
🧞♂️
"Btw Sera,kamu latihan buat drama apa?Ada tugas senibudaya atau bakalan ada pensi di sekolah kamu?" Astri bertanya pada Sera yang sedang ia sisiri rambutnya.Astri benar-benar memperlakukan Sera seperti barbie dan menempeli rambut Sera dengan berbagai aksesoris yang terdapat di kamarku dan yang Astri bawa.
"Sera pengen jadi artis" ucap Sera tak terduga.
Aku menatapnya,apa bocah ini perlu mengarang cerita sampai seperti itu?Bocah pendiam seperti Sera mana mungkin mau jadi artis.Om jin juga tak kalah herannya denganku dan menertawakan perkataan Sera.
"Beneran?Kamu emang pinter milih cita-cita yang sesuai sama kamu ya..." Kata Astri dengan bangga.
"Ibunya merasa bangga dengan cita-cita anaknya" Om jin berkata sambil terus tertawa.
Aku juga jadi ikut tertawa karenanya dan membuat Astri memelototiku.
"Bukannya bilang amin malah ketawa!Sera emang pantes kali jadi artis" Kata Astri dengan bersungut-sungut.
Itu memang benar,dari mulai perawakan sampai wajah Sera,semuanya pantas untuk menjadi seorang artis,tapi jika dilihat dari sikap dan kemampuan Sera,itu membuat peluang keinginan Sera untuk menjadi artis sangatlah kecil.
Lagipula kenapa bocah ini berbohong ingin menjadi artis?Benar-benar tak terduga hahaha...
"Iya-iya deh,amin!" Kataku sambil terus menahan tawa.
Sera sudah seperti rapunzel,rambutnya dikepang dan dihiasi berbagai aksesoris,dia juga dipaksa memakai gaun yang entah Astri dapatkan dari mana.Astri memfoto bocah malang itu bak seorang fotografer profesional dengan hp nya yang punya triple kamera.
Aku diam saja dan menahan tawaku agar tidak meledak,Om jin juga tidak bisa diandalkan untuk membuatku berhenti tertawa karena biasanya dia akan bersikap menyebalkan dan merubah mood ku dalam sekejap,tapi kali ini dia tertawa-tawa dengan bebasnya karena orang lain tidak bisa mendengarnya sepertiku.
Saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam kami mulai beraksi,aku mengajak Astri dan Sera naik ke kasur dan menonton drakor yang baru ku download saat Astri sibuk mendandani Sera seperti barbie.
Saat baru ku play episode 1,Astri sudah tertidur dan bersandar pada Sera yang keberatan hanya dengan bobot kepala Astri saja.Ku tatap Om jin,aku awalnya akan membuat Astri menemaniku nonton drakor baru ini se-episode saja baru meminta Om jin membuatnya tertidur,tapi ya sudahlah...
Aku menutup laptopku dan menidurkan Astri dengan benar di kasur lalu secara otomatis aku,Sera,dan Om jin duduk melingkar di kasur.Tentu Sera hanya dapat mendengar suara om jin saja.
"Sekarang kamu bisa menceritakan apa yang kamu lihat tadi,Sera" Kataku to the point.
Sera mengangguk,"Apa dia ada di sini juga kak?" Tanya Sera sebelum bercerita.
"Ya,tepat di antara kita" Jawabku jujur.
Sera bergidik sebentar,lalu mulai bercerita.
"Sejak awal keluarga kita memang sudah punya kemampuan yang seperti ku dan berurusan dengan alam lain,tapi lama-kelamaan karena adanya penjajahan yang membuat mereka jatuh miskin dan menderita kemampuan itu mulai tidak dikembangkan dan banyak dari keluarga kita yang mati muda.Sisanya adalah orang pilihan sesepuh keluarga untuk dijadikan pewaris" Sera menjeda.
Dia pandai juga dalam bercerita rupanya,aku kira cerita dari anak kecil sepertinya akan sulit ku mengerti dan berbelit-belit,tapi ternyata tidak.
