Om Jin!

Om Jin!
Om jin!51(versi revisi)



🧞‍♂️


Aku menyusup untuk masuk kembali ke kostan dengan cara yang sama seperti aku keluar tadi dan tidak ada seorangpun yang mendapati kelakuanku itu.


Aku menutup jendela kamarku dengan pelan dan menyingkap gordeng.Saat sampai di sana aku langsung berdiri di depan cermin dan melihat jejak air mata yang terlihat jelas di wajahku yang pucat.


Setelah berganti pakaian dan berusaha menenangkan diri dengan memakan snack yang memang sudah kusiapkan untuk saat-saat seperti ini walaupun tidak berhasil,aku menguburkan diri di kasur dengan selimut dan menutup kepalaku dengan bantal agar saat aku menangis lagi nanti,suara tangisanku tidak akan terdengar oleh Om jin ataupun orang lain.


Aku terus begini sampai pagi tiba dan mentari menembus gordeng lalu menyinari seisi kamarku.


Hari ini seharusnya aku sekolah,tapi dapat kurasakan sendiri bahwa suhu tubuhku tidak normal.Kenapa angin malam begitu kejam?Kalau aku sakit sekarang,tidak ada yang akan merawatku di sini karena ibu kost sudah tidak ada dan aku tidak mau Mamy repot-repot datang ke sini hanya untuk mengurusiku


Sedangkan Om jin?Aku tidak yakin dia akan keluar sebelum ku minta.Hahaha...takdir itu begitu kejam ya?Semua orang terdekatku sekarang sudah tidak ada di sisiku dan itu semua karena ulahku sendiri.


Apa aku masih pantas punya orang terdekat seperti mereka?Aku pikir tidak.Aku masih bergelung dalam selimut walau saat matahari sudah meninggi dan perutku mulai keroncongan.


Aku bangun dari kasur untuk sekedar membersihkan diri di kamar mandi dan memakan sepotong roti simpananku di dalam laci untuk mengganjal perut.


Dari kemarin malam aku belum mengecek hp ku ataupun barang elektronik lainnya untuk menghubungi orang lain.Rasanya aku perlu sendirian seperti ini untuk sementara waktu.


Selain untuk meredakan sakitku dan menenangkan diri,tapi juga untuk bisa berpikir dengan jernih,karena selama ini selalu ada masukan-masukan dari Om jin,Astri,Sera,dan kakek yang membuat diriku mengambil keputusan tanpa pikir panjang karena desakan dari mereka.


Rasanya otakku tidak berguna kalau aku mengambil keputusan dengan cara seperti itu.Sekarang aku akan mem flash back apa yang sudah kulakukan sampai semua hal yang kupikir tidak akan pernah terjadi di masa depan ternyata sudah akan terjadi di depan mataku.


Di mulai dari perjanjianku dengan Om jin,aku mengaku bahwa menyesal akan hal itu,tapi aku menyesali pilihan terakhirku yang malah membuatku terjebak dengan Om jin dalam waktu yang hanya sementara,tapi karena kesementaraan itu aku kemudian menyesali hal lainnya,yaitu kenapa dulu aku malah memaksa agar Om jin tetap tinggal bersamaku?Padahal waktu itu Om jin sudah memperingatkan.


Kalau saja dulu aku mempertimbangkan kata-kata Om jin dan tidak menuruti keserahakanku karena wujud yang Om jin ambil,pasti aku-kami...tidak akan jadi seperti ini.Kami pasti tidak akan berpisah dengan cara yang se menyakitkan ini!


Aku tersedu di bawah gulungan selimut yang menutupi bagian atas tubuhku saja,bagian kaki kubiarkan menjulur keluar karena panas-dingin yang kurasakan benar-benar tidak nyaman.


Astri dan Sera,mereka berdua adalah orang-orang yang kuat tidak sepertiku yang mudah menangis dan pasrah atas apa yang menimpaku.Tapi karena aku mereka berdua harus terkena imbas dari keegoisanku dan akhirnya menyerah terhadapku.


Kalau saja Sera tidak mengetahui soal Om jin dariku karena misi waktu itu,pasti dia tidak akan...tidak akan jadi seperti itu!Karena aku,kakek Sera mengkhawatirkan pergaulan cucunya sendiri dan memutuskan untuk mengirimnya ke tempat yang jauh dariku agar tidak meniruku.


Aku memang tidak pantas ditiru,tapi apa karena itu Sera harus jadi korbannya?Dia bahkan menolak hubunganku dengan Om jin dan pasti tidak akan melakukan hal yang sama sepertiku.


Karena aku,Sera akan jauh dari keluarganya dan menghadapi dunia luar yang katanya penuh dengan makhluk halus sendirian tanpa ada orang lain yang bisa mengerti dan melindungi dirinya saat dia sudah tidak kuasa untuk menghadapi para makhluk halus itu.


Aku tidak bisa membayangkan jika terjadi gerhana lagi apa yang akan terjadi pada Sera.Dan dia akan menghadapi kesendirian itu dalam beberapa bulan lagi karena aku!


Karena salahku!


Astri juga pergi pasti karena sikap kurang ajar ku yang tidak menghargai dirinya yang selalu mencoba untuk membawaku kembali ke diriku yang dulu.Kalau aku tidak berubah jadi seperti ini,aku yakin dia pasti akan lebih kuat untuk tetap tinggal bersama dengan ayah dan ibu tirinya walaupun jauh dari Andre.


Karena diriku sendiri orang terdekatku menjauhiku...


