Om Jin!

Om Jin!
Om jin!25(versi revisi)



πŸ§žβ€β™‚οΈ


Hari ini aku dan Astri akan kembali ke Bandung,dan pada hari ini juga adalah hari akhir dari rencana kami;aku,Om jin,dan Sera.Setelah kami selidiki lebih jauh,Kakekku ternyata tidaklah ingin membuat Sera menjadi 'pewaris',melainkan Kakeknya Sera sendirilah yang menginginkan hal itu.Maka dari itu selama itu juga Sera terus menginap di rumahku untuk menghindarkan diri dari Kakeknya.Karena kami tidak tahu kapan Kakeknya Sera itu akan menjadikan Sera sebagai 'pewaris'.


Hal itu sangat berbahaya,makannya beberapa hari ini aku banyak menempatkan om jin untuk memantau Kakeknya Sera sedangkan aku dan Sera menjadi seorang pemikir strategi dadakan apabila mendapat info baru dari Om jin.Terakhir kali Om jin informasikan,saat gerhana matahari yang akan terjadi nanti siang,Kakeknya Sera merencanakan untuk menurunkan 'itu' pada Sera.Kakeknya Sera sudah berani mengambil langkah itu karena dia sudah bisa 'melihat apa yang Sera lihat'.Saat ini ketahanan kekuatan om jin pun diuji untuk bisa memyembunyikan diri dari Sera maupun Kakeknya.


Semenjak kejadian tanganku melayang itu,Sera jadi takut pada Om jin dan tidak ingin berkomunikasi dengannya lagi.Aku juga bersikap hampir seperti Sera pada Om jin,tentu dengan alasan yang berbeda,yaitu aku masih malu jika berdekatan dengan Om jin kalau mengingat tawarannya waktu itu.


Ah-sudahlah!Aku juga malu membahasnya lagi.Yang penting sekarang adalah menjalankan misi dengan baik agar saat aku sudah kembali ke Bandung nanti,aku bisa tenang meninggalkan Sera di sini.


Kakekku juga ikut terlibat,kemarin aku menangis padanya agar mencengah Kakek Sera untuk menjadikan Sera 'pewaris' dan dia setuju.Hari ini Kakek bertugas menyibukkan Kakek Sera,aku menjaga Sera,dan Om jin tetap mengintai.


Omong-omong soal Om jin,akhir-akhir ini dia jadi seperti kucing yang di manapun dan kapankun saat ada kesempatan,dia akan tidur.Aku sadar kalau semua itu terjadi karena aku terlalu banyak meminta ini-itu pada Om jin,padahal dulu aku masih ingat kalau Om jin pernah berkata jika dia hanya akan mengabulkan tiga permintaanku saja dan tidak akan mengambulkan permintaanku yang lainnya,tapi dia secara tidak sadar sudah melanggar perkataannya sendiri demi aku dan keluargaku.


"Nala,hati-hati,Kakek kalian akan ke sini sebentar lagi dan mereka sedang bertengkar.Sebaiknya kalian lari sekarang..." Om jin tiba-tiba datang dan langsung mengabarkan hal gawat padaku.


Aku langsung memegang tangan Sera yang ada di sebelahku,membuat Astri mengerutkan kening karena tangan Sera yang aku pegang sedang ia kuteki.


"Nanti kuteknya rusak,Kamu ngapain sih Nal?" Astri berkomentar tak suka karena hasil karyanya terancam rusak.


"Ayo kerumah temanku,dia punya lebih banyak kutek lho! Kamu juga bisa kenalan sama dia karena dia juga pengen masuk ke Univ yang sama kayak kamu" Kataku beralasan.


"Ngapain ah,malu.Lagian kenapa ngak kamu kasih tau aku dari beberapa hari yang lalu?Sekarang kan sebentar lagi juga kita bakal dijemput balik ke Bandung" Astri membalas tak setuju.


Aku membawa Sera berjalan cepat bersamaku dan Om jin yang melayang di sebelahku.Astri mengejar kami di belakang dengan terpaksa dan Mamy berteriak menanyakan kemana kami akan pergi.


Kakiku rasanya berkeringat saking paniknya,bagaimana ini?Aku tidak pernah menduga kalau Kakek kami malah akan bertengkar.Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah mendengar pernah terjadinya pertengkaran antara Kakak-Adik itu,mereka selalu harmonis! Lalu sekarang...aku,waktu,dan situasi telah mengubah segalanya.


