
🧞♂️
Aku kemudian memalingkan wajahku dan menunduk menatap lantai yang mengilap bersih,hasil kerja ku tadi pagi.
"Kak,kami mau..." kata Sera dengan ragu sampai tidak jadi mengatakannya.
"Kami...sebenarnya juga merasa tidak enak dengan kakak,tapi mau bagaimana lagi...kakak dan jin itu harus dipisahkan"
DEG
Hatiku langsung mencelos saat mendengar kata 'kita' yang keluar dari mulut Sera.Itu berarti dugaanku benar kalau Astri sudah tahu soal hubunganku dengan Om jin dari Sera.
"Astri...sejak kapan?" tanyaku masih dengan wajah yang menatap lantai.
"Sejak kamu pergi ke sini lagi...Nala,bukan maksudku mau ikut campur,tapi memang benar apa yang dikatakan Sera.Hubungan kamu dengan Jin itu salah!dan awalnya aku mengira semua itu mustahil bahkan saat Sera menceritakannya padaku,tapi kemudian aku percaya saat Andre mengatakan ada jin di belakang kita saat itu..." Astri menjelaskan dengan nada rendah dan penuh kesedihan.
Air mata tidak mau turun dari mataku yang sudah basah kuyup,aku malah merasa jantungku lah yang sudah jatuh ke perut.
"kalian-...Lalu kalian mau melakukan apa sekarang?" tanyaku dengan pelan.
Astri mendekatiku dan mencoba membuat wajahku tegak kembali dan menatapnya,tapi aku menolaknya.
"Kami ingin kamu kembali ke jalan yang benar..." kata Astri.
Aku menyingkirkan tangannya dan mundur ke dekat jendela,'Om jin,bawa aku pergi dari sini' batinku.
"Nala...dengarkan aku dulu!kamu kira berhubungan dengan makhluk seperti itu akan berjalan mulus?Dan kamu akan bahagia?Apa yang kamu dapatkan darinya?Kemusyrikan atau dosa lainnya?!"
"kurang ajar..." gumamku.
Astri tersentak kaget mendengar gumamamku dan Sera terlihat mundur kebelakang Astri.
"Sadarlah Nala,kembalilah seperti dulu" kata Astri dan berupaya mendekatiku lagi.
Sera memegang ujung baju Astri dan menariknya mundur kembali ke tempatnya berdiri tadi.
"Kak,kami akan membantu kakak.Ku harap kakak bisa pikirkan ini lebih baik dengan matang sendirian tanpa dia,karena kakak tau sendiri tugas dia di dunia ini untuk apa" kata Sera dengan wajah terkendalinya dan keluar dari kamar dengan membawa Astri yang masih menatapku dan ingin mendekatiku.
"Sera,tunggu dulu..." kata Astri.
Dia kemudian berjalan kembali mendekatiku dan langsung memelukku sambil membisikkan sesuatu.
"pikirkan kembali perubahanmu setelah ada dia di hidupmu,kami hanya ingin kamu yang asli tanpa sesuatu yang membayang-bayangimu"
Perubahanku setelah kedatangan Om jin kemudian terbayang di benakku,saat dia melarangku untuk membalas Rizal,berpikiran negatif,bersikap buruk pada orang lain dan lainnya,aku menjadi lebih baik,dia seperti menjadi penasehat pribadiku saat itu.Dia juga memperhatikanku dengan lebih setelah banyak waktu yang kami habiskan bersama,tidak bisa kutemukan celah ingatan mengenai hal buruk yang dia bisikan padaku.
Astri melepaskan pelukannya dariku dan meninggalkan jejak basah di bahuku.Saat Astri dan Sera keluar dari kamar,setetes air mata jatuh ke lantai dan aku pun mendongak menatap pintu yang tertutup rapat dan suasana gelap di kamarku sendiri yang lenggang.
Dari sana aku berpikir apa salahnya mencintai seseorang yang tidak bisa orang lain ketahui dan lihat,kenapa hubungan seperti itu dilarang?Kenapa kepada siapa kita jatuh cinta tidak bisa dipilah-pilah dan tidak bisa kita atur sendiri jika ada yang namanya cinta terlarang?
Kenapa tidak ada pembatas seperti itu dari awal?Kalau ada,pasti peristiwa hari ini tidak akan menimpaku yang tidak bisa mengendalikan perasaanku sendiri.
Aku benar-benar sudah terlanjur mencintai Om jin,makhluk halus itu...telah merebut hatiku entah sejak kapan dan bagaimana cara dia melakukannya.Dengan tipu dayanya?Parasnya?Bukan,tapi dengan hatinya dan sikap baiknya padaku.
Sekarang aku tidak bisa menyalahkan siapapun yang melarang hubunganku dengan Om jin dan aku pun tidak ingin menyalahkan Om jin ataupun diriku sendiri yang telah sembarangan jatuh cinta.
Tapi sekarang aku bingung,hubungan manakah yang harus ku pertahankan?Cinta atau keluarga dan teman?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sera dan Astri sudah tidur di sebelahku,aku masih terjaga di bawah selimut dengan beban pikiran yang masih kupikirkan dan membuatku tidak bisa tidur apalagi tidak ada Om jin di sisiku.
