Om Jin!

Om Jin!
om jin!13(versi revisi)



🧞‍♂️


Aku penasaran dan tegang mendengarnya,sebenarnya apa yang akan Om jin katakan.Apa kebenaran itu sebegitu menyeramkannya sampai Om jin memintaku untuk mempersiapkan mental terlebih dahulu?


"Keluarga kamu secara turun temurun telah melakukan praktik spritual,tapi karena sudah tergurus zaman,sepertinya tinggal kedua Kakekmu saja yang mengetahui dan mempunyai kemampuan spritual ini.


Namun keduanya sepertinya walaupun punya kemampuan spiritual,tapi mata batinnya tidak terbuka sepenuhnya seperti Sera.Bisa dibilanh Sera punya bakat.


Jika keduanya tahu dengan kemampuan Sera,kurasa Sera akan dijadikan 'pewaris' 'kemampuan'itu hal ini akan terjadi secara turun temurun lagi dalam keluargamu.Kuncinya adalah Sera,jangan biarkan dia menjadi 'pewaris' yang selanjutnya"


Om jin menjelaskan secara singkat dengan tangan yang menyilang.Menandakan bahwa dia sedang bicara serius.


Otakku terbata-bata untuk sepenuhnya memahami maksud penjelasan Om jin,tapi pada kesimpulannya aku tahu kalau kemampuan spritual seperti itu tabu.


Dan Sera...aku tidak mungkin membiarkan Sera menjadi 'pewaris'.


"Om jin,maksud Om kemampuan spritual yang seperti apa sih?"Tanyaku pada bagian yang tidak Om jin jabarkan.


"Aku tahu manusia pada masa ini tidak akan terlalu mengerti hal seperti itu,oleh sebab itulah aku menyebutnya 'kemampuan spritual'.Nala,kamu sebaiknya pandai-pandailah jaga diri mulai dari sekarang."Kata Om jin.


"Oke-oke!Tapi jelaskan dulu kemampuan spritual yang seperti apa!"


"Kekuatan spritual untuk bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan bangsa kami,semacam itulah.Kamu sebaiknya tidak boleh tahu lebih banyak lagi.Itu tidak baik..."


"Bukannya itu bagus?"Kataku.


Om jin melotot padaku dan menjitak kepaku,"Bagus dari mananya?!"Katanya dengan keras.


"Cuma komunikasi dan interaksi doang,emang ngak boleh?Aku juga komunikasi sama Om jin biasa aja..."Kataku.


"Itu berbeda,Kakek-Kakek kamu mungkin sekarang cuma bisa berkomunikasi saja,tapi leluhur kamu bisa sampai mencampuri urusan bangsa kami dan bahkan melawan kami!"Kata Om jin dengan menggebu.


Aku tetap bertanya-tanya,bagian mana yang salah dengan kemampuan itu?Bukankah bagus jika leluhurku bisa melakukan itu?


Melihat aku yang bengong,Om jin menjitak kepalaku lagi.


"Sakit!"Jeritku.


"Mengerti tidak?Katanya saja rangking 1,tapi kecepatan otaknya tidak jauh berbeda seperti cara berjalan siput!"Kata Om jin membuatku kesal.


"Aku merasa tidak ada yang tidak baik dari kemampuan spritual itu,tapi ya kalau masalah Sera yang akan dijadikan 'pewaris' selanjutnya,aku merasa itu salah dan harus dicegah!"Kataku pada Om jin.


Om jin menggelengkan kepalanya pelan dan menutup mata,seperti menenangkan diri.


Apa ada yang salah dengan pernyataanku?


"Apa Om jin mau membantuku untuk memutus rantai kemampuan spritual turun temurun ini dan menyelamatkan Sera?"Kataku.


Om jin menghela nafas,"Terserah kamu sajalah.Aku hanya akan mendukungmu tanpa orang lain tahu..."


Aku tersenyum,"makasih Om jin..."


Om jin memalingkan wajahnya ke arah jendela,dan berkata "sama-sama" dengan wajah yang terlihat agak memerah.


Ah,dia terlihat manis sekali....


 


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Misi Save Sera dimulai pada hari ini,dimana aku menginap di rumah bibi bersama Om jin.Sera tidur denganku semalam,sedangkan Om jin menemui seseorang yang menjaga sesuatu di gudang.


Saat siang bolong begini,Om jin baru kembali muncul dan memberitahukan padaku kalau dia sudah membuat kesepakatan damai dengan makhluk yang menghuni keris yang ada di gudang.


Katanya juga,terbukanya mata batin Sera bukan sepenuhnya salah sosok itu,melainkan mata batinnya memang sudah terbuka dari awal,tapi Sera baru menyadari itu saat kedatangan keris itu.


"Terus?"Kataku.


"Terus apa?"Balas Om jin.


Aku mengernyit,"Terus gimana kelanjutannya?"


"Sudah berakhir begitu saja,memangnya kamu kira ini sebuah cerita?Dia juga mana mungkin mau memberitahukan segalanya..."


Aku cengengesan,"kirain...ternyata cuman begitu aja?Om jin yakin dia nanti tidak bakalan mencampuri urusan kita?"Tanyaku masih kurang yakin.


"Kalau dia ingin ikut campur pun,dia tidak bisa karena dia tidak bisa pergi kemana-mana.Sudah kubilang dia adalah penunggu keris itu.Kamu pasti mengerti kan apa artinya penunggu?"Tegas Om jin dengan wajah jengkel.


"Iya ngerti,cewek yang paling ngerti soal begitu..."Balasku.


"Cowok bangsa jin diam sajalah..."Kataku.


