Om Jin!

Om Jin!
Om jin!55(versi revisi)



🧞‍♂️


Hubunganku dengan teman penaku jadi semakin erat karena aku jadi jauh lebih cepat dan lebih rajin membalas email nya.Bukan hanya karena aku ingin menyibukkan diri demi tidak teringat dengan Om jim,tapi juga karena kemampuan bahasa Inggris ku yang sudah semakin meningkat.


Ujian-ujian praktek yang menguras fisik dan mental membuatku jadi lebih bisa menjauh dari Om jin,persiapan UN juga membuatku bisa lebih lama melupakan ketidakhadirannya di sisiku dan juga lupa akan rinduku padanya.Kuharap Om jin juga mendapatkan kemajuan sepertiku dengan banyak jalan-jalan ke tempat manapun yang dia inginkan.


Mamy sudah menginap di kostan ku selama seminggu,itu karena dia khawatir aku terlalu kewalahan dengan tuntutan di sekolah dan tuntutan di kostan.


Di saat aku pulang dengan keadaan kelelahan kembali ke kostan,makanan sudah tersaji di meja makan di dapur kostan.Dengan cepat Mamy menarik banyak penghuni kostan lainnya untuk menyukai dan menghormatinya.


Rizal juga termasuk,dia juga kadang-kadang sudah makan terlebih dahulu daripada aku yang merupakan anaknya sendiri.Dengan keberadaan Mamy di kostan pun juga membuat hubunganku dengan Om jin semakin renggang dan kami semakin jarang bertemu ataupun berkomunikasi satu sama lain.


Aku bahagia dengan semua itu,karena agar nantinya saat kami harus berpisah nanti,tidak akan ada yang terlalu tersakiti di antara kami.


Saat menjalani UN,aku semakin jarang bertemu dengan Om jin karena dia juga tidak manampakkan diri di hadadapanku.Setelah selesai UN barulah hatiku terasa kembali punya celah karena kurangnya kesibukanku.


Mamy juga sudah kembali pulang ke Purwakarta.Ku harap aku tidak merusak rencana kami di tengah jalan dan membuat Om jin harus pergi lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan...


Saat aku baru akan menarik selimut untuk tidur,Om jin muncul di atas lemari seperti kebiasaannya.


"Om jin!" Aku berseru dengan riang, memanggilnya.


"Ada apa?Apa laki-laki yang terus memperhatikanmu itu menganggumu?" Tanya Om jin dengan nada cemas yang kentara.


"Tidak bukan itu,dia sudah dibereskan oleh teman-temanku yang juga ikut risih dengan sikapnya" Aku kembali melanjutkan,"Jangan khawatirkan aku lagi.Om jin,coba ceritakanlah perjalanan Om jin padaku...aku penasaran sekali sudah berapa tempat yang kurekomendasikan pada Om jin yang sudah Om jin kunjungi?"


Om jin diam dan terlihat sedang merenung sebelum kemudian menjawabku,"Aku sudah pergi ke semua tempat itu,di sana ramai sekali...membuatku merasakan kesan yang baik"


Melihat tidak ada raut bahagia atau mengenang hal indah di wajah Om jin,aku kembali bertanya padanya.


"Apa Om jin menyukai tempat-tempat itu?"


Om jin mengangguk dan berkata ya,di wajahnya pun ada senyuman senang.


"Rencana kita hampir berhasil,kini tinggal menunggu kelulusanku saja,eh-kelulusan kita!" Ucapku dengan wajah sumringah karena merasa lega dan kemudian memejamkan mata dan mencoba untuk tidur.


"Kamu akan lulus" Ucap Om jin disaat aku belum sepenuhnya terlelap dan masih bisa mendengar ucapannya.


"Tentu saja aku akan lulus karena aku sejak awal aku memang pintar,Om jin" Gumamku sebelum terlelap ke alam mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi-pagi sekali sebelum aku berangkat ke rumah temanku untuk merias wajah bersama,Om jin mengatakan sesuatu kepada ku,seperti ini:


"Nala,saat kamu dan teman-temanmu merayakan kelulusan kalian nanti siang di sekolah,aku pasti sudah akan masuk ke dalam botol itu lagi.Kabulkanlah satu permintaanku ini agar aku dan kamu nantinya bisa lebih mudah saling melupakan.Buang botol itu ke salah satu gunung indah yang mempunyai jurang paling dalam di pulau ini yang pernah kamu rekomendasikan padaku"


"APA?!Kenapa Om jin mau masuk ke dalam botol parfum itu lagi dan bukannya pergi dengan bebas?" Tanyaku tidak terima dengan perkataan Om jin.


