Om Jin!

Om Jin!
om jjn!28(versi revisi)



🧞‍♂️


Mampus aku!


"Nala,ke sini.Duduk di sebelah Kakek" Kakek menepuk-nepuk kursi di sebelahnya tanpa menimbulkan suara,mengisyaratkan agar aku duduk di sana.


Suasana ini...mencekam sekali!Keringatku sudah memenuhi wajah dan leher,badanku hampir saja gemetaran karena aura yang Kakek keluarkan.Auranya benar-benar tidak biasa...


Itu...aura Kakek seram sekali.Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini ketika bersama dengan Kakek sebelumnya.


Kedua Kakekku kelihatan marah sekali,tapi tetap bersikap tenang.Aku duduk tanpa menimbulkan suara yang keras,bernafas pun aku pelan-pelan.


"Kamu tahu soal jin itu?" Mata Kakek seakan menusukku saat bertanya langsung seperti itu.


Aku mendadak bisu,aku sudah membuka mulutku,tapi tak ada kata-kata yang keluar dari sana.


"Jawab Kakekmu,Nala.Kamu sudah mengetahui soal jin itu?!"


Aku mengangguk cepat.Mulutku sudah tertutup rapat,tidak bisa kuandalkan untuk berbicara di saat seperti ini.


"APAAAA?!" Kakek berteriak bersamaan.


Aku tersentak kaget,Mamy berlari ke sini dengan wajah kaget luarbiasanya-sama sama belum pernah mendengar Kakek berteriak berbarengan.


"Ada apa Pak?" Ucapnya dengan nafas yang seperti dia tahan.


"Tidak ada,kamu kembalilah beberes rumah lagi" Kata Kakek tenang dan berhasil mengusir Mamy dari ruang introgasi dadakan ini-meninggalkanku sendiri.


Mamyyyy...jangan pergi tanpa mengajakku!Aku menjerit dalam hati.


"Aku akan membantu Mamy beberes..." Kataku sembari berdiri.


"Kamu tetap di sini,duduk!" Kakek berkata tegas.


Aku kembali mendaratkan pantatku di kursi yang rasanya berduri dan menusuk-nusuk,keadaan ini sangat tidak nyaman.


Kakek menatapku lama dan menilik setiap jengkal wajahku,lalu dia menutup matanya sambil memegang kening.


Kakek Sera menatapku terus,"Kamu...sejak kapan bisa melihat?"


Huh?


Aku menggeleng,"Aku tidak bisa" Kataku.


"Lalu,bagaimana bisa kamu bersama dengan jin itu?" Tanyanya lagi.


"Aku tidak sengaja membebaskannya dari botol parfum itu..." Kataku.


Kakek berdiri dari kursinya secara mendadak dan mendekatkan wajahnya padaku sambil berkata,"Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan?Kamu sudah membebaskan jin jahat yang selama ini keluarga kita secara turun-temurun jaga agar tidak bisa kabur dan membuat masalah lagi!Dan sekarang-apa yang sudah kamu lakukan?Benar-benar keterlaluan!"


Aku hampir menangis,wajahku disembur ludah Kakek yang memuncrat saat berkata-kata dengan penuh penekanan tepat di depan wajahku.


"Aku tidak tahu sebelumnya,aku tidak sengaja menemukannya di belakang rumah Nenek-Kakek.Dan Om jin tidak jahat!" Balasku dengan suara yang kecil sekali,hampir terdengar seperti cicitan.


Kakek membuka matanya,Kakeknya Sera tersentak kaget lalu mundur selangkah menjauhiku


"Kamu memanggilnya apa?!" Kakekku berkata.


Aku bungkam dan memalingkan wajahku ke pintu kamar mandi yang jauh terlihat di sana.Aku menolak untuk menjawab,kurasa kalau aku menjawabnya,maka Kakek akan semakin marah.


"Dia jin,makhluk halus,Nala!Dia jahat!"


"Dia tidak jahat..." Air mata mengalir di pipiku saat aku menyangkal perkataan Kakek lagi.


Om jin tidak jahat,dia jin yang...pokoknya dia tidak berbuat jahat pada masa sekarang.


