
🧞♂️
Aku kembali ke kostan bersama Mamy untuk mengemasi barang-barangku dan pulang ke Purwakarta untuk sementawa waktu.
Aku menatap layar hp ku yang menampilkan kontak bibi.Dengan pikiran berkecamuk dan ragu,ku meyakinkan diriku sendiri lalu menekan call dan panggilanku langsung dijawab.
"Bi,aku mau ngomong sama Sera..." Kataku langsung dan bibi mengiyakan dengan cepat di seberang sana.
"Sera,kakak mi-minta maaf..." Aku mengambil nafas karena merasa berat.
"Karena kakak...kamu harus masuk ke pesantren.Kakak minta maaf..." Lanjutku.
Sera tidak menjawab kata-kataku,tapi aku bisa mendengar suara ingusnya yang disedot kembali.Sepertinya Sera menangis...
"Sera,jangan nangis..." Kataku.
"Tidak,Sera tidak akan menangis.Dan...Sera sudah memaafkan kakak.Kakak juga harus memaafkan Sera karena waktu itu Sera sudah tidak sopan pada kakak" Kata Sera dengan suara serak yang terdengar jelas.
"Iya kakak maafkan...tapi kamu jangan nangis lagi karena kakak juga mau bicara soal Om jin dengan kamu"
"Dia memangnya kenapa?Apa kakak baik-baik saja di sana?" Kata Sera dengan nada cemas.
Aku menghela nafas dan memegangi dadaku yang terasa sesak,"Dia...."
Aku menceritakan kepergian Om jin dan alasan kenapa pada akhirnya kami memilih berpisah pada Sera.
Sera diam mendengarkan,"kak,apa kakak baik-baik saja sekarang?" Tanyanya setelah sekian lama diam.
Aku tersenyum,"Iya,kakak baik-baik saja" Jawabku dengan nada pasti.
Setelah itu aku membahas soal kelulusan Sera dan pesantrennya nanti,juga kemampuan Sera yang katanya nanti akan ditutup oleh kakek agar Sera tidak bisa melihat makhluk halus lagi.
Kami mengobrol lewat telepon selama satu jam lebih dan baru selesai saat Sera dipanggil bibi untuk segera mengganti pakaiannya.
Aku duduk di tempat favoritku di kostan ini, di bawah pohon sirsak selama beberapa lama untuk meredam perasaan yang bercampur aduk di hatiku.
Aku kembali ke kamar kost ku dan melihat Mamy yang sedang mengepak sepatu-sepatuku ke dalam kardus.Ku tatap botol parfum di atas nakas,Om jin pasti sudah kembali masuk ke dalam sana entah sejak kapan.
"My,bisa tolong bungkuskan botol parfum itu dengan kain ini?" Pintaku pada Mamy yang sedikit heran dengan permintaanku,tapi dia tetap menurutiku.
Setelah Mamy membungkusnya dengan rapi,aku baru berani membawanya dengan tanganku sendiri.Saat di mobil aku memeluk bungkusan kain itu sampai ketiduran dan merasa pusing saat bangun.
Tiga hari setelah itu aku sakit.Aku sangat mengharapkan Om jin kembali muncul dan tiduran di atas lemari ku lagi seperti dulu.
Tapi aku sadar kalau aku tidak boleh mempunyai keinginan seperti itu lagi agar hidupku lebih tenang dan begitupun Om jin walaupun aku tidak tahu bagaimana keadaan Om jin di dalam botol parfum itu.
Hari demi hari berjalan seperti biasa dan aku semakin terbiasa tanpa Om jin.Saat aku diterima masuk ke Universitas Padjajaran lewat jalur SNMPTN betapa senangnya aku,tapi aku juga merasa sedih karena harus berada jauh dari keluargaku lagi.
Liburan semester pertamaku di Universitas favorit ini aku habiskan dengan berlibur bersama dengan teman-teman baruku.
Aku dan teman-teman baruku pergi berlibur bersama dan mendaki di gunung yang pernah ku rekomendasikan pada Om jin dulu.Mengingat itu,rasanya dadaku terasa sesak walaupun pemandangan yang sedang kunikmati sekarang sangatlah indah.
Aku membawa bungkusan kain itu.Saat teman-temanku masih belum bangun,pagi-pagi buta aku pergi sendirian ke tepi tebinh.
Aku menangis dan menjerit-jerit di sana, melepaskan semua emosiku yang selama ini ku pendam sendirian.Ku dekap bungkusan kain itu di depan dadaku.
Setelah ku lihat matahari mulai menampakkan diri,aku duduk di tepi tebing dan dengan menutup mata,aku menjatuhkan bungkusan kain itu ke dalam jurang dalam yang bahkan dasarnya saja tidak bisa kulihat dari atas sini.
Aku berhasil mengabulkan satu-satunya permintaan Om jin yang selalu ku tunda-tunda dulu.Dadaku langsung terasa lapang dan ringan.
Aku membuka mataku dan menikmati sunrise dari tepi jurang,tapi tiba-tiba angin dingin berembus dan menerpa wajahku sampai mataku memejam kembali.
"Aku mencintaimu"
Seketika aku langsung berdiri dan mundur menjauhi tepi tebing.Aku kenal suara itu,itu adalah suara seseorang yang sangat aku rindukan,Om jin!
