
"Hahaha..."tawa om jin.
"Sudah kukatakan kan,jangan menyesal menyuruhku pergi"kata om jin dengan wajah senang melihat aku yang menderita.
"Diam!"kataku.
Telingaku panas karena terus-terusan diejek oleh om jin.Kalau aku bisa tidak menembus tubuh om jin,pasti sudah babak belur wajahnya itu kuhajar berkali kali.
"Kak...buka pintunya"Sera memanggilku dengan diiringi suara ketukan pintu.
Aku melupakan Sera,padahal misi penyelamatan Sera adalah prioritas ku sekarang.Semuanya gara-gara olokan om jin padaku!
Aku membukakan pintu untuk Sera,"tadi kakak lagi nelpon,maaf kelupaan kalo ada kamu..."kataku beralibi.
"Oh...ngak pa-pa"balas Sera dengan wajah datar.
Ada apa dengan respon bocah ini?Tidak seperti biasanya Sera seperti ini.
"Ada apa Ser?"tanyaku.
"Sera cuma mau tanya,siapa sebenernya yang ngasih tau kakak kalo Sera bisa ngeliat?Siapa yang ngasih tau kakak soal hal-hal gaib?Sera yakin kakak tidak akan bisa menyimpulkam keadaan Sera sejauh itu,paling-paling kakak hanya ngeh kalo Sera punya six sense.Tapi soal masalah hal gaib di keluarga kita dan warisan untuk Sera...apa yang mengikuti kakak itu yang memberitahukannya?"jelas Sera.
Aku mematung ditempatku,om jin juga kelihatannya sama seperti ku.Bocah ini kenapa jadi seperti detektif cilik?!kenapadia bisa sampai berpikir serumit itu?Apa selama ini Sera hanya pura-pura lugu saja di depanku?
"Sera,kakak...kamu benar"kataku,lalu menghela nafas.
"Om jin,jangan sembunyi lagi"kataku lagi pada om jin.
"Ya,aku tahu.Semuanya sudah terbongkar oleh gadis cilik yang cerdik ini.Yang paling menyebalkan dia bisa melihatku"kata om jin.
Kulihat Sera mematung seketika,tidak ada raut orang yang sedang mengintrogasi lagi sekarang,hanya air muka ketakutan anak kecil yang seperti melihat setan-ups jin,maksudku.
"Dia yang mengikuti kakak dan dia juga yang kasih tau kakak soal kakek-kakek kita dan soal warisan buat kamu...tapi ini juga demi kamu,kamu pasti mengerti kan maksud kakak?Kakak tidak bisa melalukannya tanpa dia karena kakak sama sekali tidak tahu mengenai hal gaib seperti itu"kataku menjelaskan pada Sera.
Melihat Sera yang masih mematung,aku memegang pundaknya dan sedikit memeluknya,aku jadi kembali berpikir apa memang se menyeramkan itu kah wujud asli om jin?Aku menutup mata,tak bisa membayangkannya.
"Sera..."panggilku.
"Jangan takut,dia tidak seperti wujudnya yang pertama kali kamu lihat kok..."kataku.
"D-dia punya tanduk!mengerikan..."Sera memelukku erat dan menyembunyikan wajahnya.Sera yang tidak gentar dengan hantu,sekarang ketakutan di pelukannnku karena om jin.
"Aku tidak akan menampakkan diriku,hanya suaraku saja"ucap om jin.
"Dengarkan?"kataku,mencoba meyakinkan Sera agar tidak takut lagi membuka matanya.
Aku kasihan pada om jin,demi membantuku dia sampai harus mendapat perlakuan seperti ini dari orang yang akan ditolongnya.
'Maaf om jin'kataku lewat pikiran.
'Tidak apa-apa'balas om jin sama.
Sera dengan ragu mulai memperlihatkan lagi wajahnya yang awalnya ia sembunyikan di pelukanku.Dia dengan mata yang melotot ngeri memperhatikan sekeliling ruangan dan saat dia menghembuskan nafas,Sera pun melepaskan pelukannya padaku.
"Kakak,dia benar-benar tidak akan menampakkan diri lagi?"tanyanya pertama kali saat mulai merasa aman.
Aku menggeleng,"tidak akan...kita sudah terlalu banyak merepotkannya dan harus segera menyelesaikan misi ini.Kamu setuju kan dengan kakak?"
