas kekesalan itu tidak baik.Sifat itu akan mengakar dan terus tumbuh dalam dirimu sampai kamu merasakan penyesalan di masa depan.Bagaimanapun juga,dia tidak tahu-menahu soal alasan kekesalanmu atau pun tahu jika kamu sedang kesal padanya.


Seharusnya kamu mengatakan keluhanmu saja padanya daripada berbuat seperti tadi yang malah akan membuat dosamu bertambah karena dosanya padamu yang membuatmu kesal.Jika kamu meladeninya,kamu sama saja dengan dia,kamu tidak maukan disamakan dengan Rizal maupun menambah dosamu karena terpancing orang lain dalam urusan yang tidak penting?"


Aku menggeleng.


Ceramah om jin berhenti sampai di sana dan tidak melanjutkannya lagi,lebih pendek dari sebelumnya...apa itu karena dia merasa moodku sedang tidak bisa diganggu?


"Apa?"tanya om jin padaku karena aku masih terus menatapnya.Aku kembali menggeleng dan mempelajari buku baru itu sambil tiduran.


 


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Besok paginya di kelas XII Ips 3,anak-anak sedang berkumpul disalah satu meja yang berada di depan.Akupun menepuk pundak layla dan bertanya ada apa karena aku tidak dapat melihat apa yang tengah anak-anak lain kerebungi.


"Mereka lagi liat vidio yang lagi viral"katanya.


"Vidio viral apalagi emangnya?"tanyaku lagi.


"Itu loh,ada anak sma yang kepergok ciuman di belakang kelas"


"Anak sekolah mana?Jangan bilang..."


"Bukan anak sekolah kita kok,tapi anak SMA swasta di sebelah"


"Kamu punya vidionya?"


Layla mengangguk dan menunjuk tempat anak-anak yang sedang berkerubung.


"Dapet darimana lay?"tanyaku lagi padanya.


"Di medsos juga banyak,tapi kebanyakan udah dihapus.Btw katanya mereka mau di Do"kata layla.


Aku heran kenapa layla bisa tahu sebanyak itu,tapi kalau om jin tahu soal ini pasti dia sudah mulai menceramahiku lagi agar tidak meniru perbuatan mereka.


"Mm...kamu tau banyak ya,kamu yang vidioin mereka?"tuduhku asal,tapi kulihat tubuh layla langsung menegang.


Layla tiba-tiba menarik tanganku dan membawaku ke kamar mandi perempuan yang kosong karena hari masih pagi dan banyak siswa yang belum berangkat sekolah.


"Bagaimana bisa kamu tau?!"bentaknya.


Layla terlihat gelisah dan marah.Aku masih terkejut karena dia tiba-tiba menarik dan membentakku.Lagi pula aku hanya bercanda-bicara asal!mana ku tahu kalau omonganku ternyata benar.


"Aku tidak tau kamu yang melakulannya.Aku tadi cuma mau bercanda denganmu,tapi ternyata candaanku benar..."jawabku jujur.


"Ap-"layla kehilangan kata-kata dan menghela nafas lalu berkacak pinggang.Dia duduk di tepi wastafel dan menatapku lama.


"Lay,kenapa kamu ngelakuin itu?Dia bukan mantan kamu itu kan?"tanyaku penasaran dengan apa yang sudah dilakukan Layla.


"Aku tau kamu akan menjaga rahasia teman,Nal.Aku akan menceritakannya padamu"katanya lalu bercerita dengan suara yang dipenlankan kalau dia melakukan itu karena mantan pacarnya itu selingkuh darinya dulu saat mereka masih berpacaran dan selingkuhan mantan pacarnya itu adalah adik kelasnya sendiri.


Layla yang tahu cara berpacaran mantan pacarnya yang tidak sehat pun sudah bisa memastikan bahwa mantan pacarnya akan melakukan pelanggaran itu di sekolah.


Alhasil kemarin lusa Layla bolos sekolah dan menyusup ke sekolah sebelah sampai jam 4 sore dan menunggu mantan pacarnya dan pacarnya yang baru itu bermesraan di belakang kelas,lalu Layla merekamnya dan segera memviralkannya di medsos dengan akun palsu.


"Cara balas dendam mu boleh juga,Lay.Tenang saja,lagi pula aku tidak peduli ataupun punya hubungan dengan mereka.Jadi,untuk apa aku akan melaporkanmu?Cepat atau lambat aksi mereka akan ketahuan entah oleh siapapun itu.Kamu hanya mendahului orang itu saja"kataku.


