
🧞♂️
Burung-burung bercuitan di atap sekolah,lewat jendela yang terbuka aku melonggokkan kepala keluar dan melihat kebawah,mencari-cari sosok Astri yang seharusnya sekarang sudah datang ke sekolah dan melewati gerbang yang sedang kuamati.
Bel masul sudah berbunyi tadi,kepala dan leherku serasa mau copot karena pegal.Astri tidak masuk sekolah hari ini,mungkin dia sakit...sakit hati lebih tepatnya.
Teman-teman sekelas kami yang lain menanyakan soal Astri padaku.Aku mengatakan kalau dia terlalu kelelahan sehabis liburan bersamaku.
Tentu,Astri akan kelelahan karena secara tidak sadar ikut-ikutan terseret misiku yang akhirnya hancur total.
Om jin duduk di kursi guru,memperhatikanku seperti seorang guru yang melihat kenakalan anak didiknya.
Aku memberikan pandangan bertanya karena aku merasa tidak melakukan kesalahan apapun dengan hanya duduk diam di bangkuku.
"Tidak ada...hanya menatapmu saja" Kata Om jin membuat wajahku seketika panas.
Aku memalingkan wajah ke luar jendela sambil menutupi mulut dengan tangan,aku tidak bisa menahan senyuman malu ini.Kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini hanya karena kalimat Om jin yang bahkan sama sekali tidak terdengar romantis.
Memalukan sekali!
Aku sudah tersipu hanya karena kata-kata Om jin yang bahkan tidak bisa dianggap manis,tapi entah kenapa jika kata-kata itu keluar dari mulutnya,sensasinya berbeda...
"Nal,kenapa kamu?" Siti bertanya padaku ketika menyadari tingkahku yang seperti orang yang tersipu malu.
"Ngak papa,cuma di luar ada pemandangan bagus..." Jawabku.
Siti langsung menghampiriku dan ikut melihat keluar jendela,"Ada cowok ganteng?Anak pindahan atau adik kelas?"
Aku hampir menyemburkan tawa karena pertanyaan Siti yang jauh sekali dari maksudku.
"Mana?Kok ngak ada!yang ada cuma pak Satpam doang!Mana pemandangan bagusnya!" Siti berkata protes padaku.
"Aku kan tidak bilang ada cowok ganteng atau apapun itu.Pemandangan bagus maksudku di sini adalah tidak ada sampah di luar sana dan semuanya hampir berwarna hijau..." Kataku.
"Ah kamu ini,dasar anak pecinta alam!" Siti lalu pergi.
Saat jam istirahat,aku mencoba menghubungi Astri.Tapi dia hanya membalas pesanku dengan singkat saja kalau dia sakit dan besok juga belum bisa sekolah,tolong izinkan ke guru...
Sakit?Astri sakit?Aku tersenyum getir,Om jin yang melihat senyuman getirku berkata,"Kalau kamu tidak suka dengan tanggapan balasannya aku bisa me-"
"Tidak,tidak usah.Astri kan sakit,makannya cuma biasa bales kayak gini" Kataku,memotong perkataannya yang belum selesai.
Tuh kan!Om jin memang jadi sedikit agak berbeda.Apa ini akan jadi seperti yang Kakek katakan?Atau tidak...kuharap tidak!
Ketika pulang,aku mampir ke pedagang kaki lima yang menjual pentol untuk mengisi perut sambil berjalan kaki pulang.Ada Rizal beserta rombongannya di sana yang sedang jajan juga.
Aku dan Rizal tidak saling bicara,seperti orang asing yang tidak saling kenal.Tapi teman-temannya Rizal yang tahu kalau sebenarnya aku dan Rizal itu saling mengenal dan bisa dikatakan cukup dekat karena kami satu kostan menggodaku dan dia.
Aku paling tidak suka hal ini,mentang-mentang aku tidak pacaran jadi mereka bisa mencomblangkanku dengan siapapun?!
Setelah membayar,aku pergi dari sana tanpa berkata-kata,membuat mereka semakin riuh saja dan menyorakiku.
Rizal mengisyaratkan agar teman-temannya diam,tapi mereka tetap bersorak-sorai.
Saat aku sudah agak lebih jauh,kudengar suara riuh mereka berubah menjadi suara teriakan.
Aku berbalik ke belakang,Om jin tidak ada di belakangku dan kulihat rombongan Rizal tadi duduk di tanah karena kursi panjang yang disediakan pedagang kaki lima yang tadinya mereka duduki itu rubuh.
Aku kembali berjalan,saat sudah jauh,aku tertawa terbahak-bahak dan suara tawa Om jin tiba-tiba ikut menimpali tawaku.Aku berhenti tertawa,kulihat Om jin dengan pandangan ngeri sekaligus kaget.
Melihat raut wajahku tidak seperti yang Om jin harapkan,dia juga berhenti tertawa.Aku langsung merubah raut wajahku dan tersenyum.
"Om jin yang melakukannya?" Tanyaku dengan nada yang kubuat terdengar biasa saja.
"Iya,itu karena mereka berani menggodamu" Jawabnya jujur.
Aku kembali berjalan,Om jin mengikuti di belakangku.
