Om Jin!

Om Jin!
om jin!27(versi revisi)



🧞‍♂️


"Nala,kamu juga kesini cepat!" Kakek Sera berteriak memanggilku.


Aku tersentak,baru pertama kali ini aku dibentak oleh salah satu Kakekku.Aku mendadak saja langsung bisa berjalan dan membuka mulut lagi.


Kepalaku menunduk,entah kenapa aku merasa sangat bersalah dan kaki ku pun dengan otomatis berjalan ke arah kakek berada.


"J-jin!...Anak-anak masuk!" Kakek Sera tiba-tiba berteriak dan menarik tanganku kearahnya secepat mungkin.


Aku tersentak,Kakek memasukkan aku,Sera,dan Astri ke dalam rumah lalu menutup pintu depan.Ku dengar dari sini kalau Kakek ku mempertanyakan reaksi adiknya itu.Kakek Sera menjawab dengan suara yang tidak terdengar baik-baik saja dan mengatakan kalau ada jin yang mengikuti kami.


Jadi,Kakek Sera sudah bisa melihat makhluk halus setingkat Om jin?Aku membuka pintu,saat kepalaku melongok keluar,Kakek membentakku dan menjejalkan kepalaku kembali masuk.Aku sempat berontak dan berteriak 'PERGI!' Yang kutujukkan pada Om jin sebelum pintu kembali ditutup oleh Kakek.


Mamy menghampiri kami dengan raut kebingungan karena mendengar bentakkan Kakek dan kegaduhan lain.Tidak ada dari kami yang menjelaskan apa yang terjadi padanya karena hanya aku dan Sera yang pasti mengerti apa yang sedang terjadi.Tapi Sera tidak sanggup menjelaskan dan aku tidak mau menjelaskan.


Kusibak tirai jendela,kedua Kakekku saling berdiri berdampingan dengan mulut Kakek Sera yang terus komat-kamit menjelaskan apa yang dia lihat pada Kakekku yang tidak punya kemampuan sepertinya dan tidak bisa melihat Om jin.


Om jin masih ada di sana,entah karena dia mengabaikan teriakanku tadi atau karena dia memang ingin saling berhadapan dengan Kakek kami.Aku langsung panik,'Om jin,PERGIII!' Aku meneriakinya lewat pikiran.


Om jin melihatku dari jendela,Kakek Sera yang menyadari arah pandangan Om jin langsung meneriakiku untuk menutup tirai jendela lagi dan mengunci pintu rumah dari dalam.Aku tidak acuh padanya dan malah terisak,'Pergi,Om jin...pergi!' Aku sekali lagi memintanya untuk kabur saja dari sana,tapi Om jin tidak acuh pada peringatanku.Apa Om jin akan membalaskan dendamnya sekarang kepada kedua kakek ku?


"Nala,kamu pasti tau kenapa Kakek bertingkah aneh begitu.Jelaskan!Jelaskan juga kenapa kondisi Sera bisa sampai basah kuyup seperti ini.Kamu mau Sera pingsan lagi!?" Mamy menarik pundakku dan mendudukkan aku di sofa.


Aku akan kembali berdiri,tapi Astri menahanku dan melotot padaku.Dalam matanya,aku dapat melihat kekecewaannya padaku,juga...rasa ketidakpercayaan yang mulai tumbuh dalam dirinya terhadap aku.


Aku terisak sebelum membuka mulut untuk menjelaskan,sekali lagi aku melihat Om jin dari jendela yang sedikit berembun.Kakek-Kakekku merapal sesuatu,tapi Om jin tidak bergerak sedikitpun dan membalas pandanganku.


Ada tatapan yang ganjil dari matanya,aku mencoba menelisik kedalamnya.Belum sempat aku menduga apa yang sedang Om jin pikirkan,Mamy keburu membentakku meminta penjelasan secepatnya.


"Sera tercebur ke gorong-gorong sewaktu diperjalan pulang kami tadi,itu tidak disengaja.Sera jatuh karena...sse-ulahnya sendiri.Tanya saja Astri kalau tidak percaya"


"Benar begitu nak Astri?" Mamy bertanya pada Astri.


Aku menatapnya dan tersenyum.Senyum yang tidak sampai pada mataku.Mamy pun sekarang bahkan tidak mempercayaiku.Sebenarnya apa yang salah dengan diriku akhir-akhir ini sampai orang terdekat ku,bahkan orang yang melahirkanku sendiri pun tidak mempercayaiku lagi?


Astri mengangguk pada Mamy,tapi matanya menatapku lekat sekali dengan pandangan tidak puas dan kecewa.Dia tahu aku menyembunyikan sesuatu...


"Nala juga sakit tante,dia demam sejak tadi..." Kata Astri kemudian.


Aku balas menatapnya lekat,Tri...kamu mulai curiga dengan semua yang sudah kulakulan akhir-akhir ini kan?Batinku.


Kaca disebelah sofa yang kududuki pecah,Sera menjerit histeris dan berlari masuk kedalam.Aku,Mamy,dan Astri menatap ngeri pada pecahan kaca yang melayang di sekitar tubuhku yang paling dekat dengan jendela.


