
🧞♂️
Aku dan teman-teman sekelasku makan bersama di meja makan yang paling besar dan panjang di tempat makan ini,kami jugalah yang paling riuh di tempat ini,tapi tidak ada yang menegur kami.
"Hahaha...aku nyangka kamu bakal kegeser sama Ria,tapi ternyata ngak..."Angga berbicara sambil makan dan dia membandingkan Ria denganku tepat di depan kami berdua.
Aku diam-diam melirik wajah Ria untuk menentukan emosi apa yang Ria rasakan karena kegagalannya untuk yang ke lima kali.
"Hah...aku lebih baik dibanding kamu yang bahkan masuk sepuluh besarpun tidak pernah!"Ria membalas perkataan Angga.Tapi Angga tidak terlihat tersinggung sama sekali.
Ah,mereka berdua selalu begini setiap ku traktir.Apa mereka tidak bosan setiap pergantian semester selalu mendebatkan hal yang sama?
"Nal,aku kira kamu ini punya peliharaan lho sampe bisa mempertahanin rangking..."Siti berkata padaku.
Aku melirik Om jin yang berdiri di sebelahku.Ah,peliharaan dari mananya,yang ada dia yang selalu menganggu saat aku sedang belajar.
"Mana ada..."Balasku
"Takhayul mulu lu mah sit..."Kata Mira menjitak kepala siti.
"Bilang aja iri!"Astri menambahi dan ikut menjitak kepala Siti.
Aku kasihan sama kepala siti...
Semuanya berjalan lancar walaupun disertai sedikit perdebatan-perdebatan kecil.Aku juga bisa duduk dan makan dengan tenang karena tidak terlalu memikirkan biaya dan Om jin yang hari ini berhenti mengkritik kelakuan teman temanku saat kumpul bersama.
Untung saja Mamy selalu memanjakanku...teman-temanku juga tidak memilih tempat makan yang mahal dan jauh.Mereka memang pengertian dan tidak muluk-muluk.
Aku canggung,setelah pulang traktiran dari rumah makan aku tidak pulang sendirian karena membawa Astri bersamaku.Astri meminta menginap di kostku selama semalam karena dia sedang ada masalah keluarga dan malas pulang ke rumahnya yang penuh keributan.
Kalau Astri tidak sampai menceritakan masalah keluarganya padaku,mungkin aku akan menolak untuk menampungnya.Tapi karena aku sangat mengerti apa yang sedang Astri hadapi,aku tidak tega padanya dan memperbolehkannya menginap.
Namun karena hal ini jugalah Om jin jadi pendiam dari perjalanan pulang bahkan sampai sekarang.
"Kasur kamu lumayan besar,Nal.Tapi bukannya kamu tinggal sendirian ya di sini?"Astri bertanya padaku ketika melihat-lihat barang yang ada di dalam kamar kost sempitku.
"Ibuku kadang-kadang menginap dan menemaniku saat aku sakit.Jadi dari awal memang sengaja membeli kasur sebesar ini"Jawabku jujur.
"Ohh...lemari kamu juga besar dan lebar,kenapa?"Tanyanya lagi.
"Karena bukan hanya pakaian yang ada di dalamnya,ada juga barang-barang lainnya"Jawabku lagi.
"Hmm..."Astri mengangguk,puas dengan jawabanku lalu dia tiba-tiba membuka lemariku dan melihat isinya,lalu menutupnya lagi dan mengangguk.
"Sekarang aku baru puas,kukira kamu tidak tinggal sendirian di sini..."Ucap Astri mengejutkanku,begitu juga Om jin yang berdiri di sebelahku ikut terkejut dengan celetukan Astri.
"Kok kamu bisa mikir gitu sih?"Tanyaku sambil pura-pura tertawa.
"Soalnya kamu tidak kelihatan kesepian,padahal kamu tinggal sendirian di kota ini"Astri menjawab dan membuka pintu kamar mandiku lalu melongokkan kepalanya masuk ke dalam sana selama beberapa saat.
"Sejak aku melihat dia,aku tidak suka padanya"Kata Om jin sambil melihat gerak-gerik Astri.
Sejujurnya aku juga jadi agak kesal dengan sikap Astri,tapi apa boleh buat jika dia sudah di sini kan aku mana mungkin bisa mengusirnya keluar.
Astri menutup pintu kamar mandi dan memegang kedua pundak ku."Tidak salah aku punya teman sepertimu.Kamu ini orangnya bersih sekali!"Katanya sambil menatapku dengan bangga.Aku mengira dia akan mengatakan apa...
Aku terus membisikkan kalimat'dia sedang ada masalah aku harus membantunya'berulang kali dalam hatiku agar tetap bersikap stabil terhadap perilaku Astri sedari tadi.
"Terimakasih"Kataku.
Pujianmu itu membuatku hampir jantungan Tri,batinku.
"Aku akan masuk kedalam botol,kalian pasti akan membuat bising nantinya"Om jin pamit lalu menghilang begitu saja padahal aku belum mengatakan apapun,dia juga membiarkanku untuk meladeni Astri sendirian.
