Om Jin!

Om Jin!
om jin!17(versi revisi)



🧞‍♂️


"Sera ayo kita ke rumah kamu lagi..."kataku.


Sera mengangguk dan membawa tasnya keluar kamar.Melihatnya yang kerepotan,aku mengambil alih tugas membawa tas itu.


"Kamu ngertikan dengan rencananya?"tanyaku memastikan.


"Iya,pertama-tama kita akan mengorek informasi dari kakek Sera dulu..."jawabnya dengan semangat.


Aku tertawa,bagaimana bisa karena menjalankan rencana ini Sera jadi seenerjik itu.Kelihatannya bocah ini sering membaca novel detektif atau apalah...


"Betul,tapi kamu hati-hati oke?Pura-pura kamu lugu bisa kan?Dan jangan bawa-bawa masalah six sense kamu lagi..."kataku.


Sera mengangguk-angguk,"kalo soal warisan itu gimana kak Sera harus nanyainnya?"


Aku duduk di teras bersama Sera untuk menunggu jemputannya."bilang aja ke kakek kamu,Warisan itu apa,Sera dapat atau ngak,dan Warisan apa yang Sera terima.Tapi kamu juga harus nyinggung soal mandi kembang dan keris yang waktu itu biar kakek kamu sadar kalo kamu nanyain warisan gaib itu,bukan warisan harta"jelasku,Sera mengangguk-angguk lagi antusias.


"Inget ya,hati-hati nanyanya...Kamu pura-pura jadi pendengar saja dan tanyakan hal yang kakak katakan saja oke?"


"Oke"jawab Sera.


Aku melihat hp ku sambil menunggu,kulirik Sera yang melamun.Sepertinya dia sedang mencerna atau membayangkan rencana yang akan kami lakukan sebentar lagi.Syukurlah Sera anak yang pintar dan penurut,jadi aku tidak terlalu susah menjelaskan rencana yang akan dijalankan padanya.


'Dia pintar kan om jin?'tanyaku lewat pikiran.


"Hmm...lumayan untuk anak sekecil dia"jawab om jin.


Ah,ada 3 notif vidio call yang tidak terjawab dari Astri,aku melihat chatnya yang penuh memanggilku dan memintaku menjawab panggilannya.Apa dia tidak pergi liburan seperti biasanya sampai menghubungiku?Biasanya kan jika libur sekolah dia lupa denganku.


Aku melalukan vidio call balik dengan Astri,panggilan vidio via whatsaps itu langsung terhubung dengan layar hp ku yang menampilkan wajah kesalnya.


"Baru dijawab?Kamu kemana aja!?"kata Astri.


"Aku tidur lah...ini masih pagi juga"balasku.


"Ck,aku juga jadi pengen cobain liburan ke sana"kata Astri dengan raut iri.


Aku menaikkan alis,bingung.Bukankah Astri punya villa di purwakarta?Kenapa tidak liburan di villanya saja.


"Kamu kan punya villa di sini,kenapa ngak dipake?"tanyaku.


"Villanya sudah dijual,kemarin orang tua ku baru resmi cerai..."ucapnya membuatku terkejut.


Seharusnya aku mengangkat panggilannya dari tadi.Astri sedang benar-benar membutuhkan teman sekarang.


"Maaf..."kataku.


"Jangan gitu deh,aku pengen liburan di tempat kamu juga boleh ya?"katanya lagi.


Aku diam,aku bingung harus menjawab apa.


"Si cerewet itu mau liburan di sini juga?Jangan kasih izin,jangan!"ucap om jin.


Aku mendelik pada om jin yang tidak biasa membaca situasi dan kondisi.


'Dia sedang sedih om jin,dia butuh temen curhat!'kataku lewat pikiran.


"Terserah kamu sajalah"kata om jin kemudian.


"Boleh,kamu perlu ku jemput tidak?Btw kamu emang udah izin dulu mau ke sini?"


Astri menampakkan wajahnya yang kini dihiasi senyuman,seperti terharu dengan ucapanku.


"Tidak usah karena bibi yang akan mengantarku,karena kata keluarga ku juga aku memang perlu menenangkan diri di tempat yang jauh dari sini...aku juga sedang butuh teman"kata Astri menolak tawaranku untuk menjemputnya.


