Om Jin!

Om Jin!
om jin!20(versi revisi)



🧞‍♂️


Pagi pagi sekali kak Iza sudah menelponku dan tentu saja dia menganggu tidurku.Dia bertanya di telpon apa dirinya membangunkanku,tentu saja aku berbohong padanya dengan mengatakan tidak sama sekali.


Dia bercakap cakap denganku tentang buku buku bergenre favoritnya yang baru dia beli kemarin malam sambil hujan-hujanan,takut kehabisan.Aku kali ini hanya berperan sebagai pendengar karena tentu saja aku masih terkantuk kantuk dan menguap sampai terdengar oleh kak Iza lewat percakapan di telpon kami.


Akhirnya percakapan kami berakhir karena kak Iza memergokiku yang lagi lagi menguap karena merasa masih mengantuk.Lagipula kenapa kak Iza bersikap sok akrab denganku padahal kami baru kenal selama beberapa hari?Mau ku tolak tapi tidak enak karena dia sudah pernah membantuku tempo hari.


Tepat saat telpon dimatikan,Om jin muncul keluar dari botol parfumnya dengan membawa kabut tipis disekitar tubuhnya.Hampir memergokiku yang sedang telponan dengan kak Iza.


"Tumben kamu sudah bangun,Nala?" Tanyanya.


Aku menjawabnya dengan senyuman lalu berjalan ke arah kamar mandi,tidak mau menjelaskan lebih jauh karena takut ketahuan oleh Om jin kalau aku menyembunyikan sesuatu darinya.


Aku menemani Astri makan di dapur,ku bukakan pintu yang menghubungkan dapur dan halaman belakang agar udara segar dapat masuk dan kalau bisa,angin itu dapat membawa pergi kesedihan Astri.


Desain rumah Mamy dan Nenek hampir sama,hanya saja rumah Mamy lebih besar dari rumah nenek karena ukuran ruangannya yang dibuat lebih lapang,halaman belakang rumah Mamy pun lenggang,hanya ada trashbag besar yang berisi rongsokan di sana.Berbeda dengan rumah nenek yang halaman belakangnya di pakai untuk menaruh berbagai perabotan rumah tangga tak terpakai dan perkakas kebun kakek.


"Tri,kamu udah ngak papa kan?" tanyaku memastikan keadaan Astri,padahal aku tahu tidak pernah ada keaadaan baik-baik saja bagi anak hasil korban perceraian berapapun lamanya ia mengeluarkan kesedihan.Rasanya dirimu sudah tidak utuh lagi setelah kedua orangtua mu berpisah walaupun itu dengan cara baik baik.


Astri mengganguk dan berkata di sela-sela makan," Mamah kamu pinter bikin sambel,enak banget dan ngak terlalu pedes!"


Aku tertawa,Astri sepertinya lebih ahli dariku dalam hal menyembunyikan kesedihan.Lain kali aku harus menirunya...


"Sambel buatan Nenek ku lebih enak dari itu,kalo kamu mau coba besok kita ke sana." tawarku,karena memang dari kemarin pun aku sudah berencana untuk pergi ke sana dengan Sera demi menjalankan misi kami.


Astri mengangguk-angguk dan memberi jempol sambil terus makan.


Tapi masih ada sesuatu yang menganjal pikiranku karena mungkin keberadaan Astri akan membuat rencana yang sudah kubuat akan sedikit berubah.Aku menopang dagu,kulirik om jin yang duduk melayang di samping ku.Aku berpikir,apa melayang itu menyenangkan sampai om jin jarang sekali menginjakkan kakinya ke tanah?Atau mungkin om jin tidak mau kakinya kotor ya?


"Apa yang sedang kamu pikirkan?Jangan terlalu pikirkan urusan orang lain,urus dulu masalah mu sebelum mengurus masalah orang lain" kata om jin saat menyadari aku meliriknya secara curi-curi.


Aku diam,tidak membalas perkataannya lewat apapun.Aku mengambil potongan mentimun dan kerupuk udang untuk ku makan sambil menunggu Astri selesai makan.Ya ampun,betapa enaknya memakan keduanya secara bersamaan...


