NOUS

NOUS
Nous 57



Alurnya mudah di tebak yah? sebenarnya belum konflik inti frend🙏 Jadi Selamat menunggu ya.


***Ayok Follow akun sosmed Mereka🐻


@Lonely_Friend3030


@Yocia_ganesha


@Reygan_Gevano


@Yovie_Ganesha


@Yovie_Ganesha


@Felicia_Ganesha


@Yoga_Mahendra


@Lonely_Cansss


Follow yak, untuk Yovie sama Yoshi itu kalau nggak salah namanya😭


#DUKUNG_NOUSTerbit


#NOUS_NAIKLEVEL


NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAHU JADWAL AUTHOR UPDATE.


KAPAN AUTHOR UPDATE, DAN KAPAN AUTHOR LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)


KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR👁️👄👁️


083865683501 (Elira***)


Banyak yang Nanya, Kesya siapa? Selingkuhan yoga yang dulu? di karya sebelumya?. Iya Frend, jadi sebelum meninggal ternyata dia udah punya anak, namun Anak nya di rawat sama Adek nya, yang namanya Gisel, Semoga paham


...Happy Reading...


Cia dan teman-temannya berada di atas lantai dua, Mereka tengah duduk dan mengobrol bersama.


"Ci, nggak bawa oleh-oleh?" Tanya Dion.


"Jihan buka, noh kasih kak Dion," Pinta Cia sambil menunjuk Tote bag.


"MAKASIH, INI BARU NAMANYA TEMAN," Ujar Dion sambil membuka tote bag itu.


"Gapapa gw suka, em.. emm Lu nggak kenapa-kenapa kan?" Tanya Dion memastikan.


Dion juga manusia, dia cukup peka terhadap sekitarnya. Sungguh dirinya juga kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Rey.


"Gapapa kok, gw okey." Jawab Cia sambil mengangkat alisnya.


"Maafin temen gw yah," Ujar nya sambil menundukkan kepalanya.


"Loh kok kakak yang minta maaf? Gapapa kak, Cia Okeh-Okeh ajahh," Ucap Cia sambil tersenyum manis.


"***Bahkan dia masih bisa tersenyum pada keadaan seperti ini"


"Lihat Ci, gw tau di balik senyum mu ada luka di hati mu,"


"Ci, gw nggak nyangka kalau Rey emang se brengsek ini***,"


Banyak teman-teman Cia membatin apa yang mereka lihat.


"Kalian nggak laper?" Tanya Cia.


"Laper nih, mau makan dong..." Ucap Dion.


"Go food ajah, adek gw baru balik!! jadi jangan suruh dulu," Ujar Yovie lalu membawa Cia kedalam pelukannya.


saat mereka tengah berkumpul kembali terdengar suara Bell, Cia harus berlari dari lantai dua untuk membuka pintu. Bagaimana pun dia adalah tuan rumah Disini.


Cia melewati ruang tamu lantai satu begitu saja, bahkan dirinya tidak Minat untuk meliriknya.


...Tok..tok..tokk...


"Saya Cindy, Saya di undang Pak Yovie kemari," Jawab nya dengan sopan.


"Oalah tamu Abang toh, sini masuk!!" Pinta Cia mempersilahkan Wanita bernama Cindy itu masuk.


"Silahkan duduk di Sini, Maaf yah di sana juga ada tamu hehehe." ucap Cia sambil cengengesan.


"Gapapa kok, Oh iya tadi saya sempat mampir ini ada kue buat kamu sama Abang kamu," Ucap nya tulus.


"Makasih kakak, sebentar Cia panggil bang Yovie nya yak," Ucap Cia lalu berlari menaiki tangga memanggil Abangnya.


"Siapa?" Tanya Yovie.


"Ada tamu buat Abang, perempuan...."


"Namanya Kak Cindy," Ujar Cia dengan semangat.


Yovie yang tengah sibuk scroll ponselnya langsung diam dan menatap adiknya.


"Seriusan?" Tanya Yovie memastikan.


"Iya, Siapa hayooo ayok kenalin ke Ciaaaaa" Rengek Cia.


"Apasih, Doa dulu biar jadi calon Abang," Lirih Yovie.


"BEHH BANG YOVIE... TEROBOS AEE BANG," teriak Dion masih memakan cemilan yang ada di meja.


"Diem lu, jangan malu-maluin gw. Gw mau turun kalian sini ajah atau mau ikut?", Tanya Yovie sambil merapikan pakaiannya.


"Kalian sini ajah, Cia mau ngintip. Xixixi," Ujarnya.


Cia mengikuti abangnya dari belakang, Hati Yovie terasa tidak aman.


"Selamat siang nona Cindy," Sapa Yovie lalu menyalami tangan Cindy.


"Siang pak Yovie, ada apa bapak memanggil saya kemari?" Tanya Cindy.


"Sebentar yah, Cia bikinin minum.. jangan kemana-mana lohhhh," Ujar Cia layaknya anak Kecil.


"Tidak usah repot-repot dek, saya bantu yak." Cindy ikut berjalan mengikuti Cia yang hendak ke dapur.


"Lah jadi gw bahas sama siapa? gapapa siapa tau dia deketin adek gw duluan," gumam Yovie sambil tersenyum smirk.


Rey, Jessi dan Alluna merasa tidak enak berlama-lama di rumah Yofel Akhirnya Rey mengajak Jessi untuk pulang kerumah nya.


"shi, kita pamit yah," Pamit Rey pada Yoshi.


"mau pulang sekarang?" Tanya Yoshi.


"Iya, nggak enak ada tamu nya bang Yov, duluan


yah" Ucap Rey lalu pergi meninggalkan rumah itu di ikuti Jessi dan Alluna.


Cindy tampak sudah keluar dari Dapur sambil membawa nampan berisi beberapa jus jeruk, sedangkan Cia masih sibuk menaruh beberapa cemilan untuk di bawanya keluar.


Cia menuangkan beberapa cemilan dalam wadah tersebut sambil bersenandung riang. Saat dirinya masih sibuk menuangkan cemilan tersebut, sebuah tangan kekar melingkar di pinggang miliknya. Cia di buat kaget karena itu, dan benar saja Yoshi memeluknya dari belakang.


"Abang Rindu kamu," Lirihnya masih memeluk pinggang Cia.


"Kamu nggak rindu Abang?" Tanyanya.


Cia masih acuh kepada kembarannya itu, Cia memaksakan Yoshi agar melepas pelukan itu.


"Lepasin, gw mau naruh ini ke ruang tamu!" Akhirnya setelah 17 tahun hidup, Cia berani berbicara seperti ini kepada Kembarannya.


Yoshi terdiam di tempat, hal itu membuat Cia mempunyai ide untuk melepaskan pelukan itu.


"Dek kamu kenapa?" Tanya nya tanpa beban.


"Gw? Gapapa," Jawabnya acuh lalu membawa nampan tersebut ke ruang tamu.


...Finish...