Lama-kelamaan jalan cepatku berubah menjadi lari,semakin panik aku,semakin cepat otakku bereaksi untuk ikut mengendalikan tubuhku yang lain.Aku seperti dikejar setan,Astri dibelakang sana berlari sambil membawa kotak kutek seperti seorang maling kelas teri dan para warga desa melihat kami dengan padangan aneh.Aku tidak peduli!Yang penting Sera selamat dulu dan aku juga berharap kalau temanku sekarang sedang ada di rumahnya agar aku bisa menyembunyikan Sera di sana selama sementara.


Om jin memperhatikan keringat yang mengalir di pelipisku,aku tentu salah tingkah diperhatikan sampai sedetail itu,tapi tidak ada waktu untuk itu.Aku merasakan wajahku yang banjir keringat tiba-tiba menjadi segar dan tidak berkeringat lagi,aku tahu ini karena Om jin.


'Om jin,jangan membuang-buang tenaga Om jin untuk urusan tidak penting seperti mengelap keringatku secara ajaib'


"Aku juga menyegarkan wajahmu,Apa kamu tidak merasakannya?Soalnya kamu terlihat tidak nyaman dengan wajah yang berkeringat" Balas Om jin.


Aku terlihat tidak nyaman karena diperhatikan kamu Om jin,bukan karena keringat di wajahku!


'Lain kali jangan lakukan itu lagi,tidak papa wajahku banjir keringat juga.Tenaga Om jin adalah hal penting harus dihemat agar jika terjadi situasi genting nanti,Om jin bisa membereskannya'


"Kak,Kakak belum kasih tau aku apa yang 'dia' katakan sampai Kakak panik kayak gini" Sera berkata dengan nafas yang masih normal.Anak ini terlalu ajaib! Aku yang terbiasa berjalan kaki saja sampai ngos-ngosan,sedangkan dia yang suka diantar-jemput kendaraan masih terlihat normal-normal saja.


Aku melihat kebelakang,tidak ada Astri di sana.Kelihatannya Astri tertinggal jauh dan dia tidak tahu jalan,hah! Masalah apalagi ini! Kenapa setahun terakhir ini aku seperti sedang diuji berkali-kali!


'Buat Sera halimunan sebentar bisa?Atau Om jin dan Sera lari duluan ke rumah temanku.Aku harus cari Astri dulu' Kataku pada Om jin.


"Apa?! Orang itu hanya membuat susah saja! Biarkan saja dia,Nala.Dan ayo kamu kembali lari.Aku tidak bisa melakukan keduanya sendirian,anak ini sudah tidak punya kepercayaan padaku lagi."


"Sera,menurut pada Kakak,lari dengan Om jin duluan nanti Kakak menyusul" Kataku pada Sera.


Sera yang awalnya bingung kenapa aku tiba-tiba berhenti di tengah jalan menunjukkan wajah menolak dan kengerian tergambar jelas di wajahnya."Tidak,tidak mau!" Rengeknya.


"ME-NU-RUT!"


Sera menunduk,dia terlihat takut padaku sekarang,ini wajar karena aku tidak pernah begini pada Sera sebelumnya.Tapi ini juga demi kebaikan dirinya,dan aku tidak bisa meninggalkan temanku begitu saja di belakang.


"Baiklah,tapi Kakak harus cepat.Aku takut..."


Aku mengangguk cepat dan memegang kepalanya sebentar sebelum berlari kembali dan mencari Astri.It's hard day for me...


Baru beberapa rumah aku lewati,aku sudah menemukan Astri yang sedang duduk di Pos ronda sambil mengipas-ngipasi wajahnya dengan tangan.Aku memanggilnya,"Ayo,kenapa malah duduk di sini!"


Dia melirikku tajam,"Kalian meninggalkanku,lagian kenapa kamu tiba-tiba ngajak Sera lari.Ada marathon dadakan di kampung kamu?!"


"Bukan,tapi ini soal masalah lain.Tri,ayo...atau kamu mau balik aja ke rumahku?Masih ingat jalan?" Aku membatalkan ajakanku saat sadar Astri tidak mungkin mau lari lebih jauh lagi.


"Ya ikut kamu lah,kamu kan tadi bawa Sera,kemana dia sekarang?!" Astri histeris saat sadar aku tidak membawa Sera.