Kenapa dia lebih memilih kembali terkurung di dalam botol itu daripada pergi bebas?Batinku bingung dengan keputusan yang Om jin buat.


"Aku merasa sudah tidak cocok lagi hidup dengan bangsaku,lebih baik aku kembali terkurung di dalam botol itu saja.Dan ingat Nala,ini adalah keputusanku sendiri.Kumohon turutilah keinginanku..."


"Ta-tapi bukannya jika Om jin kembali masuk ke dalam botol maka,Om jin akan kembali sendirian dan merasa kesepian?Aku tidak mau Om ji-" Ucapanku terpotong.


"Nala,aku sudah banyak menuruti permintaanmu.Aku hanya ingin agar kamu juga sekali saja bisa menuruti permintaanku..." Ucap Om jin sebelum menaruh kotak tisu di atas nakas yang berada di sampingku lalu menghilang.


"Om jinnn!"Jeritku sedih setelah dia hilang dari hadapanku.


"OM JIINNN!"Aku kembali menjerit histeris dan membuat Rizal mengetuk pintu kamarku untuk menanyakan apa yang terjadi padaku.


Aku hanya bilang kalau aku sedih karena akan berpisah dengan teman-temanku nantinya dan dia pun percaya lalu kembali masuk ke kamarnya untuk mempersiapkan diri juga.


Aku duduk di atas kasur sambil menatap kotak tisu di atas nakas dengan pandangan kosong.Kenapa Om jin sampai memutuskan hal itu?Padahal yang aku inginkan adalah agar kami berdua dapat kembali hidup bebas dan mendapatkan kebahagiaan walaupun harus terpisah nanti...Kenapa dia lebih memilih kembali mengurung dirinya di dalam botol itu?


Aku meremas rok kebayaku untuk menahan jeritanku yang akan memanggil Om jin lagi untuk kembali ke sisiku.Aku harus bisa merelakannya bagaimanapun caranya!Om jin sudah banyak berkorban untukku...


Aku tidak mau menyia-nyiakan pengorbanan yang telah Om jin lakukan untukku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mendengar alasanku itu,mereka memelukku secara serempak dan ikut menangis bersamaku.Siti dan Aliya yang sudah dimake-up harus kembali di rias wajahnya karena air mata yang membuat make up mereka luntur.


Suasana di sekolah sangat semarak walaupun diiringi dengan pidato-pidato perpisahan yang dapat membuat kami kembali menangis haru .


Di sana aku melihat Astri yang datang terlambat dengan diantar oleh supirnya masuk ke tempat acara sendirian.Aku menghampiri Astri dan berdiri diam saling berhadap-hadapan dengannya.



Aku baru sadar kalau pakaian yang Astri pakai punya warna nude yang sama dengan pakaian kebayaku.


"Kita akan berpisah dan aku rasa kamu juga harus mengetahui hal ini agar...agar kamu merasa tanpa beban saat pergi ke luar negeri nanti" Kataku memberanikan diri sendiri dan mengajaknya duduk di dekat lapangan voli untuk membicarakannya.


"Apa kamu ingin mengatakan kalimat perpisahan?" Kata Astri saat dia baru saja mendudukkan diri di kursi tribun penonton.


Aku tetap berdiri di sampingnya sambil mengumpulkan nyali dan berusaha mengendalikan ekspresi wajahku agar tidak kelihatan sedih.


"Sebelum aku ke sini,aku dan dia sudah berpisah karena perjanjian kami dulu..." Aku menceritakan perjanjianku dengan Om jin dulu pada Astri dan menceritakan kejadian tadi pagi,juga permintaan terakhir Om jin kepadaku.


"Kalian berpisah?Kenapa pada akhirnya kalian merelakan satu sama lain?Bukannya kalian ingin terus memperjuangkan hubungan kalian?Kamu bahkan mati-matian memperjuangkan hubungan mu dengannya dengan menerima segala konsekuensi yang ada" Tanya Astri dengan heran sambil menatap mataku yang dari tadi menahan air mata agar tidak tumpah dan membuat make up ku berantakan.


"Itu karena kami sudah sadar kalau hubungan kami memanglah salah dan tidak akan ada akhir bahagia jika kami terus bersama..." Jawabku jujur pada Astri.