Layla yang mendengar tanggapanku terhadap ceritanya mematung,lalu tertawa dan menepuk-nepuk pundakku.


"Gila!selama ini aku ngak pernah nyangka kalo kamu bisa kayak gini,tapi makasih Nal"katanya padaku.


Aku mengangguk lalu kami berdua segera kembali ke kelas karena sudah hampir masuk jam pelajaran pertama.Aku pun melihat vidio itu setelah anak-anak tidak berkerumun lagi.Durasi vidionya hanya 5 menit.


Tapi karena waktu sesingkat itulah ada dua orang yang di Do dari sekolahnya.Angel pengambilan vidio ini juga sebenarnya pas sekali,Layla benar-benar serius tentang hal ini ternyata.


"Kalo kamu jadi jurnalis kriminal cocok tuh,Lay."aku menceletuk ketika mengembalikan hp Layla.


"Lah,kan Layla cita-citanya emang pengen jadi jurnalis.Kamu kemana aja?Terjebak dalam alam gaib?"Siti menanggapi perkataanku yang kutujukan untuk Layla.


"Hahaha..."Layla tertawa dan menyimpan hpnya di saku rok abu abu khas SMA.


"Kalo terjebak di alam gaib sih ngak,tapi kalo kejebak sama makhluk gaib sih iya"kataku.


"Lah beneran?"siti berkata kaget.


"Makhluk gaib kayak gimana emangnya?"Layla ikut-ikutan.


"Makhluk gaib kayak kalian inilah"kataku,mematahkan rasa penasaran mereka.


"Nala!"mereka berteriak bersamaan karena candaanku.


Ya tapi aku sebenarnya memang terjebak dengan makhluk gaib kan?Om jin lah makhlul gaibnya.


Mendadak aku merasakan sesuatu mendengus di dekat leherku,bulu kudukku seketika merinding.Aku mengakhiri obrolanku dan segera duduk di kursi ku.Perasaanku jadi tidak enak,apa jangan-jangan makhluk gaib yang ada di sini tersinggung oleh perkataanku barusan?Kenala,kenapa mulutmu tidak bisa dijaga sih?!aku menyesal mengatakan itu di sekolah.Aku lupa penghuni di sini ada yang mudah menampakkan diri dan mudah tersinggung.


Om jin,help me from your families!


Perasaan merinding dan tidak enak ini masih melekat di badanku sampai pulang sekolah.Tadi anak-anak memintaku untuk pergi ke uks saja karena suhu tubuhku tidak normal dan aku berkeringat dingin juga kelihatan gelisah dan cemas.Tapi aku menolak karena bau ruangan uks sangat tidak enak dicium olehku,alhasil aku pulang diantar Layla.


"Lay..."panggilku.


"Mm?Kamu mau langsung ke puskesmas saja atau beli obat ke apotek?"tanyanya masih fokus mengendarai motor.


"Bukan itu,kamu ingat tadi aku bilang apa soal makhluk gaib pas di sekolah?"


"Iya,lalu?"


"Kurasa,aku mendadak sakit begini karena mengatakan itu dan mereka tersinggung"


Aku pun diam saja sampai tiba di kostan daripada Layla parno dan ikut-ikutan sakit sepertiku.Aku dengan lutut yang lemas membuka pintu kamar dan segera berbaring di atas kasur.Aku tidak melihat om jin di atas lemari seperti biasanya,aku rasa dia sedang berada di dalam botol parfumnya seperti biasa.Padahal sekarang ini aku ingin meminta penjelasan darinya tentang penyebab sakitku ini.Atau minta disembuhkan sekalian.


Hmm...saat aku benar-benar membutuhkan om jin,dia malah tidak ada.Kenapa aku harus tiba-tiba sakit di saat seperti ini,aku hampir memasuki semester dua dan akan ada banyak tugas dan ujian nanti yang harus kupersiapkan mulai dari sekarang.Aku juga belum diberi uang jajan bulanan lagi oleh mamy...


Tok tok tok


"Neng Nala..."ibu kost masuk ke kamarku setelah membuka pintu dan menutupnya kembali.Aku mencoba bangun dari kasur,tapi masih terlalu lemas untuk itu.Bahkan aku rasa aku semakin sakit sekarang...


"Sudah,neng Nala tidur saja.Tadi ibu liat neng Nala dianter temennya,neng Nala juga keliatan lemes banget dan ternyata pas ibu mau mastiin neng Nala beneran sakit.Neng Nala ke dokter saja yuk biar ibu anter..."tawar ibu kost.