Aku memejamkan mata dan mengepalkan tangan untuk menahan diri agar tidak memaki-makinya dan ikut menerjunkan diri ke dalam jurang untuk menyusulnya.
Aku kembali ke perkemahan teman-temanku dengan berpikir kalau setidaknya ada satu orang lagi yang setiap tahunnya menyatakan cinta padaku dan hebatnya,orang itu adalah Om jin!
Beberapa bulan berlalu,aku sudah memasuki semester 2 dan berjuang mati-matian bersama teman sekelompokku untuk menyenangkan dosen supaya kami diberi nilai yang...setidaknya wajar.
Saat semester 2 juga aku terpaksa harus pindah ke kostan yang letaknya lebih strategis dan di kostan itu,aku kembali bertemu dengan Rizal!
Sifat menyebalkannya masih sama dan aku harus pula berjuang agar bisa lebih sabar lagi ketika berhadapan dengannya untuk beberapa tahun ke depan.
Di masa-masa perjuangan seperti itu,aku mendapatkan kabar menggembirakan kalau besok lusa teman penaku yang berasal dari Jepang itu akan pergi ke Indonesia untuk mengunjungiku.
Betapa bahagianya aku sampai-sampai tidak sabar menunggu besok lusa tiba.Dan saat hari itu tiba,aku pergi ke bandara dengan memakai pakaian baruku dan menaiki taxi.
Sudah setengah jam aku menunggu sendirian,tapi orang yang kutunggu-tunggu belum juga muncul.
Saat aku menyedot soda ku dengan malas,ada seorang laki-laki tampan memakai hoodie berwarna mint dan celana jeans hitam berjalan membawa koper hitam besar ke arahku.
Cowok serba hitam...batinku merasa geli.
Aku melongo melihat dia tersenyum dan pandangan matanya menyorot ke arahku.Aku melirik kiri-kanan untuk memastikan kalau orang itu benar-benar menatapku.
Pada akhirnya karena aku merasa risih terus ditatap sepertu itu dan orang itu juga malah berdiri diam menatapku terus,maka aku terpaksa menanyakan siapakah dia ini.
"Who are you?" Tanyaku padanya,sengaja menggunakan Bahasa Inggris karena dia terlihat jelas bukan orang Indonesia.
Dia tertawa lalu membungkuk padaku,"Watashiwa Azuna mizukini desu.Nara-san no penfurendo..."
Aku terkejut karena aku tahu kalau arti kata-katanya itu adalah bahwa dia adalah teman penaku!IOtakku serasa langsung blank.
"Bukannya teman penaku itu perempuan?" Tanyaku lebih pada diri sendiri karena sengaja menggunakan Bahasa Indonesia.
"Jadi,Nara-san kira kalau selama ini aku adalah perempuan?Aku tidak menyangka kalau candaanku berubah jadi seserius itu...maafkan aku" Dia balas bertanya padaku dengan Bahasa Indonesia yang terdengar canggung.
"But your name-" Kataku terpotong-kali ini menggunakan bahasa Inggris karena dia kembali tertawa.
"I'm tired,let's go out from here" Katanya lalu menarik tanganku dan menuntunku keluar dari area bandara,aku hanya bisa pasrah saja menerima kenyataan ini.
Ternyata benar apa kata Om jin dulu kalau ternyata teman penaku itu sebenarnya adalah laki-laki.Aku berterimakasih pada Om jin karena hal itu...
Karena kepolosanku yang mengira kalau dia benar-benar perempuan,Azuna jadi gemas padaku dan selama dia tinggal di Indonesia,kami menjalin hubungan pertemanan yang lama kelamaan semakin erat dan berubah ke arah yang lain.
Azuna pernah mengatakan padaku bahwa saat selama seminggu aku tidak membalas email darinya,dia hampir akan mencari teman pena baru karena merasa diabaikan.
Tapi hal itu tidak sampai terjadi karena aku ingat dulu saat aku sedang malas sekali membalas email darinya,Om jin mengingatkanku untuk membalas emailnya.
Hari ini Azuna datang menemuiku lagi dengan buket bunga kesukaanku yang ia bawa.
"Arigatou..." Ucapku dan tersenyum sumringah saat menerima buket itu darinya.
Azuna mengatakan kalau semester depan dia akan
mengikuti pertukaran pelajar di Universitasnya dengan Universitas tempatku kuliah agar bisa bertemu denganku lagi dan lebih lama tinggal di Indonesia.Itu adalah hal yang sangat menggembirakan untuk kami karena bisa mengenal satu sama lain lebih dekat lagi untuk waktu yang lama dan karena itulah selain membawa kabar baik dia juga membawa buket bunga kesukaanku.
Om jin,sekarang aku sudah benar-benar ikhlas melepasmu karena kamulah aku dan Azuna bisa bertemu.
...__ENDING__...
...🥳...
...#SELAMAT UNTUK DIRIKU SENDIRI DAN PARA PEMBACA YANG MEMBACA CERITA SAYA SAMPAI AKHIR....
#jika ada pembaca yang kurang puas dengan ending ini,saya bisa memberikan bonus chapter jika kalian mau dan menuliskannya di kolom komentar.
👋👋