Aku tersenyum prihatin,apa Astri memang sekuat kelihatannya?Dilihat dari matanya yang tidak bengkak,kelihatannya dia tidak menangis.Atau dia sudah menyiapkan dirinya dari jauh jauh hari untuk percerain orangtuanya yang sudah dapat dipastikan akan terjadi cepat atau lambat.


"Sampai sini kamu boleh curhat sepuas-puasnya,sampai pagi juga ngak masalah"kataku mencoba menghiburnya.


"Itu memang tujuanku ke sana..."ucap Astri lalu tertawa.


Aku tahu Astri,aku tahu bahwa di balik tawa kamu ada kesedihan yang sedang kamu pendam.Aku pernah mengalami masa seperti itu juga.Tapi dulu aku tidak siap sepertinya atau punya teman yang bisa dijadikan tempat curhat.Aku tahu betul betapa tertekannya Astri saat ini.


"Kamu bakal sampai sini jam berapa?Soalnya aku mau main ke rumah bocil ini dulu..."tunjukku pada Sera yang mengangguk kecil pada Astri.


"Ih,imut bangetttt..."ucap Astri dengan raut gemas ingin meraup wajah chiby Sera dari layar.


Aku tertawa,aku tahu Astri menyukai anak kecil makannya aku menunjukkan Sera agar Astri merasa sedikit terhibur.


"Jadi cepet-cepet pengen ke sana deh,nanti sorean aku pasti udah sampe kok...kamu kirimin alamat rumah kamu aja,gampang!kamu tau-tau aku udah ada di depan rumah kamu aja"kata Astri dengan raut tak sabaran.


"Iya,sudah dulu soalnya jemputannya sudah nyampe.Nanti aku share location.Jangan nangis dulu di jalan oke?"kataku.


"Iya,mana mungkin aku nangis,malu dong sama mantan!"ucap Astri.


Aku mengakhiri panggilan itu lalu memasukkan hp ku ke saku dan membawa tas Sera kemudian ikut menaiki motor yang dikendarai oleh bibi untuk menjemput kami.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sera sedang berbicara dengan kakek di dekat gudang berdua,aku menguping di dekat mereka dengan bersembunyi di balik tempat sampah besar yang kosong,dengan om jin yang duduk di atas genteng.


Tidak adil!


'Turun sini!'ucapku pada om jin dengan nada kesal.


"Tidak mau"balas om jin dengan raut jijik.


Aku akhirnya memilih menahan rasa jijik itu dan menguping dengan tenang,takut-takut Sera salah bicara dan membuat kakek curiga,kalau sudah seperti itu maka aku akan pura-pura memunculkan diri dari jalan sempit yang menhubungkan halaman depan dengan gudang yang ada di belakang rumah Sera dan memanggil Sera.


Tapi sejauh ini semuanya berjalan dengan lancar walau kakek tidak menjelaskannya secara rinci dan jelas mungkin karena usia Sera,tapi karena usia Sera jugalah kakek mau memberitahukan hal itu padanya.


Ada kecoak yang melintas di dekat kakiku,ingin sekali aku menjerit tapi aku menahan diri agar tidak ketahuan.


'Om jin,kecoak!'jeritku lewat pikiran untuk meminta bantuan om jin.


Om jin dengan malas melirikku yang menutup mulut dengan tangan sambil berurai air mata,takut dengan kecoak.


'Tolong...'


Om jin mengibaskan tangannya dan kecoak itu terbang entah kemana dengan melintasi kepalaku.


Aku kali ini benar-benar menjerit dan berjingkrak-jingkrak seperti orang gila,merasa geli dan jijik.


"ih!kecoak terbanggggg!"


Kakek dan Sera langsung menghampiriku dan menanyakan ada apa.Mampus,gagal rencanaku!


"Tadi ada kecoak..."rengekku dengan raut jijik dan geli,kecoak itu seakan akan merayapi tubuhku sampai aku sehisteris itu padahal kecoak itu hanya melintasi kepalaku sesaat saja.


"Rencana gagal di tengah jalan gara-gara kecoak..."kata om jin memandangiku dengan jengah yang merengek-rengek di bawah sini.


'Ini juga gara-gara om jin yang terbangin kecoaknya di atas kepalaku!'jeritku dalam kepala,tak terima.


"Kecoaknya udah ngak ada.Ngapain kamu di sini Nala?"kata kakek membuatku gelagapan.