Om jin menatapku dengan pandangan jengah,lalu pergi lagi untuk memeriksa seisi rumah ini dan juga menghindari Sera.


Aku makan siang dengan keluarga Sera,kami bercengkrama seperti biasa.Kakek Sera pun ada di sini,Kakek ini benar-benar tidak bisa ditebak sifat aslinya.


Kakek Sera dan Kakekku adalah adik kakak,begitupun Nenek Sera dan Nenekku.Kami hidup harmonis selama bertahun-tahun,tapi siapa duga kalau selama ini Kakek menyembunyikan sesuatu yang penting dari semua anggota keluarga,aku bahkan tidak yakin kalau Nenek tahu soal hal ini.


Soal baik dan buruk 'kemampuan spritual' ini pun tidak bisa kusimpulkan,yang kutahu hal seperti ini tabu dan dilarang agama.


Aku ingin mencegahnya agar tidak berbuntut pada apapun walaupun aku tahu hal ini tidak pernah menjadi petaka di keluarga kami.


Tapi jika anak kecil seperti Sera ingin dijadikan 'pewaris',aku tidak akan ragu lagi untuk memusnahkan rantai 'kemampuan spritual' di dalam keluarga kami.


Setelah makan,aku ikut ke kebun bersama Sera,bibi,dan Nenek untuk menyusul Kakek yang sudah terlebih dahulu pergi ke sana untuk mengurus tanaman kebun.


Kami sekeluarga akan mengambil pisang-pisang yang sudah matang sekalian bermain-main atau mencari lalapan untuk makan.


Om jin mengikuti kami,dia berjalan melayang paling belakang dan memperhatikan sekeliling.Kenapa kami jadi seperti sedang ikut bertamasya keluarga padahal sedang menjalankan misi?!


'Om jin santai sekali ya?'Kataku dengan nada menyindir.


"Hmm...nikmati saja perjalanan ini!"Balas Om jin,tanpa menghiraukan sindiranku.


Sebenarnya Om jin ini sadar tidak sih kalau aku sedang menyindirnya?Kenapa dia bisa bersikap sesantai itu?!Jangan-jangan dia tidak menganggap penting misi ini lagi!


Aku mengalah saja membiarkan Om jin menikmati perjalan ini,dia sudah terkurung dalam botol itu selama berabad-abad.Kali ini aku akan memaklumi dan tidak terlalu memaksanya lagi.


Beberapa meter lagi menuju saung yang kami tuju,perjalanan berjalan lancar dan damai sekali...


Tapi ular hijau berukuran kecil tiba-tiba jatuh di hadapanku,aku langsung menjerit,"ULAR!"


Sera ikut menjerit di gendongan bibi,bibi dan nenek menyingkir dengan cepat dari depanku karena ular itu berada tepat di belakang mereka.


'Om jin,lakulan sesuatu!'Aku berbicara dengan Om jin lewat pikiran dengan paniknya,meminta bantuan dengan mata yang terpejam karena tidak mau melihat ular itu.


Aku mundur secara perlahan,walau kutahu ular itu jatuh ke atas tanah,tapi ular itu terjatuh tepat di depan wajahku dan mendarat di tanah dekat kakiku.


"Sudah tidak ada ularnya..."Kata Om jin.


'Apa?'Tanyaku memastikan dengan mata yang masih terpejam.


"Ularnya sudah kuhilangkan"Kata Om jin lagi.


Aku membuka mataku,dan kulihat memang ular itu sudah tidak ada di bawah sana.Tapi Nenek,bibi,dan Sera jadi bertanya-tanya kemana perginya ular itu karena mereka juga sempat melihatnya berada di depanku.


"Mungkin sudah menggeluyur pergi"Kataku bohong.


"Kamu kan tadi merem,mana liat kamu kemana ularnya pergi"Kata Nenek.


Aku tersentak,lalu cengengesan.Aku lupa...di belakang,kurasa Om jin sekarang sedang memijat keningnya dan merasa jengah dengan kelakuanku.


"Kamu konyol sekali.Kalau tidak pandai bohong,jangan berbohong.Bilang saja kamu juga tidak tahu!"Kata Om jin.


"Sudahlah,untung ularnya pergi...."Kata bibi,menyelamatkanku dan melanjutkan perjalanan.


Kakek sedang membereskan daun pisang saat kami sampai di sana,kami ternyata datang terlambat karena Kakek sudah selesai mengambil semua pisang.Lalu untuk apa kami kemari?Membantu juga tidak!


"Cari lalapan saja deh..."Kataku sambil mengambil satu pisang yang sudah matang untuk di makan dan berjalan pergi diikuti Om jin dan Sera yang juga katanya ingin mencari makanan untuk kelinci peliharaannya.


"Awas ada ulat di daunnya!"Kataku memperingatkan Sera yang sembarangan memetik tanaman.


Sera menjerit dan melempar tanaman itu lalu berlari kearahku,mencari perlindungan.


Aku mengoleskan minyak kayu putih yang sengaja bibi bawa pada tangan Sera yang habis memegang tanaman itu agar tidak menimbulkan gatal,dia diam saja dan Om jin menghela nafas karena kedatangan kami ke sini sia-sia saja karena Kakek juga tidak melakukan hal yang mencurigakan dan hanya memanen pisang dengan normal.


Kami ke sini hanya untuk melindungi Sera saja,tapi Sera pun tidak berhasil kami lindungi karena dia sudah terkena ulat yang membuatnya gatal.


Benar-benar misi pertama yang kacau!


👻


...❤chapter ini baru saya revisi,selamat membaca!...


...👋👋see you in next chapter and you must give me like👍and coment💬!...


...by-by!❤**...