Dasar tidak bertanggung jawab!mana mungkin aku bisa bersabar terhadap Astri kalau tidak ada yang mengingatkanku!?
Akibatnya,sampai jam 00.00 wib pun aku belum bisa tidur karena Astri terus memaksaku mendengar curhatannya.
Awalnya Astri hanya curhat tentang hubungan orangtuanya yang tidak harmonis dan juga saudara-saudaranya yang egois,tapi lama kelamaan dia mulai menceritakan tentang masalah asmaranya juga padaku.
Dalam pikiran,aku terus memaki-maki Om jin karena membuatku harus mendengar ocehan Astri sendirian sedangkan Om jin molor di dalam botol parfumnya dengan tenang dan damai!
"Jadi,mantanmu ada berapa?"Tanyaku sambil memakai kuteks.
"Tahun ini ada sekitar 10,kalau jumlah semuanya aku yakin sudah hampir 100 orang"Jawab Astri dengan santainya yang meninggalkan sedikit rasa iri padaku.
Hanya setahun sekali ada seorang laki-laki yang berani menembakku secara langsung,yang tidak menyatakan cintanya secara langsung kuanggap hanya kotoran ayam yang terlindas ban mobil.Satu orang langka itupun selalu ku tolak karena aku tidak punya perasaan spesial apapun padanya dan ingin fokus belajar.
"Itu...kamu ngitungnya dari SMP?"Tanyaku lagi.
"Dari SD"
Kuhentikan polesan kuas di kukuku.Monster girl,dari kecil sudah mengumpulkan mantan,batinku.
"Gila!"
"Harusnya kamu bilang aku hebat,bukan gila!"kata Astri tak terima disebut gila olehku.
"Belajar jadi playgirl sejak SD!"Aku langsung tertawa terbahak-bahak sampai kuteks di jariku sudah tidak berbentuk lagi.
Astri membuka kuteksku yang berwarna maroon dan memakainya.Ah,itu warna yang sulitku dapatkan...
"Dari semua mantanku,hanya satu orang yang pernah sungguh-sungguh aku cintai"Astri menunduk dan mulai memoles kukunya dengan kuteks.
"Andre..."Jawabnya dengan nada sedih,begitupun raut wajahnya yang ia coba tutupi dariku.
Aku langsung menghentikan polesanku dan memelototi Astri.Apa itu benar?!
"Kau gila?!diakan sepupumu!?"
Astri menghela nafas panjang dan menutup kembali kuteksku,lalu dia menjawab dengan lesu.
"Karena kenyataan itulah,kami terpaksa mengakhiri hubungan kami sebelum keluarga kami mengetahui aku dan Andre berpacaran"Astri balas menatapku yang masih memelototinya.
"Sebulan kemudian sebelum kami lulus SMP,aku mendapat kabar kalau Andre akan melanjutkan sekolahnya di luar negeri...setelah mengetahuinya aku menemuinya secara diam-diam dan pergi ke kamarnya.
Di sana aku melihat Andre sedang belajar,aku memperhatikan dia cukup lama karena tidak ingin mengganggunya.Dia belajar sangat keras..."Astri menitikkan air mata,begitupun aku yang ikut merasa sedih juga sekaligus mataku perih karena lama melotot.
"Dia menyadari aku sedang memperhatikannya dan dia langsung memelukku erat dan meminta maaf berkali-kali padaku.Dia punya tekad yang kuat dan dia juga sudah bekerja keras untuk bisa sekolah di luar negeri.
Malam itu aku melepas dia untuk memulai hidup baru di luar negeri dan memberitahunya kalau aku tidak masalah jika dia punya pacar di sana karena pasti dia akan membutuhkan seseorang yang selalu men-suportnya.
Aku juga mengatakan kalau dia tidak boleh menghubungiku lagi karena khawatir dia tidak akan fokus belajar di sana.Dia menurutiku dengan diam,tapi aku tahu kenapa dia mau menurut begitu saja padaku karena saat itu aku tidak menangis,sama sekali tidak terdengar suara serakku.
Aku sengaja menahannya,Nal...itu demi kebaikan kami berdua.Tapi sampai sekarang,walaupun kami sudah lost contact,tapi aku masih mencintai dan mengingatnya"Astri terlihat sangat berbeda jauh dengan Astri yang selalu kutemui setiap hari di sekolah,Astri yang terkenal sebagai playgirl.
Astri yang ini tulus dan terlihat lemah,aku menepuk-nepuk punggung tangan Astri tanda simpati.
"Tri,sekarang lebih baik kita tidur,ini sudah lewat tengah malam"kataku dan membantunya berdiri lalu membereskan kuteks-kuteksku kembali ke dalam laci.
"Nal,ada satu hal lagi yang ingin kuceritakan padamu sebelum tidur"Kata Astri.
"Baiklah,aku akan menganggapnya cerita pengantar tidur"Balasku sambil memakai selimut dan kulihat Astri tersenyum kecil.
"Aku tidak yakin setelah mendengarnya kamu akan langsung bisa tidur,jadi jangan salahkan aku ya kalau nanti kamu susah tidur..."
"Iya-iya..."Aku tidak yakin ceritanya kali ini akan semenyedihkan ceritanya yang tadi.
