Om Jin!

Om Jin!
om jin!4(versi revisi)



🧞‍♂️


Sabtu siang ini panas sekali,matahari terasa berada tepat di atas atap kamar kostku sampai-sampai suhu di dalamnya terasa seperti di dalam oven yang menyala.Tanaman yang berada di luar pun,terutama rumput dan bunga kelihatan layu dan mulai mengering.Kasihan sekali kami ini.


Ibu kost sekarang sedang menghemat air habis-habisan.Suara keran air yang dikucurkan lebih dari 5 menit,dia selalu dapat mendengarnya lalu mendatanginya dan menegur si pelaku pemborosan tersebut.Kejadian itu sudah terjadi padaku tadi,padahal aku hanya ingin mendengar suara air yang mengalir dari keran sambil mencelupkan tangan dan kakiku kedalam air.


Sialnya Ibu kost pendengarannya tajam sekali jika sudah menyangkut soal penghematan apapun itu yang telah dilanggar.


Setelah ditegur untuk tidak menghidupkan keran lagi,aku minta maaf padanya.Tapi kejadian seperti ini seringkali menjadi hiburan tersendiri bagi penghuni kost.Akulah objek hiburannya kali ini.


Hari ini aku tidak tahan dengan cuaca panas ini hingga melakukan pelanggaran itu.


Aku memilih untuk keluar kamar dan pergi ke mall saja,tapi lagi-lagi aku baru ingat sesuatu hal yang belum kutanyakan pada Om jin.Maka akupun memanggil-lebih tepatnya meminta Om jin yang terhormat untuk menampakkan dirinya di hadapanku.


Akhir-akhir ini Om jin jarang keluar dari botol parfumnya entah karena di dalam sana wangi atau apa.Aku penasaran kenapa Om jin betah terus berada di dalam tempat yang pastinya sangat sempit itu.


Om jin muncul di atas lemari dengan keadaan berbaring dengan tangan yang menyangga kepalanya.Pose yang seksi dan santai sekali....tapi saat melihat Om jin yang memakai hoodie,tiba-tiba perasaan gerah menyergap tubuhku.Dia yang pake hoddie kenapa jadi aku yang gerah?!batinku bingung.


Gila!Om jin ngak gerah apa pake sweater berhoodie itu?!Tapi jika kupikir-pikir lagi,kurasa Om jin tidak merasa terganggu sama sekali dengan pakaiannya itu.Aku tidak melihat setetes pun keringat di wajahnya,berbanding terbalik dengan keadaan tubuhku yang basah kuyup oleh keringat seperti habis mandi.


"Om jin..."Panggilku padanya yang masih stay cool di atas lemari.


"Apaaa?"Jawabnya terdengar jengkel.Ehe,sepertinya aku membuatnya jengkel lagi.


"Om j-"


"Apa?Langsung ke intinya saja!"Potongnya.


Ish,lagi-lagi perkataanku dipotong,sungguh tidak sopan engkau pada tuanmu ini,Jin.Lagipula memangnya perkataanku itu pita dan perkataanya gunting apa?!Kok dipotong-potong terus?!


"Kenapa sih Om jin ngak kayak jin-jin lainnya yang suka ikutin tuannya kemana saja?Om jin mah malah diem-diem bae dalam botol parfum"Tanyaku padanya.


"Tuan?Kau bukan tuanku,manusia.Aku tidak punya tuan!"Jawabnya tak terima.


Ah sudahlah,Om jin ini harga dirinya setinggi olympus mons.


"Ya pokoknya kenapa Om jin ngak pernah ngikutin aku kayak jin-jin lainnya?"Tanyaku lagi.


"Memangnya kau tahu bagaimana perilaku jin-jin lainnya?"Om jin bertanya balik.


"Ngak sih,tapi ya kan biasanya di film-film gitu"


"Aku tidak tahu film itu apa,namun kau ini manusia yang kelihatannya sok tahu sekali"Ucapnya tajam.