Dia masih belum kembali karena masih ada bunga itu di dekatku.Kemudian aku membuka selimutku dan berjalan mendekati vas bunga itu yang ditaruh Sera di atas nakas.
Aku melihat bunga itu dari dekat dan mengingat-ngingat kembali fungsi dari bunga itu yang sudah kulihat sendiri,kalau aku meneteskan darahku ke bunga itu,berarti fungsinya akan terbalik dan memancing banyak makhluk halus?
Tapi...aku berbalik melihat Sera dan Astri yang tidur saling berpelukan seperti ibu dan anak.Mengingat kejadian tadi siang di mana Sera ketakutan saat banyak makhluk halus yang datang gara-gara fungsi bunga itu terbalik.
Haruskah aku melakukannya seperti yang Sera lakukan atau tidak?Aku takut makhluk halus itu akan menyakiti Sera yang sedang tertidur dan aku pastinya tidak bisa menangani hal itu kecuali...Om jin pun ada di sini.
Tentu saja!kalau bunga itu beralih fungsi maka dia akan memancing semua makhluk halus yang ada termasuk Om jin yang juga bisa merasakannya dan Om jin lah yang akan mengusir makhluk halus yang lain dan aku bisa menghancurkan bunga yang beralih fungsi itu jika keamanan Sera dan Astri dijamin oleh Om jin.
Tapi aku meragukan rencanaku sendiri karena ini adalah malam jum'at kliwon dan kata orang-orang,biasanya pada malam seperti ini makhlus halus lebih bebas berkeliaran.Ah,ini benar-benar membingungkan!
Aku merindukan Om jin,tapi aku khawatir Sera akan kenapa-napa kalau aku melakukan sesuatu pada bunganya,apalagi Sera sangat menyukainya...
Dilema menerpaku dan aku bolak-balik dari kasur ke nakas dan kembali lagi.Karena lelah,aku pergi ke dapur dan mengambil air minum untuk menenangkan diri.
Entah ini bayanganku atau apa,tapi dapat kulihat gorden jendela yang terus bergerak-gerak.Aku hampir menjatuhkan gelas di tanganku dan tersedak karena melihatnya.
Dengan penasaran aku mendekatinya dan mencoba menyibak gorden itu,aku meloncat mundur ke belakang saat mendapati tidak ada apa-apa di baliknya.
Aku menutup kembali gorden itu dan dengan cepat kembali ke dalam rumah dan meninggalkan dapur lalu masuk ke dalam selimut kemudian berusaha memejamkan mata dan melupakan kejadian barusan.
Memang sebaiknya bunga itu tetap ada di sini untuk malam ini saja demi menjaga keselamatan Ak-maksudku Sera.Aku rasa Om jin juga tidak ingin ada makhluk halus lain yang mengangguku saat dia tidak ada di dekatku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suara kicauan burung dan siraman air pada tanaman tidak bisa membuat diriku merasa damai walau seditik pun,hal ini terjadi mungkin karena aku terus berada di dekat Astri dan Sera yang selalu mengekang dan mendikteku dari tadi pagi.
Atau mungkin,karena Om jin yang belum juga kembali dan Mamy yang memojokkan ku terus entah karena apa atau dia sudah terpengaruh oleh Sera dan Astri yang sikapnya sekarang sudah tidak kukenali lagi.
Yang pasti saat aku mengambil nafas pun rasanya sulit sekali,udara terasa berat untuk kuhirup atau aku yang merasa berat untuk tetap hidup?Aku duduk diam di kamar sambil duduk di teralis jendela yang kubuka- tempat di mana Om jin mengirim pesannya kemarin malam.
Om jin,ku mohon segera kembalilah atau setidaknya kirimi lagi aku pesan seperti kemarin agar aku tidak terlalu mencemaskanmu.Juga aku merasa penasaran jika Om jin menghilang,kemana perginya dia?Apa dia asal memilih tempat atau tidak?Apa dia bertemu dengan makhluk sejenisnya atau tidak?
Astri terus membujukku untuk makan,tapi aku mendiamkannya yang telah berubah cara bersikap padaku.Aku merasa berada di antara orang asing di rumah ini sekarang...besok entah siapa lagi orang terdekatku yang akan berubah...
"Kakak,mau sate?Atau bakso?Atau...emmm nasi padang?" Tawar Sera dengan ceria di sebelahku.
Ini bukan Sera yang ku kenal dulu,kata ku pada diri sendiri dan tidak mengacuhkan perkataannya sama sekali sampai dia pergi dibawa Astri keluar dari kamar dan entah apalagi yang akan mereka bicarakan tentangku.
Setelah beberapa jam aku dibiarkan sendirian di kamar dan hari mulai sore,aku keluar lewat jendela kamar karena sudah tidak tahan lagi dengan suasana di rumah ini dan mengendap-endap keluar dari lingkungan rumahku lewat semak-semak di halaman belakang yang langsung menuju ke tepian jalan raya di dekat rumahku.
