NOUS

NOUS
nous 60



happy 60 episode༎ຶ‿༎ຶ Salam manis dari tahu unyu


...Happy Reading...


Pagi harinya mereka sudah siap dengan seragam masing-masing, kecuali Cindy yang masih memakai baju tidur milik Cia.


Dua orang wanita kini tengah sibuk dengan masakan di depannya. Cindy dan Cia sedang sibuk memasak nasi goreng untuk sarapan.


"Pagi," Sapa Yovie pada keduanya.


"Pagi juga Abang,"


"Pagi pak."


"Masak apa kalian?" Tanya nya basa-basi.


"yang simpel ajah bang, nasi goreng biar cepet juga," Ucapnya sambil mengaduk-aduk nasi di atas wajan.


"Kamu hari ini sekolah dek?" Tanya Yovie pada Cia.


"iya bang, udah kangen banget nih." Cia sudah mulai menuangkan nasi kedalam wadah yang cukup besar.


"Terus hubungan kamu sama Dia mau gimana?" Tanya Yovie ragu-ragu.


"Mau Cia selesaikan malam ini, Cia juga udah janjian sama Rey buat nolong Cia," Ucap Cia lalu duduk di meja makan.


"Pagi," Sapa Yoshi yang baru saja datang di meja makan.


"Pagi," Jawab Yovie dan Cindy bersamaan. Sungguh Cia masih belum bisa sepenuhnya memaafkan Yoshi.


"ayok sarapan." Ajak Yovie.


Yoshi memandang wajah Cia yang kini tak jauh darinya, biasanya Cia akan mengambilkan nasi anggota keluarganya, namun kali ini benar-benar beda. Cia hanya mengambil nasi untuk dirinya sendiri dan mulai memakan nya sendiri, Mau tidak mau Yoshi harus mengambil sendiri begitupun dengan Yovie yang sudah paham.


mereka makan malam bersama, mulur mereka semua diam membisu karena hawanya yang tidak menentu seperti ini.


Suara bel tiba-tiba terdengar, Kebetulan dapur tidak jauh dari pintu utama.


"MASUK HAN! NGGAK DI KUNCI," Teriak Cia begitu saja, mengangetkan semuanya.


"Dek, kan bisa kamu jalan ke sana sedikit," Ujar Yovie menegur adiknya.


"Mweheheh, maaf yak! Cia mager," Ucapnya tersenyum kikuk.


"Hello guys, epirebadih!!" Ujar Han baru saja masuk dan ikut bergabung di meja makan.


"Morning eperiwan!" Ucapnya lalu duduk di samping kanan Cia dekat dengan Yovie yang duduk di meja utama.


"Morning, udah sarapan lu?" Tanya Cia.


"Udah sih, tapi liat masakan lu pengen makan lagi, ya udah gw makan dulu." Han mengambil piring dan mulai memasukan nasi goreng dalam piring.


"emang rada-rada," Lirih Yoshi ketika melihat tingkah Han yang emang random.


"Dih gw denger yak Yosh," Ucap Han mulai memasukan makanan kedalam mulutnya.


Akhirnya mereka melanjutkan sarapan itu, saat sudah selesai Cia dan Han berdiri duluan dan di ikuti oleh Yoshi.


"Cia berangkat dulu yak bang," Ucapnya lalu bersalaman dengan Yovie dan Cindy.


"Han iya, Babay." Begitupun dengan Han namun tidak bersalaman.


"Nggak Cium dek?" Tanya Yovie sambil menunjukan pipinya, bukan nya malu karena ada Cindy malah Yovie sengaja meminta morning kiss pada adiknya.


"Abang nggak malu ada kak Cindy?" pertanyaan itu lolos dari bibir mungil Cia.


"Nggak, belum sah. besok-besok minta sama dia kalau udah sah," Ucap Yovie ngasal.


"WHAT!! BANG YOV NIKAH GENGSSS!" teriak Han heboh.


"BERISIK HAN!" teriak Yovie menegur Han.


"Nggak bakal ada yang denger bang, tenang!?" Ucap Han.


Sedangkan Cindy hanya menunduk malu, ingin rasanya di menghilang dari dunia ini sementara. Hati, Jantung dan paru-paru tidak aman guys.


Terlihat dengan jelas kecantikan Cia yang kini tertawa puas.


"Kamu nggak berangkat bareng Abang?" Tanya Yoshi membuat Cia langsung merubah ekspresi wajahnya.


"Han ayok berangkat, lu bawa mobil kan?" Tanya Cia pada Han.