Aku tersenyum kecil,"Tidak papa bu,Nala tiduran juga nanti pas bangun sembuh"kataku menolaknya secara halus.


Ibu kost menggeleng mendengar perkataanku."Kebiasaan neng Nala nih dari dulu,ya sudah.Nanti ibu bawakan makanan dan minyak kayu putih saja ya?Neng Nala bisa tiduran dulu sebentar dan ganti baju"pesan ibu kost sebelum pergi.


Aku mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada ibu kost.


"Rizal,sini!"


Kudengar suara ibu kost yang sudah berada di luar memanggil Rizal.


"Titip neng Nala sebentar,dia lagi sakit.Nanti bibi balik lagi ke sini"katanya kemudian pada Rizal.


"Sakit apa bi?"tanya Rizal.


"Bibi ngak tau,kan bibi bukan dokter.Neng Nalanya juga ngak mau diajak periksa ke dokter"


"Oh oke deh"Rizal berkata setuju.


Aku menyimak percakapan itu sambil mengganti pakaian.Kenapa ibu kost melakukan itu coba,dia tidak tahu aku punya dendam pada Rizal apa?Walau memang iya sih ibu kost mana mungkin tahu soal itu.


"Nal..."Rizal memanggilku dari luar.


"Aku mau istirahat,jangan ganggu!"kataku.


Aku menghembuskan nafas kesal,lalu mulai menyimuti diriku sendiri.Si Rizal ini perhatian padaku karena disuruh,aku tidak mau berteman dengan orang yang terpaksa berteman denganku sepertinya.


Aku pun terlelap entah berapa lama,tapi langit sudah penuh lembayung ketika aku bangun dan membuka jendela untuk menghirup udara segar.Saat terbangun,di samping bantalku sudah ada kayu putih,paracetamol,dan roti.Kurasa ibu kost tidak tega membangunkanku tadi.


Ku tengok atas lemari untuk memastikan keberadaan om jin dan ternyata om jin tidak berada di sana.Kemana dia pergi?Kenapa dia meninggalkanku saat aku sedang sakit seperti ini?Atau jangan-jangan om jin tidak muncul di hadapanku karena tidak ingin membuatku kesal saat aku sedang sakit?Padahal jika aku sedang sakit seperti ini,emosiku turun dan tidak mudah terpancing emosi.Bahkan untuk berbicara saja aku merasa lemas.


Aku pergi ke dapur dan merebus air untukku mandi nanti.Betapa tak terduganya takdir,Rizal masuk ke dapur dan bertanya padaku apa yang sedang kulakukan di sini.


"Rebus air"jawabku seadanya.


"Buat apa?Kamu kan lagi sakit,mending istirahat aja"ucapnya.


'Jangan banyak omong deh!'begitu lah raungan hatiku untuk Rizal sekarang.Tentu berbeda dengan apa yang kuucapakan padanya.


"Buat rebus mie,aku sudah istirahat tadi..."


"Air sepanci buat rebus mie?Kamu mau kasih makan satu kostan mie?"


AKKHHHH!aku menjerit dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku tahu kalau sore ini akan turun hujan,pas dengan jam pulang sekolah karena awan mendung sudah terlihat bergumul dari siang tadi.Tanda itu sudah cukup memberitahuku kalau sebaiknya aku yang baru sembuh ini berteduh dahulu di gedung sekolah dan menunggu hujan reda.


Tapi kaki ku sudah terlanjur melangkah keluar dari gerbang sekolah dan menerobos hujan yang baru mulai turun dan mengguyur seragam sekolahku.Aku terus berjalan tanpa menghiraukan hujan atau seruan temanku yang lain,mengajak berteduh bersama di halte dan teras ruko.


Saat aku berjalan cepat sambil menunduk untuk menghalau tetesan hujan ke wajahku,baru aku menyadari kalau hari ini aku memakai sepatu putih dan tidak sengaja menginjak kubangan air kotor yang terbentuk di jalan saat hujan.


Aku merasakan kalau air hujan tak lagi menyentuhku saat aku mendongak untuk melihat langit di atasku yang terhalang oleh payung yang dipegang oleh seorang laki laki yang ku temui dulu di toko buku.


Dia tersenyum,"masih ingat denganku?"


Ingatanku melayang pada hari di mana aku bertemu dengannya di toko buku tempo lalu.


"Iya,makasih payungnya"Kataku.