"Lihat,makannya banyak sekali!badannya saja kurus,tapi porsi makannya besar!" kata om jin melihat Astri yang sedang lahap makan.


Aku yakin jika Astri tahu dia sedang dibicarakan oleh orang lain,apalagi orang itu menyinggung soal porsi makannya maka orang tersebut sudah akan babak belur tapi untung saja Astri tidak bisa melihat om jin,kalau iya aku yakin om jin malah tidak akan jadi babak belur,tapi Astri lah yang akan histeris ketakutan.


'Kasian dia,mungkin dia belum sempet makan dari rumahnya ...' kataku pada om jin.


'Sudahlah,jangan komentarin Astri lagi.Apa om jin ngak mau nyari makan?Ngak laper?Besok repot lagi ngak bisa nyembunyiin diri dari Sera' kataku mengingatkan om jin lewat pikiran.


"Kalau begitu aku pergi dulu,sejujurnya aku jadi malas makan setelah melihat manusia yang satu ini makan seperti orang kesetanan" kata om jin lalu melayang pergi menembus atap rumah.


'Dasar om jin!Katanya malas makan tapi masih tetap pergi...'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku merapikan pakaianku yang sudah lama tidak kupakai di rumah ini,di dalam lemarinya saja sudah ada sarang laba-labanya.Aku mengambil satu pakaian dan mencobanya.saat coba kupakai,susah sekali memakai bajunya,saat sudah berhasil kukenakan juga dadaku terasa sesak.


"Ahahahaha...." Astri tertawa.


Aku menatapnya garang,apa dia barusan menertawakan kegendutanku?Aku berkacak pinggang dan berkata.


"Setidaknya beratku hanya 45 dengan tinggi 153 cm,daripada orang lain..."


Astri berhenti tertawa dan memelototiku,"hey!sebenarnya aku tertawa memuji kepolosanmu karena punya itu yang besar secara alami tapi tidak sadar kelebihan sendiri,bukan menertawakanmu karena gendut!" Astri berkata.


Aku tertawa tidak enak,oh bukan karena aku kelihatan gendut ya...


"Maaf Tri..." kataku entah untuk apa.Apa akhir akhir ini aku sering mengatakannya?


Aku berusaha melepaskan baju itu,tapi ternyata melepaskannya lebih sulit dari yang ku kira.Aku menatap Astri berisyarat meminta bantuannya,Astri malah tertawa melihat kesusahanku.


"Tri bantuin dong sesak nih..." kataku dengan nafas tersenggal.


Sambil tertawa-tawa Astri membantuku melepaskan baju itu,tanpa kami duga baju itu malah sobek.Aku dan Astri langsung mematung,lalu saling menatap dan tertawa terbahak-bahak bersama.


"Gini nih kalo maksain pake baju pas masih bocah!"


Aku tertawa sampai mengeluarkan air mata sambil saling bertatapan dengan Astri yang terpingkal-pingkal sambil menunjuk-nunjuk robekan di bajuku.


"Kalian berisik tahu!" om jin berkata,entah sejak kapan dia ada di kamar ini.


Astri juga berhenti tertawa karena aku berhenti duluan.Dia berkata sambil menghapus air mata di tepi matanya.


"Eh,kenapa kamu tiba-tiba berhenti?"


Aku menggeleng,"ah tidak,aku cuma inget harus ganti baju dan ambil wudhu kan sebentar lagi isya" kataku sambil berlalu pergi dan meraih lalu memeluk bantal untuk menggantikan kerudung yang terlalu tipis untuk menutupi tubuhku yang terekpos.


"Kok bawa-bawa bantal segala?" kata Astri saat melihat keanehanku.


Aku mengabaikan perkataannya dan melewati om jin begitu saja,aku malu sekali padahal aku tidak tahu apa om jin melihat hal barusan atau tidak.Kalau Astri sih tidak masalah karena dia sama sama perempuan,tapi Om jin...bagaimanapun juga dia kan laki laki?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku membuka laptop ku dan mengecek apakah ada email dari sahabat penaku atau tidak dan membuka downloadan ku untuk menonton drakor karena tidak ada email balasan darinya setelah selesai shalat isya berjamaah dengan Astri.Astri berada di sebelah kiri ku dan ikut melihat apa yang sedang kulakukan.