Lagi-lagi dan lagi selalu ada hinaan terhadapku dari setiap perkataan Om jin.


"Ah ya pokonya Om jin tinggal jawab saja kenapa Om jin ngak pernah ngikutin aku kemanapun!"


"Aku tidak mau melakukannya"Sial!lugas dan tajam sekali ucapannya.


Aku buru-buru ganti baju dan memakai kerudung lalu pergi dengan membanting pintu lalu menguncinya untuk melampiaskan kekesalanku.Percuma saja Om jin wajahnya tampan tapi omongannya tajam kan?!


"Nal kamu kenapa?"Rizal memandangku bingung dari depan pintu kamarnya.


Aku tidak mengacuhkannya dan langsung berjalan cepat keluar kost setelah mengunci pintu kamarku.Aku juga hanya sempat memesan ojek online saat berada di tepi jalan raya.Alhasil aku harus menunggu lama kedatangan ojek itu yang jaraknya jauh denganku.


Aku uring-uringan di tepi jalan yang lenggang karena kepanasan.Kenapa aku melupakan topiku sih?Ini semua terjadi karena Om jin yang omongannya tajam itu!sudah berapa kali aku sakit hati karenanya,padahal seminggu pun belum kami berdua tinggal bersama.


Akhhh...kenapa Om jin tidak seperti jin di film-film sih?Jin yang nurut sama tuannya,manggil manusia yang ngebebasinnya tuan,ngikutin tuannya kemanapun,dan ngebelain tuannya.Om jin mah boro-boro!Dasar film pembodohan besar!Aku sampai ikut tertipu!


Aku ingin sekali berteduh di bawah pohon dan memang ada satu pohon besar yang rindang di tepi jalan ini,tapi kata orang sini pohon itu ada penunggunya.Aku tidak berani untuk berteduh di bawahnya.Untung saja tukang ojek itu segera datang,aku langsung naik di belakangnya tanpa banyak berkomentar karena sudah terlalu lelah karena cuaca hari ini.


Jika sekarang adalah hari-hari biasa dengan cuaca yang biasa,aku pasti akan mengomel habis-habisan.Hari ini adalah hari keberuntungan tukang ojek itu dan hari kesialanku.


Saat sampai di maal dan akan membayar ojek itu,aku kaget sekali karena lupa membawa uang.Ngadem di mall gagal,aku pun meminta pada tukang ojek itu agar mengerti dengan masalahku dan memintanya untuk mengantarku pulang ke kostan lagi.


Sampai di pagar kostan,aku segera melesat pergi ke kamar dan mengambil uang dengan terburu-buru dan segera membayar tukang ojek yang pengertian itu.Aku juga berterimakasih dan meminta maaf padanya.


"Nal,kamu kenapa lagi?"Rizal bertanya saat melihatku,kelihatannya mengkhawatirkan keadaanku dan juga mungkin mengira aku sudah gila.


"Ngak papa"Aku menjawabnya dengan nafas ngos-ngosan yang tidak bisa kuredam,akibatnya dia pun kembali bertanya padaku.


"Kamu ngos-ngosan gitu,abis dari mana?"


"Dari mall,tapi ngak jadi.Aku masuk kamar dulu ya,capek.Bye"Aku mengakhiri percakapan kami dengan segera masuk ke kamar lalu mengunci pintu.


Rizal,aku memanglah tidak sesopan kamu.Aku bahkan mengobrol dengannya di depan pintu kamarku dan dia lah yang menghampiriku.


Rasa bersalah setiap harinya datang padaku karena sikapku kasar sekali pada siapapun itu.Dan lagi,aku juga selalu tidak sadar saat bersikap seperti itu dan merasa bersalah setelah melakukan kesalahan itu.Ada apa denganku ini?


Aku membuka sepatu kets dan membuka bajuku agar tidak gerah,lalu berbaring telentang di lantai supaya merasa sejuk oleh permukaan lantai yang dingin.Begini lebih nyaman...eh,tapi tunggu dulu...


