
๐งโโ๏ธ
"Oh Aldi!" seru Nenek.
Aku menatap nenek dan orang yang dia sebut sebagai Aldi,oh namanya Aldi,tapi ada hubungan apa dia dengan nenekku?
"Nala,dia ini juga termasuk sepupu kamu,tapi ya-eum sepupu jauh...ayo Aldi masuk ke rumah kecil nenek" kata Nenek dan membawa Aldi ke dalam rumah.
Sepupu lainnya!?Kenapa aku punya banyak sekali sepupu?Batinku.
Aku mengikuti mereka ke dalam dan melihat betapa antusiasnya nenek jika dikunjungi oleh kerabatnya.Aku dan Aldi duduk berhadapan di ruang tamu nenek,dia tersenyum padaku padahal aku tidak tersenyum padanya atau membalas senyumannya.
Ada apa dengan Aldi ini?Jangan bilang dia menyukaiku...
Aku menampar diriku sendiri.
"Nala!" seru Om jin yang tiba-tiba muncul di atas meja.
Aku tersaruk ke punggung sofa karena kaget dengan kedatangan Om jin.Aldi melihatku dengan heran.
Om jim berbalik tiba-tiba dan menatap Aldi dengan bingung,"Siapa dia,Nala?" tanyanya dengan nada yang terasa dingin menusuk.
'Sepupu baruku' jawabku jujur sambil membenarkan caraku duduk dan tersenyum canggung pada Aldi yang memperhatikanku terus.
Nenek datang membawa banyak makanan dan minuman di baki lalu meletakkannya di atas meja dan mempersilahkan Aldi untuk memakannya tanpa sungkan.
"Baru?" Om jin mengatakannya dengan penuh penekanan.
'Iya,aku baru mengetahuinya tadi dari nenek.Aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan,dia menyelamatkanku dan menanyakan alamat...' jelasku pada Om jin agar tidak ada kesalahfahaman di antara kami.
"Menyelamatkan?Memangnya kamu kenapa!?" tanya Om jin dan langsung duduk di depanku.
Aku tersenyum kecil sambil sedikit menggelengkan kepala dengan jengah atas sikap Om jin.
'Aku hampir tersandung batu kecil...itu saja.Om jin...aku mau tanya sesuatu,tapi jangan di sini' kataku padanya.
Om jin mengiyakan walaupun dia pasti sudah bisa tahu apa yang akan aku tanyakan padanya.
"Aku juga ingin memberitahumu sesuatu...tapi nanti kamu jangan marah,ya?" katanya.
Mau memberitahu sesuatu?Jangan marah?Apa jangan-jangan Om jin benar-benar bertemu dengan jin lainnya saat pergi?!
Aku menjadi sangat penasaran dan pamit ke kamarku dulu yang ada di rumah nenek untuk segera bisa membicarakan apa yang ingin aku katakan dan apa yang ingin Om jin katakan.
Saat baru membuka pintu kamar yang berbunyi "ciiiiittttttttt" karena sudah tua, aku langsung bersin karena banyaknya debu di kamar ini.
Ku gosok hidungku yang hampir berair dan berpikir seharusnya setiap libur sekolah aku membersihkan rumah nenek juga-terutama kamarku dulu.Dia sudah tua dan tidak ada lagi anaknya yang tinggal bersamanya,rumah Mamy juga walaupun dekat dengan rumah nenek,tapi dia punya hal lain yang harus diurus di rumahnya sendiri.
Kenapa aku baru sadar sekarang?Aku memperhatikan seluruh kamar ini yang masih sama seperti dulu dan hampir meneteskan air mata karenanya walaupun kamar ini penuh oleh debu.Om jin menatapku dengan heran walaupun dia pasti tahu apa yang sekarang ada di dalam kepalaku.
"Kenapa?Aku hanya sedikit bernostalgia...Om jin malah melihatku sampai begitu..." kataku.
Om jim tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menjentikkan jarinya dan setelahnya kamar ini langsung bersih tanpa debu sedikit pun.
Aku berlari dan memburu kasurnya yang saat kutiduri berdecit-decit dan aku malah tertawa karenanya dan Om jin hanya melihatku sambil tersenyum.
"Jadi apa yang akan kamu tanyakan padaku,Nala?"
"Mm..itu,tapi Om jin harus janji dulu" kataku ragu dengan pertanyaan yang nanti akan kutanyakan padanya.
"Baiklah,aku tidak akan tersinggung dengan apapun yang akan kamu tanyakan"
"Kalau Om jin pergi...ke tempat apa Om jin pergi?Apa Om jin bertemu dengan makhluk halus lain atau yang lainnya?Lalu kenapa tadi Om jin lama sekali datangnya saat ku panggil padahal aku sudah jauh sekali dari bunga penangkal itu?"
"Hahahaha...pertanyaanmu langsung bertubi-tubi begitu,Nala.Kamu sangat tidak sabaran,ya?" kata Om jin dan duduk di sebelahku yang berbaring di kasur.
"Aku pergi ke duniaku sendiri atau ke kostan kamu di Bandung kalau aku sedang pergi dan kalau soal menemui makhluk halus lain,itu tidak pernah kulakukan dengan sengaja kecuali jika mereka sudah ada duluan di tempatku berada.Kamu...hahaha!...apa kamu khawatir aku bertemu dengan 'yang lain' ya?"