"Mau buang sampah lah,eh tiba-tiba ada kecoak terbang.Untung ada kakek sama Sera juga di sini"kataku cepat mendapat alasan yang masuk akal.


"Ayo kak,kita ke dalem takut nanti ada kecoak lagi..."kata Sera mengajakku segera pergi dari sana.


Tentu saja aku setuju dengan tawarannya dan masuk ke dalam meninggalkan kakek di belakang.


"Tadi Sera ada salah ngomong kak?"tanya Sera saat kami sudah ada di dapur yang kosong.


"Bukan...itu tadi emang beneran ada kecoak.Maaf Ser,kakak ngacauin semuanya"kataku merasa malu.


"Ngak pa-pa kok,lagian Sera juga udah bingung mau nanya apalagi ke kakek soalnya kakek jawabnya singkat-singkat gitu..."kata Sera.


"Ya sudah,informasi dari kakek kamu sudah dan berarti besok tinggal kakek kakak objeknya...besok kamu hati-hati saja ya ngumpetnya,jangan sampai seperti kakak..."kataku mengingatkan pada Sera dengan agak sangsi.


"Iya itu benar,kau tidak boleh bodoh seperti Nala..."om jin tiba-tiba menanggapi perkataanku dengan hanya suaranya saja yang dapat didengar Sera.


Sera agak merinding,tapi dia mengangguk setuju dengan om jin.Apa-apaan ini?Sebenarnya pada siapa Sera berpihak?!


Aku cemberut,tapi kemudian baru ingat dengan janji ku pada Astri.Jadi aku berkata pada Sera,"sudah mau sore,kakak harus pulang karena mau ada temen kakak.Besok pagi kakak ke sini lagi jemput Sera!"


Sera menganguk,"hati-hati di jalan yang deket gang itu kak..."kata Sera sebelum aku beranjak pergi dari dapur.


Aku kembali berbalik kebelakang menatap Sera,lalu bertanya apa hal yang harus ku waspadai itu.


"Hantu..."ucap Sera.


Aku langsung mematung dan menelan ludah,aku menyesal menanyakan itu pada kamu,Sera.


'Ayo om jin!'ajakku dengan berjalan kaki pulang berdekatan dengan om jin.


"Dasar penakut!"ejek om jin.


Bodo amat!


Aku terlalu takut untuk membalas ejekkan om jin sekarang,aku membayang-bayangkan hantu macam apa yang harus ku waspadai itu,pocong kah?kuntilanak kah?Atau genderuwo?!


'Om jin...'rengekku semakin mendekatkan diri padanya.


Om jin diam saja,walau kurasakan tubuhnya menjadi kaku.Ada apa dengannya?Dia gugup kah?


Om jin berdehem,tangannya memegang lehernya."sebenarnya kamu tidak perlu takut dengan hantu jika bersama denganku,Nala.Mereka semua takut padaku"ucapnya.


Aku langsung merasa lega,'ngomong kek dari dulu!'


Aku berjalan seperti biasa lagi dan tidak menempel-nempel pada om jin,aku berdehem merasa kecanggungan yang sama dengan yang mungkim om jin rasakan tadi.


Sepanjang perjalanan pulang,aku berjalan dengan menunduk malu dan memandangi setiap langkah kaki ku,tidak ada yang berbicara di antara kami sampai sampai di depan teras rumah,ada sosok Astri yang sedang berkacak pinggang.


"Hai!udah sampe dari tadi ya?...maaf!"aku segera berlari menghampirinya.


Astri cemberut,oh tidak...sepertinya Mamy pun tidak ada di rumah sampai Astri terlantar di luar sendirian seperti sekarang.


"Ayo masuk dulu!"aku menjinjing tas yang Astri bawa dan membuka pintu depan dengan kunci yang ku bawa.


"Selamat datang..."ucapku menyambutnya dengan membukakan pintu.


Astri berjalan ke dalam dengan mengucap salam,di luar kulihat om jin cemberut,tidak senang dengan kedatangan Astri.Ada dua orang cemberut yang harus ku bujuk nanti...


Merepotkan.


👻


...❤CHAPTER INI SUDAH SAYA REVISI,SEMOGA HAL INI BISA MENINGKATKAN KENYAMAN MEMBACA KALIAN!...


...DON'T FORGET TO GIVE ME A LIKE👍 AND COMENT💬!...


...👋👋SEE YOU IN NEXT CHAPTER,BYE-BYE!...