"Bahkan setelah mereka bebas dari penjajahan itupun hanya tinggal sebagian dari anggota keluarga saja yang punya kemampuan itu,dan pada masa ini adalah penentuan keberlanjutan kemampuan turun-temurun itu.Kedua Kakek kita pun sebenarnya bimbang akan warisan ini.Akankah berakibat baik pada generasi selanjutnya atau tidak karena mereka tidak merasakan sisi positif ataupun negatif dari kemampuan hasil warisan yang mereka punya.Tapi Kakek ka Nala kelihatannya berbeda karena buyut kita,yang berarti kakeknya Kakek mengatakan pada Kakek kak Nala kalau dia juga harus mau menyimpan sesuatu yang mirip botol parfum semacam itu... yang sebenarnya ada isinya,alias ada jinnya.Dan aku juga melihat kalau Kakek tidak sanggup dengan aura yang benda itu punya dan segala ritual yang harus mereka lakukan untuk menjaga agar isi botol itu tidak bisa lepas.Aku melihat Kakek kak Nala mengubur botol itu dibelakang rumah waktu kakak masih kecil karena kakak yang waktu itu masih kecil memainkan botol itu dan hampir memecahkannya.Sesudah itu aku merasa pusing dan lemas lalu menghampiri kakak dengan linglung dan kakak tau bagaimana kelanjutannya..."
Aku merasa tersambar petir mendengar kelanjutan cerita Sera,botol yang kakek kubur dulu itu maksudnya botol parfum yang waktu itu ku gali dan Om jin adalah 'isi' dari botol parfum itu?Aku lihat om jin,tak ada ekspresi apapun di wajahnya.Datar.Melihatnya tidak bereaksi membuatku amat ketakutan,lebih baik dia terlihat marah ataupun emosi lainnya karena sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata itu sebenarnya hal yang paling berbahaya.
'Om jin...?' Panggilku untuk mencoba mengetahui responnya.
Aku tidak dapat membayangkan bagaimana respon Om jin terhadap kenyataan ini,aku juga sangat tidak menyangka kalau keluargaku adalah biang keladi dari dikurungnya Om jin di botol parfum itu selama berabad-abad lamanya dan juga membuat kekuatan Om jin melemah.Akankah dia marah dan membenciku nantinya?
"Kak...?Aku sudah menceritakan apa yang kulihat,bagaimana menurut kakak dan...Jin itu?" Kata Sera padaku yang malah diam dan menatap Om jin untuk menanti reaksinya.
"Kak,kenapa sih?Cuma itu yang Sera liat...ada ritual-ritual juga sih,tapi Sera ngak bica ceritain pake kata-kata karena ritualnya serem..." Sera kembali berkata karena aku masih terdiam.
Ritual?
"Ritual seperti apa?" Tanyaku,mengalihkan fokus.
"Ah yang serem-serem semacam gitulah,ritual itu dilakuin demi jaga makhluk yang ada di dalam botol itu supaya ngak bisa lepas" Jawab Sera.
"Apa yang dikorbankan di ritual itu?" Tanyaku penasaran dan memegang tangan Om jin yang tidak tembus saat ku pegang.
Sera tentu kaget dengan tangaku yang melayang,padahal aku memegang sesuatu yang tidak terlihat.Wajahnya seketika pucat.
"It-itu tangan kakak..." Sera berkata dengan terbata-bata.
"Ini Om jin" Jawabku tanpa peduli dengan reaksi Sera yang langsung histeris.
"Kenapa kakak sentuh dia?" Sera bertanya takut takut dan memegangi lengan Astri yang tertidur lelap.
Aku juga tidak tahu kenapa aku menyentuh Om jin,tapi aku merasa itu perlu untuk sekarang dan aku ingin...
Kurasakan tangan dingin membalas genggaman tanganku.Om jin tersenyum padaku,tapi aku bisa merasakan ada kesedihan dan kemarahan dimatanya.
"Om jin..." kataku.
"Kak!" Sera membentakku dengan raut ketakutan yang sekarang terlihat menyeramkan ada di wajahnya.
Om jin memelototi Sera dan semakin menggenggam erat tanganku.Aku rasa Om jin marah dengan kemarahan yang tidak ditujukan padaku,tapi...keluarga ku.
'Kumohon jangan!' Kataku dalam kepala.
'Kamu sudah jadi lebih baik sekarang,kamu sudah bebas.Kumohon jangan marah pada keluargaku'
Air mata sudah mengalir ke pipiku,Sera juga menangis sambil menangis kencang sampai Mamy datang ke kamarku dan menghentikan kehisteriaan kami.
"Ada apa ini?!Kenapa kalian berdua menangis?" Mamy berkata dengan panik.
Aku menggeleng,"Kam-kami hanya menonton drama sedih" Kataku bohong.
Mamy menatapku tajam,dia memangku Sera dan berusaha menghibur Sera agar berhenti menangis.Sera menunjuk-nunjuk padaku,Mamy memelototiku.