Om jin masih tertawa dan belum menyelesaikan perkataanya walau aku sudah bangun dan langsung cemberut karena dia terus menertawakanku dan malah menggantungkan kalimatnya.
"Ihh,Om jin!" aku berkata begitu sambil memegang tangannya dengan erat.
"Om jin!selesaikan dulu perkataanmu..." kataku.
"Aku tadi lama menemuimu karena ada urusan lain,kamu tahu...yang biasa kamu sebut 'makan'..." katanya.
Aku mengangguk dan berkomentar,"tapi tadi Om jin datang-datang langsung kaget ada Aldi...lucu sekali saat aku melihat Om jin 'curiga' begitu..."
Sekarang Om jin lah yang merajuk dan aku yang membujuknya untuk mengatakan gilirannya.Jujur saja aku masih sangat penasaran dengan apa yang ingin Om jin beritahukan padaku.
"Om jin...tadi mau kasih tau aku apa?Oi Om jin...!" kataku sambil memegang tangannya dan menggoyang-goyangkannya.
Bisa kulihat kalau bibir Om jin menahan senyum,dia memalingkan wajah dariku dan aku berusaha untuk melihat wajahnya,tapi dia menutup mataku dan baru melepaskannya saat aku berjanji tidak akan mengejeknya lagi.
"Baiklah,aku akan memberitahumu...tapi kamu masih harus memegang janjimu agar tidak marah saat ku katakan nanti"
"Baik-baik!aku berjanji!" kataku cepat karena sudah tidak sabar.
"Begini,aku...eum di hari saat aku mendadak pergi meninggalkanmu saat kita baru saja selesai berpeluk-eum..baikan!ada seseorang yang datang,kan?"
DEG
Aku mengangguk kencang,tapi jangtungku rasanya melemah karena Om jin membahas hal itu...RIZAL!tidak ada di sini saja sudah membuat masalah untukku!
"Orang yang datang itu Rizal...dan,Nala ingat janjimu!" kata Om jin tiba-tiba menghentikan perkataannya sendiri.
"IYA!" kataku sambil meremas tangan karena gugup.
"Sebenarnya dia itu bukan Rizal,tapi...aku"
Aku berhenti meremas tangan dan jantungku berdetak lebih cepat,kemudiam aku menatap Om jin sambil bertolak pinggang.Dia menghindari tatapanku dan mengulum bibirnya ke dalam.
Saat melihat itu tiba-tiba aku jadi tidak tega untuk memarahinya dan sekarang aku hanya sedang berusaha untuk bisa melihat ekspresi di wajahnya dengan lebih dekat.
"Nala,jangan marah!" katanya sambil memejamkan mata dan menggigit bibirnya.
Dia terlihat imut sekali!
Aku tertawa karena sudah tidak tahan berpura-pura akan menghajarnya.Om jin membuka matanya dan melihatku ragu-ragu.
"Kenapa kalo Om jin kayak gitu aku jadi-hahahah..."
Om jin memejamkan matanya lagi seperti tadi dan membuatku tertawa lagi.Dia menangkap tubuhku dan mendudukanku di atas pangkuannya secara tiba-tiba.
Tawaku langsung berhenti dan perasaan aneh itu muncul lagi,mendera tubuhku dengan cepat.Ku tatap mata Om jin yang menunduk menatapku sambil tersenyum.
Rasanya aku mendadak terkena asma saat Om jin masih melihatku dengan cara seperti itu.Sungguh perasaan yang menyenangkan,tapi ganjil.Aku tidak ingin memutuskan tatapan mata kami walaupun aku merasa sesak dan perutku bergejolak dengan anehnya.
Dia semakin menunduk dan mendekatkan wajahnya padaku,aku melotot melihatnya dan terkejut saat kening Om jin bersentuhan dengan keningku.
"Pejamkan matamu juga,kenapa kamu sangat terkejut begitu?"
Om jin berbisik tepat di samping telingaku,aku kegelian karenanya dan langsung memejamkan mataku,menurutinya.
Tapi tiba-tiba saja sebuah pertanyaan mendadak terlintas di benakku dan membuatku tidak nyaman untuk sesaat.Aku kembali membuka mataku karenanya dan aku rasa Om jin juga terganggu dengan isi kepalaku.
"Aku...aku mengetesmu saja,jangan marah" bisik Om jin masih dengan posisi seperti ini padaku.
"Tes untuk apa?" tanyaku sambil melingkarkan tanganku di lehernya-takut terjatuh.
"Tes...eum kesetiaan?" jawabnya dengan ragu.
Aku langsung menggigit telinganya karena kesal dengan 'tes' konyol Om jin terhadapku.
"Nala,Nala,Nala!aduh-aww!maaf..." kata Om jin ,tapi tidak berani bergerak dari posisinya atau menjatuhkanku.
Dan aku masih terus menggigit telinganya,menghukumnya karena sudah berani menguji kesetianku.
๐ป
...Do you enjoy this chapter?If it's right,let's give me a like ๐and coment๐ฌ!...
...Bye-bye๐๐!...