'Om jin...'


Aku melihat Om jin menahan pecahan kaca itu agar tidak mengenaiku dengan kekuatannya.Pecahan-pecahan kaca itu mendadak menghilang.Mamy dan Astri menjerit histeris.Aku menutup telingaku dengan tangan,stres dengan semua yang sedang terjadi.


"Kemana beling-nya?"


"Pecahan kacanya hilang!Nala ayo ke sini.Jangan diam terus di sana" Astri menarikku berdiri dan masuk lebih dalam ke dalam rumah.


'Om jin,pergi!Nanti temui aku lagi kalau keadaannya sudah tenang kembali!'


Om jin pun langsung menghilang bagai pasir yang ditiup angin di depan mata,membuat serta perih pada mataku.Aku menangis karena terlalu shock dan sedih.Nyatanya kepergian Om jin tidak ikut menghilangkan ketakutan di hatiku,takut akhir cerita ini tidak akan berakhir dengan indah.


Astri masuk ke kamarku dan berseru kalau dia sudah menemukan Sera.Aku menghela nafas,syukurlah benar dugaanku.Kalau Sera tidak ditemukan di sana,aku yakin bahwa akulah yang akan disalahkan.


Kakek masuk kedalam dengan tangan Kakekku dan kening Kakek Sera yang berdarah.Aku langsung berdiri,apa ini karena pecahan kaca tadi atau...Om jin yang melukai mereka?


"Kek..." panggilku.


"Ini hanya luka kecil.Bawakan Kakek air sama handuk kecil buat lap darahnya.Sekalian betadinenya juga"


Aku menggangguk dan pergi ke dapur untuk membawa apa yang Kakek minta sekaligus membantu Kakek membersihkan lukanya.


Tapi ternyata,yang terluka hanya Kakeknya Sera saja,tangan Kakekku yang berdarah karena terkena darah dari Kakeknya Sera entah karena apa tadi.


Kupanggil Mamy untuk mengobati luka Kakek Sera karena aku tidak bisa mengobatinya sendiri.


Kakek meminum air sampai tandas,ada butiran besar keringat yang bercucuran di sekitar pelipisnya.Mereka kelihatan lelah sekali,sebenarnya apa yang mereka lakulan tadi sampai mereka berkeringat sebanyak ini?Padahal yang kulihat tadi mereka hanya komat-kamit dan 'prangggg!' Kaca tiba tiba pecah.Setelah itu mereka keluar entah sebagai pemenang atau pecundang yang membawa luka.


"Kek,yang tadi itu...kenapa?" Aku bertanya pada Kakek dengan wajah yang kuseting selugu mungkin,padahal aku tahu apa yang menyebabkan mereka membuat kegaduhan tadi.


"Ada-kamu tidak perlu tahu Nala" Katanya,membatalkan kata lain yang ingin ia sampaikan.


Aku tahu,tapi aku ingin mendengarnya dari mulut Kakek langsung.Tapi ternyata dia tetap menyembunyikannya dan tidak menyadari kebohongan yang kubuat.Apa tidak masalah berbohong seperti ini terus demi menyembunyikan keberadaan Om jin yang sebenarnya telah aku ketahui.


Kek,maafkan aku ya...


Sera lewat bersama Astri,kudengar dari percakapan mereka kalau Astri akan membantu Sera mandi karena tidak yakin Sera akan bisa menghilangkan semua kotoran dan bau yang menempel pada tubuhnya sendiri dan karena memang Sera tidak berani pergi sendiri ke kamar mandi.Aneh...


Ah,mungkin dia takut kalau penunggu kamar mandinya menggila seperti setan lain yang ada di luar sana walaupun gerhana sudah usai.


"Kak Nala..."


Aku berbalik menatap Sera yang memanggilku dengan suaranya yang terdengar parau.


"Apa?" Balasku lembut.


"Jangan kembali bersamanya lagi.Dia jadi berbahaya sekarang.. " Katanya,lalu melangkah pergi diikuti Astri yang melongo mendengar kata-kata misterius Sera padaku.Astri menatapku meminta penjelasan.


Aku diam,aku tahu siapa dan apa yang Sera maksud.Aku juga menyadari kalau Om jin yang sekarang berbeda dengan Om jin yang dulu.Om jin yang sekarang berbahaya dan kejam,aku mengakui itu semua.


Tapi dia tetap bersikap baik padaku,hanya saja dia kadang-kadang tidak bisa menahan emosinya sendiri setelah mengetahui kalau dirinya dikurung dalam botol itu oleh leluhur keluargaku.


Saat aku berbalik,kedua Kakekku menatapku dengan pandangan yang tidak bisa kudeskripsikan.Tapi kelihatannya mereka marah sekali terhadapku jika dilihat dari urat-urat di sekitar wajah dan tangan mereka yang kelihatan menonjol.


Jangan-jangan mereka sudah tahu?!


👻


***Hai!


Happy reading!


Are you think this chapter it's enought?I hope you think it:)


see you in next chapter and don't forget to give me a👍***!