Om Jin!

Om Jin!
om jin!6(versi revisi)



🧞‍♂️


"Woi!diem-diem bae di atas lemari.Mau ikut dikerubutin rayap?"Teriakku pada om jin.


Aku bingung dengan sikap om jin,dia tidak mau melakukan apapun dan pergi kemanapun selain berbaring di atas lemari dan masuk kedalam botolnya yang bagiku masih misterius.Aku bertanya-tanya apa tubuh om jin sudah disetel untuk hanya bisa ada didua tempat itu?Kalau ya,aku ingin menyetel ulang tubuhnya.


"Kalau mau pergi,ya tinggal pergi sendiri saja,manusia.Tidak usah repot-repot mengajakku karena sampai kapanpun aku tidak akan mau mengikuti kemanapun kau pergi"kata om jin.


Haduh,kenapa om jin ini keukeh sekali pendiriannya.Atau apa jangan-jangan dia masih merasa dalam pertengkaran denganku karena belum ada sedikitpun kata baikan dalam percakapan kami.Yang benar saja,ini sudah seminggu sejak kejadian kuteks itu!aku saja sudah lupa bagaimana awalnya aku punya pikiran untuk mengutekki kuku makhluk gaib berwujud seokjin itu.


"Makhluk gaib,sekarang kita baikan saja ya,pertengkaran kita ini sudah kadaluwarsa"bujukku padanya agar mau menemaniku membeli buku.Om jin merespon ajakanku itu dengan tangan di jidatnya.Apa aku salah mengajaknya baikan?


"Manusia,bahkan aku tidak pernah merasa kita bertengkar ataupun berteman.Bagaimana kau bisa menyimpulkan hal itu sebagai sebab aku tidak mau mengikutimu,padahal kau sudah tahu alasanku apa untuk tidak mengikutimu"


Memangnya alasannya apa?Aku mencoba mengingat-ngingatnya lagi.Om jin yang melihat gelagatku kembali berkata,"Karena aku tidak mau melakukannya!"


Belum juga aku mengingatnya,om jin sudah memberitahuku duluan tanpa diminta atau aba-aba.


"TEGA!"kataku.


Alhasil aku pergi sendirian lagi,tapi tidak terlalu masalah buatku untuk pergi kemana-mana sendiri karena sejak aku tinggal di sini,aku sudah terbiasa sendiri.Di halaman kostan aku melihat Rizal yang sedang menghidupkan motornya dan tiba-tiba dia menghampiriku.


"Nal,mau ke toko buku ya?Bareng saja yuk!"Ajaknya padaku.


Aku tidak mengharapkan ini sekarang,cukup dulu saja aku mengharapkannya bersikap baik padaku seperti ini.


"Maaf,aku udah janjian mau bareng Astri.Nanti dia bakal menjemputku"Kataku,berbohong untuk menolak ajakan Rizal.


"Gitu...gimana kalo aku nitip aja sama kamu,buku yang harus kita beli sama kan?Jadi aku nitip ke kamu aja Nal.Ini uangnya"kata Rizal dan menyodorkan uang Rp.50.000 lembar padaku.


Ingin sekali aku meneriakinya'Anj*ng!',tapi aku masih merasa sayang kalau harus membuang suaraku percuma hanya demi memakinya.Jadi,kuterima uangnya tanda setuju dan segera pergi dari kostan dengan menahan kesal,ku lihat kebelakang,Rizal sedang kembali memasukkan motornya kedalam.


Fuckboy!


Seekor anjing berbulu coklat tiba-tiba lewat di depanku.Inilah kesempatanku untuk melampiaskan amarah.


"ANJ*NG!"


Aku berteriak pura-pura kaget dengan anjing itu agar orang-orang di sekitar tidak terlalu memperhatikan dan tidak mengira kalau aku sengaja bicara kasar.Lega menderaku,kini moodku sedikit membaik setelah melontarkan kalimat makian.


Di toko buku saat aku mencari buku yang kubutuhkan,tidak sengaja aku bertemu dengan Astri yang sedang memborong buku novel.Enaknya jadi orang kaya,aku juga ingin bisa membeli novel sebanyak itu sekaligus sesuai keinginanku.Tapi apalah daya dompet tipisku.


Astri yang juga menyadari kehadiranku menghampiriku duluan dan menunjukkanku di mana rak yang menyimpan buku yang sedang kuperlukan.


"Nah itu tuh Nal,tadi kulihat sih bukunya tinggal 3 lagi kalo ngak salah.Cepet ambil,takutnya ada yang keburu beli"katanya memberitahuku.


Aku menurutinya dan segera mengambil dua buku.Huh...beruntungnya aku tidak kehabisan.


Di rak buku yang berisikan buku-buku yang setebal ensiklopedia aku melihat ada seorang laki laki yang memakai tongkat berjalan sedang kesusahan mengambil buku yang jatuh.Aku menghampiri dan membantunya mengambil buku yang jatuh itu.Saat mendongak,baru ku sadari kalau orang itu tinggi kurus dan yang paling mencolok dari ciri fisiknya adalah rambutnya yang hitam legam,benar-benar sangat hitam.


