
"Apa kau tidak bisa membedakan antara setan dan jin?"Suara menyeramkan itu membalas jeritanku.
"Memangnya kau ini apa?Mau setan kek,jin kek,pokoknya menghilanglah dariku sekarang juga!"
"Kau yakin mau mengusirku?Kau telah mambebaskanku,maka sesuai janjiku dulu,aku akan memberikan siapapun yang membebaskanku 3 permintaan untuk ku kabulkan dan kaulah orangnya"
Seketika otakku macet mendengar pernyataannya barusan."memangnya ini dunia "Alladdin","Arabian night"gitu?Lagi pula janji untuk mengabulkan 3 permintaan itu terlalu klise"
"Terserah jika kau berpikiran seperti itu.Sekarang cepat katakan apa permintaanmu"Ucapnya dengan tidak sabaran.
Ini musyrik tidak sih?
Aku sangsi...
"Mau atau tidak?"Dia semakin mendesakku.
Kutarik nafas dalam-dalam,lalu menghembuskannya perlahan.Ada banyak hal yang aku inginkan,tapi permintaanku hanya 3 dan sebenarnya aku takut kalau sekarang aku sedang melakukan kemusyrikan.
Namun di sisi lain aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan langka ini yang mustahil terjadi lagi dan sebenarnya tidak kupercayai.Aku juga hanya akan meminta hal yang sangat aku butuhkan saja dan tidak akan membuat orang lain rugi karena hal itu.Tapi masih ada satu hal yang harus aku pastikan agar aku tetap aman dan tidak kafir.
"Kamu tidak akan meminta tumbal kan nantinya?"Tanyaku takut.
"Tidak akan"Jawabnya datar.
Aku bersyukur dalam hati,"okay,permintaan pertamaku adalah...aku ingin agar wajahku tidak akan pernah berjerawat lagi!"Penampilan sudah.
"Dasar wanita!"Suara menyeramkan itu terdengar menggerutu.
Wajahku mendadak terasa kesemutan dan membuatku sangat panik,jika wajahku kenapa-kenapa bagaimana?
"Apa yang kamu lakukan?!"
"Aku melakukan apa yang kau inginkan.Itu hanya prosesnya saja,jadi jangan panik seperti itu!"
Aku meraba-raba wajahku yang sudah mulai terasa kembali normal dan aku segera membuka mataku untuk bercermin.
"Apa kamu ini bisa dipercaya?"Tanyaku sambil mengamati detil wajahku dari cermin.
"Soal tiga permintaan itu ya,tapi untuk yang lain itu tergantung..."
"Dasar setan!"Aku menghardiknya kesal dan melupakan rasa takutku padanya.
"Aku bukan setan!Dasar manusia!"Setan itu balas menghardikku dan seketika akupun kembali merasa takut padanya.
Saat aku berbalik,aku lupa pada wujud sosok setan itu dan kembali menjerit lalu memejamkan mataku lagi.
Jantungku....hampir saja jatuh.
"Permintaan keduaku,ubah wujud mu menjadi seperti......"Aku menunjuk pada dinding yang kutempeli foto-foto member bts dengan asal tanpa melihatnya sama sekali.
"Orang yang ada di foto itu,cepat!"
Aku menutup mataku dengan tangan,masih menutup mataku dengan tangan karena aku tidak tahu apa setan itu sudah berubah wujud atau belum.
Lama sudah aku menunggu isyarat dari setan itu-apa dia sudah selesai berubah atau belum,tapi setan itu diam saja sedari tadi.Dengan nekat aku membuka sebelah mataku karena terlalu penasaran.Dan apa yang kulihat adalah ....
"Oh my....!"Aku langsung membuka mataku yang sebelahnya lagi.Aku,aku...aku ingin terus melihat wajah ini,wujud ini adalah wujud Seokjinku akhhh.....!Sama seperti penampilan Jin yang ada di foto yang tertempel di dinding kamar kostku!
World wide handsome!
Kulitnya,hidungnya,bibirnya...ahh~~,matanya...dan warna juga model rambutnya yang berwarna merah jambu,bahkan pakaiannya juga sama!Aku suka melihat jin dengan hoodie berwarna hijau mint dan celana jeans.Akhhhh,aku...kira telunjukku tadi akan menunjuk foto Jimin,aku ingin sekali melihat abs-nya,tapi ternyata...ini juga aku sudah sangat bahagia dan bersyukur.Untung saja aku tidak menunjuk bagian dinding yang polos,aku tidak tahu akan bagaimana jadinya wujud setan itu.Mungkin dia akan jadi lebih menyeramkan dan yang pastinya datar.
"Heh!matamu mau keluar!"
Perkataan set-eh Seokjinku yang tampan menyadarkanku akan betapa aku sangat menikmati pemandangan ini dan ya,suaranya juga...Seokjin ori!
