Om Jin!

Om Jin!
om jin!15(versi revisi)



🧞‍♂️


Dengan keringat yang bercucuran aku menunjuk-nunjuk om jin dengan jari telunjuk,menyalahkannya karena telah membuat kekacauan seperti ini dan akulah yang harus membereskannya.


"Apa om jin tidak bisa menyulapnya sampai halamannya kembali seperti semula?!kan biasanya om jin bisa!"kataku sambil mencelupkan tangan dan kaki ku ke dalam air dingin di kamar mandi.


"Tenaga ku habis,semalam aku tidak jadi makan.Sisa tenagaku kugunakan seluruhnya untuk bersembunyi dari Sera"kata om jin.


"Memangnya apa yang terjadi semalam?"tanyaku penasaran karena tenaga om jin bisa sampai habis begitu dan kondisi halamannya bisa sekacau itu.


"Mereka ingin jahil dengan Sera...aku mencegah mereka,tapi kemudian makhluk yang dapat kamu sebut bos mereka datang dan mengacau"jelas om jin.


"Tapi kok ngak kedengeran ribut sih?"


"Kami juga tidak bodoh,kami membuat kekacauan tanpa suara"kata om jin.


"Mana bisa!"sangkalku.


Saat pot-pot itu jatuh dan kursi yang terjungkir pasti menimbulkan bunyi.


"Om jin pake itu?"


Om jin mengangguk,"tenagaku benar-benar terkuras,aku perlu istirahat dulu di dalam botol"


"Ya sudah,om jin istirahat saja sana..."kataku dan memercikkan air ke wajahnya.Om jin tidak menghindar.


"Kamu tidak marah aku membuatmu kerepotan dengan membersihkan sisa kekacauan itu?"


Aku menggeleng,om jin terpaksa melakukannya demi melindungi Sera."kalau dibahas lagi aku bakal suruh om jin bikin candi..."kataku mengancam.


Om jin langsung menghilang,aku tertawa karena tidak menyangka om jin bisa kubodohi juga padahal aku hanya bercanda.Memangnya aku Roro Jongrang apa minta dibuatkan candi seperti itu?


Setelah aku mandi,aku mengeringkan rambutku dengan handuk lalu duduk di kasur dan memeriksa laptop yang sudah lama tidak ku aktifkan.Ada beberapa email yang masuk,kebanyakan dari teman penaku.Di dalam emailnya juga terdapat lampiran foto yang membuatku seketika merasa iri.Dia mengirimiku foto saat dia berdua dengan pacarnya,mana pacarnya ganteng lagi!tapi pacarnya itu termasuk beruntung karena bisa mendapatkan sahabat penaku yang sangat baik sebagai pacar.Kapan aku bisa seperti itu...


Aku melamun,tidak sadar kalau om jin sudah keluar dari botol parfumnya dan ikut melihat foto itu dari belakangku.


"Ternyata dia lumayan tampan juga,kamu beruntung sudah mengenalnya..."kata om jin,membuatku kaget.


"Om jin!"jeritku.


Om jin mengabaikanku dan kembali berkata,"hmm...tapi sayang dia sudah punya pasangan,kasihan sekali kamu karena ternyata dia benar-benar hanya menganggapmu sebagai adiknya saja"


Aku menghela nafas,apa-apaan om jin ini.Aku akan mengklarifikasi soal ini,"kan sudah aku bilang waktu di kostan waktu itu,dia ini perempuan!"kataku sambil menunjuk foto perempuannya.


"Dia yang laki-laki,Nala!"balas om jin.


"Dia perempuan!lihat saja wajahnya juga keibuan..."kataku,menolak pernyataan om jin.


"Apa kamu tidak pernah menanyakan jenis kelaminnya?"tanya om jin.


Aku menggeleng-gelengkan kepalaku,om jin ini...


"Aku memang tidak pernah menanyakannya,tapi dia yang bilang sendiri kalau dia ini perempuan,setiap dia mengirim foto juga pasti dia mengirim foto dia dengan pacarnya..."kataku.


"Dia berbohong..."balas om jin.


"Mana mungkin!"kataku.