"Apa kamu bilang?Nala...dia sering menjebak manusia,menjebloskan mereka ke antah berantah,dia berbuat kejahatan tanpa akal,dia jin yang ganas.Kejahatan tidak berpola!


Setiap kejahatannya tidak pernah terpikirkan oleh kita,manusia,bahkan bangsa jin sendiri.Kamu masih mau menyangkal kalau dia jin yang tidak jahat?"


Aku tidak menjawab,Kakek menendang kaki Meja untuk menyalurkan emosinya dan Kakeknya Sera yang kali ini menutup matanya dan memegang kening-kelihatan stres.


Aku lagi-lagi tersentak,tapi tetap bungkam dan menghadap ke pintu kamar mandi.Air mataku sudah sampai pada ujung dagu tanpa ku tahu,salahkah aku jika menyangkal kebenaran yang Kakek katakan soal Om jin?


Mungkin Om jin memang pernah berbuat jahat di masa lalu,tapi sekarang berbeda.Om jin sudah berubah,dia jadi jin yang baik,dia baik padaku.


"Masa lalu adalah masa lalu,sekarang adalah waktu yang sedang berjalan.Dia sudah berubah Kek,dia tidak berbuat jahat lagi..." Kataku memberanikan diri kembali berucap membela Om jin.


"Kamu masih belum mengerti,Nala..." Ucap Kakek,kedengaran frustasi.


"Biar Kakek yang jelaskan..." Kakek Sera mengambil alih pembicaraan.


"Sini,liat Kakek.Jangan tidak sopan seperti itu..." Katanya,dan aku pun menurut.


Kutatap mata Kakek yang juga menatap mataku,dia mengambil nafas dan mulai menjelaskan.


"Dia tidak berbuat jahat bukan karena kemauannya tidak ada atau dia sudah berubah baik,itu karena dia lemah!Kekuatannya melemah karena sudah terlalu lama dikurung dalam botol itu oleh para leluhur keluarga kita.Dan sekarang,dia berbeda setelah gerhana matahari itu.


Bukan berbeda seperti yang ada pada pikiran kamu,tapi karena gerhana matahari tadi,kekuatannya kembali seperti semula,seperti dulu saat masa kejayaannya.


Aku diam mendengarkan,itu memang benar,tapi hanya sebagian.Aku yakin pada masa sekarang Om jin benar-benar sudah berubah menjadi jin yang tidak jahat lagi walaupun tidak bisa kusebut baik.


"Bagaimana kalau aku menyangkal perkataan Kakek lagi?Apa Kakek akan marah padaku?


Bagaimana kalau aku bilang bahwa jin itulah yang selama ini selalu bersamaku dan menjagaku saat kalian tidak ada bersamaku,dan bahkan kalian pun tidak tahu soal itu!"


"NALA!" Kakek membentak.


"Kamu masih belum mengerti juga ternyata..."


Aku bungkam lagi.


"Gerhananya baru terjadi tadi,jadi kekuatannya pun baru kembali kuat tadi.Dia masih belum menunjukkan dirinya yang sebenarnya,tunggu saja dan kamu akan melihat perbedaannya"


Aku membuka mulutku,lalu menutupnya lagi.Aku tidak tahu harus membalasnya bagaimana karena mungkin saja itu benar,dan hanya aku yang masih belum melihat perbedaannya saja.


Kepalaku tiba-tiba sakit di bagian dekat telinga kanan,sebuah pikiran tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam otakku.


Tapi,bukankah tadi Om jin sempat menyelamatkanku dan memilih pergi saat berhadapan dengan Kakek?Bukankah itu berarti bahwa dia sudah berubah?


"Apa maksud kamu Ni?" Kakekku tiba-tiba kembali berkata-kata.


Kami berdua menatapnya,dan bersiap mendengar apa yang akan dia katakan.


"Kamu mau Nala melihat makhluk halus juga seperti Sera,cucumu?Kamu mau membahayakannya,begitu?Seperti yang kamu lakukan pada cucumu?Kamu mau Nala jadi gadis pendiam dan mudah ketakutan seperi Sera cucumu?Dia cucuku,dia tidak akan jadi seperti Sera,cucumu itu!"


