Om Jin!

Om Jin!
om jin!5(versi revisi)



...🧞‍♂️...


Om jin tidak terganggu sama sekali rupanya...ck,aku baru tahu kalau jin juga bisa kepo dengan barang-barang manusia.Atau hanya Om jin saja yang bersikap begitu?


Aku kembali melanjutkan memoles kukuku sambil menjelaskan apa kuteks itu pada Om jin.Setelah selesai kuberitahu,ekspresi Om jin tidak menunjukkan kekagetan atau ketertarikan lagi pada kuteks ini.Kurasa sebentar lagi dia akan kembali menghinaku.


"Manusia,bodoh sekali kau ini.Hanya membuang-buang waktu dan tenaga saja"Katanya.


Tuh kan...Aku rasa dalam beberapa hari aku akan segera kebal dengan hinaanya.Tapi sekarang kekebalan itu masih belum berlaku padaku.Sebal sekali aku mendengarnya menghina hobiku...


"Suka-suka Nala.Kan yang terbuang waktu dan tenaga ku,bukan Om jin"Balasku tak ingin kalah.


"Niatku hanya menasehatimu saja,manusia"


Uwuu...Om jin kelihatannya mulai peduli pada tuannya ini hahaha.


"Namun jangan pikir aku melakukannya karena menganggapmu tuan"Katanya kemudian,mematahkan kegeeranku.


Om jin seperti mengetahui isi kepalaku saja,padahal aku tidak dengan sengaja menyuarakannya dalam kepalaku.


"Terus Om jin anggap aku ini apanya Om jin sampe nasihatin gitu?"Aku kembali menyimpan kuteks ke dalam laci dan berdiri di depan cermin sembari meniupi kuku agar cepat kering.


"Aku tidak menganggapmu apa-apa.Tapi aku menganggap diriku ini walimu untuk sementara"Balas Om jin.


Gerakanku terhenti,mataku melotot sambil menatap cermin yang merefleksikan diriku.Aku tidak salah dengar kan?Telingaku serasa meloncat naik mendengar kalimat itu.


Jin...jin menganggap dirinya waliku?Dari jenis Om jin aku tidak bisa menerima pernyataannya itu,tapi jika dilihat dari wujud seokjinnya aku dapat mempertimbangkannya dan mungkin menerimanya dengan sukarela.Lagipula gadis mana yang tidak akan girang dengan pernyataannya!Tapi aku harus memastikannya dulu.


"Om jin,aku tidak salah mengerti maksud Om jin kan?Maksudku,apa Om jin serius ingin jadi waliku?"Aku berbalik dan mendongak menatap Om jin dari bawah sini karena dia selalu berada di atas lemari.


"Aku akan menjadi walimu untuk sementara,anggap saja aku pamanmu yang....ehemm"Om jin tidak melanjutkan perkataannya dan memilih berdehem seperti itu,tapi sekarang aku jadi tahu alasan di balik tindakannya ini.Om jin mulai benar-benar peduli padaku.


Manis sekali...


"Makasih!Mulai sekarang Om jin itu Om aku kan?Kataku dan mengharapkan Om jin akan mengatakan ya.


Sugar daddy!


"Untuk sementara"Kata Om jin.


Apa yang dikatakan Om jin lain dari harapanku,tapi kurasa perkataanya itu sudah bisa ku anggap bermakna 'ya'.Tapi...apa aku benar-benar sedang sadar sekarang?Aku sedang tidak bermimpi di siang bolong kan?Jin dengan wujud seokjin adalah waliku mulai dari sekarang!kupu-kupu bersayap biru-hijau serasa mengelilingi tubuhku seperti aku ini adalah bunga yang sedang mekar.


Perasaan senang macam apa yang tengah kualami ini?OMG,aku tidak salah kan dengan perasaan bahagia ini?Maksudku apa ini tidak apa-apa...


"Heh!manusia,sadar!Ini memang kenyataan,namun jangan sesenang itu dulu.Aku hanya sementara melakukannya"


Perkataan Om jin membuyarkan pikiranku.


"Ya ngak papa lah sementara juga"Kataku.


Om jin memelototiku,dan aku malah berekspresi senang."Ada apa Om jinku?"Tanyaku pura-pura bingung dengan sikapnya.


"Terserah kau sajalah,manusia.Tapi jangan panggil aku dengan embel-embel 'KU' mu itu!"


Hanya itu masalahnya?Itu hal sepele,katanya Om jin ini waliku,tapi begini saja sudah emosi.