Astri berdiri dari duduknya,"Kenapa Nal?Kenapa kamu baru mengatakannya padaku sekarang?Kenapa kamu menyimpan lukamu sendirian?!"


"Aku tidak mau membebani kamu lagi.Dan sebelum kamu pergi aku ingin mengangkat beban pikiran itu dari pundakmu...agar kamu dan Andre bisa bahagia nanti.Aku juga berharap nantinya kamu bisa hidup bahagia dengannya...semoga-" Astri memotong ucapanku dan memelukku sambil menggaplok punggungku dengan kencang sampai berbunyi.


"Kenapa kamu bisa berpikir begitu?Aku ini sahabatmu!Kamu sama-sekali bukanlah beban bagiku.Kamulah yang membuatku berani mencari kebahagiaan sejatiku..."


Walaupun punggungku sakit digaplok olehnya,tapi aku tetap membalas pelukannya, menangis menumpahkan air mataku yang sedari tadi ku tahan.


"Aku janji akan datang mengunjungimu bersama dengan Andre nanti dan aku mungkin juga akan membawa seseorang yang memanggilmu tante hahaha..." Kata Astri dengan sembrono.


Kali ini giliran aku yang menggaplok punggungnya karena perkataanya itu.


"Jangan dululah!Tunggu aku lulus kuliah dulu baru kamu bawa anak pas balik ke sini lagi..." Kataku.


Kami berdua menangis sambil tertawa sampai puas dan baru kembali ke tempat acara dilangsungkan saat matahari sudah hampir akan menduduki tahta tertingginya.


Orang tua kami datang dengan dandanan yang tidak kalah dengan kami para anak muda.Kami berfoto ria bersama dengan guru-guru,teman,adik kelas,bahkan ibu kantin dan satpam sekolah.Bukan hanya dengan orang,teman-teman sekelasku juga berfoto di kelas kami,perpustakaan,kantin,dan berfoto di depan gerbang sekolah.


'Semua kenangan ini harus terus ada dan tidak boleh sekalipun kita lupa!'Itulah yang kami katakan secara bersamaan sebelum acara kelulusan kami selesai.


Kami saling berpelukan dan menepuk bahu teman masing-masing demi menenangkan,tidak peduli laki-laki ataupun perempuan.Pada saat itu yang kami ketahui hanyalah bahwa kami ini teman yang sebentar lagi akan berpisah satu sama lain dan menjalani kehidupan masing-masing.


Aku saling berjabat tangan dengan Astri dan kemudian tertawa lalu saling memeluk.Sebelum supir Astri mendatangi kami untuk meminta agar Astri segera kembali pulang,aku memberikan gelang dengan rangkaian bunga kering berukuran mini yang telah diresine.



Astri menatap gelang di telapak tangannya itu dengan pandangan mengingat-ingat.


"Agar saat kamu sedang bersama Andre,tidak ada makhluk gaib yang mengganggu kebersamaan kalian" Kataku,menjawab kebingungan di wajah Astri.


Astri tersenyum dan mengucapkan terimakasih lalu memelukku sekali lagi dan pamit pergi dengan langkah yang berani.


Aku mendadahi kepergian Astri dengan senyuman lebar dan memakai gelang yang sama dengan yang kuberikan padanya.Aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu ...


👻


...HALO SEMUANYA!👋👋...


...SAYA TAHU ORANG YANG MEMBACA NOVEL SAYA INI SANGAT SEDIKIT,TAPI SAYA SANGAT INGIN BERTERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA YANG SANGAT SEDIKIT ITU ATAS KESUDIANNYA MEMBACA NOVEL DARI PENULIS PEMULA SEPERTI SAYA.DAN SAYA JUGA SEBENARNYA INGIN MEMBERITAHUKAN KEPADA KALIAN SEMUA BAHWA NOVEL INI SUDAH AKAN TAMAT DAN ENDINGNYA AKAN SAYA PUBLISH BESOK🥳....


...❤TERIMAKASIH SEMUANYA!🙏😊...


...🌼SAMPAI JUMPA LAGI BESOK!👋👋...


#SEMUA FOTO YANG SAYA DAPATKAN BERASAL DARI GOOGLE DAN SAMA SEKALI TIDAK BERNIAT UNTUK MELANGGAR HAK CIPTA DAN MERUGIKAN PIHAK LAIN