Om Jin!

Om Jin!
Om jin!36(versi revisi)



🧞‍♂️



Berminggu-minggu telah berlalu,tahun baru pun datang dan memeriahkan suasana di langit malam yang banyak dibombardir kembang api dan tembakan-tembakan senjata api yang tak berbahaya untuk membuat suasana bertambah meriah di atmosfer sana.


Kasihan hewan nokturnal ataupun para pecinta kesunyian malam dan pengamat bintang-bintang.Malam ini mereka tidak bisa duduk dengan tenang karena langit kesayangan mereka dipakai untuk hal-hal yang merusak dan tidaklah berguna.


Aku bukannya pihak kontra dalam hal ini-aku suka kembamg api,tapi aku hanya sedang menyalurkan emosiku yang bergejolak saja.Memang,semenjak aku ditelepon Kakek hari itu interaksiku dengan Om jin berjalan biasa dan kalau Om jin sadari,dia pasti merasa kalau hubungan kami jadi berjalan stagnan dan terasa datar-itu sengaja.Aku berusaha menjaga jarak darinya.


Tidak terasa hal-hal yang bisa membuat kami merasa di awang-awang atau merasa down seperti dua orang yang punya hubungan spesial pada umumnya.Aku sadar itu tidak terjadi karena hubungan di antara kami berdua berbeda dengan orang lain.


Semuanya baik-baik saja jika di mata orang lain yang melihatnya.Tapi sayangnya,orang lain tidak bisa melihat Om jin apalagi hubungan di antara kami.


Aku selalu menyembunyikan perasaan gelisah dari pikiranku,takut Om jin mengetahuinya dan menimbulkan hal yang tidak diinginkan.Lebih baik ku pendam saja dalam hati untuk sementara ini.


Pada malam tahun baru ini aku memang pulang ke rumah Mamy,dan tentu saja bersama dengan Om jin.


Dan soal interaksi di antara kami,hanya kami berdua yang tahu.Jujur saja,aku mulai tidak bisa membendung perasaan ini.Situasi di antara kami benar-benar hanya kami yang tahu.


Aku mulai tidak sabar karena itu,bagaimanapun juga aku adalah remaja yang ingin hubungannya diketahui orang lain agar eksistensi hubungan kami diakui di khalayak seperti orang lain.


Tapi itu tidak mungkin terjadi,aku sudah memimpikan hal yang mustahil bagi diriku sendiri.Menyedihkan,tapi malah tetap kubiarkan saja hal itu berjalan seadanya.


Bahkan Om jin pun sama sekali tidak tahu soal perasaanku ini,aku tidak memikirkannya saat Om jin ada dan tidak membicarakannya dengan Om jin.Aku takut dia ikut bingung juga dengan hubungan kami ini.


Dia jauh lebih dewasa dariku,sangat-sangat jauh lebih dewasa malahan,dan pasti lebih bijak dalam mengambil langkah daripada aku yang minim pengalaman.


Tapi jika menyangkut soal hubungan kami,aku menjadi tidak yakin, karena sudah banyak faktor yang bisa menjadikan Om jin menjadi 'Jin yang sebenarnya',termasuk bahasan tentang hubungan kami dan masa lalu Om jin.Aku tidak mau menyinggung hal itu di malam yang indah ini.


Aku sungguh tidak ingin melihat kemarahan Om jin lagi,itu terlalu menyeramkan.Dan pasti akan menyakiti diriku sendiri dan juga Om jin.


Aku mengurung diri di kamar,biasanya pada waktu malam tahun baru aku akan mengajak keluargaku untuk merayakannya dengan mengadakan pesta bbq kecil-kecilan atau membakar jagung dan ikan di rumah Nenek.


Kali ini,aku benar-benar tidak punya minat untuk merayakan hal apapun atau berkumpul dengan siapapun.Mood ku sedang tidak baik dan tidak bisa diperbaiki untuk saat ini.


Mamy sudah menggedor-gedor pintu kamarku dari jam 8 malam tadi untuk mengajakku memakan jagung bakar bersama,tapi aku menolak dan bilang ingin langsung tidur karena kelelahan dari perjalanan kemari tadi siang.


Om jin juga sepertinya sudah mulai merasakan kejanggalan terhadap sikapku.Dia tahu aku bisa menolak apapun dari siapapun,kecuali makanan.


Dia mendekatiku dan menatapku dari samping,aku sedikit malu pastinya,tapi tetap diam menatap langit malam yang terkena banyak polutant dari jendela kamar.


"Nala,jangan menyembunyikan apapun lagi dariku.Aku sudah mengetahui semuanya asal kamu tahu saja..."


Aku bagai tersambar petir di malam yang terang oleh bulan dan kembang api.Jadi,Om jin sudah tahu mengenai perasaanku selama ini dan hanya mendiamkannya?