Dulu kakek juga begitu menyayangiku dan selalu menasehatiku bahkan menceritakan kisah-kisahnya dulu yang hidup susah saat masa orde baru.Aku sangat mendambakkan saat-saat itu,di mana dia akan mengajakku memakan camilan tradisional yang dibuat sendiri oleh nenek sambil duduk di teras dan bercerita tentang masa lalunya.


Namun semenjak kakek tahu bahwa aku berhubungan dengan Om jin,sikapnya berubah terhadapku dan dia pun menjauh dariku dan itu semua karena diriku sendiri demi bisa lebih dekat dengan Om jin,tapi orang-orang terdekatku yang lain malah menjauh dariku entah karena apa.


Kenapa aku tidak bisa memiliki segalanya?Kenapa aku harus memilih salah satu orang saja yang bisa kupertahankan tetap di dekatku dulu?


Dulu masih bisa kumaklumi pemikiranku itu karena aku masih belum sadar kalau Om jin pun ada masanya dia harus pergi meninggalkanku.


Dan saat itu sebentar lagi akan terjadi,aku baru menyadari kalau aku sudah membuat sebuah kesalahan yang sangat besar dengan membiarkan orang terdekatku menjauh dariku.


Kenapa aku baru merasakan penyesalanku saat di mana semuanya tidak bisa kuperbaiki lagi?Apa DIA tidak mau memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri seperti orang lain?


Semuanya jadi terasa tidak adil di hatiku,tapi dalam kepalaku itu semua memang sudah impas dengan semua kesalahan di masa lalu yang telah kulakukan kepada mereka.


Kalau sudah begini jadinya dan DIA tidak membiarkanku untuk hidup tenang setelahnya,sekalian saja kupertahankan hubunganku dengan Om jin.


Lagipula perasaanku padanya benar-benar murni,aku sungguh mencintainya dari dalam hatiku bukan karena wujudnya,tapi karena sikapnya padaku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setidaknya aku masih bisa memilih salah satu orang untuk tetap bersamaku.Hal ini akan mudah untuk Om jin lakukan karena dia sekarang sudah lebih kuat daripada sebelumnya.Mengingkari janjinya sendiri demi diriku dan dirinya sendiri tidak akan berdampak buruk,kan?Pikirku.


Om jin pasti akan setuju denganku karena dia juga merasakan hal sama denganku,dia juga mencintaiku.Sekarang aku hanya ingin dia untuk tetap bersamaku.


Biarlah Astri,Sera,dan kakekku menjauh dariku,itu semua sudah terlanjur terjadi dan aku tidak bisa memperbaikinya lagi.Aku akan mencoba untuk mengikhlaskan kepergian mereka dari diriku dan menerimanya dengan harapan mereka akan bahagia dengan apa yang mereka jalani sekarang tanpa ada aku di sana.


Sebab aku juga ingin bahagia dengan keputusan yang sudah kubuat sendiri.Aku akan menjalaninya dengan benar sekarang dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti di masa lalu.


"Om jin,keluarlah..." Aku memanggil Om jin setelah aku mulai merasa baikan dan mood ku sudah tidak se hancur tadi.


Om jin muncul tepat di sebelahku yang sedang menyisir rambut di depan cermin.Aku masih belum bicara apapun saat dia terlihat berguncang bahunya dan tangannya mengepal dengan kuat saat kulihat dari cermin.


Aku berbalik menghadapnya dan memegang kedua tangannya yang terkepal erat.


"Om jin ada apa?Kamu marah padaku?" Kataku.


"Kamu-kenapa sampai berpikir seperti itu?Pikiranmu...aku tidak bisa..." Kata Om jin.


"Om jin membaca pikiranku?Maksud Om jin seperti itu bagaimana,aku tidak mengerti...ayo katakan dengan jelas" desakku.


"Aku-kita tidak bisa seperti yang kamu bayangkan..." Ucapnya dengan nada yang kelewat rendah dan hampir tidak terdengar olehku.


"Maksud Om jin?" Tanyaku lagi dan langsung terkejut saat melihat cairan bening yang menetes dari matanya.


Om jin menangis,karena apa?Apa karena aku...


"Aku tidak bisa mengingkari janjiku dulu.Kita tidak bisa menjadi seperti yang kamu bayangkan"


"Maafkan aku Nala...bukan keinginanku juga untuk meninggalkanmu,tapi-"


"Apa yang Om jin katakan,huh?!" Aku memotong perkataanya dengan kasar.


"Nala,kita tidak bisa bersama..." Ucapnya dengan nada lugas yang dipaksakan.


Aku mematung,tanganku terlepas dari tangannya dan kami berdua saling berhadapan tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi.


Aku kecewa pada diriku sendiri,air mataku juga sudah kembali menetes-netes lagi.Aku berbalik memunggungi Om jin saat aku kembali menangis dan tidur meringkuk di kasur.


"Aku...aku sedang sakit jadi,aku hanya perlu istirahat" Kataku lalu menyelimuti diri sendiri.


"Om jin jangan menangis lagi karena aku" Kataku dari dalam selimut.


"Nala-maafkan aku...jangan menyiksa dirimu sendiri lagi" Kata Om jin sebelum semuanya kembali hening karena kami berdua sama-sama diam dan tenggelam dalam perasaan masing-masing.


👻


...DO YOU ENJOY THIS CHAPTER?IF IT'S RIGHT,PLEASE GIVE ME A LIKE👍 AND COMENT💬!...


...❤SEE YOU IN NEXT CHAPTER!...


...BYE-BYE!👋👋...