Om Jin!

Om Jin!
om jin!26(versi revisi)



πŸ§žβ€β™‚οΈ


Setelah gerhana berakhir,kami segera beranjak pergi dari sini dengan wajah yang masih menyisakan jejak ketakutan dan ketegangan.Hal itu wajar,sesuatu yang luar biasa baru saja terjadi,ditambah adanga gejala alam lain yang membuat bulu kuduk kami berdiri dan keringat dingin membanjiri badan yang kelelahan sehabis melarikan diri.


Sera digendong oleh Astri,aku berjalan derdempetan dengan Astri karena masih merasa tidak enak.


"Nal,badan kamu dingin..." Astri berkata dan menghentikan jalannya.Sera pun melihatku dan menyentuh keningku,lalu dia segera melepaskan tangannya dan mengibas-ngibaskannya.


"Panas!" Jeritnya.


Aku memegang keningku sendiri,aku merasa kalau keningku ini dingin,bukannya panas.Apa aku demam...?Hanya karena gerhana dan angin yang berhembus tadi?Lemah sekali!anak kecil seperti Sera saja tidak kenapa napa.


"Nala,kamu demam?" Om jin berkata dengan nada khawatir yang kentara di sebelahku.


Aku menggeleng sebagai tanda bahwa aku baik-baik saja pada mereka agar tidak cemas.


"Ayo kita langsung pulang saja.Lagian kenapa tadi kita buru-buru pergi sih?!Liat!sekarang kamu jadi demam!" Astri mengomel.


Di jalan,kami melihat gorong-gorong di sepanjang pinggiran jalan terisi penuh oleh air yang keruh,saat tadi kami lewat,gorong-gorongnya tidak terisi air sedikitpun.Aneh...padahal tadi pun tidak terjadi hujan.


'Om jin...' Panggilku,tanda takut dengan keanehan yang terjadi.


"Kamu tenang saja,sebaiknya kita segera pulang.Apalagi kamu sedang sakit begini,jangan terlalu dipikirkan.Biar aku yang mengurus hal ini"Om jin membalas dengan wajah yang dihiasi senyum menenangkan,tapi aku tahu dia menyembunyikan yang sebenarnya terjadi dariku.Sebenarnya Om jin tahu,tapi dia tidak memberitahuku...kenapa?


"Sera,kamu tidur saja kalau takut" Astri menenangkan Sera yang mulai bergerak gelisah di punggungnya.


Aku rasa bukan tidur yang Sera butuhkan,tapi segera pulang.Sera sepetinya 'melihat' apa yang ada di air gorong-gorong itu,dan sepertinya hal itu sangat menyeramkan.Ah-aku juga ingin tahu apa keanehan dari air di gorong-gorong itu selain airnya terisi secara misterius.


"Jangan dipikirkan!" Om jin berkata padaku saat aku menatap air di gorong-gorong dengan lamat karena penasaran.


Aku langsung menatapnya,dalam mataku ada sebuah tekad.Om jin tahu itu,rasa penasaran dalam diriku itu susah dibendung,tapi dia masih memaksa membentenginya.


Om jin mengerti,tapi dia tidak mau memberiku kesempatan untuk mencari tahu lebih jauh lagi.Aku rasa,aku hanya akan mengetahuinya saat sampai di rumah nanti dan meminta Sera untuk menceritakan apa yang dia lihat di air gorong-gorong.Om jin tidak akan memberitahukanku karena khawatir dengan sifatku yang penakut.


Astri nafasnya sudah terputus-putus,dia lelah berjalan sekaligus keberatan menggendong Sera.Aku menawarinya untuk bergantian menggendong Sera,tapi dia menolak karena aku sakit,katanya.Alhasil kami berhenti berjalan dan menepi untuk beristirahat sebentar.


Rumah-rumah warga tertutup rapat,padahal gerhana sudah usai dan langit sudah kembali cerah seperti biasanya walaupun masih menyisakkan sedikit kesan mistik.


Bagi warga desa,gerhana itu hal yang sakral dan biasanya mereka akan mengurung diri di dalam rumah ketika gerhana terjadi dan kembali keluar jika gerhana sudah usai.Tapi sekarang tidak ada satupun dari mereka yang keluar rumah.Hanya ada satu atau dua orang warga yang rumahnya berlantai dua keluar dan duduk-duduk di balkon rumahnya, tapi pintu depan rumah mereka tertutup semua.Sebenarnya ada apa?


Apa mereka juga merasakan kesan mistik yang sama sampai belum berani keluar dari rumah?