"makasih dek"Katanya.


aku pun tersadar dan mengangguk lalu pergi diiringi dengan tatapan matanya yang mengikutiku.


Aku kembali ke tempat di mana Astri menungguku.


"Abis dari sini kamu mau kemana lagi Nal?"tanyanya padaku.


"Ya pulanglah"balasku apa adanya.


"Anak baik,dasar!"Kata Astri.


Astri mengajakku melihat-lihat rak yang berisi novel baru.Dia juga mempromosikan beberapa novel bergenre romance padaku,bahkan dia meresensikannya langsung padaku.Tapi kutolak Astri dengan alasan klise ku.Ku bilang padanya aku hanya suka novel bergenre fantasi dan science fiction.Sebenarnya aku suka semua genre novel,tapi aku juga harus berhemat.Lagipula aku suka membaca novel di aplikasi bacaan di hpku,aku sudah cukup puas dengan itu.


"Tapi novel yang ini tuh romance campur fantasi,loh.Ada vampir-vampirannya"Kata Astri.Tetap teguh menawariku untuk membeli novel itu.


"Aduh Tri,vampir mah udah terlalu klise kali.Bosen ah!mending kamu nganter aku pulang ke kostan daripada kamu jadi seles novel dadakan"


"Bisa aja ngelesnya ni anak,ya udah lah ayo ke kasirnya dulu"ajaknya kemudian.


"Seles-seles mulu nyebutnya yang agak bagusan lah Nal Spg gitu..."tawarnya.


"Spg mah kebagusan!"kataku lalu kabur duluan ke kasir dan membayar bukuku.


Astri yang berniat mengejarku tidak bisa melakukannya karena kerepotan membawa banyak buku novel di kedua tangannya.


"Nal,awas ya!"buku-buku Astri berjatuhan,dia ditolong salah satu pegawai toko untuk membawakan bukunya sampai kasir.


Aku dan Astri keluar dari toko tanpa menyadari kalau seorang laki laki yang ku bantu tadi masih terus menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Makasih Tri,hati-hati di jalan!"


"Iya!"Astripun langsung mengengas motornya dengan kencang seperti orang yang tidak takut mati.


"Rizal,assalamualaikum..."aku mengetuk pintu kamar Rizal yang berseberangan dari kamarku.


"Permisi"kataku,karena belum mendapat respon.


"Neng Nala,Rizalnya lagi ngak ada.Tadi pergi pake koko"Kata teh Santi memberitahuku.


Penghuni kamar kost yang dekat dengan kamar ku dan Rizal itu memberitahu.


"Oh begitu,makasih teh infonya"kataku.


Teh Santi pun masuk lagi kekamarnya yang berjarak 2 kamar dari kamar Rizal,begitupula aku yang langsung membanting tasku ke kasur.Awas saja nanti kamu Rizal,kalau ada butuh lagi,ngak akan bakal ku bantu!


"Apa emosimu hanya ada dua?"om jin bicara dari atas kasurku dan membuka isi tasku.


Aku mengabaikan dia,tidak ingin membuat diriku sendiri naik darah lebih tinggi lagi.Sudah cukup Rizal yang membuatku kesal.Om jin membuka plastik buku yang kubeli.


"Tidak!"jeritku menghentikan om jin.


"Kenapa?"om jin bertanya tanpa beban sekalipun tampak pada dirinya.


"Jangan dibuka dulu plastik bukunya,kan aku yang beli.Jadi,aku yang harus buka"kataku dan menyingkirkan tangan om jin dari bukuku.


Aku mulai membuka plastik yang membalut buku itu."om jin lihat saja,jangan ikut-ikutan"kuperingatkan om jin sebelum tangannya mengambil buku yang satunya.


"Pelit sekali!"om jin kembali ke atas lemari dan memperhatikanku membuka buka halaman buku itu sambil membauinya.


"Apa itu biologi?"Tiba-tiba om jin bertanya.


Ku lihat dirinya,wajahnya berekspresi bingung dan itu membuatku gemas.


"Ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai hal mengenai makhluk hidup"jawabku,lalu sadar akan sesuatu.


"A..."


"Tidak,bangsa jin tidak belajar seperti cara manusia"potong om jin.


Belum aku mengeluarkan kata-kata,om jin sudah mengetahui apa yang akan aku tanyakan padanya sekaligus menjawabnya.


"By the way,om jin sudah berapa lama terkurung dalam botol parfum itu?"Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutku.


"Tidak tahu.Aku tidak menghitungnya,tapi kurasa sudah lebih dari 4 abad jika dilihat dari gaya hidup manusia di masa kini"


Om jin menjawabnya tanpa berbelit-belit seperti dulu.


"Kenapa om jin terkurung dalam botol?Apa om jin termasuk jin yang baik atau jahat?"


👻


❤Chapter ini sudah saya revisi,semoga pembaca bisa lebih menikmati saat membacanya.


👋👋See you in next chapter and don't forget to give me a like👍 and coment💬!