"Nah,gini kan enak liatnya,baru pantes aku sebut Jin!aku panggil kamu Om Jin aja ya,lagian umur aku dan Seokjin asli juga beda jauh.Tapi kenapa masih ada sedikit kabut di sekitar Om Jin?"
"Manusia...memang pada hakikatnya memiliki hawa nafsu.Untung saja manusia sepertimu baru ada pada zaman akhir ini.Di masa lalu manusia-manusia kebanyakan bahkan rupanya jauh lebih bagus dari ini"Om jin berkata tanpa menjawab pertanyaanku.
Akhh...suara itu~~telingaku seperti dibisiki oleh malaikat saat mendengarnya dan aku benar-benar menyukai ini.
"Katakan padaku apa permintaan terakhirmu supaya aku bisa segera pergi dari kamar kotormu ini"
Suara itu lag-eh tunggu dulu,APAAA!pergi?Aku tidak mau Seokjinku pergi.Aku baru saja ditinggal paman,dan sekarang...TIDAK LAGI!sudah cukup penderitaanku kemarin,kemarin lusa,dan kemarin-kemarinnya lagi.
Aku tidak mau menderita kesepian lagi saat ini,besok,dan sampai aku mati nanti.
"Cepat manusia,dengan wujud seperti ini aku khawatir bola matamu akan benar-benar keluar"Ucap Om jin dengan bergidik.Tunggu,setan bisa bergidik melihat manusia?
Aku merenung,"Apa kau bisa tinggal bersamaku?"
"Jangan serakah,manusia.Penyesalan itu akan amat menyakitkan"Ucapnya mengantisipasi tindakanku.
Aku suka suara ini,tapi aku mengabaikan makna dari ucapan yang dikatakan oleh suara ini.
"Biarlah aku serakah,lagipula serakah sudah menjadi hakikat manusia kan?"Aku melontarkan pertanyaan retoris padanya.
"Permintaan terakhirku,aku ingin kamu dengan tetap memakai wujud ini tinggal bersamaku..."
"Tunggu dulu,manusia.Aku hanya bisa sementara tinggal bersamamu.Karena bangsa kita pada hakikat-"Aku memotong perkataannya yang terus memakai kata hakikat,lagipula dia sudah memotong perkataanku duluan.
"Kamu harus tinggal bersamaku sampai aku lulus SMA dengan wujud Seokjin ini!"Perintaku berbunyi lantang,hampir terdengar seperti ratu yang memberikan mandat pada pengawalnya.
Suara Om jin tidak terdengar membantahku lagi setelah aku mengatakan itu.
Jika aku masih ingat dengan bisikan pelayat tempo lalu,pasti aku akan menyesali permintaan terakhirku yang egois pada hari ini nanti.
Aku belum bisa memastikan apa permintaanku yang pertama benar-benar terwujud karena aku memang jarang berjerawat.Tapi,jika sekalinya orang yang jarang berjerawat sedang berjerawat,maka hebohlah dia.Itulah yang terjadi padaku saat timbul jerawat di wajahku bulan lalu.
"Jangan bercermin terus,kulihat benda persegi milikmu berkedip-kedip dari tadi"
Kulihat Om jin yang rupawan dari cermin,Melihat wajah itu membuatku merasa berada di bawah pohon rindang yang menghadap oasis ditengah gurun pasir yang berwarna keemasan ditimpa teriknya matahari.Sejuk tapi menggairahkan...
Ah ya,hp itu.Aku rasa Mamy lah yang terus menghubungiku karena aku kabur.Hari ini juga aku bolos sekolah,mampuslah aku,padahal hari ini ada pelajaran sejarah minat dan geografi dengan guru mapelnya yang sama sama luar biasa galak.Aku abai,aku malah membuka laptopku yang hampir seminggu belum kubuka.
Aku membuka email dan tersenyum saat melihat email dari dia,Nihon jin itu.Ada dua email dari dia,aku segera membuka emailnya yang sebagian berbahasa Jepang dan Inggris dan menerjemahkannya.Seperti inilah isi emailnya yang sudah ku terjemahkan.
***Selamat pagi Nara-san
Jangan bingung dulu,ya,karena saat aku membuat ini di Jepang sedang pagi.Aku ingin kamu bisa merasakan sensasinya karena kamu kan sangat ingin menjelajah Jepang,negeriku.Nara-san,sejak aku membaca balasan email mu minggu lalu,aku merasa bersalah padamu karena tidak bisa ikut merayakan ulang tahun mu dan berada di sampingmu.Padahal kamu sedang butuh sekali teman.
Aku minta maaf Nara-san,mau kah kamu memaafkanku?Kalau kamu sudah memaafkanku,maka bukalah email kedua ku dan segera balas kedua email ini.