Aku memperhatikan kuku-kukuku dengan puas,kuteksnya sudah kering dan hasilnya bagus.Sebuah pemikiran konyol menyusup kedalam kepalaku,hehehe...kalau Om jin memakai kuteks ini hasilnya akan bagus tidak ya?Lets try it!


"Om jin!sini turun deh sebentar!"Panggilku.


"Manusia,apa lagi yang kau inginkan dariku,huh?Jangan manfaatkan aku seenakmu walaupun sekarang aku ini walimu"


"Tapi ini penting.Katanya waliku..."Aku cemberut,apa-apaan sih sikap Om jin ini.Kan katanya dia waliku,tapi dia masih saja bersikap seperti itu padaku.


"Akan kuperjelas lagi untukmu manusia lugu.Aku hanya akan bersikap sebagai walimu jika memang sedang diperlukan.Sekarang aku merasa tidak harus bersikap sebagai walimu"


Kesal!urat-uratku serasa mengencang dengan respon Om jin.


"Om jin turun dulu sajalah.Jangan banyak cingcong dulu"


Cara baik-baik sudah tidak akan mempan padanya.Tinggal cara seperti inilah yang bisa kulakukan untuk menghadapi sifat menyebalkannya.


Om jin berdecak,lalu sekedipan mata kemudian dia sudah ada di atas kasurku.Posisi badannya sama seperti dia berada di atas lemari.Om jin terlihat menggoda sekali...aku merasa panas-dingin mendera tubuhku dengan tiba-tiba.Kenapa dia harus berpose seperti itu di atas kasurku!?


"Ada apa denganmu manusia?Aku sudah menuruti 4 keinginanmu.Sekarang,ada hal penting apa yang membuatku harus turun ke lantai kotor ini.Cepat katakan,aku masih punya urusan lain!"


Pikiranku sudah kembali normal,tapi tubuhku masih belum menyesuaikannya dengan kondisi pikiranku.Haduh,kenapa Om jin hobi sekali berbaring menyamping dengan tumpuan satu lengan,sih?Apa dia sedang tidak sadar kalau dia ini sekarang memiliki wujud idola banyak orang di dunia?


"Ak...itu...aku..."Aku segera mencopot laciku dari lemari lalu membawanya pada Om jin.Kuperlihatkan padanya semua isi laciku yang berhamburan tadi.


"Aku tidak suka yang manapun"


Om jin bilang seperti itu,tapi tangannya mengambil 1 barang dari laci.Om jin memperhatikan barang itu dan memainkannya di tangannya.Tiba-tiba dia bertanya,"Ini salah satu hadiah dari orang itu kan?"


Kenapa Om jin menanyakan hal yang sudah dia ketahui?Waktu itu kan dia juga melihatku membuka hadiah-hadiah dari sahabat penaku.


"Iya,kenapa memangnya?"Tanyaku balik.


"Dia sepertinya menyukaimu"Jawabnya tanpa memandangku dan lebih fokus dengan barang di tangannya itu.Ya ampun,padahal itu hanya kotak musik dengan namaku yang terukir dengan huruf katakana dan kanji yang entah apa artinya.


"Lah,lesbian dong!gimana sih Om jin ini,ngaco!"Sahabat penaku dari Jepang itu seorang perempuan yang lebih tua 3 tahun dariku dia hanya bersikap sebagai kakakku,mana mungkin dia menyukai ku sebagai ya...pasangan.


"Dia laki-laki,manusia"Ucap Om jin menegaskan.


Lah-lah!Dia perempuan kok...


"Perempuan,Om jin...."Balasku ikut menegaskan juga.


Om jin mengembalikan barang itu ke dalam laci.Ah sudahlah,Om jin ini hanya berprasangka.Akulah yang lebih lama mengenal sahabat penaku.Tanpa banyak bicara lagi,aku mengambil kuteks hitam berglighter yang kugunakan tadi lalu mengamit tangan om jin dan mulai mengolesi kukunya dengan kuteks ini.


"Heh,apa yang kau lakukan!"Om jin memberontak,tapi aku memegang pergelangan tangannya kuat sekali karena sudah menduga hal ini akan dilakukannya.


"Lepaskan tanganku,aku tidak sudi dipakaikan benda tidak berguna ini!"


Lalalalala....


Aku cuek dengan omongan Om jin dan fokus dengan dua hal saja untuk kali ini,pertama memusatkan tenagaku ditangan yang dipakai untuk memegangi tangan Om jin yang sedang kueksekusi,dan kedua aku fokus untuk memoleskan kuteks ini serapih dan sehati-hati mungkin pada kuku Om jin yang terus bergerak-gerak.