"Hooh yuk." Mereka perlahan berjalan menuju ke ruang tamu.


"Shi, ini saatnya lu berjuang dapatkan kepercayaan Cia lagi, sepertinya kepercayaan Cia udah bener-bener ilang tentang lu!" Ujar Yovie yang masih sibuk makan.


"Makanya jadi anak jangan ceroboh, Menolong iya, tapi goblo* jangan," Ujar Yovie sinis pada adiknya.


...~~~...


Mobil milik Han melaju di tengah nya pagi kota Jakarta, baru semalam Cia di Jakarta sudah rindu saja suasana Kota Bandung yang dingin.


"Jam segini kok udah panas," Ucap Cia sambil mengibas-ibaskan tangannya ke wajah cantiknya.


"Keknya lu udah kebiasaan di Bandung, Jakarta emang gini Ci," Ujar Han.


"Hmm paham sekarang."


"Lu jadi bantuin gw kan?" Tanya Cia pada Han.


"jadi lah! apasih yang enggak! gw juga udah enek sama noh noh," Ucap Han sambil matanya mengarah sebuah motor yang kini berada di lampu merah.


"What? sama Jessi ya nggak sih?" Tanya Cia.


Dengan sengaja mobil milik Han berhenti di samping motor milik Rey, Lampu merah memang lumayan lama sekitar 3-4 Menit kalau tidak salah.


"Aduh panas, AC nya tidak cukup, gw buka yak kaca nya," Ucap Cia lalu membuka Kaca mobil.


Setelah Itu Cia membuang satu Teh kotak keluar, "Dodol jangan buang sembarang!" umpat han Kesal.


"CIA," Kaget Jessi dan Rey menengok bersamaan.


"Kaget yak? hebat mainnya mbak mas!" Sinis Cia dari atas motor.


"Cia, nanti aku mau ngomong sama kamu," Ucap Rey pada Cia.


"Sama sih, bukan mau ngomong tapi mau mengakhiri hubungan." Cia kembali menutup kaca mobilnya lalu kembali duduk dengan santai.


...•••...


Mobil milik Han sudah terparkir di parkiran sekolah khusus mobil, Cia keluar begitu saja dengan style barunya yang bisa di bilang Bad girl.


"Yok Ci," Han menggandeng tangan Cia lalu bejalan bersama-sama menuju ke kelas.


"Tunggu Ci." Tiba-tiba sebuah tangan kekar menahan tangan Cia.


"Kenapa?" Tanya Cia dingin pada lelaki itu.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu," Ujar Lelaki itu. Lelaki itu tak lain adalah Reygan yang kini masih bisa di bilang pacar Cia.


"Ngomong tinggal ngomong, ribet banget." Cia sudah mulai kesal melihat lelaki di depannya kini.


"Jangan disini, kita ke taman belakang ajah yak." Ajaknya


Cia hanya mengangguk, "Gw temenin mau?" Tawar Han pada Cia.


"Nggak usah, Lu bawa tas gw ajah nih, gw duduk sama lu okeh!" Ucap Cia lalu berjalan dengan Rey menuju ke taman belakang.


sesampainya di taman belakang mereka duduk di salah satu kursi yang ada, "Jadi mau ngomong apa?" Tanya Cia to the poin.


"Maaf,"


"Untuk?" Tanya Cia heran.


"Maaf untuk semuanya Ci, aku nggak bisa jaga hati." Ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


"Gapapa sih, emang susah kalau pacaran sama orang yang belum selesai dengan masa lalunya," Ujar Cia begitu saja.


"Kok?" Rey bertanya-tanya.


"Terus mau gimana hubungan kita?" Tanya Rey pada Cia.


"Inget udah punya pacar baru jadi nggak usah sok iye, Udah lah kita selesai! Anggap ajah yang lalu nggak pernah terjadi dalam hidup lu atau hidup gw!" Ucap Cia penuh penekanan.


"Emang nggak ada maaf buat aku?" Tanya Rey.


"Nggak, Udah intinya kita sampai di sini, dan anggap ajah kita nggak pernah kenal!" Ucap Cia kembali.


"Selesai nih Ci, hubungan Kita?" Tanya nya.


"Lu budeg?" Tanya Cia heran.


"Emang yah Berawal asing, berkahir Asing Juga," Ucap Cia berdiri dari duduknya.


"Dasar masa lalu!"


...Finish...


Kemarin Tahu sakit, jadi baru update pagi ini, happy weekend guysಥ‿ಥ