"Eh hwarang!" seru Astri,membuatku kaget begitupun om jin yang berada di sisi lain di sebelahku.


"Anak setan!" seru om jin.


Aku mengusap dadaku perlahan,mengagetkan saja Astri ini,mana suaranya keras lagi...


Aku mengklik vidio itu karena tahu Astri pasti ingin menontonnya juga dilihat dari reaksinya tadi.


Om jin terus-terusan menggerutu karena kelakuan Astri bahkan sampai kami tamat menonton hwarang sampai episode terakhir tepat pada tengah malam.


"V...v keren banget!ngak ada v sampai episode terakhir juga tetap v karakter favoritku di drakor ini,biasku memang yang terbaik..." Astri memuji-muji v sambil menekan dadanya,kelihatan menghayati sekali.


Aku tertawa,aku suka lagu soundtracknya karena v dan jin duet di lagunya...itu keren sekaliiiii!


Aku juga ikut-ikutan memegangi dadaku seperti Astri,hatiku berdebar-debar dan aku memeganginya karena takut hati itu mendobrak keluar dadaku.


Om jin tambah menggerutu melihat kelakuan kami,"Dasar manusia,baru melihat yang begitu saja sudah seperti orang jantungan!"


Aku tertawa-tawa sendiri memikirkan bagaimana kalau om jin juga bisa menyanyi seperti jin.Pasti hidupku bahagia sekali kalau itu benar adanya.Atau aku akan menyuruhnya untuk mengadakan konser tunggal dan pastinya aku akan mendapatkan banyak uang karena itu walaupun memakai Jin kw.


'Om jin,bisa nyanyi ngak?' tanyaku lewat pikiran sambil melirik orang yang ditanya.


Om jin berhenti menggerutu dan terdiam setelah mendengarku bertanya begitu.Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?


Aku berhenti tertawa-tawa dan juga berhenti memegangi dadaku.


'Om jin kenapa?Kalo ngak bisa ya ngak papa...' kataku,merasa tidak sopan dan kurang enak telah menanyakannya.


"Cih,kenapa aku harus menyanyi seperti manusia?Kamu benar-benar ingin aku menjadi seperti manusia seperti itu?" kata om jin sambil menunjuk dirinya sendiri lalu menunjuk laptop bekas kami menonton tadi.


Aku tidak jadi tidak enak padanya,dasar Jin sialan,begitu saja tidak sudi!aku kan hanya bertanya dan bukannya menginginkan dia benar-benar bisa seperti Jin.Mau bagaimanapun juga aku sadar kalau Jin tetaplah jin walaupun wujudnya menyerupai manusia dan manusia tetaplah manusia mau bagaimanapun bobroknya sikap dan penampilan dia.


"Aku jadi inget pas jam segini aku maksa kamu dengerin curhatan aku waktu masih di kostan kamu di Bandung..." kata Astri setelah puas mengagumi drama yang kami tonton tadi.


Aku menggangguk,tentu saja aku masih ingat bagaimana susahnya aku untuk bisa tidur waktu itu,batinku.


"Aku juga masih inget kalo kamu ada janji sama aku waktu vc ..." kata Astri lagi sambil tersenyum aneh padaku.


Oh tidak,aku menjanjikan hal yang benar tapi untuk Astri curhat dijam seperti ini bukankah tidak wajar dan tidak ada dalam janjiku?!


"Janji yang mana ya,soalnya aku punya banyak janji sama orang..." kataku mencoba beralibi.


Astri memelototiku,"jangan pura-pura!" katanya.


Hehehe....mampus aku.


Om jin menatapku sambil tersenyum mengejek dan berkata,"makannya jadi orang jangan suka sembarangan bikin janji,sekarang apes kan?"


Aku memelototinya kesal,kenapa om jin jadi suka menertawakan penderitaan orang lain padahal aku ingat dulu dia pernah menceramahiku agar tidak tertawa di atas penderitaan orang lain,tapi sekarang dialah yang menertawakan penderitaanku.


Aku sedang ditindas sekarang!dan aku malah ditertawakan...


👻


SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA bagi yang merayakan!