"Ini tentang cinta di mana tidak seorangpun tahu bahwa ada hubungan di antara mereka.Mereka terlalu berbeda,yang satu gaib dan yang satu tidak,mereka saling mencinta karena sudah terbiasa hidup bersama..."
Jantungku serasa akan copot mendengar cerita Astri,tanganku juga bergetar karenanya...
"Tri,mereka itu siapa dan kamu tau cerita ini dari mana?"Aku mencoba bertanya dengan nada senormal mungkin.
"Mereka itu Gisel dan Tris..."Astri kemudiam tertawa dan kembali berkata.
"Aku tau cerita ini dari novel,tapi lupa judul dan penulisnya siapa hahaha..."
Aku ikut tertawa bersamanya,"Ku kira itu cerita kamu!padahal aku sudah berpikir kalau kamu itu bukan playgirl biasa,tapi playgirl lintas alam lain"
Tawa Astri semakin keras dan aku ikut tertawa bersamanya.Terus berpura-pura,pada kenyataanya hati dan pikiranku mulai gelisah setelah mendengar cerita Astri...apa aku dan Om jin juga akan berakhir seperti itu?
Malam ini,apa yang dikatakan oleh Astri memang benar terjadi,aku sudah menyadari perasaanku pada Om jin.Aku susah tidur karena cerita itu dan membandingkannya dengan hubunganku bersama Om jin.Aku berhasil tertidur saat jam 4 shubuh!dan jam setengah 6 aku sudah dibangunkan oleh Astri untuk shalat shubuh berjamaah.
Tidakkah Astri sadar aku sempoyongan ke kamar mandi bahkan saat shalat?!ini semua terjadi karena aku mendengar ceritannya!
Dan mulai dari sana aku tidak tahu hubunganku dengan Om jin akan berakhir dengan bagaimana...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku menggunakan nomor telpon saksi mata yang diberikan petugas resepsionis kepadaku tempo hari untuk menanyakan tentang kesaksiannya atas kecelakaan yang menimpa pamanku.
"Pak,apa benar kalau paman saya yang waktu itu kecelakaan di dekat daerah bapak sengaja ditabrak kendaraan lain?"Tanyaku.
Dari seberang sana saksi mata itu menjawab,"Iya dek,bapak liat sendiri walau waktu itu malam malam tapi masih ada lampu jalan yang agak terang.Mobil bmw hitam itu langsung lari setelah menabrak motor paman adek.Mobilnya ringsek sedikit di bagian depan,pas dengan bangku pengemudinya.Sayang mobil itu ditutupi plat nomor kendaraannya yang di depan maupun yang di belakang dan warga sekitar yang membantu juga tidak sempat untuk mengejar pelaku karena korban yang dalam keadaan parah harus segera mendapatkan bantuan medis"
Aku terhenyak di lantai,jadi benar kalau paman sengaja dicelakai?Tapi siapa yang sampai setega itu terhadapnya.Aku yakin kalau paman punya banyak teman dari banyak kalangan,tapi musuh...aku sama sekali tidak bisa menebak siapa si pelaku atau pun alasannya sampai mencelakai paman.
Tega sekali dia!
"Dek,adek ngak papa?"Saksi mata itu bertanya karena aku mendadak berhenti bicara.
"Saya tidak papa pak,terimakasih atas informasinya.Kalau bapak punya informasi lain mengenai kecelakaan paman saya itu mohon hubungi nomor telpon yang saya pakai untuk menelpon bapak ini ya pak"
Sambungan telpon pun terputus saat saksi mata itu mengiyakanku.Orang orang berhenti untuk mengejar si pelaku,bahkan polisi pun tidak mencari tahu,keluarga yang tahu soal hal ini pun tidak mencari si pelaku,kini tinggal aku...
Aku tidak akan tinggal diam dengan semua ini,aku akan mencari si pelaku sendirian!
Om jin menatapku dari samping,sedari tadi diam saat aku menelpon si saksi mata.Aku tahu Om jin melihat dengan jelas amarah,kebencian,dan kekecewaan di mataku saat ini.Tapi dia pun tidak bisa berbuat apa apa untuk membantuku karena dirinya sendiri belum pulih sepenuhnya.Aku mengerti itu,tapi walau begitu aku akan tetap berusaha mencari tahu si pelaku sendiri!
Nanti aku akan pergi ke Tkp sendiri untuk mencari tahu dan sekalian melihat cctv dari bangunan di daerah sana karena cctv jalan sama sekali tidak ada.Namun hal ini harus menunggu sebab ada suatu hal yang harus ku urus terlebih dahulu.
"Tenang Nala,aku akan membantumu.Setelah tenagaku pulih seperti semula aku akan melihat langsung ke masa lalu di mana kecelakaan itu terjadi"
Aku tersenyum pada Om jin,menghargai bantuannya.
"Terimakasih Om jin.Om jin cukup mendukung saja untuk saat ini sudah sangat membantuku"
👻
❤Chapter ini baru selesai saya revisi puebinya,semoga sudah benar dan meningkatkan kenyamanan pembaca...
👋👋****So,see you on next chapter******!