"Kak Nala,jauhi dia!" Sera berteriak.
Aku terkejut dengan teriakannya yang ku tahu dia tujukan untuk Om jin yang masih memegang tanganku.
"Nala tangan kamu itu kenapa?" Mamy menyadari posisi tanganku yang tidak normal.
Om jin menutup matanya,mungkin dia tidak suka suasana yang tiba-tiba kacau seperti ini.Aku takut Om jin akan semakin marah dan membalas dendam pada keluargaku.Hal itu tidak boleh sampai terjadi!tidak saat ini,di depan mata kepalaku sendiri!
Saat Om jin membuka mata,Mamy dan Sera menutup mata dan terjatuh menimpa Astri yang masih lelap tertidur.
Kudengar suara jatuh mereka,aku rasa saat bangun nanti Astri akan pegal-pegal.Om jin yang melakukan hal ini,tapi kenapa dia juga tidak membuatku tertidur?
Aku menatapnya tanda bertanya,dia mengelus rambutku dan memelukku erat.
"Ini bukan kesalahan kamu,kenapa kamu yang takut,Nala?Aku tidak akan pernah punya niat untuk menyakitimu"
Lega kurasakan,tapi masih ada hal yang kurang dalam kata-kata Om jin.
"Aku tahu itu,tapi bagaimana dengan keluargaku?"
"Mereka..." Om jin menjeda.
Kurasakan dia mencium puncak kepalaku dan menumpukkan dagunya di sana.
"Mereka yang hidup sekarang,tidak ada hubungannya dengan pengurunganku dulu.Aku juga tidak akan marah atau membalas dendam pada mereka.Kamu jangan berpikir berlebihan,aku tadi hanya marah sekilas saja mengetahui pelaku pengurunganku"
Aku mendongak dan menatapnya dengan susah payah karena Om jin memelukku dengan erat.
"Benarkah?" Tanyaku penuh harap.Semoga Om jin menepati kata-katanya.
"Iya" Ucap Om jin dan kembali memasukkanku kedalam pelukannya yang dingin.
Setelah saling menenangkan diri,aku dan Om jin bergotong royong memindahkan Mamy ke kamarnya dan menidurkan Sera dengan benar di sebelah Astri.Sekarang aku bingung,di mana aku bisa tidur?Tubuh Astri dan Sera sudah memenuhi kasur ku dan aku tidak mau tidur dengan Mamy atau tidur di bawah,apalagi tidur di kamar tidak terpakai yang sudah dijadikan gudang pakaian Mamy itu.
Om jin kelihatannya sama bingungnya denganku karena dia berdiri dengan berkacak pinggang sambil memandangi kasur yang sudah penuh.
"Bagaimana ini..." Kataku,ditujukkan pada diri sendiri.
Om jin melirikku,aku membalas tatapan matanya dengan pandangan bertanya.
"Punya ide bagus supaya aku tetap bisa tidur dengan nyaman?"
"Kekuatanku masih lemah,aku tidak bisa melakukan apapun lagi.Tapi..." Kalimat Om jin menggantung dan membuatku menaikkan alis.
"Tapi apa tidak papa kamu tidur sambil melayang?" Sambung Om jin.
Hah?!aku terbengong dengan idenya,maksudnya apa?Om jin bisa membuatku tidur sambil melayang?
"Mmm..." aku tidak mengerti apa sebenarnya yang ada di kepala Om jin.Kenapa dia berpikiran konyol?
Om jin berdehem,dan menghela nafas sebelum kembali berkata.
"Apa kamu tidak masalah tidur bersamaku?Tenang saja kamu tidak akan jatuh.Aku akan memelukmu erat,kamu juga bisa tidur di atas tubuhku kalau kamu mau"
Wajahku seketika memanas dan begitu juga kepalaku,apa-apaan yang Om jin katakan itu.Idenya tidak masuk akal,mana mungkin aku tidur dengannya!
"Kalau kamu tidak mau...ah!lupakan saja!" Kata Om jin dengan salah tingkah dan tiba-tiba berpindah duduk di atas lemari,meninggalkanku memanas di bawah sini.
Ah,teganya Om jin membuatku sampai memerah seperti ini tapi tidak mau bertanggung jawab.Jin sialan!
Aku memaksa tidur di tengah-tengah Astri dan Sera,melupakan kesesakkan yang kurasakan karena diapit mereka berdua.
Ini tidak lebih masalah daripada tidur melayang dengan Jin gila yang mengajakku tidur bersama barusan.
👻