"apa sekarang kita impas?Waktu di toko kamu yang membantuku sekarang di tengah hujan aku memayungimu"katanya,sempat membuatku bingung.


Kami masih terpaku di jalan sampai ada motor yang melewati kubangan besar di dekat kami mencipratkan air kotornya dan aku sudah menutup mata supaya airnya tidak masuk ke mataku,tapi laki laki itu dengan sigap merangkul pingganggku-menukar posisi kami untuk menghalangi cipratan itu agar tidak mengenaiku dengan punggungnya.


"ya ampun,kakak ngak papa?"aku merasa tidak enak.Kenapa dia harus repot repot mengorbankan diri terkena cipratan itu sih?


"ini hanya air,bukan nuklir"jawabnya sambil tertawa kecil melihat ekspresi khawatir di wajahku.


Saat itu aku baru menyadari kalau dia sudah tidak menggunakan tongkat bantu berjalannya lagi dan laki laki itu sepertinya mengerti dengan tatapanku lalu menjelaskan mengenai kakinya sambil memayungiku dan berjalan beriringan.


"aku sudah tidak memakai alat bantu berjalan itu lagi semenjak kemarin lusa.Kaki ku sudah sembuh total..."


"Kaki kakak memangnya kenapa sampai bisa seperti itu?"Tanyaku.


Dia menatap mataku lama sebelum menjawab,"karena kamu baik aku akan jujur padamu,sebenarnya kakiku begitu karena tabrakan beberapa waktu yang lalu.Tapi aku tidak merasa sedih atau sakit malah merasa puas..."


Aku menatapnya dengan penasaran,mana bisa begitu?Dia ini pembalap atau apa sampai kakinya yang sempat terluka dianggap seperti itu.


"jangan berpikir kalau aku psychopath ya,aku tidak seperti itu..."


"eh,tidak kok"


Sudut matanya berkerut ketika tersenyum sebelum berkata,"biasanya anak anak seusia kamu akan berpikiran begitu..."


Anak anak?Dia kira aku ini bocil apa?!Lagi pula dia tidak pantas menyebutku anak anak karena usianya sendiri terlihat tidak berbeda jauh dariku.


"oh ya aku sampai lupa untuk memperkenalkan diri,namaku Reiza.Masih kuliah.Aku mau kamu memanggilku kak Iza,bisa kan?"


Meminta orang lain untuk menyebutkan panggilan namanya yang dibuat sendiri itu agak aneh,biasanya kan orang orang akan berkata untuk terserah mau memanggil apa,tapi dia ini...


Aku mengangguk,balik memperkenalkan diri"Aku Kenala,biasanya dipanggil Nala"


"Nala,senang bisa mengenalmu"katanya sambil mengulurkan tangan.


Aku menjabat tangannya,"Aku juga senang mengenal kak Iza"


Dia mengantarku sampai di depan gerbang kostan,awalnya dia terus memaksaku untuk diantar sampai ke dalam,tapi aku tidak mau di kira punya cowok baru oleh penghuni kost yang lain,jadi dia mengalah.Sepanjang perjalanan pun kami sudah lumayan banyak berbincang...


"Nala tunggu,boleh ku minta nomor telponmu?"serunya saat aku sudah berada di seberang gerbang.


Aku terus berjalan walau masih bisa mendengar suaranya.Aku pura pura tidak mendengarnya karena tidak mau memberikan nomor telponku padanya.Kami baru sebentar berkenalan dan aku masih menganggapnya orang asing yang kebetulan saling bertemu,jadi kurasa masih belum saatnya untuk saling bertukar nomor telpon.


Petir menyambar saat aku sampai di dalam kamar kost ku,bersikap acuh tak acuh dan tidak menganggap penting percakapanku dengan kak Iza tadi yang sekarang sepertinya masih berada di dekat tempat kost ku.


Dari atas lemari Om jin melihat kedatanganku dengan keadaan basah kuyup tanpa acuh dia mengembuskan nafas lalu pintu kamar mandi terbuka,memperlihatkan bak air yang mengepul terisi air panas.


"aku mempersiapkannya karena tahu kamu akan hujan jujanan"


Aku masih termenung antara bak air panas di kamar mandi dan Om jin di atas lemari dengan ekspresi acuh tak acuhnya.


"Siapa laki laki tadi?"tanyanya tiba-tiba.


Tunggu,dari mana Om jin tahu?


👻


❤chapter ini sudah saya revisi,semoga pembaca bisa lebih nyaman saat membacanya...


👋see you in next chapter and don't forget to give a like👍and coment💬!