
🧞♂️
"Nala,sebaiknya kamu mengelap piring saja daripada ikut memasak"Ucap Om jin.
'Apa?!aku ini jago masak asal Om jin tau saja!Om jin diam dan liat saja'Balasku tak terima.
Apa ada yang salah dengan caraku memasak?Nenek juga terlihat biasa saja dan membiarkan aku memasak sesukaku sedangkan dia membuat bumbu-bumbu lain.
"Tangan kamu bisa terluka,terciprat minyak,teriris pisau..."Kata Om jin dengan kekhawatirannya terhadapku yang berlebihan.
Aku berhenti mengaduk-ngaduk sup dalam panci,wajahku seketika memerah bukan karena hawa panas dari api kompor,tapi karena malu.Apa Om jin mencemaskanku dan tidak ingin aku terluka?pikirku.Itu...perhatian sekali!
Aku menyerahkan tugas mengaduk dan mencampur bumbu ini pada Sinta yang baru saja datang,aku menuruti kata Om jin dan mengelap alat makan yang nanti akan dipakai agar terlihat lebih bersih.
"Kalau begini aku lega...setidaknya seluruh dapur ini tidak akan terciprat sup"Gumam Om jin yang tidak sengaja dapat kudengar
'Apaaaaa!?'Kataku pada Om jin.
"Ah tidak,bau supnya harum sekali"Kata Om jin.
Aku mendelik pada Om jin.Aku yakin tadi dia bukan mengatakan tentang aroma sup,tapi cipratan sup.Aku rasa,caraku memasak biasa saja.Kenapa Om jin sebegitu khawatirnya tentang hal ini?Apa karena aku jarang memasak ketika di kostan dan lebih sering membeli makanan?
'Apa Om jin butuh makan?'Tanyaku lewat pikiran.
"Kalau iya kenapa?Kamu tidak bisa memberiku makan.Aku bisa mencari makan sendiri"Jawab Om jin.
'Kok gitu?...emang sebegitu ngak enaknya ya masakan aku?'
"Bukan,makanan kita berbeda dan kamu tidak perlu tahu apa makananku..."Kata Om jin seperti tahu aku akan menanyakan apa yang ia makan.
Apa otakku bisa kalah cepat dengan mulut ember om jin?Aku mengelap piring dengan kasar karena kesal,lalu untuk apa aku tadi memasak kalau Om jin tidak bisa memakan masakan yang sudah kubuat!
"Ada apa dengan raut wajahmu,mengelapnya pelan-pelan saja nanti piringnya pecah"Kata Om jin.
'Iya-iya...'Balasku dan mengelap peralatan makan itu secara normal lagi.
Apa Om jin tahu perasaanku padanya?Kenapa dia diam saja dan membiarkan hubungan kami berdua jadi canggung seperti ini?Aku menatap wajah Om jin yang melihat pintu keluar ke halaman belakang yang ada di dapur.
Aku seketika ingat kalau dulu aku menemukan botol parfum Om jin di sana,apa ada misteri di balik terpendamnya benda itu di halaman belakang rumah ini?
'Om jin melamunkan apa?'Tanyaku melihat tatapan matanya yang menerawang jauh.
"Tidak ada...hanya saja aku bingung bagaimana kamu bisa penasaran dengan botol kosong jelek yang terpendam di halaman belakang rumah ini?"
'Mm...botol parfum itu tidak jelek kok,entah kenapa juga aku bisa tertarik untuk menggali sesuatu yang tidak pasti padahal berkali-kali dilarang...'
"Kamu..."Ucap Om jin menggantung.
Aku menatap Om jin lama,tapi dia tidak meneruskan perkataannya yang akhirnya aku biarkan saja dia melamun.Mungkin jin juga butuh menenangkan diri setelah menghadapi sikap manusia.Atau dia sedang bernostalgia saat masih terkurung di dalam botol parfum yang terkubur di tanah rumah ini?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sera,lagi-lagi bocah itu ketakutan ketika melihat ke arahku.Padahal biasanya dia suka bermain denganku saat kumpul keluarga seperti ini.Apa dia ketakutan karena melihat Om jin?Apa Sera benar-benar seorang indigo?
Aku melirik Om jin yang tidak acuh dengan reaksi Sera,dia berdiri di belakangku dengan santai seperti biasa.
Ya ampun!Apa jin yang satu ini tidak punya kepekaan sama sekali?Waktu di bus dia risih dengan bocah yang menangis,lalu kenapa melihat Sera yang sekarang menangis di pelukan ibunya Om jin sama sekali tidak acuh.
Aku pamit kebelakang demi berbicara dengan Om jin secara leluasa.
Sayup-sayup aku sudah tidak mendengar suara tangisan Sera lagi.Tuh kan...ternyata memang benar dugaanku kalau Sera takut dengan Om jin.