Suara ketukan pintu menghentikan perdebatanku dengan om jin dan membuat kami sadar kalau mungkin suaraku akan terdengar seperti berbicara sendirian...gawat!


"Nala?Kamu ngomong sama siapa sih sampe teriak-teriak gitu dan ngak ngedenger suara Sera yang mau masuk ke kamar!"Mamy berseru dari luar.


"Aku lagi...telponan sama temen yang rese my,buka saja pintunya tidak dikunci dan biarkan Sera masuk!"balasku berteriak.


Tak lama setelah itu Sera masuk dengan handuk yang melilit tubuhnya.


"Cepat berpakaian sana,nanti masuk angin!"kataku melihat Sera yang sepertinya habis mandi.


Sera membuka tasnya dan mengeluarkan baju tidur doraemon kesayangannya,sambil berpakaian dia berkata.


"Kak Nala bakal takut ngak kalo aku mau cerita?"tanyanya.


Pasti tentang hantu lagi!,batinku.


Aku melirik om jin dengan tatapan permusuhan,dibalas dengan tatapan meremehkan om jin.Dia kira aku penakut apa!


"Mana mungkin Kakak takut...cerita saja"jawabku dengan senyum sombong.


"Halah,nanti kalau mau ke kamar mandi jangan minta diantar"kata om jin.


Aku tidak mengacuhkannya dan berkata hal lain padanya,'om jin mending balik masuk botol parfum atau cari makanan saja deh masa om jin mau liat Sera ganti baju sih.Om jin bukan jin pedofil kan?'


Om jin mendengus,lalu pergi setelah berkata,"jangan menyesal ya sudah menyuruhku untuk pergi..."


Ck,dia kira aku ini pengecut?!masa cuma cerita hantu dari anak kecil saja aku akan takut.


"Di kamar mandi kakak sebenernya ada penunggunya lho,hantunya pasangan lagi...yang satu kuntilanak merah dan yang satu lagi pocong..."kata Sera.


Semua bulu halus di kulitku berdiri semua,keringat dingin mengucur di dahi dan leherku secara bersamaan.Apa Sera tidak salah lihat?Aku sudah menghabiskan 20% aktivitas dalam hidupku di sana!Dan ternyata ada yang memperhatikanku selama ini?!ada dua lagi!dan juga kenapa saat mengatakannya Sera terlihat biasa saja dengan semua itu?


"Du-dua!...kamu tidak salah lihatkan?"tanyaku memastikan.


"Tidak,itu lebih baik daripada kamar mandi-kamar mandi lain yang pernah Sera masuki.Biasanya penghuninya lebih dari 5,kan tempat seperti itu mem-"


"Sudah!"aku memotong ucapan Sera.


Aku sudah tidak sanggup lagi mendengarkan ceritanya yang mengerikan,om jin cepatlah kembali!Aku menyesal menyuruhmu pergi!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ini susah sore,waktunya seseorang untuk mandi yang kedua kali.Mamy sudah berkali-kali menyuhku mandi,tapi aku bergeming diam di sofa ruang tamu dengan berkerudungkan handuk.


'Mamy memang sudah marah'


Kenapa cara om jin berkata padaku seperti sedang menyuruh anak kecil untuk mandi dengan mengancamnya menggunakan nama ibunya?!


"Itu kan memang salahmu karena belum juga mandi,ini sudah mau gelap Nala..."kata om jin.


'Sebenarnya aku juga ingin mandi,tapi ada hantu di kamar mandinya!'kataku.


"Penakut!"ucap om jin.


Aku mendelik padanya dan melemparkan handuk yang ku pakai kearahnya,tapi handuk itu menembus badannya.Curang!


'Om jin anterrr....'rengekku dengan wajah yang pura-pura memelas.


"Kamu sadar tidak kalau barusan kamu berusaha menyerangku?Dan sekarang kamu meminta bantuanku?"om jin berkata dan membuat handuk yang jatuh ke lantai kembali berada di atas kepalaku.


'Jangan ambil hati,aku cuma bercanda'balasku.


"Hanya bercanda dari mananya?"kata om jin dengan sedikit gerutuan.


'Plisss om jin...sekali ini aja!'pintaku.