Aku langsung berdiri dan mendongakkan kepalaku untuk melihat Om jin di atas lemari sana yang duduk mengahadap dinding dengan punggung yang kelihatan tegang.Oh,aku lupa jin juga punya nafsu.Tadi juga aku tidak ingat hal itu saat berganti baju.


Om jin benar,aku ini memanglah pelupa.Wajahku sudah memerah sekarang,aku segera memakai bajuku lagi dan memainkan hpku sambil berbaring seperti tadi,aku menggeser-geser layarnya saja demi terlihat tidak peduli dan lupa atas kejadian tadi padahal aku malu sekali.


"Ehem..."Om jin berdehem,aku menengoknya karena refleks,aduh dasar bego!aku memalingkan wajahku dan kembali memainkan hp.


Aku canggung tapi juga bosan harus berperilaku seperti ini terus-menerus,tanganku sudah berkeringat karena terus menggeser-geser layar hp.Beberapa saat kemudian hpku tergelincir dari tangan dan..plukk!


Hp itu jatuh tepat ke hidungku.Aww...hidungku yang minimalis ini bisa-bisa jadi pesek.Karena kaget aku langsung bangun dan membuat hpku jatuh ke lantai dengan bunyi jatuh yang membuatku khawatir layarnya akan retak.Pelan-pelan aku angkat dan melihat hpku,layarnya baik-baik saja.Aku mendekap hp itu di dada dengan lega,selamatlah uang jajanku!


"Nala,kau baik-baik saja?"Tanya Om jin padaku.


Hening merayapi seisi kamar ini,ini...ini suaranya Om jin kan?Aku mendongak untuk memastikan dan melihatnya menjulang di hadapanku.Tinggiku hanya 161,dan dia.....menjulang bak patung dewa yunani di depan tubuhku yang mungil jika dibandingkan dengannya.


"Emm itu....oke"Jawabku.Hanya itu yang bisa keluar dari mulutku.


Beribu kata ingin kuucapkan padanya sekarang.Sayang mulutku rasanya kaku,lidahku juga kelu,dan pikiranku membeku.Dan oh,betapa puitisnya kata-kataku.


Om jin,ada apa dengan perubahan sikap dan cara bicaramu yang sangat drastis ini?Seringkali membuat orang kesal,tapi sekarang perhatian.


"Baguslah"Begitu saja responnya,lalu kembali berbaring di atas lemari.'baguslah',itu sajakah responnya?!Aku mengira Om jin akan memegang wajahku atau apa kek gitu...dasar tidak peka sekali!


Aku mendengus kesal karena kembali di depak kenyataan akan sikapnya yang mengesalkan.Aku membuka laciku dengan kencang sampai terlepas dari lemari dan membuat isinya berhamburan dengan bunyi yang bergeletak dan bergemerincing.


"Nal,kamu seriusan ngak papa?"Rizal mengetuk-ngetuk pintuku dan berseru.


Rizal sepertinya kembali khawatir dengan sikap aneh atau... kegilaanku.Aku malas membuka pintu dan memperlihatkannya pemandangan kamarku yang berantakan karena ulahku sendiri.Aku membalas perkataannya dari sini saja,tidak masalah juga kan?


"Ya aku ngak papa kok,beneran.Ini cuma lagi beres-beres aja!"


"Alhamdulillah..."Kudengar Rizal menyuarakan itu dengan suara yang dipelankan.Tapi aku tetap bisa mendengarnya dari dalam kamar karena pendengaranku yang lumayan tajam.Maksudnya apa coba?


"Hati-hati ya beberesnya!"Ucapnya,lalu Rizal pun tak bersuara lagi.Kurasa dia percaya dengan jawaban ngasalku barusan.Tapi apa maksudnya dia mengucapkan alhamdulillah pelan sekali?Apa dia benar-benar mengira aku gila ya?