Sera mengangguk,kepalanya memandang ke bawah."Apa dia bisa dipercaya?maaf kalo Sera banyak tanya..."katanya.
Aku diam,apa om jin bisa dipercaya?Aku menanyakan hal yang sama pada diriku sendiri.
"Ayo kita mulai dari mewawancarai kakek secara terselubung..."kataku mencoba memgalihkan topik.
"Kita akan mulai membuat rencana?"tanya Sera,kali ini dia tidak menunduk lagi menatap wajahku.
Aku mengangguk,penuh keyakinan.Syukurlah Sera bisa dialihkan,mau secerdik apapun seorang anak kecil,bocah tetaplah bocah yang mudah dibodohi oleh orang dewasa.
"Ya,mari kita diskusikan ini sampai malam...dan besoknya kita praktekkan!"
Sera kelihatan bersemangat,ada binar di matanya.Aku pun sama bersemangatnya dan pergi ke dapur dulu untuk mengambil snack dan air minum.Kegiatan diskusi ini akan membutuhkan makanan kecil yang pantas dikomsumsi saat melakukan brainstorming.
Sampai jam 10 malam,aku dan Sera begadang setelah menyelesaikan diskusi yang hasilnya sederhana sekali.Aku mengajak Sera menonton drama korea hwarang dari episode 1 sampai 10.Mata kami sudah tidak kuat lagi melihat layar laptop walaupun menampilkan wajah-wajah yang bisa begitu menyegarkan mata dan pikiran.
Sera sudah tertidur dengan kepalanya yang menjadikan tanganku yang terlipat sebagai bantal.Aku tidak bisa melakukan apapun,tidak bisa mematikan laptop,ataupun tidur dengan benar.Parahnya,tanganku kesemutan dan Sera membuat pulau kecil di sana.
"Om jin..."panggilku untuk meminta bantuannya.
"Hmm..."jawabnya malas.
Dia menatap Sera sekilas dan melihat layar laptop juga tanganku yang sudah basah oleh air liur Sera.
"Apa yang kamu tonton itu?Kamu mengajak anak kecil untuk menonton hal seperti itu?"kata om jin.
Hah?!apa salahnya memang?Lagi pula kan aku sengaja mendownload vidio yang sudah disensor.Padahal aku ingin sekali menonton adegan kissing,tapi karena aku tidak bisa mengabaikan usia Sera,jadi aku akan menahan diri untuk kali ini.
"Ini bukan tontonan yang seperti itu!bantuin aku cepet pindahin Sera.Tanganku mati rasa..."kataku mendesak om jin agar berhenti mengoceh dan segera membantuku.
"Ck..."om jin berdecak,dalam sekedipan mata Sera sudah tidur dengan posisi yang benar di atas kasur.Aku menatap tanganku nanar,aku tidak bisa menggerakkannya sekarang.Bagaimana aku mematikan laptop sekarang?Minta bantuan om jin lagi masalah teknologi seperti ini?Aku tidak yakin om jin sanggup.
Akhirnya,kaki ku lah yang menjadi pilihan terakhir menutup layar laptop agar membuatnya dalam mode tidur.Karena sekarang aku juga ingin tidur,dan kalau aku menjelaskan soal apa yang barusan ku tonton pada om jin takutnya omonganku malah jadi melantur,akhirnya aku memilih tidur seperti orang yang tersungkur karena merasa tidak nyaman dengan posisi ku saat menonton tadi.Badanku pegal...
"Om jin masih di sini?"tanyaku berbisik.
"Kenapa kamu tidur seperti itu?Biasanya kamu tidur rapih,seperti mayat."ucap om jin tanpa disaring.
"Badanku pegal karena menonton lama tadi..."
Om jin mengangkat alis,dia mendekatiku dan duduk di tepi kasur di dekatku.
"Tidak masalah kan kalau kupijat?"tanya om jin.
Aku bingung darimana bangsa jin mengenal soal pijat memijat,tapi karena tubuhku berkata ya,alhasil mulutku pun mengikuti.
"Kalau bisa menimbulkan dampak buruk seperti ini,sebaiknya kamu jangan pernah menontonnya lagi..."katanya.
Aku menutup mata,sambil berusaha tertidur agar tidak terlalu memikirkan kalau aku sedang dipijat oleh laki-laki sekarang.Tapi ucapan om jin membuat mataku terbuka kembali,mulutku mau protes.