"Minta antar Sera saja,aku tidak bisa"balas om jin dengan wajahnya yang berpaling ke arah Tv.


"Kalau aku bareng Sera,aku takut dia malah cerita soal penunggu lain di rumah ini!bisa-bisa nanti aku takut tidur di kasur ku sendiri..."


"Di kasurmu tidak ada penunggunya!"kata Om jin.


Aku memelas pada om jin,Sera hanya akan memperparah ketakutanku,lebih baik om jin yang menemaniku karena dia tidak suka membicarakan soal makhluk halus denganku karena dia tahu aku penakut jika soal hal-hal seperti itu.


"Om jin..."aku menutup wajahku dengan handuk,stress dengan keadaan ini.


Aku ingin mandi!


"Aku akan mengusir mereka..."ucap om jin.


"..."


Apa?Maksudnya om jin mau mengusir penunggu kamar mandi yang kutakuti itu?


"Emang bisa?Bukannya tenaga om jin habis?"tanyaku untuk memastikan kesanggupan om jin.


"Kalau hanya mengusir itu mudah,aku bisa melakulannya tanpa harus menggunakan tenaga sedikitpun"jawab om jin.


Aku menyelempangkan handuk,dan berkata."Ya sudah,cepat usir sana!"


Om jin menjitak kepalaku, sebelum pergi"kau bukan tuanku,kenapa nada bicaramu seperti itu?!"


Tadi pas kulempar handuk nembus,sekarang om jin menjitakku tidak menembus.Dasar om jin curang!


'Om jin yang baik,tolong usirin hantu itu ya?"ucapku dengan nada seperti peminta-minta.


Om jin tersenyum puas,lalu melesat pergi dari sini.


Eh,tapi tunggu.Apa di sini juga ada penunggunya?!Bulu kudukku sudah berdiri semua,aku ingin sekali berlari menyusul om jin,tapi lututku terlalu lemas bahkan untuk berdiri tegak.


'Om jin kembali!'jeritku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hp ku yang sudah lama tak kedapatan di telpon tiba tiba menampilkan beberapa notifikasi yang memberitahukan panggilan tak terjawab dari nomor tak dikenal.Tepat saat aku akan menghapus notifikasi itu dari panel notifikasi,nomor tak dikenal yang sebelumnya menelponku kembali menelpon.


Aku menjawab panggilannya.


"Halo Nala,ini kak Iza..."suara dari seberang sana berbicara.


Ternyata kak Iza,tapi dari mana dia mendapatkan nomor telponku?Bukankah tempo hari saat dia memintanya aku tidak memberikan...


Om jin yang berada di sebelahku menyimak percakapan kami.


"Oh kak Iza,dapet nomor ku dari mana kak?"tanyaku tanpa basa basi.


"Dari...teman kamu yang kebetulan kakak kenal"Jawabnya.


Teman yang mana?Batinku bertanya tanya.


"Btw kakak nelpon Nala tiba tiba mau apa ya kak?"


"Bukan apa apa,aku cuma mau kamu tau kalo ini nomor kakak,save ya!"


"..."


Aku mengiyakannya dan percakapan kami seterusnya adalah tentang membahas buku yang kami suka.Ternyata kami berdua menyukai genre buku yang sama.Kebetulan sekali!dengan begini aku akan punya teman untuk membahas buku yang ku baca nantinya.Pasti menyenangkan!


"Jadi,dia laki laki itu,Nala?"Om jin tiba tiba berucap di sela percakapanku di telpon dengan kak Iza lalu menghilang masuk ke dalam botol parfumnya.


Ada apa dengan dia?


Aku mengabaikan sikap Om jin barusan dan kembali melanjutkan percakapan dengan kak Iza selama beberapa menit.Percakapan kami berakhir saat Sera datang menghampiriku untuk kembali menceritakan pengalamannya mengenai dunia perhantuan.


👻


...❤CHAPTER INI SUDAH SAYA REVISI,SEMOGA HAL INI BISA MENINGKATKAN KENYAMAN MEMBACA READERS......


...SEE YOU IN NEXT CHAPTER AND DON'T FORGET TO GIVE ME A LIKE 👍AND COMENT💬!...


...👋👋BYE-BYE!...