Om Jin!

Om Jin!
Om jin!54(versi revisi)



🧞‍♂️


Aku tidur jam 10 malam lebih karena terus menerus menangis sampai mataku lelah.Bersamaan dengan terlelapnya aku,aku merasakan beban yang hinggap di sebelahku dan mengelus kepalaku.


"Tidurlah,Nala..."


Aku pun segera tertidur dengan cepat setelah mendengar suara itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nafasku tidak teratur dan dadaku terasa sesak,kepalaku juga berdenyut-denyut pening serta air mataku yang bercucuran saat bangun tidur dengan perasaan ketakutan karena aku telah memimpikan hal yang sangat mengerikan.


Di dalam mimpi,aku sengaja bolos sekolah saat ujian praktek dan UN sampai tidak lulus,tapi Om jin mengabaikan kelakuanku dan semakin dekat denganku.


Namun di lain sisi,Mamy marah besar padaku sebab aku tidak lulus.Dia sangat malu dan kecewa,begitupun teman-teman dan guruku yang tidak mengira bahwa aku sengaja ingin tidak lulus sekolah.Aku banyak dibully karena itu...


Tahun berikutnya aku mengulang dan melakukan hal yang sama sampai nenekku terkena serangan jantung dan kakekku terkena stroke karena kepergian nenek.


Mamy semakin marah padaku dan memindahkan aku ke sekolah di Purwakarta dan tinggal bersamanya lagi.Di rumah aku selalu mengurung diri di kamar,menghabiskan waktu dengan Om jin seperti bermain permainan,pergi ke suatu tempat dengan kemampuan teleportasi Om jin,dan bermesraan dengannya.


Karena aku tidak belajar dan banyak menghilang saat ada ulangan di kelas,lagi-lagi aku tidak lulus dari sekolah itu dan lagi-lagi dibully.


Mamy yang tahu kalau aku memang sengaja tidak ingin lulus pun mengusirku dari rumah dan tidak ada dari keluargaku yang lain seperti kerabat,atau temanku yang menghentikannya sebab mereka juga sudah sangat kecewa padaku dan menyerah untuk membujukku agar kembali seperti dulu.


Karena tidak ada yang mau menampungku,aku dibawa oleh Om jin ke alam gaib dan di sana Om jin kembali ke wujud aslinya,aku juga banyak diburu oleh bangsa jin hingga aku mati dengan tubuh yang berada di alam gaib-terlunta lunta,dengan roh yang terawang-awang dan sampai aku ditemukan dan dikuburkan pun,pada akhirnya aku disiksa di alam kubur dan Om jin sama sekali tidak berbuat apa-apa untuk menolongku,dia kembali hidup sebagaimana bangsa jin lainnya setelah aku mati.


Mimpi itu terasa sangat nyata dan menyeramkan.Orang-orang yang paling ku sayangi tiada,aku dibully,aku mengecewakan banyak orang,menyia-nyiakan waktu,berbuat tidak senonoh,diusir oleh Mamy karena ulahku sendiri,tidak diacuhkan oleh siapapun lagi,lalu dibawa ke alam gaib dan terbunuh sebab terlalu ketakutan karena diburu banyak jin.


Bahkan sampai aku mati pun dan berpindah alam,aku tetap menderita dan disiksa.


Tidak ada akhir yang bahagia jika aku tetap mempertahankan untuk terus bersama dengan Om jin.Perasaanku campur aduk sekarang.


Aku keluar dari kamarku sambil membawa bantal dan duduk di kursi teras,menenangkan diri dengan melihat proses matahari terbit.



Kehidupan nyata dan cerita kehidupan di dalam sebuah novel memang berbeda,aku baru kembali mengingatnya.


Aku menghela nafas lelah dan memeluk diriku sendiri karena udara dingin yang perlahan menusuk kulitku.


Aku ini manusia yang beragama,sedangkan Om jin?Dia...dia adalah makhluk gaib yang tidak seharusnya hidup bersamaku.Aku mulai merenungkan hubungan kami lagi dan kenyataan yang ada.Sampai aku pun sadar dan menyimpulkan bahwa apa yang dikatakan oleh Om jin memang benar,hubungan kami salah,begitu pula perasaan cinta kami.


Itu semua terlalu gila dan kami sudah melanggar norma agama dan berbagai batasan yang ada antara manusia dan makhluk gaib sepertinya.


Dari awal pun ini salahku,tidak seharusnya aku meminta Om jin untuk tetap tinggal bersamaku berapapun lamanya itu.Seharusnya dulu aku menuruti almarhum paman dan berhenti menggali botol parfum itu.