Aku pergi melarikan diri dengan berjalan kaki ke rumah Nenek,sepanjang perjalanan aku terus berusaha memanggil Om jin dalam pikiranku karena ini sudah terlalu jauh dari rumah di mana Sera yang terus menerus membawa vas bunga kemanapun dia berada.
Tapi mengapa dia masih belum muncul di hadapanku?Apa dia tidak bisa mendengarku atau dia sedang dalam masalah?Aku menggigit bibirku sendiri saat berpikiran seperti itu dan berjalan tanpa semangat apapun lagi.
Kenapa sekarang rasanya aku menjauh dari Sera dan Astri pun terasa sia-sia kalau Om jin tidak ada?Kenapa dia tidak juga menemuiku?
Akibat memikirkan itu semua aku hampir tersandung batu kecil di depan kakiku kalau saja tidak ada tangan seseorang yang menahanku.
Aku mendongak menatap wajah orang itu,dia...orang asing.Dalam hati aku sudah berharap bahwa orang yang menyelamatkanku adalah Om jin atau Astri maupun Sera yang notabenya orang terdekatku,tapi tidak.
Baru pertama kali aku melihatnya di daerah sini.Apa dia orang baru di kampung ini?Kenapa Mamy tidak memberitahuku?
"Terimakasih" kataku dan langsung berdiri sendiri dengan tegak.
"Sama-sama" suaranya ngebass saat mengatakan itu dan dia juga tersenyum padaku.
"Maaf,tapi apa kamu sedang ada masalah?"tanyanya dengan sopan.
Aku menggeleng dan mengucapkan permisi lalu pergi dari sana,laki-laki yang cukup baik,tapi sepertinya punya simpati yang berlebihan pada orang lain di sekitarnya.Padahal aku kan orang asing untuknya,kenapa dia mau membantuku dan bisa melihat bahwa aku sedang punya masalah?
"Eh tunggu!" seru laki-laki itu dan aku pun langsung menghentikan langkahku.
"Apa ada batu kecil lagi di depan kakiku yang bisa menyebabkan aku tersandung?" tanyaku padanya setelah berbalik melihatnya berjalan menghampiriku.
"Aku ingin menanyakan alamat padamu..." katanya dan mengatakan alamat yang dia tuju.
"Itu...kita searah" kataku.
"Beruntungnya aku!" ucapnya.
"Apa?" tanyaku,dia menggeleng dan berjalan di sampingku.
Aku jadi tambah kepikiran sesuatu dalam otakku,orang ini mencari alamat rumah Nenekku,tapi aku sama sekali tidak mengenal dia.Siapa dia?Aku merasa tidak punya sepupu yang seumuran dengannya atau mungkin aku lupa?
"Maaf,tapi apa boleh aku tau siapa namamu?" tanyanya sambil menoleh padaku.
Aku juga ikut menoleh padanya dan berkata,"Nala"
"Kalau aku...ah nanti sajalah,apa ini alamat rumah yang kutuju?" tanyanya saat melihat rumah yang paling bersih dan halamannya yang penuh oleh tanaman.
Aku mengangkat alis,sejak kapan Nenek dan Kakek juga jadi suka berkebun di rumahnya?
"Iya,ayo masuk..." kataku dan membukakan pagar bambu yang mengelilingi rumah ini untuknya.
Dia berjalan melewati pagar itu dengan pandangan tidak enak padaku karena aku yang membukakan pintu pagar untuk laki-laki sepertinya.
Aku dan dia secara tidak sengaja bersamaan mengucapkan salam.Kami saling tatap,aku lalu memalingkan wajah dan dia berdehem sambil membenarkan tali tas punggung yang dipakainya dengan canggung.
Tak lama Nenek membukakan pintu dan menjawab salam kami berdua.Aku langsung naik dan memeluknya,laki-laki itu yang tadinya akan mencium tangan Nenekku berhenti di anak tangga menuju teras rumah.
"Nenek,rumah Mamy rasanya menyesakan..." kataku pelan.
Nenek mengelus punggungku dan mengatakan jangan bilang begitu lalu melepaskan pelukanku dengan lembut dari tubuhnya.
"kamu..." Nenek melihat laki-laki yang berdiri canggung di anak tangga dengan pandangan menilai dan mengingat-ingat sesuatu,aku sudah hapal bagaimana karakter Nenekku yang baik dan sudah seperti menjadi Nenek bagi semua orang di kampung ini.
Jadi laki-laki itu memang punya hubungan dengan keluargaku?Tapi kenapa aku tidak ingat pernah bertemu dengannya saat pergi mengunjungi kerabatku bersama Nenek,Kakek,dan paman dulu?Padahal kami selalu bersilatuhrahmi pada para kerabat bagaimanapun keadaan dan sejauh apapun jaraknya?Padahal dia usianya tidak berbeda jauh denganku.
Siapa dia ini sebenarnya?
👻
......Do you enjoy this chapter?If it right,let's give me a like👍 and coment💬!......
...Bye-bye👋👋...