"Bukan seperti itu Kak...tapi ini agar Nala bisa belajar juga..."


"Berhenti,jangan katakan soal ajaran itu lagi.Itu sesat menurut agama kita,hentikan rantai ajaran turun temurun itu!


Kita seharusnya sudah lama bunuh diri supaya keturunan kita nanti tidak perlu menanggung beban spritual seperti kita!"


"Kak!Apa yang Kakak katakan?!Kakak mau memutuskannya begitu saja hanya karena itu?Lemah!


Pantas saja Nala tidak bisa 'melihat' seperti Sera cucuku kalau Kakeknya lemah sepertimu!" Kakek Sera membalas perkataan Kakekku.


Wajah mereka sama-sama merah,kata-kata yang mereka keluarkan sama tajamnya,mereka berdebat sekarang...dan itu semua disebabkan olehku.


Aku yang berada di tengah-tengah situasi panas seperti ini tiba-tiba terperanjat saat mendengar suara berdecit pintu kamar mandi yang dibuka dan menampilkan Sera beserta Astri yang menatap kami bertiga secara bergantian dengan pandangan ngeri dan shock.


Aku terbengong,Kakek-Kakekku yang sedang berdebat itu pun terdiam,mematung bersamaku.Kami bertiga sama-sama tidak sadar kalau Astri dan Sera sedang memakai kamar mandi.


Mereka juga tidak menimbulkan suara sedikit pun sih!


Kami sudah ceroboh,jika hanya Sera yang mendengarnya mungkin itu tidak akan terlalu masalah karena dia sudah mengerti masalah awalnya,tapi untuk Astri...dia tidak tahu apapun soal ini dan tidak pernah bersentuhan dengan hal-hal gaib sedikitpun.


"Wah...a-akting Kakek bagus!Bisa jadi partner Sera dong nanti" Kataku agak tergagap sambil bertepuk tangan.


Kakek Sera ikutan bertepuk tangan-mengikuti rencanaku,Kakekku kembali duduk dan hanya tersenyum malu.


Ah,canggung sekali suasana ini...Aku tidak yakin Astri akan percaya pada akal-akalan kami.


Ayolah Sera,bantu yakinkan Astri juga!Ini sudah bukan soal kamu lagi saja,tapi ini sudah menyangkut soal Kakakmu ini dan kelangsungngan keluarga kita!


Sera diam,dia memegangi handuk yang membelit tubuhnya dengan mulut yang menganga dan air yang menetes-netes dari anak rambutnya dan masuk ke mulutnya yang terbuka.


Aku tersenyum canggung,Sera langsung mengatupkan mulutnya kembali dan berjalan mendekati Kakeknya lalu memeluknya.


"Kalian semua hebat!Latihan demi jadi lawan main Sera buat tugas senibudaya!" Katanya.


Aku lega,kulirik ekspresi di wajah Astri.Dia tersenyum dan bertepuk tangan


"Barusan cuma akting?!..." Astri mengambil nafas,di wajahnya terlihat kekaguman.


Dalam hati aku merasa pedih melihat temanku yang mudah sekali dibodohi.


Maafkan aku kawan,tapi aku tidak punya jalan lain dan kamu juga mudah sekali dibodohi.


"Kakak yakin praktek drama kamu nanti pasti bakal sukses 100%.Liat aja lawan main kamu yang jago-jago.Dan ada satu hal lagi..." Astri mendekatiku dan menyentuh kedua pundakku,seperti seorang ratu yang sangat terkesan pada jendralnya.


"Kamu,temanku Nala,aku tidak pernah tahu kalau kamu pintar akting dan punya bakat soal drama!Nanti ajarin aku ya pas praktek drama di sekolah nanti..."


Aku balas menyentuh tangan Astri dan menepuknya.


"Iya,hahaha...nanti aku ajarin.Santuy saja padaku." balasku sambil tersenyum malu.


👻


**Astri yang terdzalimi.....hahaha


Apa menurut kalian chapter ini seru dan menegangkan?Atau masih kurang?Koment di bawah ya!


*okey,see you in next chapter and please give👍 and ❤ on this chapter!


by-by***!