Astri menatapku yang sedang memperhatikan sekitar,dia membisikikku,"Aku tahu ada sesuatu yang aneh,orang-orang di sini juga seakan mengisolasi diri mereka sendiri.Kamu juga merasakannya kan?"


Aku mengangguk sebagai jawaban 'Ya' padanya dan berkata"Nanti kita bicarakan lagi di rumah,ayo kita jalan lagi"


Kami kembali berjalan,tapi tiba-tiba Sera menjerit-jerit dipunggung Astri dan kakinya menendang-nendang,seperti mengusir sesuatu.


Astri yang memang sudah kepayahan menggendong Sera oleng dan tidak sengaja melepaskan kaitan tangannya dari kaki Sera.Sera terjatuh ke dalam gorong-gorong.


Astri sudah akan menceburkan dirinya sendiri ke gorong-gorong saat aku menahan tangannya karena Om jin sudah bergerak duluan dan menolong Sera yang sepertinya juga mengalami gangguan dari makhluk halus di dalam air sana.


Om jin,cepatlah muncul kembali!


Aku dan Astri saling mendebat karena aku malah menahannya untuk menceburkan diri menyelamatkan Sera,dia berkata kalau aku tidak punya simpati dan hati nurani sedikitpun pada Sera.


Aku menangis,dia juga menangis.Aku tidak mengatakan alasan aku mencengahnya agar tidak menolong Sera kalau Om jin tidak bergerak segera pun aku pasti akan melakukan hal yang sama seperi Astri.


Tapi ini berbeda,sudah ada Om jin yang menyelamatkan Sera.Perdebatan kami menarik perhatian warga sampai mereka keluar dari rumah menanyakan apa yang menyebabkan kami bertengkar.


Saat Astri akan membuka mulut untuk meminta bantuan mereka,Sera sudah muncul di sebelahnya dengan basah kuyup dan bau.Om jin juga sudah berada di sebelahku lagi.


Aku mengusap air mataku,tidak ingin Sera ataupun Om jin melihatnya.Aku meminta maaf pada warga yang mendatangi kami karena sudah membuat keributan.


Tapi Mereka malah terheran-heran dengan kemunculan Sera yang ajaib dan keadaanya yang basah kuyup.Astri pun awalnya begitu,tapi dia memeluk Sera dan mengucap Syukur tanpa memedulikan badan Sera yang basah kuyup dan bau.


Aku meminta warga agar segera meninggalkan kami,dan tidak menjelaskan lebih lanjut.Astri kembali menggendong Sera yang kini menggigil dan memejamkan matanya.Aku bahkan dapat mendengar gigi Sera yang gemeletuk.


'Om jin,apa yang terjadi di dalam air tadi?' Aku bertanya setelah melihat kondisi Sera yang begitu buruk.


"Biasa,anak seperti Sera ini memang rentan,apalagi saat kejadian sakral terjadi...para ji-setan mengerjainya karena mereka semakin leluasa" Jawabnya.


'Dan Om jin melawan bangsa Om jin sendiri demi menyelamatkan Sera?' Tanyaku lagi dengan pandangan menunduk,aku rasa air mata menetes sendiri dari mataku padahal aku tidak menginginkannya-tidak di sini.Aku tidak sedang sedih,aku hanya terharu...


"Mereka buk-ya..." Ucapnya.


Di depan pintu rumah,Kakekku dan Sera sudah ada di sana sambil sedikit berdebat mengenai sesuatu hal.


Kakiku rasanya langsung membeku,Om jin juga berhenti melayang di sebelahku dan bertanya apa aku takut dimarahi atau apa oleh mereka.


Aku bungkam,padahal aku ingin mengatakan 'bukan itu!' Padanya,tapi mulutku seperti ikut beku seperti kakiku.


Astri yang sudah hampir menginjak halaman kembali berbalik dan menatapku.Dia mengedikkan bahu dan berjalan duluan.Padahal Sera pun menunjukkan reaksi yang hampir sama sepertiku,dia berhenti menggigil dan sepertinya dia juga tiba-tiba merasa beku sepertiku.


Aku ingin mencegahnya,tapi terlambat.Kakek kami sudah berdiri dengan tegapnya menghalangi jalan,padahal aku tahu kalau punggung mereka sudah sedikit bongkok.Tapi kenapa sekarang mereka bisa berdiri setegap ini!


Apa mereka benar-benar Kakekku?


πŸ‘»


***Hey you!


See you in next chapter and don't forget to comentπŸ‘¨β€πŸ’»πŸ‘©β€πŸ’» and likeπŸ‘!


Thankyou***!