Aku mengkhawatirkan keadaanmu.Minggu ini belum satu email pun yang kamu kirim kan untukku.Kamu pernah bilang kalau aku adalah satu-satunya sahabat penamu tapi,kamu hanya aktif beberapa hari dalam seminggu.Jangan-jangan kamu bohong padaku soal itu?
Tidakkah kamu juga mengkhawatirkanku?Maafkan aku hanya bisa membuat email singkat ini,aku mohon kamu bisa mengerti keadaanku sekarang yang sedang sibuk persiapan ujian.
Dari Asuna mizukini***
Banyak orang yang tidak peduli padaku tapi,masih ada beberapa orang yang peduli padaku seperti Asuna ini.Orang jauh pula...Tapi kadang aku mengabaikan orang yang benar-benar memperdulikanku dan tidak balik memperdulikan mereka.Aku harus segera membalas email Nihon jin baik hati ini,dia sudah menjadi sahabat penaku sejak satu tahun yang lalu.
"Dia orang baik-baik,manusia"Om jin tiba-tiba berkata tepat di belakang telingaku.
Aku terkejut,ternyata Om jin ikut membaca emailku.Ku kira bangsa jin tidak bisa membaca,tapi ternyata bisa.Ah sudahlah,sejak awal jin ini ada di kamar kost ku pun mustahil dipercaya.
"Aku tahu makannya aku mau segera membalas emailnya.Tapi bisakah Om jin tidak berdiri tepat dibelakangku seperti itu?Senyumlah sedikit dan melangkah ke hadapanku,biar aku tambah semangat ngetiknya"Kataku mencoba mengerjainya...
Tapi bukannya menurut,Om jin malah duduk bersila di atas lemari ku,ck padahal aku butuh asupan senyum salah satu member bts sekarang.
Setelah membalas email pertamanya,aku segera membuka emailnya yang kedua.
***Untuk Nara-san yang imut
Kamu sudah memaafkanku jika membuka email kedua ini.Aku sangat bersyukur jika itu terjadi.Sekali lagi,aku benar-benar menyesal karena tidak bisa ikut merayakan ulang tahunmu,aku hanya bisa memberikan sebuah hadiah sebagai permintaan maafku dan sebagai kado ulang tahunmu.Kumohon terimalah hadiah kecil dariku itu.Aku akan sangat bahagia jika kamu menyukainya.Terima hadiah itu ya,hadiah itu akan datang besok lusa ke alamat rumah kostmu.Maaf juga atas kado ulang tahun yang terlambat ini.Jangan bersedih lagi ya,Nara-san.Dan jika kamu ingin bersedih,maka mengadulah padaku akan hal itu.Aku akan selalu ada untukmu.
Dari Asuna Mizukini***.
"Akhh...gila!dia baik sekali!"aku kaget sekaligus senang luar biasa membaca email ini.Ternyata benar,orang jepang itu selalu memberikan hadiah saat ada acara apapun itu.Padahal kami baru kenal selama 1 tahunan tapi,dia sudah mau mengirimiku hadiah.Dia juga sangat merasa bersalah padaku untuk hal yang sepele.
Padahal tidak pernah satu kalipun dia berbuat salah padaku.Hanya dia nya saja yang terlalu berlebihan soal hal ini kurasa...tapi jujur saja aku sangsi apa aku harus menolak atau menerima hadiah darinya itu.Aku sama-sekali belum pernah melakukan kebaikan atau memberi hadiah untuknya,tapi dia sangat baik padaku.
Aku melirik Om jin yang masih duduk bersila sambil menutup mata di atas lemari,kini dengan tangan yang bersilang.Apa dia sedang bertapa atau yang sejenisnya?Tapi melihat wajah Om jin yang sedang terpejam itu,hatiku meleleh dibuatnya dan mataku juga dibuai nya sehingga sulit sekali untuk kembali mengalihkan pandangan pada hal lain.
"Ehemm!"Om jin berdehem keras sekali,aku kembali ingat kenapa tadi aku melirik Om jin.
"Eumm...Om jin,menurut Om jin apa aku- maksudku,jika seorang teman barumu ingin memberimu hadiah,dan dia selama ini sangat baik padamu,apa yang akan kamu lakukan?Menerimanya atau menolaknya?"Tanyaku meminta saran darinya.
"Jangan bicara berbelit-belit,manusia.Kau tidak perlu menanyakan pendapatku dengan menempatkan posisiku menjadi seperti posisimu.Menerima atau menolak hadiah darinya itu terserah padamu.Kau percaya padanya atau tidak?"
Matanya menatapku saat mengucapkan itu,dia terlihat sangat syahdu ketika mengatakannya.Aku terbius oleh pesonanya lagi dan menulikan telinga akan pesan tersirat darinya.