"Oh aku tahu,semenjak kekuatan Om jin kembali,kan?Makannya segala hal dalam diriku dan apa yang ada dalam pikiran dan hatiku bisa Om jin ketahui?Curang sekali..." Kataku dengan satire yang sengaja kukatakan dengan nada tajam.


Ku perbaiki ekspresi wajahku yang terkejut dengan ekspresi yang normal kembali setelahnya karena Om jin tidak menjawab perkataanku.Sepertinya dia sedikit tersinggung...


Masih menatap langit,aku bertanya apa yang Om jin ketahui mengenai perasaanku selama ini terhadapnya,terutama terhadap hubungan kami.


"Aku,kamu..." Om jin terdiam,lalu kembali melanjutkan.


"Hubungan kita tidak jelas arahnya,kamu sedang meresahkan tentang hal itu.Dan perasaanmu terhadapku ataupun sebaliknya,perasaanku padamu itu sama.Kamu harus tahu itu! Jangan merasa kamu bertepuk sebelah tangan lagi,Nala....hanya saja aku juga bingung harus bereaksi bagaimana mengenai hal ini" Jelas Om jin.


"Kalau Om juga bingung harus bagaimana,lalu bagaimana denganku menurutmu?" Aku berbicara seakan menuntut sesuatu hal dari Om jin yang memang sepantasnya kudapatkan.


"Kamu sedang mencari jati dirimu,kamu sedang mencari kejelasan dari hubungan ini.Kamu menginginkan segala hal jadi jelas di matamu yang terbatas" kata Om jin.


Kali ini aku balas menatapnya,'terbatas'adalah kata-kata yang dikeluarkan mulut Om jin yang akan aku tandai sebagai ejekan dan kelemahan.Aku diam mendengarkan perkataan yang dikeluarkan Om jin lagi.


"Begitu juga dengan kamu dan aku,kita terbatas,Nala...kita punya batas masing-masing" Kata Om jin lagi.


Hampir saja aku akan menangis lagi di depan Om jin kalau Mamy tidak masuk ke kamarku tanpa aba-aba dan menaruh 2 jagung bakar di atas nakas.


Mamy memelototiku yang ketahuan tidak tidur.Aku menatapnya dengan terkejut dan otomatis menarik kembali air mata ku yang baru saja akan tumpah.


"Kamu bohong sama Mamy!?" Katanya dengan nada tinggi.


Ini sudah jam 00.12 dan Mamy masih bisa memarahiku dengan nada tinggi seperti itu?Apa kata tetangga nantinya,mereka pasti akan mengira kalau Mamy memarahiku karena pulang malam atau semacamnya.


"Semuanya bisa jadi kacau dan tambah runyam karena penyaluran kekesalan yang tidak terkontrol,Nala.Kamu persis seperti ibumu dan belajarlah darinya agar kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama sepertinya.


Aku hanya akan tetap mendukungmu...dan juga menjagamu dan kamu,,,kuharap bisa bersabar sebentar lagi saja,aku pasti akan memberikan kejelasan terhadap hubungan kita karena aku juga tidak menyukai sesuatu hal yang tidak jelas"


"Sekarang,urus urusanmu dengan ibumu karena aku tidak bisa membantumu jika soal ini.Aku akan pergi keluar sebentar" kata Om jin sekalian izin padaku.


Gara-gara Kalimat yang Om jin sampaikan membuatku lebih fokus terhadapnya,maka aku pun malah salah menjawab di depan Mamy.


"Maksudnya apa dengan tidak menyukai ketidakjelasan?Hubungan kita juga tidak jelas dan cinta juga adalah kata sifat yang tidak jelas bentuk dan rupanya seperti apa!" Ucapku dengan kasar.


"Tidak jelas apa?!Cinta! CINTA! kamu sudah pacaran,ya?!" Mamy memberondongiku dengan tuduhan-tuduhannya.


Aku merutuki diriku sendiri karena terbawa suasana dan terpancing emosi karena Om jin yang langsung pergi seperti orang yang tidak punya tanggung jawab terhadapnya.


Kenapa aku bisa sampai salah merespon sih!? Rumit,kan kalau Mamy sampai bertanya-tanya soal ini...


Aku merutuki diriku sendiri lagi,sedangkan Om jin yang tadinya akan pergi keluar malah tetap diam di sampingku setelah mendengar perkataan balasanku.


"Nala,jawab!" Bentak Mamy,menginterupsi ku dan Om jin.


"Tidak,My.Nala cuma lagi...eum...merangkai kata-kata untuk di tulis di novel buatan Nala nanti.Huhhhhh~~~Baguskan kata-katanya?"


Mamy menatapku dengan tatapan menyelidik yang berhasil membuatku bergidik.Kalau Mamy salah paham lebih jauh,matilah aku di tangannya pada tanggal 1 Januari ini!


"Ya sudah,makan jagungnya atau tidur sana! Besok bibi ngajak makan-makan bareng,lho...Pagi-pagi kita harus sudah siap di rumah Nenek kamu"


Aku mengangguk dan dalam hati mengucapkan syukur.Untunglah Mamy percaya pada alibiku.