Semuanya salahku dan aku harus mulai membenahinya lagi dari sekarang agar peristiwa yang ada di dalam mimpiku tidak menjadi kenyataan dan juga supaya saat waktunya kelulusanku tiba,aku jadi lebih mudah untuk melepas Om jin pergi nanti.Aku juga tidak ingin mengekang Om jin lagi dan membuatnya harus terus bersamaku,dia seharusnya hidup bebas dari dulu.Tapi aku malah mengekangnya dengan permintaan terakhirku...


Aku baru kembali masuk ke kamar setelah melihat warga setempat mulai berlalu lalang melewati gerbang kostan.


"Om jin..." Panggilku.


"Nala?" Balas Om jin.


"Aku...Om jin mau membantuku untuk lebih mudah mengikhlaskan kepergian Om jin nanti?" Kataku di depannya langsung dengan wajah yang sudah kusiapkan untuk berekspresi baik-baik saja.


Aku berusaha berbicara dengan nada senormal mungkin agar Om jin tidak dapat mendengar suara serak ku akibat sering menangis akhir-akhir ini.


Om jin tersenyum padaku dan berkata,"Tentu saja Nala...aku bangga padamu"


"Dengarkan aku,aku punya rencana untuk beberapa bulan ini.Om jin akan melakulan apa yang kuminta,kan?" Kataku.


"Tentu saja,kamu adalah tuanku..."


Aku pun mulai menceritakan rencana ku pada Om jin,rencana yang akan sama-sama menyakitkannya untuk kami jalani nanti...


"Jadi Om jin hanya boleh muncul jika aku sedang berada dalam bahaya atau Om jin sudah terlalu merindukanku,oke?"


Om jin mengangguk,"Jika salah satu dari kita tidak melakukan rencana itu atau berhenti di pertengahan rencana,aku akan pergi lebih cepat" Ucap Om jin dan aku menyetujuinya langsung tanpa terlalu memaknai ucapannya yang malah akan membuat hatiku goyah lagi.


Lagi pula itu semua demi kebaikan diri kami sendiri.


"Yang paling cepat merasa kangen dan pengen ketemu duluan harus dapat sanksi ya,bersihkan kamar ini sendirian!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...


Hari berlalu,begitupun minggu dan bulan.Tidak terhitung berapa puluh kali perasaan rindu yang kutahan.Terutama pada minggu pertama rencana ini dijalankan.


"Nala..." Panggil Om jin.


Mendengarnya memanggilku duluan di bulan ini membuatku senang bukan kepalang dan langsung menghampirinya.


"Tadi di sekolah ada laki-laki yang terus memperhatikan kamu,kamu harus hati-hati padanya karena dia kelihatannya tidak punya niat baik terhadapmu" Kata Om jin memberitahuku.


Tentu aku menyadari apa yang Om jin katakan padaku dan hal itu memang benar,karena teman-temanku juga pernah menyinggung soal itu padaku.


"Iya,aku akan mewaspadainya..." Kataku dan menunggu Om jin membalas perkataanku.


"Maaf Nala aku akan kembali berjalan-jalan lagi" Ucapnya berpamitan.


Aku berdehem,"Sanksi..." Ucapku pelan.


Om jin tidak jadi pergi dan tersenyum lemah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan jengah karena aku masih saja ingat dengan sanksi itu disaat dia hanya ingin menyampaikan hal yang penting.


Aku melihat Om jin dengan senyuman jahil dan mata yang berbinar jenaka membersihkan kamar ini dengan tanpa menggunakan kekuatan gaibnya dengan duduk di teralis jendela sambil memakan popcorn.


Om jin tahu kalau dia kujadikan tontonan dan segera menyelesaikan pekerjaannya lalu pamit pergi padaku.


"Jaga dirimu baik-baik,aku pergi ..."


"Iya,berhatilah-hatilah di perjalanan Om jin... have fun!"Balasku pasrah dengan senyum yang terukir paksa di bibir.


Aku turun dari teralis jendela dan duduk di kursi belajarku,Sorot jenaka di mataku itu sudah hilang digantikan sendu.Tanpa melanjutkan memakan popcorn ataupun melakukan hal lain karena merasa mendadak hatiku sakit.


Aku harus bisa kuat menahannya sampai perasaanku terhadap Om jin ini hilang dengan sendirinya,oleh karena itulah bukan hanya Om jin yang sudah banyak menghabiskan waktu di luar kostan tanpaku,tapi aku juga sering pergi ke perpustakaan sekolah ataupun ke perpustakaan kota,pergi ke mall,taman,kafe, bermain ke rumah teman sekelas,ataupun hanya berkumpul bersama dengan para penghuni kost yang lain di teras.


Semua itu kulakukan demi bisa kembali terbiasa menjalani hidup tanpa Om jin.


👻


...DO YOU ENJOY THIS CHAPTER?IF IT'S RIGHT,LET'S GIVE ME A LIKE👍 AND COMENT💬!...


...SEE YOU ON NEXT CHAPTER!❤...


...BYE-BYE!👋👋...