NOUS

NOUS
BONCHAP (Ryan dan Cia)



Cia merasa asing tempat ini, tempat yang putih dan hanya ada rumput, seperti ditepi danau. Rasanya sudah tidak sakit sekujur tubuhnya, setelah tadi QnA dengan malaikat, Cia tiba-tiba ada ditempat ini, tempat yang begitu asing.


"Kamu Cia?" Cia menoleh ketika namanya dipanggil.


"Kamu siapa?" Tanya Cia ketika melihat seorang lelaki yang tingginya sama dengan dia.


"Ryan, kamu kenapa ada disini?" tanyanya. Cia tersenyum senang, dia berlari dan langsung memeluk tubuh lelaki itu.


"Aku sangat merindukanmu." Kalimat itu, hanya itu yang mampu Cia ucapkan.


"Maaf, andai dulu aku tidak mengajakmu bermain di taman sialan itu." Cia masih memeluk tubuh Ryan erat.


"Lupakan itu! kenapa kamu ada disini? ini bukan tempat kamu Cia!" Ryan melepas pelukan itu, di tatapnya wanita cinta pertamanya.


Cia duduk di rerumputan begitu saja, kemudian Ryan ikut duduk di sampingnya.


"Ketika kamu sudah usai beberapa tahun lalu, kini saatnya aku juga usai."


"Ketika aku sudah benar-benar cape dengan dunia, aku menghilang dari sana, dan sekarang aku ada disini."


"Kenapa kamu dulu pergi meninggalkan aku? katanya kamu mau menemaniku menjalani hari-hari," Ujar Cia menagih janji yang dulu.


"Aku sendiri aja tidak bisa berjalan, bagaimana bisa aku menemanimu menjalani hari-hari?" Tawa Ryan pecah.


"Ga lucu, mau dengerin aku cerita ga!!" Cia merasa kesal ketika Ryan selalu saja menantang kalimatnya, bahkan mungkin Ryan tidak merindukan nya.


"Kenapa-kenapa??"


Cia sedikit mulai bercerita tentang kejadian di dunia nyatanya beberapa waktu lalu, kedua hantu itu saling bertukar cerita selama ini.


Rasanya sangat rindu, dulu mereka masih kecil dan denial, sekarang keduanya sudah tumbuh dan dewasa.


...••••...


Yoshi perlahan-lahan membuka pintu kamar Cia, ketika semua orang sibuk memasak dan mengurus untuk acara Yasinan nanti malam, Yoshi memilih masuk kedalam kamar kembarannya.


Tanya Yoshi terulur mengambil satu persatu buku yang ada disana. Pertama dia membuka buku dengan cover little poni, dengan judul First Love.


Jika sang kembaran masih hidup, mungkin saja Yoshi akan bilang Alay pada sang kembaran. Maklum saja, itu buku dari zaman Junior School 2 (SMP) .


...Lembar 1...


...ISHH, I'm really annoyed! Did you know, there was a new student in my class, her name was Celine. She's beautiful, I admit it, but why is she so close to Ryan? I'm hot you know!! Ryan doesn't know that I like him, Ryan, don't be sensitive!! Ryan I'm going crazy because of you....


translate*: ISHH, Aku kesel banget deh! Tau ga sih, tadi ada murid baru di kelas aku, namanya Celine. Dia cantik, aku mengakuinya itu, tapi kenapa dia deket-deket sama Ryan? Aku panas tau!! Ryan apa nggak tau kalau aku suka dia, Ryan ayok peka!! Ryan aku bisa gila karena mu.


...Lembar 2...


...Ryan, thanks for coming home with me, I'm so happy! I was annoyed because Yoshi left me. But you want to take me home. Oh mama my heart is pounding...


Translate: Ryan, terima kasih sudah pulang bersamaku, aku sangat senang! Aku kesal karena Yoshi meninggalkanku. Tapi kau ingin membawaku pulang. Oh mama hatiku berdebar-debar


...Lembar 3...


...Ryan, you are mean! just yesterday you said you would accompany me, but why did you go first, go to a faraway place there. Mama said, Cia can't meet Ryan anymore, doesn't Ryan love Cia. It's okay, Cia is Ryan's friend, Ryan, let's go back. It's okay, Cia is only considered a friend of Ryan....


Translate: Rian, kamu jahat! baru kemarin kamu bilang mau menemaniku, tapi kenapa kamu pergi duluan, pergi ke tempat yang jauh disana. Mama bilang, Cia gak bisa ketemu Ryan lagi, Ryan gak sayang Cia. Tidak apa-apa, Cia adalah teman Ryan, Ryan, mari kita kembali. Tidak apa-apa, Cia hanya dianggap sebagai teman Ryan.


Hanya ada itu di lembar buku ini, tidak salah dulu setiap pergi kemana-mana dia selalu membawa buku-buku tidak penting. Ternyata, dia mencatat setiap hal yang terjadi di harinya.


Yoshi tersenyum, adiknya begitu lucu. Saat Yoshi ingin melanjutkan membacanya, tiba-tiba Yoshi melihat sesuai diatas nakas. Sebuah handphone, Yoshi mengambil itu dan membukanya perlahan, tidak ada apa-apanya, sama seperti sebelumnya. Yoshi membaringkan tubuhnya di atas kasur Alm. Cia, dia membuka galeri dan melihat setiap foto milik sang adik.


...Bukan perihal ikhlas, tapi perihal hati yang enggan melepas....


...-Yoshi...


HALLO!! SUPRISE!!! AKU ADA BEBERAPA BONCHAP LAGI, SABARIN YAA