Kini aku bisa sepenuhnya memusatkan fokus ku pada Om jin yang diam membisu-tidak jadi pergi.


"Om jin,aku cuma lagi kesal saja.Jangan anggap serius ucapanku tadi,Om jin juga tahu,kan bagaimana sikapku kalau sedang kesal..." Aku langsung meminta maaf padanya karena aku sadar kalau ucapanku memang sudah menyakitinya.


"Pliss lah Om jin!" Aku memohon.


"Nala,apa yang kamu ucapkan memang benar.Secara terselubung,aku ini tidak bertanggung jawab,kan?Bukankah pada intinya begitu,Nala?" Kata Om jin yang kelihatannya benar-benar tersakiti dengan ucapanku.


"Om j-" Ucapanku terpotong.


"Sttt,,,aku akan pergi keluar sebentar.Tidurlah sekarang dan jangan tunggu aku seperti dulu..." Pesan Om jin,lalu tubuhnya menghilang dari sampingku seperti asap yang tersapu angin.


Om jin,maafkan aku...


 


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Semalaman aku tidak tidur karena merasa tidak enak pada Om jin.Om jin juga semalamn tidak kembali dan bahkan pada pagi hari seperti ini belum kembali padahal aku menunggunya dan sudah memanggil-manggil namanya.


Mamy sudah menyiapkan sarapan di meja makan yang semuanya adalah makanan kesukaanku,tampak seperti Mamy tahu perasaanku yang sedang kacau dan berusaha menghiburku dengan semua makanan ini,tapi semua makanan yang pastinya lezat karena mengeluarkan bau yang harum itu sama sekali tidak kusentuh.


Aku merasa sama sekali tidak bersemangat terhadap apapun.Di luar sana ramai,notifikasi di hp ku juga ramai karena ucapan-ucapan selamat tahun baru dan saling menanyakan kabar dari teman-teman.


Astri menelponku berkali-kali dan berulang kali ku abaikan.Aku tidak mau dia tahu aku sedang sedih dan merepotkan diri sendiri dengan datang ke sini.


Dari luar terdengar suara orang yang mengucapkan salam dan membuka pintu-pintu belakang rumah yang ada di dapur.Aku hafal suara itu,Sera!


"Kak..." panggilnya setelah tiba dan mencariku.


Aku diam saja di meja makan dengan menopang dagu dan Mamy yang menyahuti panggilan Sera.


Mamy datang ke dapur membawa Sera ikut serta.


"Kenapa kamu diam saja,Sera nih!"Kata Mamy dengan nada kesal.


Mamy mempersilahkan Sera untuk duduk di depanku dan menawarinya makan juga menegurku yang belum juga memakan makanan yang sudah ia siapkan sedari tadi sampai makanan di atas meja menjadi dingin.


Setelah Mamy pergi aku hanya diam tanpa menyentuh makanan ataupun menatap Sera yang juga hanya diam memandangiku.


"Kak,Jin itu...tidak ada?" Ucapnya pelan.


Aku langsung menatap Sera,hal pertama yang ia tanyakan adalah soal ketiadaan Om jin di sampingku?


"Dia...kemana?Apa dia sudah pergi?" Tanyanya lagi.


Aku sangat marah ditanyai seperti itu,Sera ketakutan melihatku yang melotot padanya dan buru-buru minta maaf,tapi aku tetap marah dan tidak berhenti memelototinya.


Dia,,,apa dia ingin Om jin pergi meninggalkanku?!


"Sera,apa kamu tidak suka pada Kakak?" Tanyaku tiba-tiba.


Sera menggeleng cepat dan berkata,"bukan!Bukan aku tidak suka pada Kakak.Aku sayang sama Kakak makannya aku ..."


"Aku apa....?" Kataku tak sabar karena Sera menggantung kata-katanya.


Mata Sera melihat ke segala arah,menghindar dari tatapanku yang membuatnya takut.Tangannya saling bertautan dengan erat dan kursinya semakin mundur karena aku memajukan wajahku padanya.


"Aku tidak mau Kakak punya hubungan dengan Jin!Kakak kira berhubungan dengan makhluk seperti itu baik?!Hubungan seperti itu mustahil,,,mereka it-"


Sera berhenti bicara,aku tetap diam untuk menunggu kelanjutan perkataannya dan setelah sekian detik dia tidak juga melanjutkan perkataannya dengan mulut yang menganga lebar,terkejut oleh sesuatu yang ada di belakangku.


Aku menatap mata Sera yang memantulkan sosok Mamy yang berada di ambang pintu dapur dengan diam sambil menatap kami dengan pandangan yang tidak bisa ditebak.


Mati aku.


👻


**Do you enjoy this chapt?:)


*See you👋👋 in next chapter and dont forget to like👍 and coment💬!


❤***