"Manusia bereskan barang-barangmu,berantakan sekali dan kurangi juga perkataan bohong mu padanya"Om jin tiba-tiba nyeletuk.Dan ya,seperti yang kukatakan.Omongannya yang menceletuk itu membuat otakku serasa diketuk kenyataan,kamarku berantakan karena barang-barang dalam laci yang terhambur keluar.


"Iya,aku bereskan sekarang"hiks...ingin rasanya aku menangis,kutek-kutek ku yang bagus berjatuhan.Semua wadah kutek ini terbuat dari kaca,ah sudahlah.Aku sudah terlalu bosan untuk mengeluh lagi.


Dengan bungkam satu persatu aku memasukkan kembali kutek-kutek,aksesoris,dan barang lainnya ke dalam laci dan memasukkan laci itu kembali ke dalam lemari.Sebelumnya aku mengambil satu kutek hitam bergliter dan memoleskannya di kuku jari tanganku satu demi satu.


"Hey manusia,apa yang kau pakai itu?Kenapa ca-"Aku memotong ucapan Om jin kali ini,"Aku tidak tahu jin bisa kepo juga"Tanpa menatapnya,aku berbicara seenakku.


"Manusia,apa kau sedang mencoba balas dendam?"Tanyanya dengan nada yang menyiratkan emosinya.Aku melihatnya sekarang,di atas lemari sambil menyilang tangan,dahinya berkerut.


"Begini saja,aku akan memberitahukan apa benda yang kupakai ini pada Om jin asalkan Om jin mau menjawab satu pertanyaanku"Tawarku padanya seperti host dalam kuis berhadiah uang senilai Rp500.000 di tv.


"Aku tidak yakin pertantanyaanmu hanya satu.Manusia jangan coba-coba membodohiku karena aku tidak akan terbodohi olehmu"Balasnya dengan raut serius dan penuh curiga.


Om jin ini,kenapa selalu benar tentangku,"Terserah Om jin sajalah.Jawab ini ya,sebenarnya di dalam botol parfum dan di atas lemari sana,yang mana tempat nongkrong favorit Om jin dan yang mana tempat tinggal Om jin,dan kenapa Om jin lebih suka berada di tempat itu?"


Om jin menatapku lamat.serius,beneran,sumpah?Dia benar-benar menatapku seintens itu?


"Sejujurnya jawabannya hanya satu dan sangat sederhana"Jawab Om jin,membuatku sangat penasaran.


"Dan apakah itu?"Tanyaku tak sabar dengan kelanjutan jawaban Om jin.


"Tempat itu tidak bisa dijangkau manusia,contohnya kau"Jleb!lagi-lagi dan lagi-lagi omongannya menusuk hatiku yang sudah membiru karena sudah berkali-kali dia tusuki dengan ucapan-ucapan tajamnya yang seperti belati.


"Aku sabar,aku manusia penyabar...hehehe"Ucapku terus menerus agar emosiku tidak meledak lagi.


Eh,tapi maksud dia tidak bisa dijangkau olehku,maksudnya dia diam di atas lemari agar tidak bisa dijangkau olehku yang pendek?Penghinaan!Aku merasa terhina sekali,saat ini aku merasa kesensitipanku juga menusukku dari belakang.Aku menghirup nafas,mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dan....


'OM JINNNNNNNN!'Teriakku dalam kepala.


Aku meneriakinya agar bisa mengganggu atau bahkan merusak pendengarannya jika bisa.Aku bahkan menutup mataku agar benar-benar bisa fokus berteriak sekencang-kencangnya dalam kepalaku sendiri.


'OM JINNNNNNNNNN!'Teriakku lagi.


"Sekarang tepati janjimu padaku manusia,jelaskan apa benda itu"Om jin berucap seperti itu setelah aku berteriak padanya habis-habisan.Ternyata sia-sia saja usahaku.Om jin kelihatan sama sekali tidak terganggu.


👻


CERITA INI BARU AKAN DI MULAI,JANGAN BOSAN DULU YA,READERS!


***Don't forget to give me a👍and put this story to your favorite❤.


Thank you for reading this chapter:*


see you in next chapter***!