"Mana bisa begitu?!"
"Kamu jadi seperti ini karena menonton tadi...apa masih perlu contoh nyata lain lagi?"tawarnya dengan raut menantang.
Aku kalah,lagi lagi dan lagi!
Wajahku memerah walau bagaimanapun aku masih tidak bisa terbiasa dengan sentuhan orang lain terhadapku,dicolek sama sesama jenis saja aku merinding,apalagi sekarang ini...
"Sudah,aku sudah tidak pegal lagi..."kataku.
"Bohong..."ucap om jin yang masih terus memijat tangaku dan mulai naik ke atas.
"TIDAK,JANGAN!stop tidak usah..."aku berkata panik.
Om jin menatapku dengan pandangan jengah."apa perlu kamu sehisteris itu?Baiklah aku berhenti,lagi pula aku juga butuh istirahat..."
Om jin menyentuh tanganku sekali lagi,lalu menghilang.Bukan hanya om jin yang menghilang,tapi rasa pegal ku juga.Aku tersenyum,kali ini aku akan tidur dengan nyaman lagi.Btw apa om jin tidak merasakan gugup atau apa saat memijatku tadi?Aku saja sampai memerah layaknya kepiting yang baru direbus.
Aku tersenyum sekali lagi karena terlalu jauh berpikir,aku menutup mataku dan menutup wajahku yang merona merah dengan selimut lalu tertidur.
Tanpa siapapun sadari,om jin kembali menampakkan diri dan tersenyum memandangiku yang tertidur dengan selimut yang menutupi seluruh badan.
"Apa kamu tidak pengap tidur seperti itu,Nala?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gawat!aku lupa menyisihkan uangku untuk menabung minggu ini.Aku mencoba peruntungan dengan mencuci piring setelah makan dan meminta 'hadiah' pada Mamy atas kerja kerasku.
Aku memandangi kuku ku,di sisi lain aku juga memandangi uang yang kudapatkan.Aku memandangi keduanya bergantian.
"Sudahlah,kuku mu nanti juga tumbuh lagi..."ucap om jin yang sepertinya berniat menghiburku.
'Aku tau kuku akan tumbuh lagi,tapi tumbuh cantik seperti dulu?Aku tidak yakin'kataku lewat pikiran.
"Itu hanya kuku..."om jin menatapku malas.
"Sudah,simpan sana uangmu.Nanti kamu lupa malah dibelikan pulsa..."ingat om jin.
Aku nyengir,iya-ya.Aku harus segera menyimpannya agar aku tidak khilaf menggunakan uang ini untuk hal lain.
Aku menabung beberapa bulan belakangan karena ingin membalas budi pada sahabat penaku yang dari Jepang.Dia sudah pernah mengirimiku hadiah,saat ulang tahunnya nanti aku juga akan mengiriminya hadiah dan semoga saja dia menyukainya.
"Kamu menyukai dia?"tanya om jin tiba-tiba.
Aku menoleh ke arahnya,lalu memandang sekitar yang kosong di halaman depan rumah.
"Kalo iya kenapa?"tanyaku bercanda,dengan gaya menantang dan suara dikecilkan seperti orang yang berbisik.
Brukk!
Aku terkejut,tiba-tiba saja tong sampah yang ada di pinggir jalan jatuh dan membuat sampah-sampah berserakan di jalanan.
Prakkk!
Aku lagi-lagi terkejut karena satu pot gantung baru Mamy jatuh dan pecah.
Gawat!
"Om jin!?"panggilku.
"Om jin?!"panggilku lagi.
Kali ini om jin menatapku dan kegaduhan yang membuatku banyak terkejut berhenti seketika.
"Apa-apaan ini?!"
"Tidak tahu..."ucap om jin sambil memalingkan wajah dan berpura-pura melihat kekacauan yang sudah terjadi.
Apa maksud tidak tahunya itu?!aku yakin sekali om jin pelakunya!
"Cepat bereskan semua ini sekarang atau om jin harus benar-benar membuatkanku candi dalam sat-"belum aku selesai berkata-kata,om jin sudah menghilang dan begitupun kekacauan tadi yang ikut menghilang dan kembali seperti semula.
Sekarang aku bertanya-tanya,ada apa dengan om jin sebenarnya?Tidak mungkin dia cemburu pada ku kan?
👻