"Om jin sadar tidak sih kalau tadi ada anak kecil nangis?"Tanyaku kesal.
"Tentu,dia cukup berisik"Balas Om jin.
"Lalu Om jin tidak peduli?"Tanyaku lagi.
"Bukan seperti itu.Memangnya apa yang bisa aku lakukan padanya?"
Aku bungkam,kenapa Om jin seperti tidak sadar kalau aku sedang menyalahkannya sebagai penyebab menangisnya Sera?
Apa dia benar-benar tidak tahu tentang hal itu?
"Apa Om jin merasa kalau Om jin menakuti Sera?"
"Aku tidak melakukan apa-apa dan aku juga tidak tahu kalau bocah manusia itu bisa melihatku..."
"Sera indigo,dia bisa melihat makhluk seperti Om jin.Sekarang Om jin tahu,apa Om jin tahu apa yang harus Om jin lakukan saat ada Sera lagi nanti?"
"Apa yang harus kulakukan?Membuatnya berhenti menangis,seperti yang sudah kulakukan pada bocah lelaki saat di bus dulu?"
"Bukan"Jawabku penuh tekanan.
"Lalu apa yang kamu ingin aku lakukan Nala?"
"Bisakah Om jin eum...menyembunyikan diri?Atau melakukan sesuatu yang membuat Sera tidak tahu dengan keberadaan Om jin?"
"Membuatnya sama seperti Rizal?"
"Tidak,jangan!sembunyikan saja diri Om jin,apakah itu bisa Om jin lakulan?Aku kasihan pada Sera..."Aku meminta Om jin dengan raut memohon.
"Aku bisa melakukannya..."Om jin menghela nafas,seperti pasrah dengan permintaanku.
Apa Om jin tersinggung dengan kata-kataku?Tapi kalau aku tidak membicarakan itu sekarang,aku takut Sera tidak mau bertemu denganku lagi di masa depan.
"Makasih Om jin"Kataku sambil tersenyum kecil,sedikit merasa tidak enak padanya.
Setelah selesai dengan solusi yang telah kami sepakati,kami akan kembali ke dalam untuk berkumpul kembali dengan yang lain.Tapi Om jin mengatakan dia ingin berada di halaman belakang rumah lebih lama lagi.
Awalnya aku kira Om jin tersinggung,tapi setelah kutanyakan alasannya, dia hanya ingin berada di luar selama beberapa saat.
Dia merasa pengap berdekatan dengan banyak manusia dengan waktu yang lama.Aku percaya saja dengan alasannya dan kembali masuk ke dalam sendirian.
Sera sudah berhenti menangis saat aku pergi tadi,tapi dia tetap berada di pelukan ibunya dan menolak untuk bermain dengan saudaranya yang lain.
Aku mengajak Sera bermain bersama saat dia sudah turun dari pangkuan ibunya dan tidak terlihat takut lagi.Reaksi Sera terhadap ajakanku,dia mendadak memelukku dan berbisik padaku,"Dia sudah pergi?"
Aku agak kaget dengan bisikan Sera,tapi aku menjawab iya dan memangkunya pergi ke teras halaman depan,di mana tidak ada orang di sana supaya percakapan kami tidak diketahui siapapun.
Sera peduli padaku dan tidak takut denganku,melainkan dia takut dengan Om jin dan mengkhawatirkanku.
Apa yang harus kukatakan pada Sera sekarang?Apa aku harus menjelaskan pada bocah SD tentang hubunganku dan Om jin?Itu gila!
"Sera,apa kamu tau kamu itu spesial?"Tanyaku.
"Sera tidak spesial,Sera aneh.Teman-teman sekelas Sera menyebut Sera begitu di sekolah..."Jawab Sera.
Aku mematung dengan jawaban Sera,bocah ini...menyedihkan sekali kehidupan seorang indigo.Apa bibi tahu soal hal ini?
"Tidak,teman-teman Sera salah,Sera itu sebenarnya spesial.Mereka nya saja yang tidak mengerti hal itu"Kataku mencoba menghilangkan cap 'aneh' terhadap diri Sera sendiri.
"Benarkah?"Tanya Sera antusias.
Aku mengangguk dan tersenyum,"Omong-omong sejak kapan Sera bisa 'melihat' yang seperti itu?"Tanyaku mencoba mengorek lebih banyak informasi.
"Sejak Sera melihat keris yang dibawa Kakek ke rumah Sera.Keris itu juga ada yang menjaganya dan menyeramkan juga.Tapi keris itu di simpan di gudang.Jadi Sera tidak terlalu takut dengannya..."
Keris?Dari kakek?Apa aku tidak salah kalau aku berpikiran kalau Kakek punya semacam kekuatan spritual dan menyimpan benda pusaka yang ada 'isinya'?Karena sejak aku kecil Kakekku memang selalu bisa diandalkan dalam hal menangkal makhluk halus atau hal-hal semacam itu sampai-sampai Kakek dihormati warga di sini karena hal itu?