"CK..."Om jin berdecak dan tiba-tiba menghilang,membuat kontak mata kami terputus.Aku panik,dan memanggil-manggilnya dalam kepalaku.Aku memanggilnya dengan keras,sekarang...dia masih tidak meresponku.Kenapa sih sebenarnya Om jin.Padahalkan dia duluan yang menatapku sejak dia membuka mata.
Tok tok tok
Aku menatap pintu dengan mata melotot,mungkin jika pintu itu bernyawa dan ditatap seperti ini olehku,dia pasti sudah lari kocar-kacir seperti dipelototi oleh setan.Tapi ya sudahlah,tidak apa-apa pintu itu tidak punya nyawa juga karena gawat kan kalau sampai kamarku tidak berpintu.
Tok tok tok
pintu kembali diketuk.Aku masih diam saja memelototinya menyalurkan kesal.Jika ada yang mengetuk pintuku dan tidak berkata apa-apa,aku tidak akan pernah membukakannya.Itulah prinsipku sejak menjadi seorang anak kost.
"Neng Nala,neng Nala sudah pulang ke sini?Neng?"Suara Ibu kost yang memanggil-manggil namaku terdengar.
Aku segera membukakan pintu dan menyalaminya."muhun Bu,Nala sudah pulang lagi ke sini,kangen sekolah,kangen orang-orang kost juga"Kataku bohong.
"Wah,padahalkan Neng Nala baru satu hari lebih pulang kampung,masa sudah kangen sih.Hahaha..."Balasnya lalu tertawa.
Ah,ketahuan bohongnya aku ini.Aku ikut tertawa kecil saja,padahal tidak ada yang lucu dari kata-kataku.Aku ingin cepat-cepat ini selesai,aku tidak terlalu suka obrolan ringan seperti ini karena selain tidak berguna,Privasiku nanti terkorek-korek!
"Ya syukur atuh kalau Neng Nala sudah pulang lagi kesini mah,berarti sudah tidak lagi atas kematian pamannya lagi kan?"Ibu kost bertanya yang menurutku bersifat retoris.Bagaimana aku harus menjawabnya?
Aku tidak bisa menjawabnya karena dia salah,aku segera kembali ke sini justru karena masih bersedih,kalau aku sudah tidak sedih mana mungkin aku mengabaikan anggota keluargaku sendiri yang sedang berdukacita di sana.
Aku kesini karena ingin merenung sendirian,tapi malah terjadi peristiwa itu...sifat egois ku semakin berkuasa saat aku bertambah dewasa.Ini aneh kan?Tidak seharusnya aku bersikap egois seperti ini.
Ibu kost pergi setelah aku mengiyakan perkataanya dengan anggukan dan dia bilang akan kembali lagi nanti siang untuk mengantarkan makanan untukku karena dia kira aku sedang sakit dan tidak mampu untuk mencari makanan di luar atau memasak sendiri di dapur.Ibu kost kami memang selalu bertindak pilih kasih pada salah satu anak kost nya yang sedang berduka sepertiku ini.Selalu ada berkah dibalik segala hal yang terjadi di dunia ini.
Daripada memikirkan Om jin yang gampang ambekkan itu,aku lebih baik membalas email Asuna saja dan jawabanku atas hadiah itu adalah ya dan sisanya aku hanya bilang sangat berterimakasih padanya atas hadiah dan kekhawatirannya yang tidak perlu terhadapku.
Aku juga mencoba menyakinkannya bahwa aku sekarang baik-baik saja dan memintanya untuk tidak perlu terlalu mengkhawatirkanku.Sekarang,aku hanya perlu menunggu hadiahnya datang besok.Aku berjanji saat dia berulang tahun nanti,aku pasti akan balas mengiriminya kado.
"Oh Om jin~perlihatkan dirimu padaku..."Tidak ada sahutan.Kenapa aku harus repot-repot mengkhawatirkannya sih?Si makhluk gaib tapi ganteng dan ambekkan itu.Aku mencoba peruntungan dengan mengambil botol parfum yang masih tergeletak di atas kasur ku dan menyemprotkannya.
Kabut tipis mulai keluar dari botol dan lama-kelamaan kabut itu berubah wujud.Haha,aku tidak menyangka usaha coba-cobaku ini berhasil juga ternyata.
"Kenapa aku harus dibebaskan oleh manusia pada tahap usia remaja seperti dia ini!"Gerutu Om jin sesaat sesudah terwujud dan aku kembali terpesona oleh wujudnya.
**OM JINNYA JADI GANTENG,GIMANA DONG?
APA CERITA INI AKAN KLISE DENGAN TOKOH UTAMA WANITA YANG MENCINTAI TOKOH UTAMA PRIA YANG BERBEDA ALAM KARENA KETAMPANAN DAN PESONANYA?
HAHAHA...KALAU KALIAN PENASARAN,LANJUTKAN BACAAN KALIAN PADA NEXT CHAPTER**!