Aku yang tidak sanggup lagi berbicara panjang lebar pada Astri langsung menarik tangannya dan membuat dia ikut berlari bersamaku.Tak memedulikan kata kata protes yang meluncur keluar secara berentetan dari mulutnya.


Dengan nafas kami yang tersenggal,lutut yang lemas,dan tenggorokan yang kering,kami duduk di teras rumah temanku tanpa tahu malu.Sera dan Om jin sudah ada di sana,berdiri di depan teras karena tidak berani mengetuk pintu.Setelah nafasku kembali normal,aku mengetuk-ngetuk pintu rumah temanku.Astri memangku Sera dan menanyakan apa Sera kecapekan atau tidak.


Sudah beberapa kali kuketuk,tidak ada respon apapun dari dalam.Aku melirik Om jin,'Apa hanya dengan tidak tinggal di rumahku,Sera masih dapat selamat?'


"Ya tentu saja,asalkan Kakeknya tidak tahu di mana dia sampai gerhana selesai" Jawab Om jin.


Aku menghembuskan nafas lega dan kembali duduk di samping Astri,pelarian kami..kuharap tidak diketahui.


Aku memandang langit,begitupun Astri,Sera dan Om jin.Langit menjadi gelap sepenuhnya,aku merasakan hawa dingin di sekitarku secara tiba-tiba.Gerhana matahari total...hanya korona matahari yang dapat terlihat...Sera dan Astri saling berpelukan,Om jin beralih diam di sebelahku,kurasa bukan hanya aku yang bisa merasakan keanehan ini.Tapi kenapa suasananya jadi mengerikan seperti ini?Gerhana matahari itu hanya fenomena alam biasa kan?


'Om jin,kenapa suasana jadi begini?'


Suara gemerisik rumput dan tumbuh-tumbuhan yang diterpa angin mendominasi,Om jin tidak menjawab perkataanku dan terus memandang ke atas.Ada apa dengan dia?Gerhana matahari tidak menimbulkan gejala tertentu pada makhluk halus kan?


'Om jin...?' Panggilku lagi.


"Maaf,aku sedikit teralihkan.Aku akan menjelaskan sedikit hal padamu soal gerhana matahari ini,bagi manusia modern seperti kamu gerhana matahari semacam ini kalian anggap sebagai fenomena alam biasa yang akan terjadi pada waktu tertentu,bagi manusia kuno atau sesepuh,gerhana matahari adalah suatu tanda dan waktu khusus untuk menjalankan ritual-ritual tertentu,sedangkan bagi makhluk halus,ini adalah kesempatan besar untuk bertambah kuat dan melewati batasan yang mengekang kami,tapi bagi makhluk halus yang lemah,mereka hanya akan menggila karena kekuatan mereka ada di puncak secara mendadak dan mereka tidak bisa mengendalikannya seperti kami."


'Kalau begitu,apa Om jin baik-baik saja?' Setelah mendengar penjelasannya,aku bisa sedikit mengerti dampak gerhana matahari ini bagi setiap orang berbeda-beda,tapi aku jadi khawatir pada dampak yang Om jin rasakan saat ini.


Om jin mengangguk dan berkata dengan senyum yang tercetak di wajahnya,"Aku baik-baik saja,kekuatanku meningkat pesat.Kurasa kekuatanku akan kembali seperti dulu..."


Apa Artinya itu?Apa itu berarti kalau Om jin akan sekuat dirinya yang dulu?Lalu apa...?Apa Om jin tersenyum karena senang akan hal ini?Tapi kenapa aku malah merinding melihat senyumannya kali ini.


"Tenang saja,Nala.Aku ini jin yang kuat,aku bisa mengendalikan diriku sendiri dan tidak akan menggila seperti makhluk halus yang kamu sebut setan itu" Katanya.


Mendengar perkataanya,bukan membuatku menjadi tenang,tapi cemas dan takut.Aku mendekatkan diri pada Astri dan Sera.


Sera,bocah itu menutup matanya rapat dan memeluk Astri erat.Apa dia melihat setan-setan yang sedang menggila?Makannya dia ketakutan seperti itu walaupun sebelumnya sudah terbiasa dengan matanya yang bisa memandang para setan?


πŸ‘»


*DON'T FORGET TO GIVE ME AπŸ‘


AND❀ FOR ALL READERS,THANK YOU.


SEE YOU IN NEXT CHAPTER***!