Tapi...tadi itu agak lucu juga walaupun sepertinya tulang pinggang mereka akan hampir retak dan mungkin besok tidak bisa masuk sekolah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam-malam aku pergi ke mall,aku berani melakukannya karena ada Om jin yang menemaniku dan juga karena ini adalah urusan penting dan sangat mendesak.Aku melupakan hal penting lagi!
Saat aku melihat kalender hpku barusan,aku hampir melupakan kalau tiga hari lagi sahabat penaku akan berulang tahun dan aku belum membelikannya kado!
Semua uang tabunganku yang memang kukumpulkam demi membeli kado untuknnya itu kubawa semua,semoga ada barang bagus yang cocok dengan uangku yang pas-pasan ini.
Taxi online yang membawaku oleng,lalu tiba-tina berhenti di tengah jalan.Sang sopir mengatakan kalau mobilnya mendadak mogok.Sial!
Aku turun di sana,untung saja mobil itu berhenti di jalan yang ramai dan aku bisa dengan mudah mencegat ojek dari pinggir jalan.
Sweater yang membalut tubuhku melindungiku dari angin malam yang dingin dan kejam,bisa membuat seseorang masuk angin dengan mudah lalu terbaring sakit.
Sampai di mall,aku dengan bingung dan celingukkan memilih hadiah apa yang akan kuberikan pada teman penaku.
Aku bingung harus membeli apa!Aku hampir menangis di tengah mall kalau saja Om jin tidak menyuruhku untuk masuk ke toko sweater tempatku biasa membeli sweater.
Saat sampai di dalam sana,bukannya dingin ac yang menerpaku,tapi kehangatan dari melihat sweater-sweater yang berjejeran.Aku ingin memborong semua sweater di sini kalau bisa,Om jin mengingatkanku kalau aku harus segera mencari kado yang cocok lagi karena hari sudah semakin larut dan mall akan segera ditutup.
'Kan kita sudah masuk ke toko ini,berarti ya kadonya juga harus barang dari toko ini...lagipula dia suka sweater kok,sama sepertiku' Kataku lewat pikiran kepada Om jim.
"Terserah kamu sajalah,cepat pilih dan pulang" Balasnya acuh tak acuh.
Saat menemukan model yang kusukai,kini aku bingung dengan pemilihan warna sweaternya,aku menatap sweater itu lama lalu mengingat-ingat warna kesukaan sahabat penaku yang sekali itu pernah dia sebutkan.
Ah,warna mint!
Aku menaruh kembali sweater itu ke tempatnya dan mencari-cari sweater berwarna mint.Saat sudah kutemukan dengan bantuan dari pegawai toko yang familier denganku,dia memberiku promo spesial dengan membeli dua sweater dari merk yang sama dapat tambahan satu sweater yang boleh dipilih sendiri.
Baiknya...aku mana bisa menolak tawarannya yang menggiurkan karena hampir mustahil toko yang punya kelas seperti ini memberi promo walaupun pada pelanggan setianya.Baiklah,ternyata ini bukan hari yang sial untukku.
Saat kembali pulang ke kostan dan membawa banyak paperbag yang berisi bermacam barang yang ku beli di mall tadi yang isinya bukan hanya untuk hadiah kepada teman penaku saja,tapi ada yang utnukku juga karena aku kebablasan belanja,Bapak kostan dan Rizal berdiri di depan pintu masuk kostan-seperti menunggu sesuatu.Kulihat jam di hpku,ini masih jam 9 malam lebih beberapa menit dan waktu kostan tutup adalah jam 10 malam.Jadi,kenapa mereka kelihatan seperti menghalangiku?
'Om jin...'
"Tenang saja,kalau mereka macam-macam aku akan bertindak" Katanya berusaha membuatku percaya diri masuk ke dalam kostan melewati mereka berdua.
Aku mengucapkan salam dan bertanya apa yang mereka lakukan berdua di sini dengan wajah tanpa dosa yang dibuat-buat dan senyuman palsu yang tidak sampai ke mataku.
Rizal tersenyum,ada binar jenaka di matanya.Hey,ada apa sih sebenarnya?
"Bukan apa-apa,hanya menunggu semua penghuni kost masuk semua sebelum gerbang di kunci.Rizal ikut menemani Bapak sambil ngopi" Kata Bapak Kost.
Aku tersenyum lalu pamit masuk ke dalam,aneh...mereka tidak kelihatan sedang ngopi tuh,lagipula tidak ada bekas ngopi di depan tadi dan mereka pun berdiri sambil menyilangkan lengan,bukannya duduk di kursi depan sana dengan santai.
"Kamu tidak mengerti?" Om jin tiba-tiba bertanya padaku.
'Mengerti apa?Apa mereka merencanakan sesuatu?Apa mereka berkomplot?Jangan-jangan mer-'
"Bukan,maksud manusia tua tadi adalah dia menyinggungmu yang keluar kost malam-malam sendirian.Kan kamu ini anak gadis Nal..." Jelas Om jin.
Aku menggertakkan gigi lalu masuk ke kamarku dan membanting pintu,S*ALANNNNN!!!
Memalukan!
Si Rizal itu pantas saja tadi kelihatan seperti menahan tawanya!
👻
**Oalah....Nala-Nala...:/
Ada yang mau komen chapter tidak berbobot ini**?;)