Kuharap Om jin segera mengalah padaku dan pasrah saja kukuteki.Tapi Om jin pantang menyerah dan tangannya berhasil melepaskan diri dari genggamanku lalu sekedipan mata kemudian dia sudah ada di atas lemari lagi dan memarahiku sambil memperhatikan sebagian kukunya yang sudah kukuteki.Padahal tinggal dua kuku jari lagi,dan kuku jari Om jin pastinya akan kelihatan berkali-kali lebih bagus dari sebelumnya.Hanya saja Om jin keburu kabur ke atas lemari.


Atas lemari sialan!Kenapa harus tempat setinggi itu yang Om jin gunakan untuk melarikan diri dariku.Dengan menghela nafas lelah karena Om jin malah kabur,aku kembali membereskan laciku dan menaruhnya ke lemari lagi.


Aku cemberut dan berbaring di atas kasur lalu menyelimuti diriku sendiri sampai ke kepala,memgabaikam hawa panas di sekujur tubuh.


GERAH!


Bodo amat dengan segala hal yang terjadi di dunia ini sekarang,karena aku sedang berada di duniaku sendiri,di bawah selimut kucing pink dan diatas kasur yang sudah tua aku mencoba menguapkan emosiku.


"Manusia..."Ada yang memanggil dan menggerak-gerakkan pipiku dari luar selimut.Ada apa dengannya sekarang?Kenapa Om jin menganggu fase ngambekku!


"Manusia..."Om jin kembali memanggilku.


Kenapa dia terus-terusan memanggilku seperti itu sih?Apa ada yang salah dengan nama asliku sampai om jin terus memanggilku begitu.


"DIAM!jangan menggangguku!"


"Manusia,kau boleh mengecat kukuku lagi"Balas Om jin tak terduga.


Aku ingin langsung bangun dan bersorak,tapi egoku masih belum memuai seluruhnya dariku.Jadi,yang kulakukan hanya diam di dalam selimut dan merasakan tangan Om jin yang terus menyentuh-nyentuh pipiku dengan jarinya.Walau terasa sedikit menusuk,tapi kubiarkan saja karena tidak pernah sekalipun Om jin mau membujukku seperti ini.


"Manusia,kau yakin tidak ingin mengecat kukuku lagi?"Om kembali berkata.


Batinku berteriak,aku ingin sekali melakukannya,tapi ada hal yang harus kutanyakan dulu padanya.Aku menggenggam tangan Om jin yang menusuk-nusuk pipiku,"Kenapa Om jin terus memanggilku manusia?"Tanyaku tiba-tiba.


Om jin terdiam,tangannya yang kupegang juga diam."Karena kau memang manusia"Jawab Om jin enteng.


"Kalau begitu Om jin mulai sekarang kupanggil makhluk halus saja,eh makhluk halus kurang cocok untukmu,kupanggil kamu makhluk gaib saja soalnya kamu tidak pernah punya sikap halus sedikitpun"Aku membalasnya,aku tidak pernah mau sakit hati sendiri,orang yang menyakiti juga harus ikut merasakan sakitnya.Semua hal harus ada timbal baliknya,itu baru namanya fair.


Kulepaskan tangan Om jin,dia juga tidak bersuara dan membalas perkataanku,tangannya juga sudah tidak menusuk-nusuk pipiku seperti tadi.Apa aku benar-benar berhasil menyakiti perasaanya?Bagus kalau begitu.Kurasa Om jin kembali ke atas lemari atau masuk ke dalam botol parfumnya.Jadi,aku berbaring menghadap dinding dan menutup mata untuk tidur siang saja dan melupakan kejadian barusan.Lagi pula sejak kapan aku sedekat itu dengan Om jin?


Aku merinding saat ada tangan yang memelukku erat dari belakang.Apa yang terjadi?!aku tidak bisa menjerit atau mengeluarkan suara sedikitpun.Tubuhku juga tidak bisa digerakkan,semua dalam diriku seakan terkunci kecuali pikiranku yang meraung-raung histeris karena raganya tidak sinkron dengannya dan terus saja diam.


Tidak cukup hanya tangan itu saja yang memelukku,kini kepalaku juga dijadikan tumpuan dagu.'Mamy,tolong aku!'


"Tidurlah,Nala"


Aku merasakan kantuk secara tiba-tiba menyergapku dan aku pun tertidur,tapi otakku merasa familiar dengan suara ini.Bukan pertama kalinya aku tertidur karena mendengar suara ini mengatakan kata ajaib itu.Sebenarnya apa yang terjadi padaku?


Apa ini perbuatan Om jin?


👻


******Don't forget to give me a👍**


**Put this story in your favorite❤


See you on next chapter******!