"Kakek yang mana?Kakek Kak Nala atau Kakeknya Sera?"Tanyaku untuk memastikan karena Sera memanggil Kakekku juga dengan sebutan Kakek.
"Dua-duanya"Jawab Sera.
Ya ampun!Apa sih yang sebenarnya Kakek-Kakekku lakukan sampai cucunya jadi indigo seperti ini?
"Terus Sera lihat apa lagi?"
"Kakek memandikan keris itu lalu di simpan begitu saj-"Sera mendadak memelukku dan menyembunyikan wajahnya di dadaku.Mendadak ketakutan.
Aku langsung tahu apa penyebab reaksi Sera,Om jin tiba-tiba sudah berdiri di sampingku dan sepertinya dia tidak tahu kalau aku sedang bersama Sera.
'Om jin,sembunyi!'Kataku lewat pikiran.
Om jin mendengus tak terima,"Merepotkan..."Katanya.
'Apa sudah?'Tanyaku,karena aku masih dapat melihat Om jin.
"Sudah,sekarang hanya kamu yang bisa melihatku"Jawabnya.
Aku mengelus punggung Sera,"Dia sudah tidak ada..."Kataku,dan Sera pun melepaskan tangannya dariku.
Aku tidak dapat membayangkan kalau aku yang ada di posisi Sera,dia masih terlalu muda tapi sudah diberi kemampuan seperti ini.
Orang dewasa saja dapat depresi karena hal ini,apalagi anak sekecil dirinya yang mentalnya masih rapuh,fisiknya juga belum siap jika suatu saat dia berada dalam bahaya gara-gara kemampuannya.
"Sera,apa mama kamu tau soal kamu bisa 'melihat'?"
Sera menggeleng,"Mama tidak percaya pada Sera.
Tapi saat Sera bilang soal ini kepada Kakek,Kakek malah menyuruh Sera untuk mandi kembang.Sera tidak mengerti Kak...Sera takut tapi tidak bisa melakukan apapun..."
"Kakek menyuruh Sera mandi kembang?"Tanyaku tak percaya.
Apa kakek sudah gila menyuruh anak sekecil Sera melakukan ritual yang sakral?
"Iya,Sera mandi kembang waktu itu.Tapi setelahnya Sera malah sakit dan makin banyak yang bisa Sera lihat...tapi Kakek malah memuji Sera"
WHAT THE-!
F*CK!
Aku diam-diam meminta pendapat Om jin soal hal ini.Om jin juga sama seperti ku,terlihat shock dan kalau aku tidak salah lihat wajah Om jin memerah,tapi bukan merah karena malu,melainkan seperti merah karena menahan amarah.
"Kakek kalian...sudah berapa usianya?"Tanya Om jin tiba-tiba.
'70-an...'Jawabku seadanya karena tidak tahu usia pasti kedua Kakekku.
"Sepertinya ini dilalukan secara turun temurun,aku punya satu nasihat baik untukmu.Jaga Sera,jangan sampai dia dijadikan pewaris yang selanjutnya"Kata Om jin.
Aku diam,tidak mengerti maksud perkataan Om jin.'Turun temurun bagaimananya?Pewaris apa?!'
"Kak..."Panggil Sera.
"Ya?"Jawabku.
"Sera harus bagaimana?"Tanya Sera dengan raut yang menurutku penuh dengan kesedihan dan ketakutan.
Hal seperti ini tidak seharusnya dihadapi oleh anak sekecil Sera,kasihan sekali dia...
"Sera sembunyikan dulu kemampuan Sera,jangan bilang-bilang ke siapapun juga ya!"Kataku,karena belum yakin bagaimana caraku untuk membantu Sera.
"Terutama pada kakek,bilang saja Sera sudah tidak bisa 'melihat'nya lagi,oke?"
Sera mengangguk tanpa bertanya apa alasannya padaku.Tak lama bocah-bocah berlarian keluar dan bermain di halaman depan,Sera kubiarkan bermain bersama mereka.
Aku langsung pergi ke kamar dan berdiskusi lagi dengan Om jin karena Om jin juga setelah wajahnya memerah diam saja dan tidak menjelaskan kata-kata misteriusnya.
"Om jin,bisa jelaskan perkataan Om jin yang tadi?"Pintaku.
Om jin menghela nafas,"persiapkan mental kamu dan jangan bertindak gegabah"
Suasana pun mejadi tegang.
"..."
👻
...❤Chapter ini baru direvisi,semoga hal ini bisa meningkatkan kenyamanan membaca kalian!...
...Don't forget to give me a like👍and coment💬!...
...👋👋See you in next chapter!...